
"Baiklah, aku setuju!"
Mendengar jawaban dari Ketua Asosiasi, Shiro tersenyum. Walaupun ia sudah tahu jawaban yang akan keluar, tetap saja ia bahagia.
Ia lalu memberi isyarat kepada Ketiga Murloc kalau semuanya aman dan berada dibawah kendalinya.
Melihat isyarat Shiro, ketiganya menghela napas berat. Walaupun mereka percaya sama Shiro, tapi dengan orang lain, mereka masih sangat waspada dan hati-hati.
"Terimakasih Ketua! Ku harap kau membawa orang yang paling kau percaya saja. Kau tahu sendiri konsekuensinya jika hal ini diketahui publik!" ucap Shiro.
Ketua Asosiasi tersenyum kecut, urat di dahinya berkedut keras, menampilkan ekspresi kesal yang sangat menonjol.
"Iya, aku tahu akan hal itu. Oh ya nak! Lain kali, jangan membawa masalah merepotkan seperti ini lagi!"
Mendengar kata-kata Ketua Asosiasi, Shiro ingin tertawa. Tapi ia masih bisa menahannya. Ia pun menjawab dengan asal: "Baiklah Ketua! Akan ku usahakan agar tidak terlalu sering memberimu kejutan!"
"Kau..."
Ketua Asosiasi tidak bisa berkata apa-apa. Ia cuma berharap Shiro tidak akan membuat banyak masalah di luar dan mengoper semua masalah yang ia perbuat kepada dirinya seperti saat ini.
Peneliti tentang portal masih belum selesai, mereka juga baru selesai membasmi salah satu Markas Organisasi Hitam dan masih mencari Anggota Organisasi Hitam yang masih buron. Semuanya berkaitan dengan Shiro.
Dan kini, ada satu masalah lagi yaitu Ras asing yang ingin menetap di dunia mereka. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga membuat Ketua Asosiasi pusing tentang keputusan yang harus ia ambil.
Setelah lama berpikir tentang pro dan kontra, akhirnya ia memilih untuk mempercayai Shiro. Selain itu, keunggulan dan manfaat yang Shiro sebutkan lebih menggiurkan.
Pertempuran udara dan Pertempuran laut adalah sesuatu yang sangat sulit dihadapi. Jadi, menambah personel yang dapat membantu dalam pertempuran di dalam air sangatlah bermanfaat bagi mereka.
"Pesawat kami akan segera berangkat, kalian tunggu saja disana sebentar lagi!"
"Baiklah Ketua!"
Shiro mematikan alat komunikasinya. Sekarang yang perlu mereka lakukan adalah menunggu pesawat kecepatan super milik Asosiasi Pahlawan datang menjemput mereka.
__ADS_1
Hanya kurang dari 5 menit, Shiro dapat melihat pesawat mirip jet dan memiliki empat sayap berbentuk x. Dengan kunci posisi yang melekat pada Id Card, Asosiasi Pahlawan dapat menjangkau semua pihak yang letaknya sangat berjauhan dengan menggunakan pesawat ini.
Tapi pesawat ini jarang digunakan karena biasanya digunakan untuk kondisi darurat saja. Ketika orang lain belum pernah menaiki pesawat ini atau hanya sekali, sedangkan Shiro pernah mengalaminya dan kini untuk yang kedua kalinya.
Pesawat itu perlahan mulai mendarat tak jauh dari mereka. Shiro menyuruh ketiga Murloc itu untuk bersembunyi sebentar, ia ingin melihat pihak yang akan menjemput mereka.
Ketika kokpit dibuka, pengemudi keluar dari pesawat.
Melihat pihak yang keluar dari pesawat, Shiro tersenyum. Ia pun menyuruh ketiga Murloc itu untuk keluar dan menyambutnya. Sebab, orang yang datang adalah Ketua Asosiasi itu sendiri, Thomas Schven.
"Halo Ketua! Aku kira kau sangat sibuk, ternyata kau sangat santai juga ya!"
Mendengar sindiran Shiro, Ketua Asosiasi tersenyum kecut, "Salah siapa coba? Kau selalu memberikan masalah merepotkan kepada kami. Lama-kelamaan, rambutku yang sudah mulai beruban akan langsung botak!"
"Hei, sepertinya menarik melihatmu botak, Ketua!" ucap Shiro sambil tersenyum.
