Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
25. Menang


__ADS_3

"Mari kita mulai latihan bertarungnya." ucap Shiryuu-senpai sambil tersenyum kepada ketiganya.


"Ya Shiryuu-senpai." ucap Shiro dan anggota tim yang lain.


"Kalian bertiga akan bertarung melawanku. Syarat kemenangan kalian yaitu jika kalian berhasil melancarkan sebuah serangan kepadaku. Kalian mengerti ?" tanya Shiryuu-senpai.


"Ya" ucap ketiganya.


"senpai, bagaimana kalau kami berhasil menyerangmu ?" tanya Denshu.


"Jika kalian bisa menyerangku, akan ku berikan sebuah hadiah kepada kalian semua seperti yang ku janjian kemaren" jawab Shiryuu-senpai.


"Apa hadiahnya, senpai?" timpal Denshu.


Shiryuu-senpai tidak menjawab dan hanya memberikan sebuah senyuman.


Lalu Shiryuu-senpai memandang ketiganya lalu berkata, "Kalian silahkan duluan ke arena yang sudah ditunjuk kemaren, untuk merumuskan strategi, aku akan menyusul kalian nanti."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Shiryuu-senpai langsung pergi entah kemana.


Melihat Shiryuu-senpai sudah pergi, Brendy Oxford mendekati Shiro dan Denshu Sishoku. Ia mencoba membuat strategi untuk mengalahkan Shiryuu-senpai.


"Biar aku saja yang menghadapi sekaligus mengetes kemampuan bertarung Shiryuu-senpai, Aku juga ingin tahu perbedaan jarak diantara kami. Selain itu, Element api adalah kelemahan Element atau Salju." pinta Denshu Sishoku dengan nada angkuh.


Shiro dan Brendy Oxford hanya mengangguk mengiyakan kepada Denshu Sishoku. Selain itu, mereka juga ingin mengetes kemampuan jarak dekat Shiryuu-senpai, mereka ingin memastikan apakah Shiryuu-senpai adalah tipe penyerang jarak dekat atau jarak jauh.


Mereka terus merumuskan rencana menghadapi Shiryuu-senpai sambil berjalan menuju arena.


Setelah sampai di arena, terlihat bahwa Shiryuu-senpai sudah menunggu mereka di arena.


"Mari kita mulai saja latihan bertarungnya."


Setelah Shiryuu-senpai mengucapkan kata-kata itu, semuanya langsung mundur beberapa langkah.


Namun tidak dengan Denshu Sishoku. Ia langsung maju menerjang arah Shiryuu-senpai, tanpa mempertimbangkan anggota timnya yang lain.


Shiryuu-senpai hanya memasang kuda-kudanya, seringai muncul dibibir Shiryuu-senpai.


Melihat Denshu Sishoku langsung maju menerjang lawan, Shiro dan Brendy saling memandang. Lalu keduanya mengangguk secara bersamaan.


Shiro maju menyusul Denshu Sishoku. Sedangkan Brendy hanya melihat dari kejauhan.


Pertarungan pun dimulai.


Denshu Sishoku mulai menyerang Shiryuu-senpai dengan kemampuan taijutsu miliknya. Terlihat tangannya dilapisi oleh api merah. Namun serangannya mudah sekali dihalau dan ditepis oleh Shiryuu-senpai.


Walaupun Denshu adalah tipe Element, namun karena terlalu sering melihat kemampuan bertarung Shiro dan Brendy yang keren, ia memutuskan untuk menjadi seorang Battle Mage. Namun bukan berarti kemampuan jarak jauhnya buruk.


` bukk bakk bukk bukk~`


Denshu menyerang Shiryuu-senpai dengan teknik yang ia miliki. Namun ia sedikit mengerinyit ketika memukul Shiryuu-senpai, tangannya terasa agak dingin ketika bersentuhan dengan Shiryuu-senpai, ia juga merasa ada tekstur keras ketika memukul Shiryuu-senpai.


Asap putih muncul ketika Denshu menyerang Shiryuu-senpai, sepertinya Shiryuu-senpai melapisi anggota tubuhnya dengan Es atau Salju.

