Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
174. Korban


__ADS_3

Saat ini, Tim Penyerangan salah satu Markas Organisasi Hitam telah selesai dengan misinya. Mereka berhasil menghancurkan semua Organisasi Hitam yang ada di dalam Base Camp mereka.


Sebanyak 20 orang Iblis baru berwujud manusia telah terbunuh oleh Tim mereka. Namun itu bukan tanpa pengorbanan. Ada 2 orang pahlawan yang meninggal, 3 orang cacat, lebih dari 10 orang luka berat, dan sisanya hanya mengalami luka ringan.


Hal ini menunjukkan betapa intensnya pertempuran mereka. Bahkan Ketua Asosiasi walaupun tidak mengalami luka, tapi armornya usang dan retak-retak. Armornya tidak akan lagi bisa digunakan.


Dalam pertempuran dengan Organisasi Hitam, mereka menyadari kekuatan para Iblis itu. Walaupun para Iblis belum bisa menampilkan kekuatan penuh mereka, tapi mereka sudah mengalami kesulitan meskipun mereka unggul dalam jumlah.


Bahkan di tahap-tahap akhir penyerangan, mereka semua hampir diratakan dengan tanah akibat serangan Iblis yang super kuat dan menghancurkan Gua tempat mereka bertarung.


Untung saja masih ada pahlawan yang masih menyimpan Kartu Truff. Serangan pukulannya ke angkasa menghancurkan puing-puing yang berjatuhan ke arah mereka menjadi debu.


Berkat skill pahlawan itu, mereka semua akhirnya terhindar dari malapetaka. Jika mereka terkubur oleh serangan terakhir Iblis itu, mungkin korban mereka akan lebih banyak lagi.


Ketua Asosiasi juga bahkan baru menyadari seberapa kuat Shiro. Dari pengalaman bertarungnya saat ini, Ia belum tentu bisa mengalahkan Iblis itu tanpa cidera sedikitpun.


Meskipun ia bisa mengalahkan musuh, pasti memakan cukup waktu dan item sekali pakai. Itupun ia juga yakin akan mendapatkan beberapa luka ketika bertarung satu lawan satu dengan Iblis itu.


Ketua Asosiasi kemudian mengirim pesan kepada Shiro dengan isinya adalah 'Kami Berhasil!'.


Ketua Asosiasi tidak membeberkan rincian pertarungan mereka dengan para Iblis. Shiropun tampak tidak terlalu peduli dengan hal itu.


Tapi Ketua Asosiasi masih tidak waspada. Dari berita yang disampaikan Shiro, ada 34 anggota Organisasi Hitam di Base Camp yang mereka hancurkan. Tapi mereka hanya menemukan 25 orang Organisasi Hitam. Ditambah 3 yang dibunuh Shiro, itu berarti mereka hanya berhasil membunuh 28 dari 34 anggota Organisasi Hitam.


Masih ada 6 anggota Organisasi Hitam yang masih berkeliaran di luar. Mereka mungkin juga berada di dekat lokasi mereka, sehingga Ketua Asosiasi masih terus waspada sampai akhir.


"Anastasya, Kemari!" panggil Ketua Asosiasi.


Anastasya yang sedang beristirahat tidak jauh dari sana mendekat ketika mendengar panggilan Ketua Asosiasi.

__ADS_1


"Ada apa Ketua?" tanya Anastasya.


Ketua Asosiasi tidak langsung menjawab, ia memberi isyarat untuk mendekati. Anastasya menuruti permintaan Ketua Asosiasi.


Ketua Asosiasi membisikkan sesuatu kepada Anastasya. Ia memberitahukan kalau masih ada 6 anggota Organisasi Hitam yang masih berkeliaran di luar.


Ketua Asosiasi curiga kalau keenam orang itu berada tidak jauh di sekitar mereka atau bahkan berada di Kota terdekat yaitu Kota S.


Maka dari itu, Ketua Asosiasi meminta Anastasya untuk menghubungi pihak terkait di Kota S tentang masalah ini. Ia meminta Anastasya untuk memberitahu Walikota Kota S dan kekuatan besar di Kota S untuk mencari keenam tersangka.


Ketika mereka menyerang Markas Organisasi Hitam, mereka juga menemukan Daftar anggota mereka yang ada di Base Camp ini. Sehingga ini memudahkan mereka dalam pencarian pihak yanh terkait dengan Organisasi Hitam.


"Baik Ketua, akan ku laksanakan sekarang!"


