
Keesokan harinya.
Dengan bosan, Shiro beraktivitas di Kota F.
Ini merupakan hari keduanya di Kota F. Selain itu, Black Market hanya tersedia selama 7 hari atau seminggu, dan ini adalah hari keempat aktivitas Black Market di Kota F.
Ntah karena bosan atau semacamnya, Shiro ingin bertarung di arena. Sebagai caranya membunuh rasa bosan, sekaligus mengasah kemampuan bertarungnya.
Shiro menuju Arena Pertempuran dan disambut oleh Petugas Administrasi.
"Halo Tuan, ada yang bisa saya bantu ?" tanya petugas Administrasi Arena dengan ramah dan penuh senyuman.
"Aku ingin bertarung di Arena." ucap Shiro secara langsung.
"Karena Tuan sepertinya seorang pahlawan, ada dua jenis pertarungan yang bisa Tuan ikuti. Yang pertama pertarungan Ranked dan yang kedua Pertarungan biasa. Pertarungan biasa adalah..." Petugas administrasi mulai menjelaskan.
Shiro mendengarkan dengan seksama.
Dari mulut Petugas Administrasi, Pertarungan Ranked adalah pertarungan peringkat pada umumnya, setiap orang yang ingin bertarung di mode Ranked, harus membayar 1 Gold setiap pertandingannya. Dan apabila menang, selain naik peringkat, ia juga dapat mendapatkan Goldnya kembali dan Gold tambahan dari musuh.
Selain itu, ada peringkat mingguan dan peringkat bulanan. Yang mana jika masuk 10 besar akan ada hadiah dari pihak Arena.
Sebagai masyarakat dan pahlawan yang berada di Kota F, pertandingan ini sangatlah diminati oleh masyarakat setempat.
Namun Shiro tidak tertarik dengan mode ini, ia hanya ingin bertarung mode biasa. Ia hanya ingin mengasah mode bertarungnya secara fisik tanpa menggunakan kemampuan apapun kecuali Skill Breathing.
Maka dari itu, Shiro hari ini tidak menggunakannya pakaian Assasin. Ia menggunakann setelan kepala Kotak yang biasa ia gunakan untuk mengerjakan misi normal.
"Mode Normal saja." ucap Shiro.
"Baik Tuan, anda memilih mode Normal. Rank apa yang ingin Tuan lawan ?" tanya petugas administrasi.
Karena mode biasa menggunakan pertarungan secara acak, maka dari itu perlu menyesuaikan bakat dan rank pahlawan.
Pemilihan Rank dilihat dari Bakat Pahlawan. Semakin tinggi rank, bakat pahlawan yang berpartisipasi dalam Arena akan semakin tinggi. Sehingga pertarungan cukup adil, dan tidak terjadi pembantaian sepihak.
"Rank S." ucap Shiro tanpa ragu.
"Baik Tuan, anda memilih Rank S, bolehkah saya melihat Kartu Identitas Tuan ?" tanya petugas administrasi.
Shiro tidak menunjukan Kartu identitas pahlawannya, namun ia menunjukkan kartu khusus dari Asosiasi Pahlawan.
Melihat Kartu Khusus Asosiasi Pahlawan, Petugas administrasi itu terkejut. Lalu ia menyesuaikan mentalitasnya dan tersenyum, "Silahkan masuk Tuan, Tuan tinggal tunggu pertarungan Tuan di ruang tunggu."
__ADS_1
Shiro mengangguk dan ia mulai berjalan ke lorong tempat ruang tunggu pertarungan.
Di Ruang Tunggu, Shiro melihat cukup banyak petarung yang menunggu pertarungan mereka seperti dirinya.
Melihat kedatangan Shiro, para pahlawan lainnya mengabaikan kedatangan Shiro, Shiropun tidak berniat berkenalan dengan mereka, ia hanya mencari tempat duduk secara acak, dan melihat pertarungan di monitor besar yang ada di tengah ruang tunggu.
Pertarungan di monitor memperlihatkan seorang wanita mage melawan seorang ranger pria.
Sebuah pertarungan jarak jauh terjadi diantara keduanya. Terlihat ranger pria tersebut membatasi seorang Mage Wanita itu menggunakan panah miliknya.
Sedangkan wanita mage tersebut tampak kewalahan, setiap ia melantunkan mantra, ia selalu diserang oleh sang ranger sehingga ia selalu gagal menyerang menggunakan sihir miliknya.
Walaupun skillnya tidak pernah berhasil dikeluarkan, Auranya tetap berkurang ketika melantunkan mantra.
