Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
34. Malam Pertama di dalam Gate


__ADS_3

Malam ini, Shiro yang bertugas meronda untuk yang pertama kalinya.


Ketika yang lainnya masuk ke tandanya masing-masing, Shiro yang sendirian di luar.


Shiro mematikan api unggun kecil, dan hanya menyisakan bara api dan asap ringan yang bertebaran di udara.


Kenapa api perlu dimatikan ?


Walaupun api unggun kecil dapat membantu menghangatkan tubuh dan menambah visi penglihatan di sekitar.


Namun cahaya yang ditimbulkan dapat menarik serangga dan Monster sekitarnya.


Jadi Shiro lebih memilih mematikan api unggun kecil tersebut, toh ia bisa menggunakan persepsinya untuk melihat kondisi sekitar.


Karena tak mungkin di dalam Gate saat ini ada monster yang tidak memiliki Aura. Palingan senjata monster dari Ras humanoid yang tidak memiliki Aura, dan di Gate ini sudah terkonfirmasi bahwa tidak ada monster humanoid yang bisa menggunakan senjata.


Jadi bisa dikatakan aman.


Tiba-tiba Unseen keluar dari Bayangan Shiro dan berkata di benaknya, "Shiro, aku akan pergi berburu di sekitar ! "


"Oke, jangan terlalu lama, kalo ada apa-apa, panggil saja aku."


"Aku tahu"


Setelah itu, Unseen pergi menghilang begitu saja di tengah gelapnya malam.


Shiro tidak terlalu mengkhawatirkan Unseen, ia tahu kemampuan Unseen dengan baik, jadi tidak ada yang perlu diperhatikan. Lagipula Lingkungan dan kondisi saat ini adalah waktu yang tepat untuk berburu bagi Unseen.


Tak lama setelah Unseen pergi, Shiro merasakan sesuatu bergerak cepat ke arahnya.


Dari persepsinya, ada sekelompok Serigala Salju sekitaran 7-8 ekor, Para Serigala Salju tersebut bergerak cepat ke tempat Shiro berada.


Mungkin Serigala Salju tersebut sedang berburu mangsa dan merasakan Hawa Keberadaan Shiro dan yang lainnya.


Bau makanan yang dimasak Shiro dan yang lainnya sebelumnya jugalah yang menyebabkan Segerombolan Serigala Salju tersebut menemukan keberadaan Shiro dan yang lainnya.


Daripada Segerombolan Serigala Salju yang menyerbu dirinya, Shiro lebih memilih menghampiri Para Serigala Salju tersebut.


500 meter dari Tenda Camping, Shiro berhadapan dengan Para Serigala Salju tersebut.


` roarrr~`


Para Serigala Salju tersebut menggeram ke arah Shiro, sepertinya mereka mencoba menakut-nakuti Shiro.


Namun Shiro tak bergeming sedikit pun, ia malah merasa lega karena Serigala-Serigala Salju ini tidak menggonggong yang bisa menyebabkan Shiryuu-senpai dan yang lainnya terbangun.


` kretek kretek~`


Shiro membunyikan sendi-sendi leher dan jarinya lalu berkata, "Beberapa bulan ini, tubuhku sepertinya sudah mulai berkarat karena jarang mengalami pertarungan"

__ADS_1


Shiro menyeringai kepada Para Serigala Salju tersebut, "Kalian akan menjadi samsak tinjuku"


Beberapa Serigala Saju yang tampak lebih muda merasakan Bahaya dari tubuhnya dan mundur beberapa langkah, namun melihat Shiro tidak bergerak sedikitpun, mereka membernaikan diri lagi untuk maju dan menyerang Shiro.


` Roarr~`


Beberapa Serigala Salju mengaum dan menerjang Shiro dari 3 arah didepannya. Beberapa lainnya mencoba memutari Shiro dan berniat menyerangnya dari Belakang.


Melihat Beberapa Serigala Salju yang menerjangnya, Shiro hanya memasang kuda-kuda pertarungan.


Terlihat di tangannya, sepasang tinju yang berbalut Aura Putih.


Ini adalah Teknik tinju yang dipelajari Shiro selama di Akademi. Teknik ini disebut Aura Fist.


Konsep teknik ini yaitu melapisi tinju dengan Aura, lalu ketika menyerang musuh, akan menimbulkan damage tambahan. Selain itu, dengan melapisi tinju dengan Aura, daya tahan, kekuatan, dan kekerasan tinju Shiro dapat meningkat.


Bagi Shiro yang mahir dalam serangan tangan kosong, Teknik ini sangat cocok untuk Shiro gunakan, karena teknik ini menggunakan Aura yang sangat sedikit.


Selain itu, ditambah dengan penyerapan Aura yang Shiro lakukan dengan menggunakan teknik pernapasan miliknya, membuat Shiro bisa melakukan teknik Aura Fist ini terus menerus tanpa harus khawatir kehabisan Aura.


Ada 3 Serigala Salju yang menyerang Shiro dari depan.


` bang~`


Shiro memukul kepala Serigala Salju pertama, membuat Serigala Salju tersebut terpental cukup jauh ke pohon yang berada tidak jauh disana. Dan membuat Serigala Salju tersebut pingsan tak berdaya disana.


