
Meninggalkan kehidupan santainya di Kota S, Shiro melanjutkan kembali petualangannya. Kini saatnya bertugas menyelamatkan dunia.
Menggunakan Jubah Assassin berwarna putih, Shiro mulai menghilang ditengah hamparan salju yang membentang luas.
Perjalanan telah kembali dimulai dan Shiro akhirnya mengaktifkan kembali alat komunikasinya.
Banyak sekali panggilan dan pesan yang masuk. Semuanya berasal dari Ketua Asosiasi, Anastasya dan Brewthern. Tentunya itu dari Asosiasi Pahlawan.
Melihat semua pesan itu, Shiro hanya tersenyum ringan.
Semua pesan yang datang merupakan sebuah ajakan untuk berpartisipasi dalam penelitian portal dan dalam menyelesaikan Gate.
Shiro tersenyum karena ia tidak tertarik, tidak ada manfaat besar baginya jika ikut berpartisipasi. Ia tetap melanjutkan petualangannya dan membalas pesan dari Ketua Asosiasi: "Tidak perlu, aku tidak ikut. Semuanya terserah kalian."
Tak lama setelah Shiro mengirim pesan itu, jawaban dari Ketua Asosiasi juga perlahan datang. Pesan tersebut hanya satu kata yang singkat, padat, jelas. "Oke!"
Berjam-jam berlalu, Shiro terus bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lingkungan putih bersalju mulai memudar, digantikan oleh suasana hutan dan pegunungan yang asri menghijau.
Memasuki hutan, kecepatan pergerakan Shiro menjadi semakin cepat. Karena tidak ada hambatan yang dapat memperlambat langkahnya.
Tidak seperti lingkungan bersalju yang tanahnya terasa lembut dan membuat kakinya sedikit terperosok ke dalam tumpukan salju.
Lingkungan hutan tanpa hambatan yang berarti tak akan bisa memperlambat langkahnya.
"Oke, istirahat sebentar disini."
Setelah berjam-jam terus melangkah, Shiro akhirnya berhenti untuk beristirahat sejenak. Selama perjalanan, Ia berhasil menangkap satu ekor kelinci hutan.
Shiro siap untuk menjadikan kelinci hutan yang ia dapatkan sebagai hidangan pertamanya di hutan setelah beberapa hari libur.
Mengambil kayu bakar di sekitar, Shiro langsung membuat api untuk memanggang kelinci hutan tersebut.
Setelah menyantap santap siangnya, Shiro tidak lupa mengeluarkan Orb yang ia dapatkan dari Monster Yeti. Selama beberapa hari libur, Shiro belum pernah menyentuh Orb ini.
__ADS_1
Saat ini ia jauh dari pemukiman, yang berarti ini saat yang tepat untuk menggunakan Orb ini Sekarang juga.
Shiro mencuci kedua tangannya dna bersiap untuk menggunakan Orb itu.
"Semoga Dewi Keberuntungan memberkatiku!"
Kemudian Shiro mulai menyuntikkan Auranya ke dalam Orb. Ia menantikan skill apa yang akan ia dapatkan nanti.
Biasanya kemampuan yang ada di dalam Orb berhubungan dengan Monster Humanoid yang berhubungan dengan kepemilikan Orb ini sebelumnya.
Dan karena Orb ini berasal dari Monster Yeti, ada kemungkinan kemampuan yang akan didapatkan berhubungan dengan Es atau salju.
Shiro sudah punya satu kemampuan yang berhubungan dengan Es atau salju, yaitu Frost Wing. Meskipun begitu, ia tidak akan menolak jika memiliki satu kemampuan lagi yang berhubungan dengan hal itu.
Semakin banyak kemampuan akan semakin baik.
Dengan banyaknya kemampuan, akan membuat variasi serangannya menjadi lebih banyak. Tentu itu dengan syarat kemampuan tersebut berguna bagi Shiro.
Jika skill yang didapat kurang berguna seperti Skill Headbutt yang Shiro peroleh dari Orb suku Orc. Ia mungkin akan langsung melupakan skill jelek itu dan tidak akan pernah menggunakannya.
"Hehe~ Sepertinya Dewi Keberuntungan sedang berada di pihakku."
Setelah mengetahui apa yang ia dapatkan, Shiro tersenyum puas. Skill yang ia dapatkan bukanlah skill yang overpower, bahkan bisa dibilang skill dasar. Namun ini sudah cukup baginya.
