
Melihat seseorang yang ada di ketiga tim tersebut, Shiro terkejut. Ia merasa ini sebuah seperti sebuah kebetulan.
Laki-laki itu bukanlah teman Shiro ataupun kerabat dari Kota yang sama dengannya. Ia tidak familiar dengan peserta laki-laki itu, tapi Auranya sangat Shiro hafal. Aura jahat yang sangat gelap dan kejam, Aura seorang Iblis.
Ya, peserta laki-laki yang tidak menonjol itu memiliki Aura Iblis di tubuhnya.
"Iblis ini sepertinya sudah menyebar di semua lapisan masyarakat," gumam Shiro.
Ia tidak pernah kepikiran kalau Iblis akan merasuki siswa Akademi juga. Ia pikir para Iblis hanya akan merasuki para pahlawan atau orang biasa agar sulit untuk diketahui dan lebih aman.
"Kakak, sepertinya harta yang dimaksud peta ini ada di depan sana," ucap peserta laki-laki yang tampak polis itu.
Ia seakan menuntun ketiga tim tersebut untuk mendapatkan harta karun yang ada di peta.
Mendengar itu, Shiro akhirnya mengerti, "Oh, ternyata ini biang keroknya."
Ternyata apa yang terjadi sebelumnya tentang harta karun itu bukanlah sebuah kebetulan. Semuanya telah diatur oleh Iblis kecil ini. Akhirnya Shiro tahu sumber konspirasi yang terjadi.
Dengan ini, Shiro juga dapat yakin kalau tidak hanya peta harta karun yang Iblis itu lakukan untuk menjebak peserta lain, tapi juga Blood Wolf yang telah ia tangkap sebelumnya.
Semuanya kemungkin besar dilakukan oleh Iblis ini. Dan untuk tujuannya, Shiro dapat menebak sedikit, jika bukan untuk dikendalikan, pasti akan digunakan untuk pengorbanan.
Shiro tidak akan membiarkan rencananya berhasil. Namun ia belum berniat untuk bergerak. Ketiga tim tersebut sedang memasuki sarang Blood Wolf.
Ketiga tim tersebut kemudian menghadapi sekelompok besar Blood Wolf. Shiro tidak berniat untuk membantu, karena ia yakin mereka bisa menyelesaikannya sendiri. Lagipula, ia juga ingin melihat kekuatan peserta laki-laki yang telah dirasuki Iblis itu.
Pertarungan yang mereka lakukan cukup serius. Walaupun mereka tidak bekerja sama dengan baik, ketiga tim tersebut berhasil mengalahkan para Blood Wolf yang menghadang jalan mereka.
"Mari kita pergi!" ajak salah satu dari 9 orang tersebut.
Dipimpin olehnya, sisa peserta lainnya juga mengikuti dibelakang, termasuk Iblis itu. Para Blood Wolf yang tersisa hanya membiarkan ketiga tim itu lewat. Mereka tampaknya tidak berani lagi untuk menyerang mereka.
__ADS_1
Tak lama, mereka akhirnya sampai di terowongan yang ada dibalik air terjun. Ketiga tim tersebut tidak menunggu lama lagi, mereka tidak sabar untuk menantikan harta apa yang akan mereka dapatkan. Mereka semua langsung bergegas memasuki terowongan tersebut dengan penuh semangat. Tanpa merasa ketahui, peserta laki-laki yang dirasuki Iblis itu tersenyum lebar.
Shiro memperhatikan seringai yang dikeluarkan Iblis itu. Hal itu menguatkan tebakannya sebelumnya. Mungkin Iblis itu akan beraksi ketika berada di dalam terowongan yang paling dalam.
Memasuki dalam terowongan, mereka bertemu dengan sisa-sisa pertarungan yang terjadi.
Salah satu dari mereka mengerutkan kening, "Sepertinya sudah ada orang yang telah mendahului kita."
"Yah... sayang sekali. Apakah kita akan kembali?" tanya peserta lain dengan nada kecewa.
Sebelum yang lainnya memutuskan, peserta Iblis itu berkata: "Tapi bukannya sayang sekali jika harus kembali setelah melakukan perjalanan jauh ini? Mari kita masuk lagi kedalam! Peserta lain mungkin tidak tahu tentang harta itu dan tidak mencapai lokasi harta karun. Lagipula, lebih baik kita melihatnya secara langsung tentang ada atau tidaknya harta tersebut, ya kan?"