Seperti itulah seorang Mage, ia butuh waktu untuk mengeluarkan skill. Sehingga ia tidak bisa bertarung sendiri dan perlu pendamping.
Berbeda dengan Ranger yang memiliki skill jarak jauh dan kecepatan, selain itu, kecepatan serrangannya juga cukup cepat sehingga bisa membatasi lawan, terutama Mage.
Namun, jika Mage berhasil mengeluarkan mantranya, serangan yang ditimbulkan cukup besar. Sedangkan Ranger tidak bisa menyerang dan menimbulkan sebesar Mage.
Pertarungan kedua terus berlanjut walaupun berat sebelah.
Benar saja, diakhir pertarungan, Ranger dapat memenangkan pertarungan.
Pertarungan selanjutnya terus dilaksanakan. Shiro menyaksikan setiap pertarungan dengan penuh khidmat.
Sampai Akhirnya, pertarungan dirinya dimulai.
Shiro naik ke Arena dan melihat lawannya yang nampaknya seorang Assasin.
Setelah berjabat tangan, pertarungan keduanya dimulai.
Sang Assasin langsung mundur beberapa langkah dan langsung menghilang.
Dengan persepsinya, Shiro dapat dengan mudah mengunci posisi dari sang Assasin. Namun ia tidak langsung menyerangnya, karena tujuannya untuk melatih kemampuan bertarungnya, ia berniat neradu serangan dengan sang Assasin.
Assasin tersebut menunggu dengan sabar, namun ia bingung karena Shiro tidak bisa bergerak sedikitpun. Ia pun tidak bisa melihat ekspresi Shiro yang menggunakan Topeng.
Ia mengira bahwa Shiro adalah seoarang pahlawan dengan banyak pengalaman, Sehingga ia hanya bisa terus bersabar dan menunggu Shiro lengah.
1 menit berlalu.
3 menit berlalu.
__ADS_1
5 menit berlalu.
Shiro masih tidak bergerak, dan Assasin tersebut mulai tidak sabar. Ia belum bisa menemukan celah dari Shiro, dan juga efek skill menghilangnya hampir habis.
Assasin tersebut mengambil keputusan untuk mulai bergerak menyerang Shiro.
Shiro yang melihat pergerak dari Assasin hanya bisa tersenyum penuh kemenangan, namun Assasin dan para penonton tidak bisa melihat senyuman Shiro.
Melihat Assasin tersebut semakin dekat, tangan Shiro mulai mengepal dan Aura mulai berkumpul di kepalan tangannya.
` dentang~`
Kedua serangan tersebut beradu.
Assasin menggunakan Dagger miliknya, sedangkan Shiro menggunakan pukulan Aura Fist miliknya.
Banyak penonton yang mengira bahwa Shiro lah yang akan kalah karena beradu serangan dengan sang Assasin.
Namun mereka salah, sangat Assasin malah dipukul mundur oleh Shiro.
Serangan tidak berhenti sampai disitu, Shiro mengejar Assasin tersebut dan langsung memukulinya terus-menerus.
Walaupun Sang Assasin masih sempat menangkis serangan Shiro, namun kekuatan dari setiap pukulan Shiro membuka tangannya mati rasa.
Ia ingin membalas dan melakukan serangan balik, namun kombo dari serangan Shiro tetap mengenainya. Sehingga ia tidak punya kesempatan untuk menyerang.
Dalam satu menit, Shiro berhasil mendaratkan beberapa pukulan kepada Assasin tersebut. Sang Assasin pun menyerah dan Shiro memenangkan pertandingan ini.
Setelah memenangkan pertarungan, Shiro tidak turun dari Arena. Ia terus menantang pertarungan selanjutnya.
Para pahlawan yang menunggu juga semakin bersemangat, mereka berharap bisa bertarung dengan Shiro.
Lawan yang terpilih menghadapi Shiro kali ini seorang petarung jarak dekat seperti dirinya. Dengan badan kekar dan otot menonjol, ia menjadi lawan Shiro.
Keduanya dengan penuh semangat bertarung.
Pertarungan keduanya juga agak berat sebelah, lawan Shiro seperti karung pasir yang sering ditinju oleh Shiro.
Lawannya tidak bisa melawan sedikitpun, ia hanya bisa mengandalkan kekuatan dan daya tahannya. Namun itu semua tidak membantu dalam menghadapi Shiro.
Shiro dapat dengan mudah memenangkan pertarungan ini.
Ia terus menantang pertarungan selanjutnya.
__ADS_1