Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
73. Thunder Bird


__ADS_3

Para pahlawan termasuk Shiro bersiap memasuki Gate. Mereka semua berdiri, berbaris untuk memasuki Gate.


Leon yang berdiri paling depan mengangkat tangannya, lalu berkata.


"Untuk Keluarga, Untuk Kemenangan."


Mendengar ucapan dari Leon, para pahlawan lainnya menjadi bersemangat, semangat juang mereka membara.


"For Family, To Victory ! "


"For Family, To Victory ! "


"For Family, To Victory ! "


"...."


Mereka membacakan slogan untuk menyulut api perjuangan mereka.


Leon memimpin Tim memasuki Gate tersebut, diikuti tim-tim lainnya. Karena Shiro sendirian dan tak ada tim, ia memutuskan untuk masuk paling terakhir ke dalam Gate.


Setelah memasuki Gate, mereka melihat pemandangan di dalam Gate.


Sebuah pegunungan terjal di hadapan mereka. Mereka saat ini berdiri di sebuah pegunungan terjal. Itu yang mereka pikirkan.


Namun ketika mereka melihat ke bawah, ternyata tidak ada dasar. Mereka akhirnya sadar, mereka bukan berdiri di puncak gunung, namun di sebuah pulau terapung.


Di sekeliling mereka, mereka melihat pemandangan langit yang biru, disertai dengan awan putih yang agak gelap.


Banyak pulau terapung lainnya yang terlihat tidak jauh dari pulau terapung tempat mereka berdiri.


Selain itu, mereka juga melihat banyak sekali makhluk atau monster terbang yang melayang kesana-kemari. Ada juga yang sedang berada di sarang yang terletak di dahan pohon yang ada di pinggiran pulau terapung.


Melihat pemandangan ini, mereka sadar. Bahwa medan ini sangat berat bagi mereka. Wajar saja jika harus bertarung secara berkelompok dan hanya elit yang dipilih dalam Raid ini.


` clap~ clap~`


Suara tepuk tangan tiba-tiba terdengar, membuyarkan lamunan mereka semua. Mereka melihat ke sumber suara tersebut.


Ternyata Leon yang menepuk tangan barusan. Leon bertepuk tangan untuk mengalihkan fokus para pahlawan agar kembali kepada dirinya.


Setelah fokus para pahlawan kembali kepada dirinya, Leon mulai bicara, "Baiklah semuanya, jangan takut, lakukan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Kita pasti bisa."


"Ya."

__ADS_1


"Silahkan kembali ke tim masing-masing dan mulailah berburu." perintah Leon.


"Ya."


Para pahlawan mulai bersiap untuk bertarung, termasuk Shiro.


Sebelum berpencar, Leon tak lupa membagikan 2 bola Kristal seukuran kelereng kepada setiap tim. Menurut Leon, salah satu bola Kristal kecil tersebut bisa berfungsi sebagai suar, yang bisa digunakan untuk meminta bantuan.


Sedangkan untuk bola Kristal satunya, Leon tidak menjelaskan banyak. Ia cuma berkata untuk menjaga bola Kristal itu karena itu sangat berguna dalam melawan Boss.


Shiro dan pahlawan lainnya mengangguk mengiyakan, toh barangnya gratis ini. Ia mengambilnya dengan senang hati.


Mereka pun bersiap untuk menjelajah sekitar, termasuk Shiro.


"Ehemmm~"


Tiba-tiba suara dehaman terdengar di dekat telinga Shiro. Ia pun menoleh dan berkata, "Ada apa?"


Pria tersebut dengan 2 anggota timnya hanya tersenyum cengengesan, "Anu... Bisakah kau menggunakan sayapmu untuk mengantarkan kami ke pulau apung terdekat lainnya ?"


Mendengar permintaan itu, Shiro hanya bisa menghela nafas dan mengangguk mengiyakan, "Bisa, tapi satu persatu."


Pria itu dengan 2 anggota timnya mengangguk menyetujui, mereka tidak mempermasalahkan tuntutan Shiro. Mereka senang karena Shiro dengan murah hati membantu mereka.


Setelah itu, Shiro mengantar ketiga orang itu ke pulau apung terdekat. Tak hanya Shiro, para Summoner dan Pahlawan yang memiliki Battle Pet yang bisa terbang, tidak luput dari permintaan pahlawan lainnya untuk mengantarkan tim mereka ke pulau Apung terdekat lainnya.


Belum lagi adanya konflik internal masalah tempat berburu. Jadi, lebih baik berpencar dan berburu ditempat yang berbeda.


Setelah mengantar ketiga orang itu, Shiro pun bergegas pergi mencari pulau apung lainnya. Ia takut akan diminta pertolongan lagi.


