Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
149. Terbongkar


__ADS_3

Mendengar Ume mengajukan pertanyaan tentang identitas Shiro, Ketua Asosiasi tidak tahu untuk berkata apa-apa.


Ketua Asosiasi terdiam.


"Tolong jawab pertanyaanku Ketua."


Kali ini, Ume agak terlalu kekeh untuk bertanya, nadanya sedikit meningkat.


"Kau tahu Ketua, berdasarkan pembicaraan kalian tadi, yang ku tahu, hanya Shiro yang bersemangat akrab dengan Brendy dan Denshu. Selain itu, kau menyebut pria itu Zero, kata 'Zero' bisa terdengar sebagai 'Shiro'. Jadi Ketua, pria itu adalah Shiro, kan?" tanya Ume.


Kalimat demi kalimat yang Ume lontarkan membuat Ketua Asosiasi tersenyum pahit. Bahkan Anastasya berusaha untuk memenangkan Ume.


"Kenapa kau tidak bertanya saja kepada orangnya langsung?" saran Ketua Asosiasi.


Mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke lokasi Shiro berada. Namun disana, mereka tidak melihat siapapun. Shiro tidak ditemukan.


"Tcih, dasar pengecut. Seharusnya aku sudah menyadarinya dari awal. Pedang yang ia miliki adalah Soul Weapon, tidak ada yang bisa menirunya. Selain itu, Auranya terasa sangat akrab. Dasar Bodoh Ume, kenapa kau tidak menyadarinya?" Ume terus-menerus mencoba membodoh-bodohi dirinya sendiri.


"Ume, yang tenang ya!" bujuk Anastasya.


Mendengar bujukan Anastasya, Ume perlahan tenang. Tapi ia masih menunggu jawaban konfirmasi dari Ketua Asosiasi.


Ketua Asosiasi tidak bisa berbuat apa-apa. Shiro sudah melarikan diri, ia hanya bisa bicara juju kepada Ume.


"Kau benar, Zero adalah Shiro."


Bum~ Tebakan Ume benar, pikirannya tiba-tiba mandek, seperti tersambar petir. Kemudian tiba-tiba Air Mata menuruni pipi Ume.


Melihat Ume yang menangis, Ketua Asosiasi jadi merasa bersalah. Tidak, lebih tepatnya ia merasa Shirolah yang bersalah, yang melimpahkan semuanya kepada dirinya. Seharusnya Shiro yang memberitahukan kebenarannya, bukan dirinya.


"Ta... tapi kenapa semuanya masih dirahasiakan?Ketua, bisakah mau memberitahuku yang sebenarnya terjadi?" tanya Ume dengan sendu.


"Huh~ Tapi janji tidak akan memberitahu siapapun ya?"


Ume mengangguk, ia menuruti permintaan Ketua Asosiasi.


"Sebenarnya Shiro tidak bersalah saat pengadilan hari itu, itu adalah rencana yang ia buat."


"Tapi kenapa?" tanya Ume.


"Karena yang Ia hadapi merupakan sebuah rahasia besar yang melibatkan sebuah keluarga yang cukup besar. Jika Ia lolos begitu saja, dia akan dikejar oleh kerabat ataupun orang-orang yang dekat dengan Keluarga Yuki saat itu. Lalu, jika itu terjadi..."

__ADS_1


Ketua Asosiasi mulai menjelaskan mengenai rencana Shiro dan apa yang terjadi saat itu. Ume hanya bisa diam mendengarkan cerita itu dengan seksama, sesekali Ia terkejut dengan apa yang diceritakan Ketua Asosiasi tentang Shiro.


Ketua Asosiasi juga memberitahukan kalo dirinya juga cukup tertarik dengan kemampuan Shiro, sehingga Shiro akan aman dibawah naungan Asosiasi Pahlawan.


Hal itu terbukti sampai sekarang, dimana ia masih bisa hidup dengan sehat dan berkembang dengan baik. Ketua Asosiasi juga memberitahukan kalau Shiro sangat kuat dan lihai dalam pengintaian. Setiap informasi yang ia bawa, selalu benar semua.


Ketua Asosiasi mengakhiri cerita dengan mengatakan kalau Shiro memutuskan untuk hidup sendiri dan berpetualang ke penjuru dunia untuk menyelesaikan semua Gate yang tidak diketahui yang ada di alam luas.


Mendengar semua penjelasan Ketua Asosiasi, Ume terdiam. Ia berusaha mencerna semua informasi yang ia terima.


"Tapi... tapi..."


Ume berusaha untuk menyanggah, namun tidak ada alasan yang bisa keluar dari mulutnya.


"Ume, kau temannya Shiro kan?" tanya Ketua Asosiasi.