__ADS_1


"Hehe.. Aku lupa bilang kalo aku juga tipe Battle Mage, Sekarang giliranku yang menyerang" kata Shiryuu-senpai.


Shiryuu-senpai mulai maju dan menyerang tim Shiro. Namun karena Denshu Sishoku yang terdekat, Denshu yang pertama kali diserang oleh Shiryuu-senpai.


Melihat bahwa Shiryuu-senpai akan menyerangnya, Denshu Sishoku hanya menyilangkan kedua tangannya ke depan mukanya.


Melihat serangan itu hampir mengenainya, ia agak kaget dan ia hanya bisa memejamkan matanya.


Namun, tiba-tiba ada tarikan kuat dari kerah baju bagian belakangnya. Ia terlempar mundur dan melihat bahwa ternyata Shiro yang menariknya barusan.


Shiro menyelamatkan dirinya, kali ini Shiro yang berhadapan dengan Shiryuu-senpai.


Shiro menangkis serangan Shiryuu-senpai, ia juga sesekali menyerang ketika ada kesempatan yang muncul.


"Hei Shiro, sepertinya kemampuan bertarungmu sangat bagus. Selain itu pengalaman bertarungmu juga luar biasa." Dalam pertarungan, Shiryuu-senpai tidak lupa untuk memuji Shiro.


" Terimakasih senpai, tapi masih banyak orang yang lebih hebat dari ku" ucap Shiro merendah.


Shiro mulai mundur perlahan, ia menjaga jarak jarak dan mulai berkumpul dengan Brendy dan Denshu Denshu.


Melihat Shiro mulai mundur dan berkumpul dengan rekan setimnya, Shiryuu-senpai tidak mengejarnya, ia hanya tersenyum dan mengangguk menyetujui keputusan Shiro.


"Shiro, bagaimana ?" tanya Brendy dengan nada semangat.


"Sepertinya Shiryuu-senpai juga mahir dalam serangan jarak dekat. Mari kita lanjutkan rencana kita"


"Oke, Baiklah."


Terimakasih Shiro atas yang barusan terjadi" ucap Denshu Sishoku .


Mendengar perkataan Shiro, Brendy dan Denshu mulai membentuk Formasi. Brendy langsung menghilang dan Denshu mundur di belakang Shiro.


Shiro dan Denshu pun mulai melihat ke arah Shiryuu-senpai.


"Sepertinya kalian bertiga cukup akur ya, hahaha" ucap Shiryuu-senpai sambil berjalan mendekat.


Mendengar ucapan Shiryuu-senpai, mereka tidak berbicara. Mereka tidak langsung menyerang dengan terburu-buru.


Shiro mengeluarkan pisau dan melapisinya dengan Aura miliknya. Namun ia hanya melapisinya dengan Aura biasa, bukan untuk membuat pisau tersebut tidak terlihat, melapisi pisau tersebut dengan Aura berguna untuk membuat pisau tersebut menjadi lebih tajam.


Shiro pun melemparkan pisau tersebut ke arah Shiryuu-senpai. Setelah itu ia maju menerjang Shiryuu-senpai mengikuti lemparan pisaunya.


"Mari kita lakukan sesuai strategi kita tadi"


Shiro mulai maju sendirian, ia yang akan menjadi tahan badan buat Brendy dan Denshu.


Mendengar perintah Shiro, Denshu sudah siap menyerang dengan apinya dari jarak jauh. Sedangkan Denshu, ia sudah menghilang dari tadi.


"Sihir Api : Bola Api Raksasa "


Denshu Sishoku mengangkat kedua tangan dan mulai merapalkan mantra. Lalu Bola Api raksasa muncul dan ia mulai melemparkannya ke arah Shiryuu-senpai dan Shiro.


Melalui persepsinya, Shiro tahu bahwa serangan tersebut mengarah kepadanya. Setelah hampir mengenainya, Shiro menghindarinya. Tak hanya Shiro, tapi Shiryuu-senpai juga menghindar searah dengan Shiro.

