
Kapten Penjaga Murloc, Orcain berhasil mendapatkan Izin dari sang Raja sesuai dengan apa yang ia harapkan. Ia pun berterimakasih kepada Raja dan pergi dari sana dengan penuh hormat.
Tujuannya sudah tercapai, yang perlu ia lakukan setelahnya adalah melakukan interogasi. Tersangka pertama mereka adalah Murloc yang memiliki karakteristik racun, dilanjutkan dengan ahli pedang, memiliki senjata atau skill yang berhubungan dengan racun.
Para tersangka dengan kategori tersebut telah berhasil dikumpulkan hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 jam.
Ini menunjukkan keefisienan tugas yang diberikan kepada Wakil Penjaga dan juga Penjaga Murloc Kuda Laut. Selain itu, ini juga menunjukkan sikap kepatuhan masyarakat terhadap Hukum dan Tata tertib yang ada di lingkungan mereka.
"Kapten, tugas telah selesai! Semuanya telah berkumpul, sisanya tinggal menunggu perintah Kapten!"
Melihat kedatangan Kapten Penjaga, Wakil Kapten langsung memberi hormat dan melaporkan tugasnya.
Mendengar laporan itu, Kapten Penjaga mengangguk dengan tegas: "Bagus, mari kita lanjutkan ke tahap selanjutnya!"
"Baik!"
Keduanya pergi ke lokasi berkumpulnya para tersangka. Tugas mereka selanjutnya adalah melakukan tanya jawab singkat dengan semua tersangka.
"Semuanya, alasan kami mengumpulkan kalian disini karena ada pembunuhan yang terjadi di dalam kawasan Ras Murloc kita. Musuh menggunakan senjata tajam dan racun untuk membunuh Bangsa kita sendiri. Jadi, kami harap kerjasamanya. Kalian tidak mau kan kalian atau keluarga kalian yang menjadi target musuh selanjutnya?"
Sebelum melakukan Interogasi, Kapten Penjaga memberitahu mereka maksud dari mengumpulkan mereka semua.
Para masyarakat Murloc terkejut dengan berita itu, mereka terlalu lama merasakan rasa damai, sehingga pembunuhan yang hampir tidak pernah terjadi, benar-benar mengejutkan mereka.
Merekapun sejutu dengan tindak lanjut yang akan dilakukan Kapten Penjaga. Toh, ini semua demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri. Tidak ada yang ingin hidup berdampingan dengan seorang pembunuh.
Selain itu, jika mereka ingin pergi, mereka mungkin yang akan paling dicurigai. Sehingga patuh adalah satu-satunya pilihan mereka.
__ADS_1
Melihat sikap masyarakat Murloc, Kapten Penjaga puas dengan sikap mereka. Interogasi akhirnya dimulai. Hanya Kapten Penjaga dan Wakil Kapten yang melakukan Interogasi.
Kapten Penjaga yang sejenis Paus Orca, memiliki pengalaman yang kaya masalah Interogasi. Selain itu, ia memiliki pendengaran yang sensitif. Ia bisa mendengarkan perubahan suara yang ada di sekitarnya dengan jelas. Mungkin ini karena kemampuan infrasonik yang melekat pada jenisnya. Dengan kemampuan ini juga, ia bisa selamat dari berbagai bahaya di medan perang.
Selain itu, Wakil Kapten Penjaga adalah seekor hiu. Ia sangat peka dengan bau darah. Karena pembunuhan telah dilakukan, pasti ada bekas darah yang melekat pada tubuh tersangka. Meskipun tersangka sudah mencoba untuk menghapusnya, ia masih bisa mendeteksi darah yang melekat pada serat Kain, bahkan sampai ke pori-pori, selama darah tersebut telah bercampur dengan air.
Jadi tanpa skill interogasi khusus, keduanya sudah bisa melakukan interogasi.
Kapten Penjaga mulai bertanya kepada masyarakat Murloc satu persatu, karena waktu dan tempat lokasi korban ditemukan sudah sangat jelas, ia bertanya pertanyaan sederhana seperti lokasi mereka saat kejadian itu terjadi, kemampuan apa yang mereka miliki, ataupun bersama siapa mereka saat kejadian berlangsung.
Walaupun hanya pertanyaan sederhana, namun ini bisa mempercepat waktu interogasi. Selama tidak ada flukstuasi suara khusus ataupun bau darah pada target saat interogasi dilakukan, target akan dilepaskan dari status tersangka, namun masih akan tetap ditempat sampai interogasi telah selesai sepenuhnya.
