
Cindaku Wanita berjalan mendekati Shiro, "Bisakah kita bicara ?"
Shiro yang awalnya hendak pergi, terhenti oleh ucapan Cindaku wanita itu. Karena merasa tidak ada masalah, Shiro mengangguk menyetujuinya.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Shiro.
"Namaku Lidya, aku mewakili suku ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang kau berikan."
"Tidak masalah, ini bukan apa-apa."
"Tetap saja, kami perlu mengucapkan terimakasih. Bisakah kau ikut dengan kami ?"
Mendengar ajakan Lidya, Shiro menjadi sedikit waspada, "Kemana ?"
"Ikut ke kediaman suku kami, sebagai ucapan terimakasih, kami akan memberimu hadiah."
Shiro menggelengkan kepalanya, ia mencoba menolak dengan halus, "Tidak perlu, aku yidak punya banyak waktu, mereka sudah tahu lokasi Riak Gate menuju dunia luar, aku ingin bergegas menyelesaikan Gate ini secepatnya."
Mendengar penjelasan Shiro, Lidya hanya bisa mengangguk, ia menyetujui alasan Shiro, walaupun ia sendiri agak kecewa.
"Baiklah, kami menghormati pilihanmu. Namun tetap saja, setelah Gate ini selesai, kami harap kau bersedia mampir ke kediaman suku kami," pinta Lidya.
Shiro berpikir sejenak, ia kemudian mengangguk, "Baiklah, aku akan berusaha, aku tidak bisa berjanji."
"Tidak masalah. Sekali lagi, kami mengucapkan banyak sekali terimakasih," ucap Lidya sembari sedikit membungkuk.
"Bagaimana dengan sukumu yang lain ? Apakah mereka semua baik-baik saja?" tanya Shiro.
"Mereka baik-baik saja, namun 2 tim pengintai yang pertama kali menaiki gunung, telah menghilang. Kemungkinan mereka sudah mati, dan para Green Nova Priarie sudah membaca ingatan mereka. Sehingga mereka tahu lokasi dari pintu masuk Gate ini."
Mendengar penjelasan Lidya, ia baru ingat kalau Green Nova Priarie memiliki kemampuan ini. Ia pun merasa penjelasan Lidya sangat masuk akal.
"Karena sudah begitu, kita harus bergegas menyelesaikan semua ini. Takutnya mereka sudah mengumpulkan pasukan untuk menuju kesini," ucap Shiro.
"Ya, kau benar. Aku dan 2 orang lagi akan ikut denganmu. Para Cindaku yang tersisa akan kembali ke suku dan membawa beberapa orang lagi untuk menjaga Gate."
Shiro mengangguk, keikutsertaan mereka tidak merepotkannya, melainkan cukup membantu. "Baiklah, mari bergegas."
Shiro memimpin duluan didepan.
Lidya mengangguk, ia memberi isyarat kepada 2 Cindaku yang berada di belakangnya. Ia pun bergegas menyusul Shiro yang sudah pergi duluan menuju gunung.
Kecepatan lari Shiro cukup cepat, namun ketiga Cindaku yang mengikutinya tidak kalah cepat. Mereka mengikuti Shiro walaupun tubuh mereka ada sedikit luka.
__ADS_1
Shiro kagum dengan Fisik Manusia Harimau, Cindaku. Andai ia bisa belajar, ia mungkin akan berusaha belajar. Namun seingatny, hanya para keturunan manusia harimau atau orang yang mengabdikan dirinya untuk alam, yang bisa menjadi Manusia Harimau atau Cindaku.
Walaupun begitu, kesempatan masih ada. Mungkin saja di suku Cindaku, ada Gulungan skill yang dapat memungkinkan Shiro untuk mempelajari Seni Silat Harimau disertai perubahan Manusia Harimau dengan cepat. Mengingat ini bukan dunia tempat tinggalnya sebelumnya.
Ketika masuk kaki gunung, Shiro merasakan ada pergerakan sekitar 10 orang Green Nova Priarie yang sedang turun gunung. Arah pergerakan mereka seakan menuju kearah Shiro dan yang lainnya.
Sungguh kebetulan sekali, arah pergerakan mereka bertabrakan, kemungkinan besar kedua belah pihak akan berpas-pasan di tengah jalan.
Lalu Shiro membuat isyarat untuk maju dan berpencar, bersiap untuk menyergap musuh.
Ketiga Cindaku yang mengikutinya memahami maksud Shiro. Mereka lekas berpencar, namun tidak terlalu jauh dengan Shiro.
Selang beberapa detik, penampakan 10 Green Nova Priarie akhirnya terlihat. Mereka semua cukup terkejut melihat Shiro.
