Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
185. Kontrak Budak


__ADS_3

Iblis itu langsung lenyap hanya dengan satu pukulan Shiro mode Gigantification.


"Ehhh..." Shiro terkejut dengan kekuatannya sendiri.


Tak hanya Shiro, para Murloc lainnya yang menonton Shiro membunuh Iblis itu dengan satu pukulan, tidak kalah tercengang.


Apalagi ketika melihat penampilan manusia Shiro. Hanya seorang diri, ia bisa membunuh Iblis yang tidak bisa dibunuh oleh Keempat orang terkuat dari Ras mereka. Bahkan Shiro mengalahkannya dalam satu pukulan.


Shiro mengucek-ngucek matanya, memastikan Iblis itu benar-benar lenyap. Lalu ia melirik ke tinjunya, apakah kekuatannya yang memang sekuat ini? Atau Iblis itu memang yang sangat lemah?


Shiro tidak tahu, mungkin yang pertama, bisa juga yang kedua. Bahkan kombinasi dari keduanya juga bisa saja terjadi.


Ia lalu membatalkan skill Gigantification, tangannya lalu terasa kesemutan sedikit. Mungkin inilah efek samping setelah menggunakan skill Gigantification.


Agak lama Shiro memandang tangannya yang masih mengepal. Kemudian ia tersadar ketika keempat Murloc kuat itu perlahan mendekati dirinya.


Shiro langsung memasang tampang waspada menghadapi kedatangan keempat Murloc itu. Ia bersiap untuk menerima serangan yang mungkin akan dilayangkan kepadanya.


Keempat Murloc itu melihat sikap defensif yang dikeluarkan Shiro langsung berhenti ditempat. Mereka tahu apa yang Manusia itu (Shiro) khawatirkan.


Sang Raja maju beberapa langkah dan meletakkan tangan kanannya di dada kirinya. Ia lalu menunduk sedikit ke arah Shiro. "Terimakasih manusia atas bantuannya. Kami tahu arti kedatanganmu kemari!"


Shiro dapat melihat Murloc Buaya yang seperti memberi hormat kepada dirinya. Dan ketika kata-kata dari Murloc itu keluar, Shiro mengerutkan kening, ia tidak mengendurkan kewaspadaannya.


"Apa yang mereka tahu? Apakah mereka sudah meramalkan kedatanganku? atau mereka sudah tahu aku yang membunuh Murloc Orca sebelumnya?" banyak pertanyaan muncul di benak Shiro.


Shiro lalu memandang keempat Murloc itu dan berkata: "Jadi, apa yang ingin kalian lakukan?"


Kalimat ambigu yang dilontarkan Sang Raja, Shiro balas dengan pertanyaan ambigu juga.

__ADS_1


"Tenang, kami tidak memusuhimu. Malahan, kami sangat berterimakasih karena telah membunuh Iblis itu. Ia sangat merugikan Bangsa kami. Ia menculik bayi-bayi kami yang baru lahir, dan beberapa jam yang lalu, ia membunuh salah satu Murloc Penjaga kami begitu saja!" jelas Sang Raja.


"Benar, ia membunuh adikku!" sambung Kapten Orcain.


Mendengar kalimat dari keduanya, Shiro agak bingung. Mungkinkah ada kesalahpahaman disini?


Melihat sosok Kapten Orcain, mungkin Shiro tahu Murloc Penjaga yang ia maksud, tidak lain dan tidak bukan adalah Murloc Orca yang ia bunuh sebelumnya. Karena suatu kebetulan, perilaku Iblis itu terbongkar bersamaan dengan insiden pembunuhan yang dilakukan Shiro.


Namun Shiro tidak mau repot-repot menjelaskannya. Semua yang terjadi, biarlah terjadi. Kesalahpahaman ini sepertinya cukup bagus juga.


"Lalu, apa mau kalian?" tanya Shiro yang masih tetap waspada.


Sang Raja melihat ke kiri dan Ke kanan lalu berkata: "Lebih kita bicarakan saja di Istana!"


Mendengar kata-kata Sang Raja, Shiro mengangguk. Ia mengikuti Sang Raja dan tiga Murloc lainnya ke arah istana Murloc.


Selama perjalanan, Shiro masih tidak mengendurkan kewaspadaan. Selama perjalanannya tersebut, tidak ada yang terjadi, semuanya tampak normal, tanpa ada bau-bau konspirasi sedikitpun. Akhirnya ia sampai dan masuk ke dalam Istana Murloc.