__ADS_1


"Hei, kenapa kau mengelak, seharusnya kena tadu, kau tahan dia dan aku akan menyerangnya dengan jurus api ku lagi" ucap Denshu Sishoku dengan nada menggoda Shiro.


Mendengar ucapan Denshu Sishoku, Shiro dan Shiryuu-senpai mengerinyitkan dahi. Namun ia tidak bicara, ia tahu bahwa Denshu hanya menggodanya saja.


Bahkan Brendy Oxford yang berada tidak jauh bersembunyi dibelakang Shiryuu-senpai, ingin sekali tertawa.


"Walaupun rencananya aku akan jadi tameng kalian, bukan berarti kalian seenaknya bisa menyerangku."ucap Shiro santai sambil menghindari serangan dari Shiryuu-senpai.


"Hehe.. Sorry sorry" Mendengar ucapan Shiro, Denshu Sishoku hanya bisa meminta maaf sambil cengengesan.


" Sihir Api : Gatling Bola Api Mini"


Kali ini Denshu Sishoku tidak menggunakan jutsu api besar, melainkan mengubahnya menjadi serangan beberapa bola api kecil yang keluar dari jari-jarinya, dan menyerang ke arah Shiryuu-senpai.


Shiro tersenyum ketika melihat bahwa Denshu merubah jenis serangannya. Karena menghindari serangan-serangan kecil seperti ini sangat mudah bagi Shiro.


Shiro bertarung berhadapan dengan Shiryuu-senpai sambil mencoba mengarahkan pergerakan Shiryuu-senpai ke arah serangan bola-bola api kecil milik Denshu.


Melihat hal ini, Brendy Oxford juga mulai berlari, dan mencari celah dan posisi yang menguntungkan untuk mendesak Shiryuu-senpai. Dan menyerang dari belakang.


Brendy mulai melempar beberapa pisau untuk mencoba agar Shiryuu-senpai tidak menjauh dari jangkauan serangan Shiro dan Denshu.


Walaupun Brendy sangat bersemangat kalau masalah bertarung, namun ia tahu perannya dan tidak bertindak sembrono.


Melihat serangan kombinasi dari ketiga Juniornya itu, Shiryuu-senpai agak kewalahan. Namun ada senyum tipis terukir di wajahnya.


Walaupun kerja sama mereka belum terlihat sepenuhnya, namun Shiryuu-senpai sepertinya puas dengan serangan dari ketiganya.


Pertarungan terus berlanjut.


Waktu semakin berlalu, jual beli serangan telah mereka lakukan berulang kali. Namun belum ada yang menyerah diantara kedua belah pihak.


Melihat waktu yang sepertinya sudah lewat siang hari. Shiryuu-senpai berniat mengalah, ia berpura-pura kelelahan dan membuat sebuah kesalahan.


Melihat hal itu, Brendy yang sudah bersabar dari tadi, mulai menyerang secara langsung dan mengunuskan belati ke leher Shiryuu-senpai. "Hehe, kami menang Shiryuu-senpai " ucapnya.


"Hehe, selamat ! Kalian berhasil menyerangku" ucap Shiryuu-senpai terkekeh pelan.


"Yeay, kita berhasil."


Desnhu sangat bersemangat, ia mengangkat tangan dan berlari ke arah Shiro.


Melihat tindakan Denshu, Shiro mengerti apa yang ingin Denshu lakukan, ia pun mengangkat tangannya juga dan melakukan toss.


Setelah itu, Mereka juga melakukan Toss kepada Brendy.


"Hehe.. ini semua berkat ku yang melihat kesempatan yang bagus" ucap Brendy dengan nada bangga.


Namun Shiro dan Denshu hanya tersenyum dan tidak menghiraukan ucapannya.


Tiba-tiba Denshu terdiam dan teringat sesuatu, "Shiryuu-senpai, bukannya kalau kami berhasil akan mendapatkan hadiah ? mana hadiahnya?"


Shiro dan Brendy pun menjadi tertarik dengan hadiah yang dijanjikan Shiryuu-senpai.

__ADS_1


Shiryuu-senpai tersenyum mendengar ucapan Denshu. Lalu ia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sesuatu.


"Ini adalah hadiah kalian.."


__ADS_2