Interogasi terus berlanjut, namun disisi Shiro, ia sedang mengalami kendala. Kendalanya adalah kemampuan berenangnya yang hanya rata-rata. Sehingga membuatnya sulit untuk bergerak di dalam air, meskipun sudah menggunakan Mermaid Tears.
Pergerakan yang tidak secepat ketika ia bergerak di darat ataupun diudara, membuatnya lambat dalam mencari informasi. Untung saja ia memiliki Skill Stealth yang sangat maju, sehingga ia bisa bersembunyi dengan aman walaupun terus bergerak.
Ia menemukan banyak rumah Murloc yang kosong, Shiro langsung memasuki rumah-rumah tersebut. Setidaknya Ia ingin mencari peta informasi seperti peta jalan atau item-item yang kemungkinan berharga.
...****************...
Kembali ke lokasi interogasi para Murloc.
Sekarang tinggal beberapa orang saja yang belum diinterogasi.
Kapten Penjaga dan Wakil Kapten menemukan situasi yang aneh pada salah satu Murloc. Wakil Kapten Penjaga mencium aroma darah khusus pada tubuh Murloc sejenis Gurita, namun aroma darahnya bercampur sesuatu yang membuatnya agak jijik.
Selain itu, ketika Kapten Penjaga melakukan interogasi, semuanya tampak normal tanpa ada perubahan pada diri Murloc itu dalam hal suara atau semacamnya.
__ADS_1
Namun Kapten Penjaga merasa ada yang tidak beres dengan Murloc itu. Sebab irama detak jantung Murloc itu berbeda dengan irama datang jantung Murloc lainnya yang sejenis dengannya. Selain itu, caranya bernapas agak kasar dibandingkan para Murloc, bagaikan bayi Murloc yang sedang mencoba menyesuaikan diri.
Meskipun keduanya sama-sama curiga, tapi mereka tidak langsung mengambil tindakan pada Murloc Gurita itu. Mereka terus melanjutkan interogasi.
Sambil terus melanjutkan interogasi, keduanya membagikan interogasi yang mereka temui terhadap Murloc Gurita secara diam-diam.
Keduanya pun sepakat untuk menangkap Murloc itu ketika tidak ada tersangka lain yang ditemukan.
Setelah Murloc terakhir selesai diinterogasi, keduanya mulai berjalan kembali ke depan. Keduanya berada di dua ruas yang mengapit barisan Murloc Gurita itu. Keduanya berjalan dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa.
Setelah mendekati lokasi Murloc Gurita, Kapten Penjaga dan Wakil Penjaga mulai bergerak untuk menangkap Murloc Gurita itu.
SWOOSH~ Saat keduanya hampir menangkap Murloc Gurita, asap hitam tebal muncul dari sekitar Murloc Gurita itu.
Selain menghalangi pandangan keduanya, mereka juga kehilangan penciuman mereka akibat tinta yang dikeluarkan Gurita itu.
Karena keduanya masuk ke dalam radius penyebaran tinta, keduanya mengeluarkan ramuan anti-racun yang telah mereka siapkan untuk menghadapi situasi seperti ini. Tinta yang menyebar tidak hanya mengganggu indera, tapi juga mengandung racun.
Untung persiapan mereka cukup matang, sehingga tidak ada korban. Keduanya juga berhasil mendetoks racun yang mengenai masyarakat Murloc yang berada dekat lokasi Murloc Gurita itu.
Ketika tinta yang menyebar mulai menghilang, Murloc Gurita itu sudah menghilang. Menurut data yang ada sebelumnya, Murloc Gurita itu juga memiliki kemampuan Kamuflase, sehingga akan menyusahkan mereka dalam mencari lokasinya.
"Sial, sepertinya itu dia!" ucap Wakil Kapten dengan kesal.
Tapi setelah itu, Kapten Penjaga menepuk pundaknya sambil menyeringai seram: "Tenang saja, ia tidak akan bisa pergi jauh."
Kemudian Kapten Penjaga mulai memanggil semua Penjaga lainnya, terutama Tim pelacak atau tipe sensor.
__ADS_1
Shiro tidak tahu Kekacauan yang terjadi di Ras Murloc. Para Murloc yang berusaha mencarinya, malah bertemu hal lain, yaitu Iblis yang menyamar di Kamp Murloc. Ya, Murloc Gurita itu adalah Iblis yang menyamar.
Berkat intervensi Shiro ditambah keberuntungan, para Murloc akan berhadapan dengan Iblis.