Walaupun antena mereka cukup multi-fungsi, namun antena mereka tidak bisa digunakan untuk memindai lingkungan sekitar.
Green Nova Priarie yang awalnya terkejut, mereka lalu bergegas bergerak ke arah Shiro. Mereka memamerkan kuku cakarnya yang tajam.
Mereka mungkin mengira kalau Shiro lemah dna hanya bergerak seorang diri. Makanya mereka semua menyerang secara bersamaan tanpa memikirkan formasi atau rencana apa pun.
Shiro berpura-pura kabur, mencoba membuat Green Nova Priarie lengah. Tentu saja Shiro dengan sengaja melambat agar bisa terkejar okeh mereka. Jika tidak, mereka semua mungkin sudah tertinggal jauh.
Melihat para Green Nova Priarie terpancing, seringai muncul di wajah Shiro.
Shiro lalu berbalik dan mulai menyerang ke arah kerumunan Green Nova Priarie.
Bola listrik tersebut terbang ke arah Shiro, namun Shrio tidak berniat menghindar, melainkan tersenyum.
` jentik~`
Shiro menggunakan Skill Switch dan berpindah tempat dengan salah satu Green Nova Priarie.
`Bang~`
Yang terkena serangan Bola Listrik bukanlah Shiro, melainkan salah satu Green Nova Priarie. Mereka semua terkejut, mereka memandnag Green Nova Priarie yang mengeluarkan Bola Listrik dengan tajam.
Mereka saling memandang, bagaikan sedang ribut, saling menyalahkan satu sama lain.
Shiro melemparkan beberapa pisau lempar kepada kerumunan Green Nova Priarie yang sedang lengah.
Beberapa Green Nova Priarie yang lengah, terkena lemparan pisau tersebut. Walaupun luka tersebut hanya berupa goresan yang tidak terlalu dalam. Tapi mereka tampak cukup marah.
Para Green Nova Priarie yang sebelumnya berkumpul, sekarang berpencar dan ingin mengepung Shiro dari berbagai arah.
__ADS_1
Namun ini termasuk rencana Shiro, Shiro menyeringai, ini yang ia harapkan.
Dengan berpencar, mereka kehilangan keunggulan numerik mereka. Ketiga Cindaku dan Unseen sudah siap menyergap mereka yang berpisah.
"Roar~"
"Roar~"
Para Cindaku berubah menjadi manusia harimau, mereka menyergap mangsa yang sudah mereka bicara sedari tadi.
Dengan sekejap, mereka menerkam mangsa dan menggigit leher Green Nova Priarie yang mereka targetkan.
Terkena gigitan di leher oleh Cindaku, Green Nova Priarie tidak bisa berbuat apa-apa, mereka menjadi lemah. Mereka dengan mudah dibunuh oleh para Cindaku.
Dalam sekejap, 3 Green Nova Priarie berhasil dikalahkan oleh para Cindaku.
Tak hanya ketiga Cindaku, Unseen pun bekerja dengan baik. Ia perlahan-lahan menyergap Green Nova Priarie dan terus menyerang Green Nova Priarie dengan cepat dan berturut-turut.
Green Nova Priarie tidak bisa menyerang ataupun menentukan lokasi Unseen. Tanpa perlawanan yang berarti, Satu Green Nova Priarie dapat dikalahkan dengan mudah oleh Unseen.
Ditotal-total, sudah 5 orang yang sudah dikalahkan. Tersisa 5 Green Nova Priarie yang tengah berhadapan dengan Shiro.
` zi zi zi~`
` wooshh~`
Berbagai serangan kembali menyernaga dirinya, namun Shiro tetap tenang seperti biasa.
"Mereka terkenal makhluk yang pintar, namun mereka tampak bodoh dan tidak belajar dari pengalaman," gumam Shiro.
Shiro kemudian menjentikkan kembali Jarinya dan mengaktifkan Skill Switch.
Shiro berpindah tempat dengan salah satu Green Nova Priarie
` BANG~`
Satu lagi Green Nova Priarie dikalahkan.
Shiro bergegas berlari ke Green Nova Priarie yang terdekat, ia lalu mengeluarkan sepasang Kerambit dan menebas leher Green Nova Priarie.
Satu lagi pihak Green Nova Priarie dikalahkan.
Melihat rekan mereka semua dikalahkan. Mereka berniat kabur, namun Unseen da ketiga Cindaku tidak tinggal diam.
__ADS_1
Keempat Green Nova Priarie yang hendak kabur, berhasil dikalahkan oleh mereka.
Shiro memandang rekan setimnya dengan oenuh senyuman. "Kerja Bagus, mari kita lanjutkan perjalanan."