Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
84. Berpetualang


__ADS_3

Rombongan Tim Raid yang telah berhasil mengalahkan Boss, keluar dari Gate satu-persatu. Termasuk Shiro.


Selama perjalanan kembali ke Kota D, mereka semua tersenyum bahagia. Mereka tidak sabar untuk membagikan kabar baik ini ke kerabat ataupun keluarga mereka.


Beberapa diantara mereka sudah berniat untuk pergi ke Bar dan menceritakan pertarungan Heroik mereka.


Shiro yang membaur di kerumunan, hanya bisa tersenyum mendengar pembicaraan mereka. Ia menggeleng sedikit dan tidak berniat memberi tahu mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Diantara kerumunan, Shiro dapat melihat Otto, Mira dan dua anggota timnya yang lain. Sepertinya mereka semua terlihat baik-baik saja.


Beberapa menit berjalan. Akhirnya mereka semua tiba di Kota D.


Setelah pemeriksaan singkat, mereka semua diizinkan masuk. Mereka mulai berpencar setelah itu, mereka pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing.


Untuk Shiro, ia berniat menjual beberapa item yang ia dapatkan di Gate sebelumnya. Terutama bulu-bulu Thunder Bird.


Harga bulu-bulu ini ia perkirakan cukup mahal, karena Bulu-bulu ini bukan bulu biasa. Bulu dari Thunder Bird memiliki afinitas tertentu dengan Element petir atau listrik. Selain itu, tingkat resistensi dari bulu Thunder Bird cukup tinggi.


Dengan semua kelebihan itu semua, Bulu-bulu Thunder Bird bisa digunakan sebagai pakaian khusus atau senjata seperti Anak panah ataupun ornamen di senjata-senjata tersebut.


Shiro berkeliling Kota D, dan mulai mencari tahu tempat penjualan item atau Material.


Setelah berkeliling sebentar dan bertanya kepada warga sekitar. Shiro akhirnya dapat menemukan lokasi tempat jual-beli item dan material.


Shiro masuk ke dalam Toko tersebut, dan tanpa basa-basi, ia langsung menyatakan niatnya untuk menjual material.


Lalu Shiro mengeluarkan Tumpukan Bulu, Cakar, dan Paruh Thunder Bird untuk dijual.


Setelah dihitung-hitung, Shiro mendapatkan kurang lebih 100 Gold untuk item-item tersebut.


Walaupun terlihat murah, namun harga yang diberikan memang wajar. Dan itu juga hanya item dari 1 Thunder Bird. Untuk item dari Thunder Bird lainnya, Shiro berniat mengumpulkannya atau menjualnya di Kota lain ketika ia butuh dana.


Jika ingin mendapatkan harga yang lebih mahal, item bisa dijual melalui Lelang. Namun persyaratan yang perlu diperhatikan juga cukup banyak. Dan perlu waktu lama untuk memperoleh uangnya.


Selain itu, Lelang yang berkualitas cuma ada di Black Market yang diadakan sebulan sekali di kota-kota secara acak.


Shiro berniat menjual Kristal yang berada di dahi Thunder Bird King di Lelang selanjutnya. Walaupun saat ini ia belum tahu dimana lokasi Black Market selanjutnya


Setelah menjual material tersebut, Shiro kembali berkeliling Kota D sebentar. Sebelum akhirnya ia menyiapkan pembekalan dan pergi dari Kota D menuju hutan belantara untuk melanjutkan karirnya sebagai petualang.


Sore harinya.


Shiro keluar dari Kota D, ia berniat melanjutkan perjalanannya. Para penjaga gerbang tidak terlalu memperdulikan para pahlawan yang suka berkeliaran sendiri ketika hari hampir gelap.


Hal ini adalah fenomena biasa bagi mereka.

__ADS_1


Shiro berjalan cukup jauh ke dalam hutan. Ia hanya melanjutkan perjalanan tanpa tahu arah tujuan. "Toh, namanya juga berpetualang," pikir Shiro.


Ya, benar. Shiro hanyalah seorang petualang amatir tanpa tahu arah tujuannya mau kemana. Ia hanya tahu bahwa dunia ini cukup luas.


Kagak mungkin dunia yang seluas ini hanya bisa menampung 26 Kota sebesar Jakarta. Maka dari itu, Shiro berniat menjelajahi dunia ini dna mencari tahu kebenarannya.


Berbagai pertanyaan pernah melintas di kepala Shiro ketika ia berada di Akademi Pahlawan Kota B, seperti;


' Kenapa cuma ada 26 Kota ?'


' Kenapa tidak ada yang namanya Negara, kerajaan dan sebagainya ?'


' Apakah tidak ada Desa di dunia ini ?'


Dan lain lain.


Berbagai pertanyaan-pertanyaan sering bermunculan di kepalanya dahulu.Dan sekarang, ia mempunyai kesempatan untuk mencari kebenaran tentang dunia ini.


Hari sudah gelap, suara jangkrik dan lolongan Serigala sering terdengar.


Shiro berniat berkemah di hutan malam ini. Ia mengeluarkan Tenda Portable dan berbagai peralatan dan keperluan lainnya.


