Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
35. Sampai di Lokasi


__ADS_3

Pagi harinya.


Shiro bangun dari tidurnya, dan menyadari bahwa Unseen juga sudah kembali.


"Bagaiman keadaanmu, apakah ada sesuatu yang terjadi diluar?" tanya Shiro kepada Unseen.


"Tidak ada, semuanya aman terkendali."


Shiro merasa lega ketika tahu tidak ada terjadi apa-apa, Unseen juga menceritakan bahwa ia sudah banyak memburu beberapa monster di sekitar.


Terbukti dari Inti monster yang menumpuk tidak jauh di sudut tenda, lengkap dengan beberapa bahan penting lainnya.


' Sepertinya Shiryuu-senpai dan yang lainnya tidak menghadapi bahaya apa-apa semalam.' pikir Shiro.


Lalu Shiro keluar dari tendanya dan melihat Shiryuu-senpai yang lagi menyiapkan api dan Brendy yang sedang berlatih tidak jauh dari sana. Dan benar saja, selain dua mayat Serigala Salju yang Shiro bunuh, tidak ada mayat monster lainnya.


Setelah itu, Shiro berjalan ke sumber mata air terdekat, walaupun di dalam Gate ini banyak sungai ataupun danau yang membeku, namun masih ada bagian sungai atau danau yang berlubang dan berisi air.


Shiro membasuk wajahnya disana, lalu kembali ke tendanya untuk beres-beres. Ia terutama menyimpan beberapa Inti Monster dan material monster lainnya ke dalam Ruang Inventory miliknya, matanya buat dijual setelah keluar dari Gate.


Setelah itu, Shiro membantu Shiryuu-senpai memasak. Kebetulan bahan masakan pagi ini adalah daging Serigala Salju yang Shiro kalahkan semalem.


Bau harum terpancar keluar dari daging Serigala Salju yang sedang Shiro bakar. Aroma yang keluar dapat menambah nafsu makan bagi yang menciumnya.


Brendy yang sedang berlatih pun langsung menghentikan latihannya dan berjalan ke tempat Shiro ketika mencium aroma daging bakar tersebut.


Denshu pun langsung terbangun dan bergegas menyiapkan alat makan, dengan bekas tidur yang masih menumpuk di mata dan pipinya. Sepertinya ia tidak sabar lagi untuk mencicipi mahakarya Shiro.


"Hidangan sudah siap, waktunya makan." ucap Shiro sembari membawa beberapa beberapa piring daging bakar.


Brendy dan Denshu langsung mengambil jatah daging bakar miliknya. Shiryuu-senpai hanya tersenyum melihat pemandangan ini.


"Hum... Shiro, sepertinya kemampuan memasakmu sudah meningkat ! " ucap Brendy dengan mulut penuh daging.


"Iya Shiro, kemampuan memasakmu semakin baik. Kalo begitu setiap hari aja kau yang memasak."timpal Denshu.


"Enak aja, besok jadwal kalian yang memasak" balas Shiro.


"Hehe~"


Mereka melanjutkan menyantap Hidangan mereka. Sesekali mereka menceritakan kegiatan rondanya semalam, mereka sangat iri kepada Shiro yang bisa berhadapan dengan monster ketika ronda. Mereka kecewa karena hanya beberapa serangga kecil yang bisa mereka lawan semalam.


20 menit berlalu, mereka akhirnya selesai menyantap daging bakar.

__ADS_1


Semua daging bakar dari dua mayat Serigala Salju telah ludes dimakan. Tentu saja, banyak dari daging tersebut dimakan oleh Battle Pet mereka.


Setelah makan, mereka membereskan suda makanan dan kembali ke tenda. Mereka merapihkan barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam Item ruang angkasa.


Mereka berniat masuk lebih jauh ke dalam hutan, tempat tanaman obat yang mereka cari banyak tumbuh.


Di dalam perjalanan mereka bertemu dengan seekor Serigala Salju.


Melihat satu mata Serigala Salju tersebut terluka, dan masih ada sedikit bercak darah kering di sekitar matanya. Shiro langsung bisa mengenali Serigala Salju tersebut.


Serigala Salju tersebut adalah salah satu Serigala Salju yang berhasil melarikan diri dari Shiro.


"Hehe, sepertinya ada mangsa !" ucap Brendy dengan seringai di wajahnya.


