
"Bukankah ini tempat yang tepat untuk bertarung?"
Mendengar kata-kata Shiro, Iblis itu sedikit marah. Ekspresi tidak suka terpampang jelas di wajahnya.
"Langkah diam!"
Iblis itu bergerak langsung ke arah Shiro dengan kecepatan yang sangat cepat tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Jika bukan karena ia bisa merasakan pergerakan Aura yang ada pada tubuh Iblis itu, Shiro mungkin tidak akan bisa mengetahui keberadaan Iblis itu.
Slasshhh~ Iblis itu muncul di sebelah kanan Shiro dan langsung menebas ke arah leher Shiro.
Namun Shiro bereaksi dengan cepat, ia menggunakan Switch untuk berpindah tempat. "Hampir saja," ucap Shiro.
Shiro mengelus dada setelah berhasil menghindari serangan itu. Ia mengakui kecepatan Iblis itu sangatlah cepat. Ditambah ruangan yang sempit, akan sulit untuk menghindari serangan tersebut.
Untung saja Shiro bukanlah pahlawan biasa, ia berhasil mendeteksi serangan Iblis itu dengan mudah sehingga ia bisa menghindarinya tanpa terkena serangan sedikitpun.
Melihat target dengan mudah menghindari serangannya, Iblis itu mendengus dingin kemudian menghilang di tempat.
Shiro tidak panik, melalui persepsinya, ia tahu kalau Iblis itu sedang berkeliling dan mencoba mencari celah untuk menyerangnya secara tiba-tiba. Ia hanya pura-pura waspada, ia menoleh ke kiri dan Ke kanan, pura-pura tidak mengetahui keberadaan Iblis itu.
Setelah berputar-putar beberapa kali, Iblis itu melihat sebuah kesempatan untuk menyerang. Ia pun tanpa ragu menyerang ketika melihat Shiro sedikit lengah.
Namun tanpa ia sadar, senyum sedikit melengkung di bibir Shiro. Ketika ia mengetahuinya, semuanya sudah terlambat.
Ketika Iblis itu hendak menusuk Shiro dengan pisau jarinya, sebuah pedang menusuk perutnya. Darah keluar dari perutnya, dan ia bekedut merasakan rasa sakit tersebut.
Ia menoleh ke bawah dan melihat sebuah katana telah menembus badannya. Ia kemudian menoleh tak percaya kepada Shiro, ia melihat senyum menghina dari Shiro.
Iblis itu marah, "Jangan kira kau sudah menang!"
__ADS_1
Iblis itu memaksakan diri untuk melepas katana yang menempel di perutnya. Ia kemudian memasuki keadaan tak terlihat.
Dari persepsinya, Shiro mengetahui arah Iblis itu yang hendak keluar dari terowongan ini. Tentu saja Shiro tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Ia langsung mengeluarkan cukup banyak Ice Javelin dan melemparkannya ke arah pintu keluar terowongan.
Dengan banyaknya Ice Javelin yang membombardir, membuat seluruh jalan keluar tertutup oleh es.
Iblis itu yang hendak kabur, ketika melihat pintu keluar sudah terblokir oleh sebuah dinding es. Ia kesal, ia tahu kalau rencananya sudah diketahui oleh Shiro sehingga ia tidak bisa melarikan diri.
Ketika ia hendak bersembunyi, Shiro tiba-tiba muncul di hadapannya. Iblis itu tentu saja terkejut, matanya terbelalak.
Ia ingin menghindar dengan kecepatannya, namun itu sudah terlambat. Kepalanya beradu dengan kepala Shiro yang membuat kepalanya sakit, matanya berkunang-kunang, dan rasa berat menghantui pikirannya.
Iblis itu tidak bisa menahannya lagi, sehingga ia pingsan ditempat.
Melihat Iblis itu pingsan, Shiro tersenyum penuh kemenangan. Ia tidak menyangka skill yang ia anggap rendahan akan berhasil pada Iblis tingkat tinggi.
Ketika ia merasakan Iblis itu berdiri tepat di depan lokasi material yang ia beri Aura yang ia gunakan sebagai sarana untuk berpindah tempat.
Menggunakan skill Switch, Shiro muncul tepat di depan Iblis itu. Ia ingin sekali membunuh Iblis itu dalam sekali tebas, namun mengingat mungkin ada informasi tersembunyi pada tubuh Iblis itu.