Setelah semuanya selesai, ia mengeluarkan panggangan dan beberapa kilo daging Thunder Bird yang masih dalam kondisi baik.


Shiro bersama dengan Unseen, memanggang daging Thunder Bird tersebut dengan sempurna, aroma dari daging panggang itu merebak di sekitaran hutan.


Sesekali monster menyerang, namun Unseen dengan mudah menyelesaikan mereka.


Mengingat kinerja Unseen, Shiro juga memberikan banyak Inti Kristal dari Thunder Bird kepada Unseen untuk dikonsumsi.


Setelah daging tersebut selesai dipanggang, kilau minyak di daging tersebut membuat daging panggang tersebut semakin menggugah selera. Keduanya tidak sabar untuk untuk segera mencicipinya.


Ketika daging tersebut digigit, teksturnya yang cukup lembut, rasa dan perpaduan bumbu ya cocok di lidah. Shiro sangat kagum dengan peningkatan kemampuan memasaknya.


Saat ini, masakan Shiro tidak jauh beda dengan masakan penjaja kaki lima. Untuk masakan restoran berbintang, Shiro masih perlu banyak belajar lagi.


Malam ini, keduanya dapat tidur pulas dengan perut kenyang.


......................


Keesokan harinya.


Shiro bangun tidur dengan perasaan sangat nyaman. Ia keluar tenda dan melihat sekeliling yang bersih, waalupun ada beberapa bangkai hewan disekililingnya.


Shiro hanya memandang bangkai-bangkai hewan yang terkumpul tersebut dengan jijik. Lalu ia membakar Tumpukan bangkai tersebut.

__ADS_1


Tumpukan bangkai tersebut adalah mayat para hewan dan monster di hutan ini yang terkena perangkap oleh Shiro.


Sebelum tidur, Shiro memanggang beberapa daging yang telah terkontaminasi Racun lalu menyebarkannya ke sekitar lingkungan mereka saat ini.


Dan sisanya, Unseen yang ditugaskan Shiro untuk mengumpulkan mayat-mayat tersebut untuk dibakar oleh Shiro.


Setelah itu, keduanya kembali sarapan dan mulai membereskan Tenda dan perlengkapan lainnya. Dan kemudian, mereka berdua berangkat kembali untuk berpetualang.


Shiro dan Unseen berangkat dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, keduanya kerap berpas-pasan dengan monster. Tentu saja, monster-monster tersebut dapat dikalahkan dengan mudah oleh keduanya.


Karena ini adalah monster-monster kecil, Shiro hanya mengambil inti Kristal dan beberapa kilo daging dari monster tersebut untuk dimakan nanti.


Setelah itu, mereka terus melanjutkan perjalanan.


Hari sudah semakin berlalu, matahari sekarang sudah mulai turun, menandakan sore akan segera tiba.


Merasakan perjalanannya yang cukup lambat, Shiro memutuskan untuk mempercepat perjalanannya dengan terbang.


Menggunakan Frost Wing, Shiro dapat dengan cepat terbang untuk menghindari berbagai monster di hutan agar perjalanannya bisa berjalan dengan mulus.


Walaupun sebenarnya ia melakukan perjalanan tanpa arah tujuan, namun dengan terbang, visinya bisa meningkat dan ia bisa melihat berbagai hal yang bagus ketika sedang terbang.


Berjam-jam telah berlalu.


Matahari saat ini hampir tenggelam. Namun Shiro masih belum mendapatkan hal baik. Ia berniat turun dan berkemah lagi di hutan.


"Sepertinya keberuntunganku sangat buruk," gumam Shiro.


Ya, beginilah menjadi petualang. Tak selamanya kau bisa mendapatkan apa yang kau mau. Terkadang, kau sudah berusaha keras, namun kau tidak mendapatkan hasil apapun.


Lebih parahnya lagi, kau mungkin akan terkena nasib sial ketika berpetualang seorang diri. Dan kembali hanya tinggal nama.


Saat Shiro sedang mencari tempat yang cocok dengan untuk berkemah, ia melihat sesuatu dari persepsinya. Sebuah Aura yang terkumpul dalam satu tempat, sejenis Aura yang dikenalinya.


Shiro sangat bersemangat, senyum merekah di wajahnya. Karena Aura tersebut adalah Aura dari sebuah Gate.


Dengan bersemangat, Shiro menghampiri Gate tersebut. Dengan hati-hati, ia melihat kondisi di sekiling Gate, ia ingin mengetahui, apakah ada penjaga yang berjaga di luar Gate ini, atau tidak.


Setelah memeriksa sekeliling, Shiro tidak menemukan tanda-tanda ada orang yang menunggu atau memasuki Gate ini sebelumnya. Yang berarti bahwa Gate ini belum di klaim eh pihak manapun.


Dengan penuh semangat, Shiro memasuki Gate yang berwarna biru tersebut.


Namun, Beberapa menit setelah Shiro masuk.


Ada sekumpulan orang yang juga memasuki Gate tersebut.

__ADS_1


Salah satu orang tersebut yang berada paling belakang mendengus. "Huh, bau Manusia," Lalu ia menyusul rekannya memasuki Gate.


__ADS_2