
Shiro melangkah keluar dari susunan gerbang teleportasi.
Dari kejauhan, ia melihat kerumunan para pahlawan yang sedang berbaris. Sepertinya mereka akan mengadakan Briefing mengenai Raid penyelesaian Gate.
Dengan santai, Shiro berjalan mendekati mereka.
"Apakah semuanya sudah sampai disini ?" tanya seorang pria kekar, berarmor merah dan memiliki gigi taring atas yang cukup panjang.
"Sepertinya sudah semua Kapten Leon." ucap Asisten perempuan berkacamata disampingnya.
Pria itu adalah Leon Squard, salah satu pahlawan terkenal dari keluarga Squard. Ia adalah seorang Fighter atau petarung jarak dekat dengan mengandalkan Battle Pet tipe Singa Api.
"Bagus, kalau begitu mari kita mulai mengecek persiapan......nya."
Leon melihat seseorang pria Assasin berjubah putih mendekati kelompok mereka. Ia berbisik kepada asisten disampingnya, "Siapa Assasin itu ? apakah ia salah satu dari kita?"
Asisten wanita itu merapihkan kacamatanya dan membolak-balik daftar susunan tim Raid kali ini.
Setelah beberapa kali membolak-balik daftar anggota, Asisten wanita itu menggelengkan kepalanya, "Tidak, sepertinya ia adalah orang asing."
Mendengar ucapan dari Asisten wanita itu, Leon mengangguk. Ia lalu berjalan ke arah Assasin berjubah putih itu.
"Hei kau, apa tujuanmu datang kemari ?" tanya Leon kepada Assasin berjubah putih.
Assasin berjubah putih itu mendongak, lalu berkata, "Aku ingin ikut Raid, bolehkah ?"
"Tidak, kami tidak mengenali identitas....mu." ucapan Leon melemah ketika Assasin berjubah putih itu menunjukkan lisensi atau identitas Khusus Asosiasi Pahlawan.
Ya, kalian bisa menebaknya. Assasin berjubah putih itu adalah Shiro. Ia mengenakan setelah Assasin putih barunya.
"Ehemmm... Kami tidak menerima Assasin dan Fighter di tim kami. Kami butuh Damage Dealer jarak jauh, Tanker untuk melindungi Damage Dealer, dan Support. Selain itu, kami hanya menerima Summoner yang memiliki Battle Pet yang bisa terbang. Mungkin kau tidak tahu, bahwa monster di Gate ini adalah tipe terbang semua. Jadi kami mohon maaf."
"Tapi bukannya kau Fighter, kenapa kau ikut ?" tanya Shiro.
Leon tidak tersinggung dengan ucapan Shiro, ia malah tersenyum, "Aku berbeda, aku adalah Kapten dari Tim Raid."
Shiro mengangguk, "Tapi aku punya ini."
` swuusshhhh~`
__ADS_1
` swuusshhhh~`
Setelah Shiro berbicara, sepasang sayap putih muncul di belakangnya. Saya tersebut mengepak dan mengangkat Shiro terbang beberapa centi.
Melihat sayap yang muncul di belakangnya Shiro, Leon terkejut, mulutnya terbuka lebar.
Tak hanya Leon, Pahlawan lainnya pun sama. Andai saja mereka tidak mendengar suara Shiro, mereka pasti akan menganggap Shiro adalah malaikat.
Jubah putih dan sayap putih, melambangkan suatu kesucian.
"Ehemm... Yaudah, kau boleh ikut." Leon menyetujui bergabungnya Shiro dalam tim Raid.
Mendengar persetujuan dari Leon, Shiro turun dan sayapnya menghilang. Ia kembali masuk ke dlaam barisan.
Sebenarnya, bisa saja Shiro menyelinap masuk ke dalam Gate tanpa sepengetahuan siapa pun. Namun Shiro menolak gagasan itu, walaupun ia sangat suka bertarung, tapi siapa yang tidak suka bersantai ?
Shiro ingin bertarung dengan santai, tanpa perlu menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya.
"Baiklah, karena semuanya telah berkumpul, mari kita berangkat menuju lokasi Gate tersebut berada." Leon memimpin Tim Raid.
Para pahlawan lainnya mengikuti arahan Leon, termasuk Shiro.
Selama perjalanan menuju lokasi Gate, Leon banyak menjelaskan mengenai aturan, pembagian rampasan, dan semacamnya.
Leon menjelaskan bahwa semua komando berada di bawah perintahnya. Tidak ada yang bisa saling menyerang diantara rekan setim. Dan tidak ada yang boleh menyerang terlebih dahulu tanpa seperintahnya.