Namun sebelum sempat mengejar, Serigala Salju tersebut langsung kabur melarikan diri setelah menatap Shiro. Sepertinya ia memiliki trauma fisiologis ketika melihat Shiro.


Brendy ingin mengejar, namun dihentikan oleh Shiryuu-senpai, "Tak perlu dikejar, lupakann saja, arahnya berbeda dengan arah tujuan kita"


Brendy hanya bisa berhenti, ia menunduk penuh kekecewaan.


Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan.


"Shiro, ada sebuah sarang tak jauh dari sini, sepertinya ada sebuah telur didalamnya, maukah kamu mengambilnya ?" tiba-tiba suara Unseen terdengar di benak Shiro.


"Mau ngapain ?" tanya Shiryuu-senpai.


"Anu, aku ingin buang air sebentar." Shiro memberi alasan.


"Baiklah, cepat kembali, jangan terlalu lama. Kami akan beristirahat sebentar disini."


"Siap senpai."


Setelah mendapatkan izin, Shiro pergi ke arah yang dipandu oleh Unseen. Sedangkan Shiryuu-senpai dan yang lainnya berhenti dna beristirahat disana.


Benar saja, tak jauh dari sana Shiro melihat sebuah sarang di dalam lubang bawah pohon.


Shiro memasuki kondisi Stealth dan mengendap-endap ke arah sarang tersebut. Ia cukup terkejut didalam lubang tersebut cukup luas. Lalu ia melihat apa yang ia cari.


Di dalamnya terdapat sebutir telur yang cukup besar, seukuran bola takraw. Warnya putih dengan beberapa pola polkadot berwarna Cyan.


Didalamnya Shiro tidak melihat monster seekor pun, seperti monster yang menjaga telur ini sedang berburu mangsa di luar.


Shiro lalu bergegas mengambil telur monster tersebut dan memasukkan ke dalam Ruang Inventory.

__ADS_1


"Panen yang bagus, setidaknya telur ini bernilai banyak uang" ucap Shiro sembari berjalan kembali ke arah Shiryuu-senpai.


Shiro keluar dari semak-semak sambil mengusap-usap perutnya. "Selesai senpai, mari kita lanjutkan perjalanan"


Shiryuu-senpai mengangguk dan mulai memerintahkan Shiro dan yang lainnya untuk melanjutkan perjalanan.


Mereka pun berangkat melanjutkan perjalanan.


...****************...


Di tempat lainnya.


Di tenpat Shiro mengambil Telur sebelumnya, datang seekor ular besar memasuki sarang dibawah pohon.


Ular tersebut berwarna putih dengan bintik-bintik polkadot kombinasi antara hitam dan cyan. Ular tersebut memiliki 2 buah taring yang menonjol keluar. Selain itu, ar tersebut memiliki sesuatu tonjolan duri di punggungnya. dan diujung ekornya berbentuk Palu.


Ular tersebut mengendus-ngendus di dalam sarang, namun ia sepertinya tidak menemukan apa yang ia cari.


Ular tersebut mulai gelisah, ia mengobrak-abrik lubang sarang tersebut.


Ia menggunakan ekornya yang bagaikan Palu untuk mencambuk daerah sekitar sarang.


Kekuatan yang dikeluarkan ular tersebut cukup besar, membuat pohon diatasnya jatuh.


Terlihat ular tersebut merangkak keluar dari sarang tersebut dan mulai mengendus-ngendus menjelajahi sekitar.


Ia mengendus-ngendus cukup lama, mencoba mencari telur miliknya yang hilang.


Tak lama, ia sepertinya menemukan sesuatu. Ia menoleh ke arah Shiro lewat sebelumnya, dan mulai menggeliat, bergerak mengikuti arah Shiro lewat sebelumnya.


...****************...


Di sisi lain.


Shiro tidak tahu bahwa apa yang ia lakukan sebelumnya, mendatangkan suatu monster yang cukup berbahaya untuk dirinya.


Shiro masih terus melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan lebih dalam, mengikuti arah yang dituju Shiryuu-senpai.


Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.


Shiryuu-senpai berhenti dan memandang Shiro dan yang lainnya di belakangnya.


"Lokasinya berada di sekitar sini, mari kita cari dan kumpulkan" perintah Shiryuu-senpai.

__ADS_1


"Ya, senpai"


__ADS_2