Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
229. New Weapon Unlocked


__ADS_3

Keesokan harinya, Shiro bangun tidur dengan rasa puas. Aroma makanan langsung menusuk hidungnya ketika ia bangun.


Ia membereskan tendanya kemudian masuk ke dalam rumahnya. Ketika berada di dalam, ternyata Ume dan Lidya telah menyediakan sarapan untuk mereka santap bersama.


"Mari sarapan bersama!" ajak Keduanya.


Shiro mengangguk, ia tidak menolak. "Oke!"


Ketiganya sarapan di meja yang sama. Disaat itu juga, Ume dan Lidya memberitahukan kepada Shiro kalau mereka tidak memakai kamarnya.


Mendengar ini, Shiro agak malu dengan kesalahpahaman ini. Ternyata semuanya tidak sama dengan apa yang ia pikirkan semalam.


Ketiganya lalu melanjutkan sarapan mereka. Setelah itu, mereka melakukan pekerjaannya masing-masing.


Ume dan Lidya berangkat ke Asosiasi Pahlawan untuk menerima misi. Keduanya berada di tim yang sama. Sedangkan Shiro, karena tidak ada pekerjaan khusus yang perlu ia lakukan, ia berniat untuk berpatroli seperti biasa untuk mencari keberadaan Iblis di Organisasi Hitam.


Namun sayangnya, ia masih belum menemukan keberadaan mereka sedikitpun. Hal ini Shiro lakukan selama seminggu penuh. Dari pagi, siang, sampai malam ia berpatroli, namun ia masih tidak menemukan keberadaan dari Organisasi Hitam. Mereka seakan lenyap begitu saja bagaikan ditelan bumi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Meskipun begitu, Shiro masih tidak menyerah. Ia masih terus mencari walaupun ia yakin kalau Organisasi Hitam tidak lagi berani muncul di perkotaan dan bergerak di alam liar.


Setelah seminggu penuh berpatroli, akhirnya ia menemukan sebuah kabar baik.


Kabar baik itu bukanlah karena ia menemukan petunjuk tentang Organisasi Hitam ataupun Iblis. Tapi ia mendengar kabar baik dari Asosiasi Pahlawan.


Penelitian tertutup yang mereka lakukan telah membuahkan hasil. Alat yang mereka buat dapat memecahkan kebuntuan ini. Shiro langsung bergegas ke Kantor Ketua Asosiasi untuk melihat alat yang mereka kerjakan selama ini.


Datang kesana, Shiro melihat Ketua Asosiasi yang sedang mengagumi benda yang mirip roket dengan ukuran hampir seukuran burung elang.


Melihat kedatangan Shiro, Ketua Asosiasi tersenyum, "Hahaha~ Lihat mahakaryaku, cantik kan?" tanyanya.


Shiro tidak menanggapi pertanyaan Ketua Asosiasi, ia hanya bertanya balik kepadanya, "Ketua, alat apa ini?"


Ketua Asosiasi kembali memyeringai dan menepuk bahu Shiro, "Baguslah kau bertanya, alat ini adalah alat pendeteksi yang mirip radar dengan fungsi mencari keberadaan Gate dengan cara..."


Ketua Asosiasi lalu dengan antusias menceritakan fungsi alat yang mirip roket itu. Ia memamerkan fungsi dan kerja kerasnya dalam menciptakan alat ini kepada Shiro.


Ternyata alat mirip roket itu mengambil fungsi layaknya satelit. Namanya adalah Radar Pendeteksi Gate. Sesuai dengan namanya, Fungsi radar ini adalah mendeteksi keberadaan Gate dengan cara terbang cukup tinggi melintasi bumi.

__ADS_1


Dengan cakupan jangkauannya yang cukup besar ditambah kecepatan yang hampir mendekati kecepatan cahaya. Roket radar ini dapat membantu menandakan lokasi Gate yang muncul di alam liar melalui pemancarnya yang akan dikirimkan ke hologram visual yang tersambung diantara keduanya. Gambar dan lokasi Gate akan dikirimkan setiap 5 detik.


"Bagaimana? Bukankah alat ini cukup bagus? Hahaha~ Dengan begini, kita tidak akan terlambat mengetahui kemunculan Gate," ucap Ketua Asosiasi dengan bangga.


Mendengar fungis alat ini, Shiro mengangguk setuju. Alat ini memang sangat berguna dan membantu dalam mencari keberadaan Gate yang tersebar di luar sana. Terutama di tempat-tempat yang sangat sulit dijangkau keberadaannya.


