
Shiro masih terus berkeliling di sekitaran kaki gunung. Ia mencoba mencari keuntungan di kaki gunung.
Namun tak banyak yang ia dapatkan. Karena lapar, Shiro memanggang monster rusa yang ada di hutan lalu memakannya bersama dengan Unseen.
Ketika keduanya sedang menikmati santapan mereka, tiba-tiba Shiro merasakan ada beberapa pihak yang bergerak mendekat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat cepat.
Shiro langsung berdiri tegak, melepaskan daging panggang tersebut. Ia lalu memandang arah pihak tersebut akan datang kepadanya.
Unseen yang melihat tingkah Shiro juga langsung tahu apa yang akan terjadi. Ia masuk ke Bayangan pohon didepannya dan bersiap untuk menyergap musuh yang datang.
Tak lama, sesosok harimau muncul dari sudut pandangnya. Harimau tersebut sedang berlari kencang seperti sedang dikejar sesuatu, sehingga ia tidak menerkam Shiro.
Shiro pun mengabaikan harimau tersebut, melainkan melihat dua sosok yang mengejar harimau tersebut. Sosok tersebut adalah Green Nova Priarie.
Melihat ada Shiro, Kedua Green Nova Priarie saling memandang dan menyerang Shiro secara bersamaan.
Salah satu Green Nova Priarie menyerang dengan cepat, terlihat 3 cakar di kedua tangannya membesar dan tampak menjadi lebih tajam. Sedangkan Green Nova Priarie yang lainnya, terlihat sebuah listrik terbentuk diantara kedua antenanya.
` zi zi zi~`
Green Nova Priarie yang berada di belakang, melepaskan 2 buah serangan listrik panjang. Namun serangan tersebut tidak mengenai Shiro, melainkan berada di kedua sisi Shiro.
Shiro sepertinya tahu rencana yang mereka buat, mereka ingin membatasi pergerakan Shiro agar tidak bisa menghindar, lalu menyelesaikan serangan dengan jarak dekat.
Benar saja, tebakannya benar. Green Nova Priarie yang tangannya sudah membesar, bersiap untuk menebas Shiro.
` slashh~`
Namun sepertinya mereka salah pilih lawan. Shiro berhasil menghindari serangan tersebut dengan mudah. Lalu Shiro mengeluarkan Twin White Tiger, ia memotong kedua tangan Green Nova Priarie.
Darah ungu menyembur keluar dari bekas te di kedua tangannya, Green Nova Priarie merontah kesakitan. Namun ia tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun, toh Green Nova Priarie tidak memiliki mulut.
Ya benar, Green Nova Priarie tidak punya mulut. Di kepalanya hanya ada Kedua Bola Mata merah yang sangat besar, dua lubang hidung, Sepasang telinga dan sepasang antena di kepalanya. Sebuah gambaran makhluk yang cukup aneh.
Tak cukup dengan menebas kedua tangan Green Nova Priarie, Shiro melanjutkan serangannya dengan memotong leher dari Green Nova Priarie.
__ADS_1
Dengan serangan tersebut, satu Green Nova Priarie dapat dikalahkan Shiro dengan mudah. Untuk Green Nova Priarie yang satunya, sudah ada Unseen yang mengurusnya.
Karena tepat berdirinya Green Nova Priarie adalah tempat persembunyian Unseen.
Green Nova Priarie yang melihat kejatuhan salah satu rekannya, ia langsung membatalkan mantranya dan hendak kabur.
Kelengahan Green Nova Priarie terlihat jelas dimata Unseen. Memanfaatkan hal tersebut, Unseen keluar dari balik bayangan dan menyerang dari atas. Ia pertama menargetkan kedua antena di kepala Green Nova Priarie.
Setelah Antena tersebut terputus, tubuh Green Nova Priarie bergetar hebat. Seperti dalam keadaan Shock berat.
Inilah salah satu sumber kekuatan sekaligus kelemahan pada Green Nova Priarie. Unseen memanfaatkan hah tersebut untuk melanjutkan serangan. Ia memotong leher dari Green Nova Priarie dengan kedua sabit di lengannya.
Kedua Green Nova Priarie, semuanya telah diselesaikan dengan mudah oleh Shiro dan Unseen.
Melihat hal ini, Shiro tersenyum. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke satu target lagi, yaitu seekor harimau yang dikejar oleh Green Nova Priarie, "Selanjutnya, giliranmu."