Shiro belum memiliki skill jarak jauh selain kemampuan lemparan dan bidikannya dalam menggunakan berbagai macam senjata. Dan sekarang, akhirnya ia memiliki Skill jarak jauh yang ia dapatkan dari Orb ini.
Nama Skill itu adalah Ice Javelin.
Sesuai dengan namanya, Ice Javelin adalah Skill berbasis elemen Es. Biasanya skill ini dimiliki oleh Mage.
Ice Javelin adalah skill yang membuat tombak lempar beratribut Es yang bersumber dari Aura penggunanya.
Tombak Es yang terbentuk tidak hanya bisa digunakan sebagai alat serangan jarak jauh, namun juga bisa digunakan untuk serangan jarak dekat. Singkatnya Dual Fungsi.
__ADS_1
Pembuatan Ice Javelin tergantung pikiran dan Aura yang dimiliki penggunanya. Tombak lempar yang terbentuk bisa langsung muncul di tangan pengguna atau muncul di udara tipis dan langsung terbang melesat ke arah musuh.
Untuk yang pertama, itu adalah hal dasar. Namun untuk bagian kedua, pengguna perlu kontrol yang kuat atas Aura agar bisa membuatnya diudara dan langsung melesat ke arah musuh.
Dan untuk Shiro, keduanya adalah hal yang mudah. Ia memiliki akurasi lemparan yang bagus dan juga kemampuan pengendalian Aura yang kuat. Sehingga ia bisa melakukan keduanya, bahkan secara bersamaan.
Shiro sangat puas dengan apa yang didapatkannya. Ia lalu menyimpan kembali Orb itu di dalam inventorynya.
Sekarang sudah ada 3 Orb yang ada di dalam inventorynya. Orb dari suku Orc, Lizardman, dan yang terbaru dari Monster Yeti. Ketiganya sudah dipakai semua dan memberikan 3 kemampuan yang berbeda.
Skill Kontrol yang menurut Shiro tidak berguna yaitu Headbutt. Antidote yang mirip skill pasif anti racun. Dan Skill Aktif Ice Javelin yang bisa digunakan untuk serangan jarak jauh maupun jarak dekat.
Sekarang kemampuannya sudah cukup banyak dan bervariasi. Shiro mulai memikirkan kombinasi serangan yang bisa mengalahkan musuh dengan cepat.
Kemampuan Ice Javelin sangat cocok jika dikombinasikan dengan skill Switch. Baik untuk serangan mendadak, ataupun untuk menghindar. Namun Shiro lebih memilih yang pertama.
Banyak sekali kombinasi serangan yang telah Shiro rancang dalam sekejap mata.
Ia bisa saja menyerang dengan 2 Ice Javelin secara berturut-turut. Dikombinasikan dengan Skill Switch, Shiro bisa menukar Ice Javelin yang dilempar pertama dengan tubuh musuh. Sehingga musuh akan terkejut dan tidak bisa bereaksi menghadapi Ice Javelin kedua yang mengarah kepadanya.
Atau Shiro bisa juga dengan cara menyerang menggunakan Ice Javelin seperti biasa. Dan ketika Ice Javelin berhasil dihindari musuh, Shiro bisa saja langsung berpindah tempat dengan Ice Javelin menggunakan Skill Switch dan menyerang musuh dari belakang.
Metode kedua ini sering kali digunakan Shiro sebelumnya. Namun bedanya, kali ini ia menyerang menggunakan Ice Javelin, bukan belati atau pisau lempar. Sehingga Shiro bisa lebih hemat biaya.
Ya, setidaknya pengeluarannya dalam pembuatan pisau lempar bisa dihapus. Dan dana tersebut bisa disimpan sebagai Tunjangan Hari Tua.
Setelah cukup beristirahat, Shiro bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanannya. tentu saja ia juga sudah tidak sabar untuk mencoba skill barunya itu.
Setelah berkemas, Shiro kembali melanjutkan perjalanannya dengan cukup santai. Ia bergerak perlahan untuk mencari target yang bisa digunakan untuk mencoba dan melatih skill barunya tersebut.
Kurang dari 100 meter Shiro melangkah, ia merasakan beberapa Aura yang perlahan mendekat ke arahnya.
Melihat ini, Shiro tersenyum.
__ADS_1
"Sepertinya target telah ditemukan."