Waalupun ada cukup banyak hidangan yang disajikan, namun Shiro tidak berniat memakannya saat ini. Bukan takut karena racun, tapi waktunya tidak banyak. Kalau masalah Racun, ia memiliki Antidote yang bisa mendeteksi dan menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuhnya, sehingga ia tidak perlu khawatir tentang keracunan.


"Ehemm... Karena kalian sudah tahu tujuanku, jadi mari kita langsung saja bicarakan disini. Waktuku tidak banyak!"


Shiro langsung membuka topik, membuat keempat Murloc yang hendak menyantap hidangan, mengurungkan niat mereka.


Mereka saling memandang, kemudian mengangguk, Sang Raja langsung menyatakan niatnya.


"Oke, begini. Kami sudah lama mencari keberadaan kalian para Manusia. Terutama Manusia pribumi yang tinggal di dunia ini. Kami ingin mengajukan penawaran kepada kalian!"


Kata-kata Sang Raja awalnya membuat Shiro terdiam. Penawaran? penawaran apa yang ia maksud? Namun seketika kemudian, Shiro sadar. Ia tahu apa yang ingin ditawarkan oleh Murloc tersebut.

__ADS_1


"Kalian ingin keselamatan sukumu dengan harganya yaitu nyawamu?" tanya Shiro langsung.


Shiro menebaknya setelah teringat insiden di dalam Gate Lizardman. Mereka juga mungkin sama, setelah mengetahui kekuatan dirinya, mereka mungkin hanya bisa menyerah dan menawarkan Persyaratan khusus agar ia tidak bertindak sewenang-wenang kepada Bangsa Murloc.


"Tidak, bukan seperti itu!"


Jawaban dari Sang Raja mengejutkan Shiro. Lalu ia bertanya balik: "Jadi kesepakatan apa yang ingin kalian tawarkan kepadaku?"


"Kami tahu kami berada di dalam sebuah Gerbang Dimensional. Dan untuk mengatasi hal ini, Entah kami menaklukan kalian, atau kalian yang membunuh diriku. Tentu saja setelah melihat kekuatan Tuan, pilihan pertama tidaklah mungkin. Selain itu, kami para Murloc memiliki pertermanan dengan Manusia." jelas Sang Raja.


Mendengarkan perkataan Sang Raja, Shiro mengerutkan kening, ia bingung : "Jadi, apa maksud kalian?"


"Sebenarnya selain kedua cara itu, ada satu cara lagi yang bisa mengatasi kontradiksi ini."


Mendengar kata-kata itu, Shiro menjadi tertarik: "Apa itu?"


Sang Raja mengambil napas berat sebelum menjawab: "Kontrak Tuan-Pelayan atau bisa juga disebut sebagai Kontrak Budak!"


Mendengarkan solusi yang dikatakan oleh Sang Raja, Shiro terkejut. Kontrak Budak bukanlah hal yang baru bagi Shiro. Ia sering mendengarnya di cerita-cerita fantasi.


Ia tahu fungsi Kontrak Budak ini berdasarkan cerita-cerita fantasi tersebut. Kontrak Budak ini digunakan untuk menjalin Kontrak antara Tuan dan Budak agar Sang Budak tidak akan bisa mengkhianati Tuannya dan akan terus menjalankan apa yang diperintahkan oleh tuannya.


Selain itu, Kontrak Budak bukanlah hal yang baru. Di dunia ini juga ada yang disebut Kontrak Budak. Tapi konsepnya agak berbeda dengan yang ada di cerita-cerita fantasi.


Kontrak Budak di dunia ini mirip seperti Kontrak kerja paksa. Budak akan melakukan tugas dari tuannya hanya demi imbalan makanan atau sepeser uang, bahkan tidak sama sekali hanya demi membayar hutang keluarga.


Shiro tidak tahu Kontrak Budak yang dimaksud itu yang seperti apa. Yang pertama kah? Atau yang kedua? Walaupun Shiro lebih optimis ke yang pertama. Tapi itu tidak menuntut kemungkinan ada perbedaan antara Kontrak Budak yang dimaksud Raja Murloc dengan Kontrak Budak yang ia ketahui dari cerita fantasi.


Selain itu, apa hubungannya Kontrak Budak dengan penyelesaian Gate? Shiro tidak mengerti sama sekali.

__ADS_1


"Tunggu, aku tidak mengerti! Bisakah kalian jelaskan kepadaku perlahan-lahan?" ucap Shiro bingung kepada keempat Murloc itu.


Mereka mengangguk dan mulai memberitahu Shiro semua yang mereka ketahui tentang Kontrak Budak.


__ADS_2