Mendengar pertanyaan dari Ketua Asosiasi, Ume mengangguk.


"Kalo begitu, percayakan saja semuanya pada Shiro. Kau harus mengerti dia."


Mendengar ucapan Ketua Asosiasi, Ume terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Ia memang tidak tahu keadaan Shiro sebelumnya sehingga ia malah tampak terlihat sangat egois karena bertanya seenaknya.


"Eh..." Ume terkejut mendengar hal itu. Ia bingung bagaimana mau menjawab.


"Begini, dari kecil aku punya Bakat bawaan dari lahir. Yaitu mengenali Aura seseorang. Aku bisa merasakan emosi batin dan identitas seseorang dari Aura yang dipancarkannya."


"Oh..." Mendengar penjelasan Ume, Ketua Asosiasi jadi cukup tertarik. "Lalu, bagaimana kau mengenali Aura Shiro?"


"Auranya terbilang sangat aneh."


"Aneh? Apanya yang aneh?" tanya Ketua Asosiasi.


Ume terdiam sebentar, sebelum ia melanjutkan penjelasannya. "Aura yang dimiliki Shiro terbilang aneh dan campur aduk. Saat aku pertama kali bertemu dengannya, aku banyak merasakan emosi dari dalam dirinya."


"Emosi seperti apa yang kau rasakan pada dirinya?"


"Auranya terasa lembut, hangat, aku bisa merasakan kebaikan, kasih sayang dan kepedulian dari Auranya. Aku juga bisa merasakan tanggung jawab besar yang dipikulnya. Namun..."


Ume terdiam.


"Namun? Ada apa Ume? Apakah ada yang salah pada dirinya?" tanya Anastasya disamping Ume. Ia juga cukup penasaran dengan Shiro.

__ADS_1


"Terdapat rasa kesepian, duka, penyesalan, dan kekecewaan yang berlebihan pada diri sendiri. Seakan ia sedang menyesali sesuatu dan berusaha melarikan diri dari hal itu. Namun ia tidak akan pernah bisa pergi jauh."


Semuanya terdiam mendengarkan deskripsi Ume. Ketua Asosiasi juga teringat kata-kata Shiro bahwa Ia tidak ingin hidup dalam pelarian lagi.


Tapi, ia cukup tertarik dengan kemampuan Ume. Sepertinya ia cocok untuk mencari identitas dari Ras Iblis.


"Ume, maukah kau menjadi Asistenku juga?" tawar Ketua Asosiasi secara langsung.


Mendengar tawaran itu, Ume terdiam. Kemudian Ia memeluk dadanya, "Dasar pak tua cabul."


Ume kemudian pergi dari sana, meninggalkan Ketua Asosiasi yang masih penuh tanda tanya.


"Anastasya, apakah aku terlihat seperti orang cabul?"


Mendengar pertanyaan Ketua Asosiasi, Anastasya mengangguk mengiyakan.


Melihat Anastasya mengangguk, Ketua Asosiasi jadi kesal. Ia pun kemudian mematikan alat komunikasi video callnya.


...****************...


Setelah menebak arah pembicaraan Ume dan Ketua Asosiasi. Shiro diam-diam menghilangkan hawa keberadaan dan tubuhnya menggunakan Stealth. Ia pun pergi diam-diam dari sana.


Ia tidak menyangka keingintahuannya malah akan membuka rahasianya sendiri.


Shiro juga tahu, rahasia tak kan bisa disimlan selamanya. Pasti ada masanya akan ketahuan juga.


Namun Shiro belum siap untuk memberitahu siapapun tentang identitasnya. Jadi Ia memilih untuk pergi dari sana. Ia menyalahkan kelalaiannya.


Shiro juga tahu, Ketua Asosiasi pasti akan memberitahukan Ume tentang rahasianya. Saat itu terjadi, Shiro tidak mempunyai keberanian untuk menatap Ume.


"Unseen, apakah aku salah merahasiakan semuanya?" tanya Shiro.


Namun Unseen juga tidak tahu, Ia merasa tindakan Shiro ada benarnya juga. Namun situasi saat ini yang salah.


"Yaudah, mari kita melanjutkan perjalanan. Semua informasi yang dibutuhkan, sudah kita dapatkan."


Tujuan Shiro telah tercapai, lalu ia melanjutkan perjalanan dengan cepat. Ia tidak berada di jalur keberangkatannya sebelumnya. Ia mencari jalur lain. Takutnya Ume akan menyusulnya.


Kemudian Shiro memandangi kebelakang.


"Sepertinya kita tidak akan kembali dalam waktu singkat."

__ADS_1


__ADS_2