Alat ini sangat membantu mereka. Dan dengan ini, tugas Shiro untuk menghilang bahaya tersembunyi dari Gate yang muncul di alam liar bisa dengan mudah terselesaikan.


"Alat yang bagus... tapi bisakah target diteksinya diganti?" tanya Shiro.


"Diganti menjadi?"


"Iblis! Kita saat ini butuh alat yang dapat mendeteksi Iblis. Mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang besar di luar sana. Jika kita tidak segera menghentikan mereka, semuanya bakal terlambat."


Ketua Asosiasi menggelengkan kepalanya, "Itu tidak bisa!"


"Kenapa?" tanya Shiro.


"Sumber energinya tidak ada. Kebanyakan Iblis Iblis ditangkap selama ini adalah campuran dari Ras lain. Sehingga yang terdeteksi bukan Iblis sungguhan, melainkan Ras lain, manusia itu sendiri," jelas Ketua Asosiasi.


Ketua Asosiasi jelas sudah memikirkan masalah ini dan mencobanya. Dan hasilnya nihil. Alat deteksi itu malah mendeteksi manusia-manusia lainnya. Bukan Iblis. Jadi Ia menyimpulkan kalau butuh tubuh Iblis yang asli untuk dapat mendeteksi keberadaan mereka.


Sudah beberapa hari ia mencari keberadaan Iblis ataupun Organisasi Hitam. Namun ia tidak pernah berhasil menemukan keberadaan mereka, bahkan ujung rambutnya saja tidak kelihatan.


Jika alat itu bisa direalisasikan, ini akan mudah baginya untuk mencari keberadaan Ras Iblis dan memusnahkan mereka. Tidak perlu repot-repot lagi untuk berkeliaran kesana-kemari mencari keberadaan mereka.


"Jadi, apa rencana kita selanjutnya mengenai Iblis dan Organisasi Hitam?" tanya Shiro mendesah berat.


Ketua Asosiasi tersenyum, "Bukankah kita ada ini?" tunjuknya ke alat deteksi tersebut.


"Eh... Apa maksudnya.... Oh, jadi begitu ya!" awalnya Shiro bingung, namun kemudian ia memahami maksud dari Ketua Asosiasi.


Karna Iblis dan Organisasi Hitam menargetkan kehidupan di alam liar, itu berarti Gate juga termasuk target mereka. Para Iblis dan Organisasi Hitam pasti akan memasuki Gate untuk menambah objek pengorbanan.


Selain itu, mereka juga dapat mengetahui lokasi pasti dari Gate yang ada di alam liar dan bisa membersihkannya. Untuk mencegah bahaya tersembunyi membuat Gate tersebut berubah menjadi merah. Ataupun mencegah Iblis dan Organisasi Hitam untuk memanfaatkan Gate tersebut sebagai objek pengorbanan.


Jika beruntung, mereka mungkin bisa menemukan jejak Iblis dan Organisasi Hitam dari Gate yang muncul di alam liar, terutama di sekitaran wilayah suku Cindaku dan Ras Dark Elf sebelumnya. Bisa dibilang rencana ini 3 ini 1. Hanya dengan sekali dayung, beberapa pulau akan terlampaui.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Ketua Asosiasi dengan penuh senyuman.


"Tunggu apa lagi, mari kita lakukan sekarang!" jawab Shiro dengan tidak sabar.


Keduanya kemudian keluar dari gedung Asosiasi Pahlawan dan datang ke lapangan terbuka milik Asosiasi Pahlawan dengan membawa roket pendeteksi.


Sesampainya disana, Ketua Asosiasi mulai mendebug alat tersebut untuk mempersiapkan proses peluncurannya. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya roket pendeteksi Gate siap untuk diluncurkan.


"Ayo kita hitung mundur peluncuran roket pendeteksi Gate ini," ucap Shiro dengan penuh semangat.


Ketua Asosiasi mengangguk, ia juga menantikan kinerja dari alat pendeteksi Gate ini. Jika berhasil, ini akan merubah keadaan umat manusia.


"10..."


"9..."


"8..."


"7..."


"6..."


"5..."


"4..."


"3..."


"2..."


"1."


"Meluncur!" ucap keduanya bersamaan.


Dengan itu juga, Roket pendeteksi Gate juga meluncur ke angkasa. Dilihat dari kinerja terbangnya, sepertinya sejauh ini, semuanya berjalan sesuai rencana.


Sekarang, mereka harus memastikan apakah roket pendeteksi Gate itu berhasil bekerja dan tersambung dengan hologram wilayah bumi.

__ADS_1


Keduanya mengecek secara bersamaan, kemudian tersenyum.


"Berhasil!"


__ADS_2