Target Shiro adalah pulau apung yang cukup besar dan di tempat yang lebih tinggi. Karena tenpat ini cukup strategis dan tidak banyak Pahlawan yang berburu disini.


Lagipula, biasanya para monster kuat berada di tempat yang lebih tinggi dan lebih besar daripada monster-monster lemah. Jika beruntung, mungkin Shiro dapat menemukan lokasi Boss terlebih dahulu.


Inilah alasan Shiro terbang tinggi menjauh dari lokasi pintu masuk Gate.


Setelah cukup jauh terbang, Shiro akhirnya melihat pulau apung yang cukup besar. Ia memutuskan untuk mendarat di pulau itu.


Saat mendarat, dari kejauhan ia melihat seekor burung Biru setinggi 5 meter dengan garis hitam di tubuhnya. Paruhnya berwarna kuning, bentuknya runcing. Bila mengenai seseorang, mungkin bisa membuat orang tersebut menjadi donat.


`zi~ zi~ zi~`


Burung tersebut mengepakkan sayapnya dan terlihat busur petir berwarna biru yang mengelilingi tubuhnya. Shiro tahu, burung ini adalah Thunder Bird.

__ADS_1


` kiek~`


Burung tersebut berteriak dan terbang keatas. Ia lalu berputar arah dan menuju Shiro dengan kecepatan yang cukup cepat.


Busur petir itu menambah kecepatan dari Thunder Bird. Resonansi busur petir itu juga membuat suara redam. Jika tidak melihatnya langsung, mungkin sulit untuk mendeteksi Kecepatan gerak dari Thunder Bird.


Walaupun itu terlihat sangat kuat, namun bukan Shiro namanya jika tidak bisa menghadapinya.


Dengan mudahnya Shiro melihat arah lintasan terbang Thunder Bird dan menghindarinya dengan kecepatan miliknya.


Saat Shiro hendak memukul Thunder Bird, busur petir disekeliling Thunder Bird menyengat tangan Shiro yang berusaha mendekat.


` bang~`


Walaupun Shiro berhasil memukul Thunder Bird, dan membuatnya terpental cukup jauh. Namun ia juga terkena dampak dari pertahanan Busur petir dari Thunder Bird.


Tangannya sedikit mati rasa ketika tersengat oleh busur petir yang melindungi Thunder Bird.


Thunder Bird memuntahkan seteguk darah, dan ia berusaha bangkit. Kepala Thunder Bird tersebut cukup pusing akibat dampak serangan dari Shiro.


Dalam kondisi pusing, memanfaatkan kemampuan terbangnya, ia mencoba kabur dan terbang menjauh dari Shiro.


Namun sayang sekali, Thunder Bird itu tidak tahu kalau Shiro masih bisa terbang dengan sayap miliknya.


Melihat Thunder Bird yang berusaha kabur, Shiro mengepakkan sayapnya dan mulai mengejar. Ia juga mengeluarkan Twin White Tiger sebagai senjata untuk menumbuhkan Thunder Bird.


Memanfaatkan kondisi Thunder Bird yang masih belum stabil, Shiro dengan mudah mengejar dan langsung menyerangnya.


` KIEEEKKK~`


Thunder Bird itu berteriak ketika terkena tusukan dari Twin White Tiger. Sayapnya menjadi mati rasa dan Thunder Bird tersebut kehilangan kemampuan terbangnya dna akhirnya jatuh.


Thunder Bird tersebut lumpuh akibat efek racun yang terdapat pada Twin White Tiger. Ingat, bahan pembuatan Twin White Tiger adalah Fang's of Two-headed Hydra yang memiliki efek racun dan korosi.


` bukk~`


Thunder Bird jatuh bebas ke tanah. Shiro terbang mengikuti arah jatuhnya Thunder Bird. Ia berniat mengambil berbagai material yang sekiranya berguna untuk dijual dari mayat Thunder Bird.


Dengan ringan, Shiro turun diatas mayat Thunder Bird. Tubuhnya tidak ada luka karena ia melapisi tubunya dengan Aura ketika menyerang. Sehingga tidak ada serangan balik dari busur petir yang mengelilingi Thunder Bird.


Shiro memotong mayat dari Thunder Bird menjadi beberapa bagian. Dan mengambil beberapa bagian penting seperti bulu, kristal monster, tulang dan lain sebagainya.


Semua bagian yang menurutnya berguna, Shiro ambil semuanya.

__ADS_1


Setelah selesai, ia melihat ke arah tengah pulau dan tersenyum.


"Saatnya berburu..!"


__ADS_2