Awalnya ia menyangka kalau skill Headbutt hanya akan membuat Iblis itu sedikit pusing. Namun ternyata efek skill ini berada di luar dugaannya. Skill ini bersifat mutlak sehingga Iblis itu langsung pingsan terkena skill ini. Mungkin efek skill ini juga tergantung pada perbedaan Aura diantara keduanya.
Shiro memastikan kalau Iblis itu benar-benar pingsan, kemudian Ia membopong Iblis itu lalu membawanya keluar dari terowongan itu.
Tak sampai disitu, Shiro langsung membawa Iblis itu untuk diserahkan kepada Ketua Asosiasi untuk ditindak lanjutin. Jika mengandalkan kemampuan Unseen dalam menginterogasi, akan memakan waktu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya. Jadi Shiro memutuskan untuk menyerahkannya kepada Ketua Asosiasi agar bisa mendapatkan hasil secepatnya.
Shiro membiarkan 8 orang yang masih pingsan di dalam terowongan. Karena ini adalah tindakan pribadi Shiro agar tidak terjadi kecelakaan, jadi Ia menganggap kedelapan orang tersebut belum terelimimasi.
Selama di perjalanan, Shiro bertemu dengan Unseen yang terkejut dengan apa yang dibawa Shiro. Kemudian Shiro memberitahunya untuk melihat keadaan kedelapan peserta itu, ia juga berpesan kepada Unseen untuk memastikan kondisi peserta-peserta itu.
Mendengar apa yang terjadi selama kepergiannya, Unseen cukup menyesal karena tidak dapat berpartisipasi dalam pertempuran tersebut. Sehingga ia kembali ke wilayah patroli Shiro dengan kondisi kurang bersemangat.
__ADS_1
......................
Sesampainya di luar White Gate, Shiro langsung membawa tenda darurat tempat Ketua Asosiasi berada.
Para pengawas, termasuk Anastasya tidak menghentikan Shiro memasuki tenda. Mereka juga tidak bertanya tentang peserta yang ia bawa. Mereka hanya menganggap bocah itu hanya butuh perawatan.
Shiro tidak terlalu menyembunyikan Auranya, sehingga kedatangan Shiro diketahui oleh Ketua Asosiasi.
Sambil terus mengawasi dokumennya, Ketua Asosiasi bertanya tanpa memandang Shiro, "Ada apa lagi nak?"
Shiro tersenyum, walaupun senyumnya tersembunyi oleh Jubas Assassin, namun Ketua Asosiasi merasa bergidik.
"Ketua, aku punya hadiah untukmu!" ucap Shiro.
Ketua Asosiasi menoleh menatap Shiro dan melihat bocah yang dibawa Shiro, "Bocah itu...."
"Ya, Bocah ini adalah iblis. Ia merasuki ke dalam tubuh salah satu peserta. Oh ya, sekarang ia sedang pingsan, jadi bergegaslah untuk membaca pikirannya dan cari tahu apa yang ia rencanakan," perintah Shiro.
Ketua Asosiasi mengangguk, kemudian Ia langsung memanggil Anastasya lalu menyuruhnya untuk mencari pahlawan tipe interogasi kuat yang bisa datang secepatnya.
Sambil menunggu kedatangan pahlawan itu, Ketua Asosiasi juga bertanya kepada Shiro apa yang terjadi di dalam sana.
Tentu saja Shiro menceritakan semuanya. Dimulai dari rumor peta harta karun, lokasinya, kekuatan Iblis tipe Assassin/kecepatan sampai tindakan apa yang hampir dilakukan oleh Iblis ini kepada kedelapan peserta lain.
Shiro juga menyampaikan tebakannya kalau ini mungkin terkait ritual pengorbanan.
Mendengar cerita Shiro, Ketua Asosiasi terdiam. Rencana yang dilakukan Iblis ini cukup sempurna. Jika bukan menghadapi Shiro, mungkin akan ada korban jiwa. Untungnya, karena lokasi peta harta karun yang dirumorkan berada di lokasi pengawasan Shiro, sehingga tidak ada kecelakaan yang terjadi.
"Terimakasih atas kerja kerasmu, Nak!" ucap Ketua Asosiasi dengan nada tulus.
"Ini semua adalah tugasku, Ketua. Tidak perlu berterimakasih seperti itu," jawab Shiro dengan sopan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, pahlawan yang dimaksud Ketua Asosiasi untuk melakukan interogasi sudah sampai.
Tanpa banyak omong, interogasi langsung dimulai.