Ketua Asosiasi hanya menanggapi candaan Shiro dengan tertawa kering. Kemudian ia melihat ketiga Murloc yang ada dibelakang.
"Nak, coba Ceritakan lagi apa yang terjadi sehingga mereka mau menurutimu, percakapan sebelumnya agak kurang jelas!"
Mendengar permintaan dari Ketua Asosiasi, Shiro kembali menceritakannya walaupun agak berbeda dengan sebelumnya.
Shiro menceritakan kalau ketika ia masuk ke dalam Gate tempat mereka berada, mereka sedang bertempur dengan Iblis. Mereka menemukan keberadaan Iblis dan sedang bertarung mati-matian.
Tentu saja Murloc itu terdesak oleh serangan Iblis itu. Kemudian ia muncul dan menawarkan kesepakatan untuk bekerja sama.
Boss para Murloc yang sudah sangat lelah bertarung dengan Iblis, bersedia menerima kesepakatan untuk bekerja sama. Ia rela memberikan semua yang ia punya bahkan nyawanya dengan permintaan untuk melindungi masyarakatnya.
Ia pun menyetujuinya dan akhirnya berhasil mengalahkan Iblis itu.
Cerita Shiro agak dilebih-lebihkan. Hal ini membuat Ketua Asosiasi berpikir cukup lama, "Kayaknya sebelumnya tidak seperti ini?" Tapi ia tidak mengungkapkannya.
Ketiga Murloc yang berada di belakang Shiro juga ikut tercengang ketika mendengar cerita Shiro. Mereka saling pandang seakan saling bertanya: "Emangnya seperti ini ya?"
__ADS_1
Mereka juga menunjukkan ekspresi tidak tahu. Meskipun begitu, mereka tetap diam. Mereka tidak ikut campur, yang perlu dilakukan hanyalah percaya kepada Shiro untuk saat ini. Mungkin ini adalah cara Shiro untuk melindungi mereka.
"Jadi cuma mereka bertiga yang tersisa?" tanya Ketua Asosiasi sambil memandang ketiga Murloc.
"Tidak, ada ratusan. Tapi prioritas utama mereka dulu. Mereka adalah Murloc yang akan mencari tempat tinggal Ras mereka di lautan nanti!"
"Ratusan...?" Ketua Asosiasi tercengang ketika mendengar apa yang dikatakan Shiro. "Sepertinya malam ini akan lembur lagi!"
"Ayo kita berangkat, jangan tunda lagi!"
Kemudian Ketua Asosiasi memberi isyarat untuk mengikuti dirinya ke dalam pesawat tersebut. Shiro dan ketiga Murloc mengikuti masuk kedalam pesawat tersebut.
"Kencangkan sabuk pengaman, kita akan berangkat!"
Terdengar suara pengingat dari Ketua Asosiasi, Shiro dan ketiga Murloc itu menurutinya. Setelah itu, pesawat mulai terangkat dan langsung lepas landas.
Kecepatan yang sangat cepat, membuat Shiro tidak bisa melihat pemandangan yang ada di bawah.
Setelah beberapa menit berlalu, mereka hanya bisa melihat lautan biru yang ada dibawah mereka. Tak lama, pesawat itu mulai berhenti dan turun perlahan.
Walaupun bentuknya mirip pesawat, tapi pesawat x ini memiliki beberapa prosedur operasional yang mirip dengan helikopter, sehingga pesawat ini bisa berhenti di udara cukup lama dan bisa turun lurus ke bawah secara perlahan layaknya sebuah helikopter.
Tak hanya itu, pesawat ini juga memiliki sistem yang yang membuatnya berdiri di atas air yang tenang maupun bergelombang. Ini sangat menghemat waktu dalam mencari tempat parkir di keadaan seperti ini.
"Oke, kita sudah sampai!"
Suara Ketua Asosiasi terdengar, dan pintu pesawat mulai terbuka. Ketiga Murloc itu masih memandang Shiro dan belum turun, seakan-akan sedang menunggu perintahnya.
Shiro juga mengetahui pikiran mereka. "Silahkan pergi, cari tempat terbaik sebagai rumah kalian. Aku akan menunggu disini, tapi jangan terlalu lama. Aku hanya akan menunggu selama 3 hari!"
"Ya!"
Setelah mendengar perintah dari Shiro, ketiganya langsung melompat ke laut dan berenang menjauh sampai bayangan mereka mereka terlihat lagi.
__ADS_1