Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
170. Easy Kill


__ADS_3

Hanya dalam waktu singkat, salah satu Iblis itu berhasil dibunuh oleh Shiro. Kedua Iblis yang tersisa merasa tak percaya dengan apa yang terjadi pada rekan mereka.


Kemarahan terlihat dari ekspresi kedua Iblis itu.


Sedangkan Shiro, ia menatap keduanya dengan santai. Ketiga Iblis yang ia temui adalah Jackpot baginya. Ketiganya sepertinya merupakan bagian dari Organisasi Hitam. Selain itu, dilihat dari Aura mereka, kekuatan mereka sangatlah lemah. Ketiganya lebih mirip manusia yang baru dikuasai oleh Iblis.


Tebakan Shiro benar. Ketiganya memang baru saja menemukan tubuh baru.


Mereka tidak bisa langsung mengeluarkan performa terbaik mereka. Mereka perlu menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan tubuh baru mereka. Sehingga mereka saat ini sangatlah lemah.


Tapi meskipun kekuatan mereka kembali, palingan itu setara Iblis tingkat menengah. Dan Shiro yakin kekuatannya pasti bisa mengalahkan ketiganya.


Kini keduanya memandang Shiro dengan waspada.


"Sial, tidak kusangka dia dapat membunuh slaah satu dari kita dengan sangat mudah." ucap Iblis menggunakan cambuk.


Iblis persepsi mengangguk, "Ya, aku juga tidak percaya. Aku kira ia hanya memiliki kemampuan penghindaran persepsi saja yang luar biasa. Ternyata kekuatannya juga sangat kuat. Kira terlalu meremehkannya."


"Jadi apa yang perlu kita lakukan?"


Menghadapi pertanyaan mereka sendiri, keduanya terdiam.


Disatu sisi, kekuatan mereka belum pulih sepenuhnya. Sehingga membuat mereka tidak yakin untuk mengalahkan pria berjubah putih didepan mereka, walaupun mereka telah bekerja sama.


Di sisi lainnya, kebanggaan bangsa Iblis yang tidak mudah diusik, membuat mereka merasa enggan untuk pergi ataupun melarikan diri. Rasa kebanggaan itu membuat mereka lebih baik mati daripada kabur.


Keduanya mulai memutuskan apa yang akan mereka lakukan.


Iblis menggunakan cambuk lebih peduli dengan kebanggaannya. Ia lebih memilih melawan Shiro hidup atau mati.


Sedangkan Iblis persepsi berpikir lebih rasional. Ia lebih memilih kabur dan mencoba menjadi lebih kuat. Setelah itu baru ia akan melakukan balas dendam.


"Aku akan melawannya! Apapun hasilnya."


Iblis persepsi menunduk malu ketika mendengar kata-kata tegas dari Iblis yang memegang cambuk. Namun hal itu tidak membuat keputusannya goyah.


"Terserah padamu, aku akan pergi dulu. Bye!"


Setelah mengucapkan ucapan selamat tinggal singkat, Iblis persepsi langsung berlari kabur dari tempat itu.

__ADS_1


Sedangkan Iblis bercambuk mendecak tidak puas kepada temannya itu: "Tck~ Dasar pengecut."


Kemudian ia mengalihkan kembali perhatiannya kepada Shiro.


Shiro yang sedari tadi melihat mereka tersenyum, ia mulai menyindir Iblis itu: "Kukira kau akan kabur seperti temanmu yang pengecut itu."


"Jangan samakan aku dengan dia. Lawanmu sekarang adalah aku."


Iblis itu memandang Shiro dengan sangat marah, ia mulai melayangkan cambuknya ke arah Shiro.


BANG~


Cambuk itu mengenai pohon yang ada dibelakang Shiro, sehingga membuat pohon itu jatuh seketika.


Sedangkan Shiro, ia sudah berada di dekat pohon tidak jauh dari tempatnya sebelumnya. Ia menghindari serangan Iblis itu dengan skill Switch miliknya.


Sebenarnya, selama mengikuti ketiga Iblis itu, Shiro sudah menyiapkan beberapa media yang bisa digunakan sebagai tempat berpindah tempat. Ia menyebarkan media-media tersebut di sekitar tempat pertarungan mereka saat ini.


Jadi karena itulah ia dapat dengan mudah menghindari semua serangan para Iblis selama ini dan dapat dengan mudah membunuh musuh dalam satu serangan.


"JANGAN MENGHINDAR DASAR KUTU!" Iblis itu marah kepada Shiro dan mengayunkan cambuk itu terus menerus kepada Shiro.