Selama pertarungan Shiro dan Green Nova Priarie, Harimau tersebut tidaklah kabur. Ia malahan melihat kearah pertempuran Shiro.
Ketika Shiro berbalik dan menatap Harimau tersebut dengan senyum diwajahnya. Harimau tersebut tidak takut ataupun kabur. Malahan, Harimau tersebut mendekati Shiro.
Shiro menggaruk-garuk kepalanya, ia bingung dengan keadaan ini. Namun Shiro kembali dikejutkan dengan pemandangan didepannya.
Harimau tersebut berubah. Ketika harimau itu mendongak, muka harimau tersebut berubah menjadi sesosok perempuan. Kemudian diikuti oleh tangan dan kakinya yang berubah menjadi kaki dan tangan manusia.
Bulu dan kulit harimau berubah menjadi sesosok rambut yang menjuntai panjang dengan pakaian normal biasa dilengkapi dengan mantel bermotif corak harimau.
Shiro terkejut disertai kagum. Karena perubahan dari Harimau tersebut menjadi sesosok wanita yang cukup cantik, terlihat sangat-sangat alami. Berbeda dengan apa yang ia tonton di kehidupan sebelumnya, yang sering terlalu banyak gaya dan efek yang terkadang terlihat cukup lebay saat perubahan terjadi.
Wanita Harimau itu mendatangi Shiro, ia kemudian membungkuk kembali, "Terimakasih, Tuan! atas anugerah penyelamatan nyawanya."
Shiro kembali ke akal sehatnya, "Sama-sama, itu bukan apa-apa."
Kemudian sosok Wanita Harimau yang cantik tersebut mengalihkan pandangannya kepada sepasang Kerambit yang Shiro pegang.
"Tuan, bisakah saya meminta bantuan Tuan? Teman-teman saya sekarang dikepung oleh Monster hijau tadi, bisakah Tuan membantu ?" pinta wanita harimau itu.
__ADS_1
Shiro berpikir sebentar, hingga akhirnya ia mengangguk menyetujui permintaan wanita harimau itu.
Wanita Harimau itu kembali ke bentuk harimau dan memimpin jalan dengan cukup cepat.
Shiro mengikutinya dari belakang. Suara Unseen terdengar di benaknya. "Shiro, hati-hati! Identitas wanita itu adalah...."
Sebelum Unseen menjelaskan kata-katanya, Shiro memotong ucapannya, "Aku tahu identitasnya."
Kemudian Shiro teringat dengan sebuah Legenda di salah satu wilayah provinsi di Negara asal dikehidupannya sebelumnya. Sebuah wilayah yang sama dengan terkenalnya Kerambit.
Saat melihat perubahan wanita itu, Shiro lansung memikirkan legenda itu juga. Sebuah Legenda Manusia Harimau.
Masyarakat setempat mengenal Legenda Manusia Harimau dengan sebutan, Cindaku.
Beberapa menit berjalan menyisiri hutan. Shiro bertanya kepada Wanita Harimau itu, "Apakah masih jauh ?"
"Tidak, sudah dekat, sebentar lagi kita sampai. Ada di padang rumput didepan sana."
Shiro mengangguk dan terus mengikuti Wanita Harimau itu.
Di depan sana, akhirnya ia keluar dari hutan. Terlihat padang rumput di depan mereka.
"Bukankah ini padang rumput tempat masuk Gate?" gumam Shiro.
Shiro tetap melangkah maju, mengikuti arah Wanita Harimau.
Terlihat ada 5 Manusia berkepala harimau yang sedang terkepung oleh puluhan Green Nova Priarie.
Para Manusia Harimau itu terlihat sedang terdesak, namun mereka tidak mundur karena sedang menjaga sesuatu. Beberapa Manusia Harimau terlihat tergeletak di padang rumput. Entah mereka masih hidup atau tidak, namun nasib mereka tidak terlihat baik.
Ya, mereka sedang melindungi Riak Gate tempat Gate terhubung ke Dunia tempat Shiro tinggali saat ini. Para Cindaku mengelilingi Riak Gate tersebut agar para Green Nova Priarie tidak bisa keluar dari Gate ini.
Melihat pemandangan ini, Shiro agak terharu dan sedikit marah.
Shiro bersumpah, "Aku akan membunuh mereka semua."
__ADS_1