Ketua Asosiasi mengangguk, ia melihat kepergian Anastasya. Alasan ia meminta bantuan pihak Kota S, karena mereka terlalu lelah saat ini. Jika masalah ini dibiarkan terlalu lama, keenam orang itu mungkin akan tahu masalah hal ini yang menyebabkan mereka kabur jauh.


Ketua Asosiasi tidak ingin masalah ini hanya berakhir sampai disini. Jika keenam orang itu berhasil ditemukan, mereka bisa melakukan interogasi seperti yang Shiro lakukan. Mungkin saja keenam orang itu tahu sesuatu yang tidak mereka ketahui.


"Semuanya, istirahat telah berakhir. Terimakasih atas perjuangan keras kalian. Untuk pahlawan yang telah gugur, mari kita kuburkan dengan layak, kita beri penghormatan terakhir kepada mereka."


Mendengar kalimat pahlawan yang gugur, mereka semua tanpa sadar melihat kearah kedua mayat pahlawan itu.


Mereka menjadi sangat emosional, rasa marah, sedih, kesal bercampur menjadi satu. Meskipun mereka berhasil menang, tapi mereka tidak bahagia sedikitpun.


"Mari kita kembali!"


Ketua Asosiasi memimpin jalan untuk kembali. Karena mereka tidak memiliki alat teleportasi ke Kota A, mereka hanya bisa berjalan kembali ke Kota S dan meminjam susunan teleportasi yang mengarah ke Kota A.


Mereka semua datang ke Kota S dan mengejutkan warga sekitar. Ketua Asosiasi yang biasanya jarang keluar, kini pakaiannya terlihat compang-camping, bahkan masyarakat sekitar dapat melihat kedua mayat yang dibopong oleh Ketua Asosiasi dan Anastasya. Hal ini membuat mereka sadar akan bahaya yang dihadapi Tim yang dipimpin oleh Ketua Asosiasi.

__ADS_1


Bahkan Walikota Kota S awalnya terkejut dengan kedatangan Ketua Asosiasi beserta rombongan. Tapi setelah mendengar panggilan Anastasya sebelumnya, akhirnya ia tahu maksud kedatangan Ketua Asosiasi ke Kota S.


Atas pertimbangan dan perhatiannya, Walikota Kota S tidak membebankan biaya kepada Tim Ketua Asosiasi dalam penggunaan Susunan Teleportasi.


Walikota Kota S juga sangat berterimakasih atas bantuan Ketua Asosiasi beserta Tim. Sehingga ia membantu memberikan bonus kepada setiap Pahlawan yang ikut berperang.


Tanpa mereka, mungkin Organisasi Hitam akan berbuat onar di Kota mereka. Sehingga Walikota Kota S sangat berterimakasih kepada mereka. Ia tidak pelit dengan harta yang ia miliki.


Para Pahlawan sangat berterimakasih juga atas bonus yang mereka dapatkan. Mereka pun kembali ke Kota A dengan perasaan campur aduk. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, mereka membawa kedua pahlawan yang gugur di medan perang untuk dimakamkan ke Makam Para Pahlawan.


Mereka bersama keluarga korban memberikan penghormatan terakhir untuk keduanya yang telah berkorban dengan nyawa mereka.


Kematian rekan mereka menjadi pengingat bagi mereka semua kalau kekuatan mereka masih sangat lemah, dan pekerjaan mereka memiliki resiko kematian yang sangat tinggi. Mereka harus terus bekerja keras untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Suasana pemakaman menjadi sendu, ditambah kondisi senja yang cukup gelap, menambah suasana kesedihan di pemakaman saat ini.


...****************...


Di sisi lainnya.


Shiro terus sedang memandang suasana tepi danau yang mulai gelap.


Ia berniat untuk mandi di danau yang jernih ini setelah perjalanan panjangnya.


Disaat menyelam di danau tersebut, persepsinya mendeteksi sebuah Aura besar yang cukup kacau di dasar danau.


Shiro mengenali Aura tersebut, karena Aura itu adalah Aura yang dipancarkan oleh sebuah Gate yang masih berwarna biru.


Ia lalu berenang dan menyelam ke Lokasi Gate di bawah danau itu. Shiro tidak langsung masuk ke dalam Gate. Sebab kali ini ia hanya berniat untuk mandi dan beristirahat.

__ADS_1


Lingkungan sudah malam, sehingga Shiro memutuskan untuk memasuki Gate itu keesokan harinya.


Malam ini ia harus beristirahat untuk melanjutkan pekerjaannya esok hari.


__ADS_2