Tidak ada satupun serangan cambuk dari Iblis itu yang mengenai Shiro, bahkan menggorespun tidak. Hanya ada bercak tanah yang hancur dan pohon yang tumbang akibat serangan brutalnya.


"Eh, cuma segitu seranganmu? Sungguh membosankan!" ledek Shiro.


"JANGAN MEREMEHKAN...KU!"


Ketika Iblis itu berteriak kesal akibat ledakan Shiro, ia melihat 5 buah tombak Es yang terbang ke arahnya dengan sangat cepat.


SWOOSH SWOOSH~ Kelima tombak Es terbang dengan sangat cepat. Ia berhasil menghindari kedua tombak pertama. Namun untuk tiga tombak yang tersisa, ia tidak berdaya.


Kakinya yang baru sembuh kembali membeku, tak hanya kaki. Perutnya juga membeku karena tertusuk oleh tombak Es milik Shiro.


Untuk satu Tombak Es yang tersisa, kini berada di dekat leher Iblis itu. Ujung tombak Es itu bahkan menyentuh leher Iblis itu dan membuatnya berdarah. Mungkin hanya dengan sedikit tekanan, leher Iblis itu akan putus dengan mudah.


Iblis itu tidak bisa bergerak sedikitpun, dan Shiro sudah berada di dekat Iblis itu.


"Sekarang giliranku untuk bertanya, apa tujuan kalian? Dimana lokasi persembunyian kalian?" tanya Shiro.

__ADS_1


"HAHAHA~ Kau ingin mengorek informasi dariku? MIMPI HAHAHA~" Iblis itu tertawa terbahak-bahak. Kemudian Iblis itu melanjutkan: "Lebih baik kau bunuh saja aku dan larilah. Sebab rekanku sudah pergi jauh dan akan membawa kelompok kami yang lain."


Shiropun menanggapinya sambil mencibir: "Terimakasih atas pengingatnya, tapi itu tidak perlu. Karena temanmu belum tentu bisa perlu dengan selamat."


Mendengar kata-kata Shiro, tawa Iblis itu berhenti. "Apa maksudmu?"


"Karena aku tidak sendiri."


Iblis itu teringat spekulasi mereka sebelumnya. Tak mungkin ada individu yang berpetualang sendiri, pasti akan ada rekan atau pendamping. Dan kata-kata Shiro membangunkan dirinya.


Kemudian ekspresi Iblis itu mulai berubah menjadi pasrah. "Aku tidak peduli. Aku tidak akan pernah mengatakan apapun kepadamu."


"Oke, bagus. Kalau begitu, matilah!"


Shiro mendorong Tombak Es dan kepala Iblis itu terjatuh tanpa darah setetespun. Leher Iblis itu langsung membeku setelah tertembus oleh Ice Javelin.


Musuh yang tidak mau membuka mulut tidak akan berguna baginya. Jadi Shiro langsung membunuhnya.


Meskipun Unseen memiliki Shadow Prison, namun menghadapi musuh yang memiliki keyakinan yang kuat, pasti membutuhkan waktu yang lama.


Jika perlu beberapa hari atau beberapa minggu baru bisa melakukan interogasi, lokasi persembunyian musuh pasti akan berubah juga. Jadi usahanya kemungkinan akan terbuang sia-sia, makanya Shiro langsung membunuhnya.


Selain itu, masih ada Iblis lainnya.


Iblis yang kabur sedikit menarik perhatian Shiro. Jika Iblis yang biasanya setia dan tidak pernah kabur selama pertarungan melakukan hal yang sebaliknya, ini mungkin menjadi peluang bagi Shiro.


Mungkin akan sedikit mudah mengorek informasi dari Iblis yang takut akan kematian. Apalagi menghadapi siksaan di Shadow Prison, ini mungkin tidak akan memakan waktu lama.


Jadi Iblis yang melarikan diri adalah target yang cocok untuk ditangkap dan dilakukan Interogasi.


Kemudian Shiro melirik ke arah Iblis itu melarikan diri dan tersenyum, "Sepertinya aku tidak perlu melakukan apa-apa."


Shiro tersenyum karena Unseen telah menangkap Iblis yang melarikan diri itu.


Ia membiarkan Unseen menghadapi Iblis itu seorang diri karena Shiro percaya dengan kemampuan bertarung Unseen. Apalagi ditambah beberapa kombinasi dan skill barunya, itu yang membuat Shiro percaya kepada Unseen dalam melakukan pertarungan satu lawan satu.


Dan benar saja, Unseen memenuhi ekspektasi Shiro. Ia berhasil menangkap Iblis itu seorang diri.


Shiropun lalu bergegas ke lokasi Unseen dan bersiap memberikan perintah.

__ADS_1


__ADS_2