Mendengar pendapat peserta Iblis itu, yang lain berpikir sebentar kemudian mengangguk. Mereka berpikir kalau pendapatnya sangat masuk akal.
"Kau benar, kita sudah jauh-jauh kesini, jangan sampai kita kembali tanpa melihat apa yang terjadi."
"Ya, benar!"
Sedangkan Shiro yang menguping tidak jauh dari sana, cukup mengagumi taktik licik nan cerdik yang disampaikan oleh Iblis itu.
"Sungguh, bajiangan kecil!" gumam Shiro sambil terus mengikuti mereka secara rahasia.
......................
Di sisi Unseen saat ini, Ia telah keluar dari White Gate itu dengan selamat tanpa mengalami hambatan sedikitpun. Ia kemudian langsung bergegas menuju Ketua Asosiasi yang ada di tenda darurat tak jauh dari lokasi White Gate.
Di dalam tenda darurat itu, banyak sekali kertas dokumen yang berserakan. Sepertinya Ketua Asosiasi menjadikan tenda darurat ini sebagai lokasi kantor sementaranya.
Unseen lalu mengeluarkan Shadow Bind ke tempat acak untuk membatalkan skill Shiro yang membuatnya menghilangkan hawa keberadaannya dan penampilannya.
Setelah semuanya kembali normal, Unseen lalu melompat ke meja tempat Ketua Asosiasi sedang bekerja.
__ADS_1
Kemunculan Unseen tentu membuat Ketua Asosiasi cukup terkejut. Karena ia tidak merasakan kedatangan Unseen, padahal ia selalu waspada dimanapun dan kapanpun juga, temasuk ketika ia sedang bekerja.
Ketika melihat penampilan Unseen, Ketua Asosiasi langsung menurunkan kewaspadaannya. Karena ia mengenali Unseen sebagai Battle Pet milik Shiro.
"Ada apa? Jangan bilang kalo anak itu ingin minta pertolongan," tanya Ketua Asosiasi dengan Ketua.
Unseen tidak bicara sedikitpun, ia hanya mengeluarkan surat yang dikirimkan Shiro untuk Ketua Asosiasi lalu memberikannya.
"Oh, surat... Ada berita apa lagi kali ini?"
Ketua Asosiasi cukup tertarik dengan surat yang dikirimkan Shiro untuknya. Ia kemudian membuka surat itu lalu membaca isinya dengan seksama. Unseen tidak langsung pergi, karena menurut perintah Shiro, Ketua Asosiasi akan membalas pesan yang ia berikan.
Awalnya ekspresi Ketua Asosiasi cukup santai, lalu ketika ia terus membacanya, ekspresinya berubah menjadi serius.
"Apa-apaan ini? Peta harta karun di White Gate ini? Aku tidak pernah mendengarhal ini sebelumnya. Tidak... itu pasti palsu. Atau jangan-jangan itu ulah Iblis di belakang layar. Ya, benar. Pasti Iblis itu yang melakukannya."
Ketua Asosiasi cukup bingung sebelum akhirnya ia mencoba menebak apa yang terjadi, tapi sebelum itu, ia ingin memastikan sesuatu, sehingga ia memanggil asistennya, "Anastasya, Kemari sebentar!"
Mendengar teriakan Ketua Asosiasi yang memanggil namanya, Anastasya yang berada tidak jauh dari sana langsung datang ke tenda darurat tempat Ketua Asosiasi berada.
"Ada apa Ketua?" tanya Ketua Asosiasi.
"Anastasya aku punya misi mendesak, dengarkan baik-baik!" ucap Ketua Asosiasi dengan wajah serius.
Melihat ekspresi Ketua Asosiasi, Anastasya diam dan ingin mendengarkan perintah dari Ketua Asosiasi.
"Anastasya, tolong secepatnya selidiki masalah terkait Peta Harta Karun yang tersebar dan berkaitan dengan White Gate tempat ujian tahap kedua Battle Academy dilaksanakan. Oh ya, ngomong-ngomong kau bisa bertanya kepada Van, anak memalukan dari Academy F yang kencing dicelana itu. Ia memiliki informasi tentang peta tersebut."
Shiro tidak lupa mencantumkan informasi tentang Van yang memiliki peta harta karun tersebut.
"Baik Ketua, akan ku laksanakan!" Anastasya kemudian pergi untuk menjalankan apa yang diperintahkan Ketua Asosiasi.
__ADS_1
Ketua Asosiasi juga tampak khawatir, ia bergumam pelan, "Semoga tidak ada kecelakaan yang terjadi."