Walaupun aturannya cukup ketat, namun Leon cukup terbuka. Ia memperbolehkan siapapun untuk memberi saran yang berguna selama penyerangan Raid kali ini.
Masalah pembagian rampasan, mereka akan dibagi berdasarkan pembunuhan. Selain itu, ketika didalam Gate, mereka akan menyerang dengan anggota tim-tim kecil beranggotakan 3-4 orang.
Satu Tanker, 2 Damage Dealer dan satu Support. Hal ini dilakukan untuk membagi target dan rampasan. Rampasan dari monster yang terbunuh, diambil oleh tim kecil yang membunuh monster tersebut.
Pahlawan bisa saja berburu seorang diri, karena bisa mendapatkan barang rampasan secara utuh sendiri. Namun, resiko ditanggung sendiri. Selain itu, jarak mereka berburu tidak boleh terlalu jauh dengan tim lainnya.
Dan untuk penyerangan Boss, akan dilakukan bersama-sama. Tidak boleh ada yang menyerang sendirian. Rampasan Boss pun akan dibagi rata.
Mendengar pengaturan ini, Shiro mengangguk setuju. Ia merasa cukup adil dengan pengaturan ini.
Tidak ada yang bisa menyerang seorang diri, pasti mereka butuh tim. Damage Dealer perlu perlindungan dari Tanker, keduanya juga perlu Buff dan Heal dari seoarang Support. Support pun perlu Tank untuk melindunginya. Ini pengaturan yang cukup adil.
__ADS_1
Namun tidak dengan Shiro, karena ia bisa terbang. Ia bebas bergerak dan membunuh monster terbang seorang diri. Jika ia berhasil membunuh monster seorang diri, rampasan atas monster tersebut akan diakuisisi olehnya seorang diri tanpa perlu membaginya dengan siapapun.
Untuk Summoner yang memiliki monster terbang, mereka tidak berani melawan monster seorang diri, mereka masih ikut dalam tim-tim kecil.
Saat Leon bilang akan membentuk tim-tim kecil, banyak pahlawan yang ingin bersama Shiro. Namun Shiro menolaknya.
Mereka cukup kecewa mendengar penolakan Shiro, tapi apa boleh buat ? Yang punya kekuatan bebas memilih. Yang lemah hanya bisa mengikuti aturan yang ada.
Leon pun memaklumi alasan Shiro ingin bertarung sendirian. Namun ia tetap tidak setuju dengan penolakan Shiro. Karena menurutnya, tidak mungkin bisa melawan segerombolan monster terbang seorang diri, walaupun ia memiliki sayap.
Ia berulang kali membujuk Shiro untuk membentuk tim. Namun penolakan gigih Shiro membuatnya menyerah.
Setelah cukup lama berjalan, mereka akhirnya tiba di depan sebuah Gate. Terlihat ada 6 orang yang berdiri menjaga Gate tersebut.
"Oke semuanya, istirahat 10 menit, cek perlengkapan kalian." Leon memberikan perintah.
Para pahlawan lainnya mulai duduk beristirahat, mereka juga mengecek segala macam persiapan yang dibutuhkan.
Selagi beristirahat, Leon juga mulai menjelaskan monster yang ada di dalam Gate tersebut.
"Dari para pengintai kami, monster terbang yang ada didalam Gate berukuran 5-10 meter. Tubuhnya berwarna biru, dengan petir yang menyelimuti tubuhnya. Kami menyebutnya ThunderBird."
Salah satu pahlawan bertanya kepada Leon, "Kapten, berita itu dapat dipercaya kah ?"
Leon mengangguk, "Ya, ini semua berasal dari pengintai kami. Waalupun pengintai kami bukanlah Shadow, namun pengintai kami cukup kompeten sehingga berhasil membawa kembali informasi ini. Meskipun kami harus mengorbankan 3 pengintai untuk membawa kembali informasi ini. Namun kami dapat menjamin tentang kevalidan informasi ini."
Mendengar berita itu, banyak pahlawan berbisik-bisik. Mereka agak menyayangkan pengorbanan 3 pengintai itu.
Sedangkan Shiro, ia agak malu. Karena julukannya disebut oleh Leon. Untung saja ia mengenakan jubah putih, kalau tidak, mungkin sudah ada yang mengenalinya.
10 menit berlalu.
"Waktu istirahat telah selesai, mari kita berangkat menuju Gate." perintah Leon.
"Ya ! "
Para pahlawan termasuk Shiro bersiap memasuki Gate. Mereka semua berdiri, berbaris untuk memasuki Gate.
Leon yang berdiri paling depan mengangkat tangannya, lalu berkata.
__ADS_1
"Untuk Keluarga, Untuk Kemenangan."
(For Family, To Victory)