Setelah itu, cakaran Serigala Kedua berhasil Shiro hindari dengan mudah, walaupun jarak serangan antara Serigala Pertama dan Kedua cukup dekat, namun ini hal mudah bagi Shiro.


Setelah menghindari serangan cakaran dari Serigala Salju Kedua, Serigala Salju ketiga datang melompat dna ingin menerkam leher Shiro.


` rawwwrrr~`


` bang~`


Shiro hanya menunduk ketika Serigala Salju ketiga mencoba melompat dan menerkamnya, setelah itu Shiro memukul Serigala Salju yang melompat diatasnya dengan kuat. Serigala tersebut terlempar keatas, dan tersangkut di dahan pohon.


Shiro berbalik dan menatap Serigala Salju lainnya.


` rawwrrr`


Merasakan tatapan provokatif Shiro, Serigala Salju tersebut mengaum cukup keras ke arah Shiro.


Setelah itu, Para Serigala Salju tersebut terus menyerang Shiro tanpa rasa takut sedikitpun. Sepertinya Auman Serigala Salju sebelumnya dapat meningkatkan moral Serigala Salju lainnya.


Shiro tak bergerak sedikitpun ketika para Serigala Salju menyerangnya. Ketika hanya berjarak beberapa inci antara Shiro dan Cakar dari salah satu Serigala Salju, jari Shiro mulai bergerak.


` ctekk~`


Shiro berpindah posisi dengan Serigala Salju yang berada paling belakang.

__ADS_1


Serigala Salju yang hampir mencapai Shiro sebelumnya, kini mencakar temannya sendiri. Membuat salah satu mata Serigala Salju tersebut berdarah akibat serangan cakaran Serigala Salju lainnya.


Setelah berpindah tempat, Shiro tak tinggal diam. Ia mulai menyerang Serigala Salju terdekat.


Dengan kecepatan dan kekuatan Shiro, tak perlu waktu lama untuk mengalahkan 3 Serigala Salju lainnya.


` rawwrrrr~`


Melihat kawanannya mudah dikalahkan oleh Shiro, salah satu Serigala Salju mengaum, dan membuat Serigala Salju lainnya mundur. Sepertinya auman tersebut menjadi sinyal bagi Serigala Salju lainnya untuk mundur.


Tapi bagaimana mungkin Shiro membiarkannya begitu saja. Ia berniat menggunakan skill Switch untuk berpindah tempat dengan slaa satu Serigala Salju tersebut.


Belum sempat menjentikkan jarinya, Shiro mengurungkan niatnya. Dalam persepsi Shiro, ada orang yang perlahan mendekat ke arah tempat pertarungan Shiro saat ini.


Dari Aura yang dipancarkan orang tersebut, Shiro dapat mengenalinya bahwa orang yang sedang mendekat adalah Shiryuu-senpai.


Shiro membatalkan niatnya untuk mengejar sisa Serigala Salju yang telah melarikan diri.


Shiro hanya berjalan menghampiri ketiga mayat Serigala Salju yang dibunuhnya terakhir kali, lalu ia memasukkan mayat tersebut ke dalam Ruang Inventory Sistem.


Setelah itu, Shiro menghampiri Serigala Salju yang pingsan di dekat pohon lalu membunuhnya, tak lupa ia membunuh Serigala Salju yang sebelumnya masih tersangkut di dahan pohon dalam keadaan pingsan.


Shiro menyeret Kedua mayat tersebut ke arah tenda Camping, ia berniat menjadikan daging Serigala Saju ini sebagai bahan makanan besok pagi.


Benar saja, di dalam perjalanan, Shiro berpaspasan dengan Shiryuu-senpai.


Shiryuu-senpai melirik kedua mayat yang dibawa Shiro, "Sepertinya aku terlambat."


Shiro tersenyum mendengar perkataan Shiryuu-senpai, "Ya, pertempuran yang mudah."


Keduanya tidak banyak bicara dan kembali ke tempat tenda berada.


Karena jadwal Shiro meronda belum selesai, Shiro masih harus meronda, sedangkan Shiryuu-senpai telah kembali ke tendanya dan tertidur.


Sambil berjaga, Shiro mengupas kulit, daging dan semua organ yang bisa diambil dari kedua mayat Serigala Salju tersebut. Tak lupa Shiro mengambil Inti Kristal dari Serigala Salju tersebut.


Selama sisa waktu berjaganya, tak banyak bahaya yang dihadapi, hanya beberapa ular lewat dan tawon yang mencari jalan.


Semuanya dengan mudah Shiro kalahkan.


Setelah waktu jaga habis, Shiro membangunkan Denshu dan bergantian berjaga.


Shiro kembali ke tendanya dan berniat tidur. Namun ia berniat menunggu Unseen kembali sebelum tidur.


Beberapa menit berlalu, namun Unseen belum kembali.


Penat menunggu, Shiro mengabaikannya dan berhenti menunggu Unseen karen ai percaya dengan kemampuan Unseen.


Tak lama kemudian, Shiro langsung tidur.

__ADS_1


__ADS_2