Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
32. Masuk ke dalam Gate


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu.


Shiro dan yang lainnya telah magang selama beberapa bulan ini di Industri Keluarga Yuki.


Banyak hal yang pernah mereka lakukan, banyak misi pahlawan yang telah mereka jalani. Namun kebanyakan adalah misi-misi sepele yang tak terlalu pantas untuk disebutkan.


Jarang ada pertarungan, tak terlalu banyak konflik, hanya sebuah permintaan dan permasalahan kecil yang perlu diselesaikan oleh Siswa magang seperti Shiro dan yang lainnya.


Walaupun hanyalah misi kecil, namun ketiganya tetap melaksanakan misi dengan sepenuh hati, tanpa mengeluh ataupun meremehkan misinya. Karena inilah kewajiban mereka.


Upah yang mereka terima pun lumayan banyak, setidaknya mereka bisa menghidupi hari-hari mereka.


Selain mengerjakan misi setiap harinya, Shiro dan yang lainnya juga tidak lupa untuk beristirahat selama hari libur.


Aktivitas di hari libur, mereka habiskan untuk beristirahat, membeli berbagai keperluan, ataupun menonton hiburan.


Denshu yang sering datang ke Bar untuk mencari gadis-gadis, berbelanja, dan terkadang upah yang Denshu terima bisa langsung habis karena terlalu banyak mentraktir gadis-gadis tersebut.


Untuk Brendy, ia lebih banyak berlatih dan membeli berbagai alat-alat yang dapat membantunya dalam berolahraga. Walaupun di tempat tinggal mereka saat ini disediakan Gym, namun Brendy lebih memilih membeli keperluannya sendiri.


Tak ayal Brendy pergi ke arena dan Aula pertempuran di pusat kota, ia sering datang untuk sekedar menonton pertandingan di waktu luang. Dan ada beberapa kali ia ikut mendaftar untuk melaksanakan pertandingan di arena, mencoba melihat peningkatan kekuatannya.


Sedangkan untuk Shiro, selain beristirahat, ia kadang terjebak di antara kondisi kedua temannya. Ia kadang diseret Brendy untuk ikut serta dalam pertarungan di arena, ataupun ia menjadi sasaran Denshu sebagai tempat berhutang.


Sering kali Shiro terseret oleh konflik dan masalah yang ditimbulkan keduanya.


Untuk upah Shiro, ia habiskan untuk membeli berbagai kebutuhan rumah, ia juga membeli daging dan Kristal Monster sebagai bahan makanan Unseen. Sisa uangnya akan ia tabung untuk kebutuhan masa depan.


Hubungan antara Shiro dan Unseen pun semakin membaik. Tidak hanya Shiro, hubungan Denshu, Brendy, dan Battle Pet mereka pun semakin membaik.


......................


Hari ini.


Shiro berkumpul dengan yang lainnya, termasuk Shiryuu-senpai.


Ini adalah yang kesekian kalinya bagi mereka untuk menjalankan misi bersama-sama. Walaupun biasanya hanya misi tingkat rendah.

__ADS_1


"Senpai, misi apa yang akan kita laksanakan hari ini? Dimana kita akan melaksanakan misinya ?" tanya Brendy.


"Kita akan melaksanakan misi di dalam Gate" jawab Shiryuu-senpai.


Mendengar hal ini, Shiro, Brendy dan Denshu langsung terkejut. Mereka tidak menyangka akan melaksanakan misi di dalam Gate. Biasanya mereka akan melaksanakan misi di sekitaran Kota atau sedikit masuk ke dalam hutan.


Walaupun mereka tidak mengharapkan melaksanakan misi di dalam Gate sedini ini. Namun mereka sangat bersemangat.


Ini berarti, Hari ini adalah hari pertama kalinya bagi mereka untuk memasuki Gate. Hari pertama bagi mereka memasuki Gate untuk menjalankan sebuah misi.


Menurut apa yang dikatakan Shiryuu-senpai, mereka akan menjalankan misi di dalam Gate untuk mengumpulkan Bahan Obat.


"Senpai, Gate yang akan kita masuki apakah berbahaya ? Apa saja yang perlu kami persiapkan ?" tanya Denshu.


"Gate yang akan kita masuki adalah Gate yang sudah tidak aktif, Gate tersebut berada dibawah pertanggungjawaban dan pengawasan Industri Keluarga Yuki, jadi tidak perlu khawatir. Sudah pasti aman. Selain itu, kita akan berada disana selama beberapa hari, jadi persiapkan beberapa perlengkapan untuk menjalankan misi didalam sana. Aku akan memberitahu apa yang harus dibawa, pertama tenda, kedua...."


Shiro dan yang lainnya mengangguk, mereka mulai mencatat berbagai perlengkapan yang disebutkan Shiryuu-senpai untuk dibawa ke dalam Gate.


Shiryuu-senpai juga memberitahu Shiro dan yang lainnya untuk membawa perlengkapan yang lainnya, jika menurut mereka ada perlengkapan penting lainnya selain apa yang ia sebutkan.


Mereka pun bubar dan kembali ke kamarnya masing-masing guna menyiapkan berbagai perlengkapan yang akan mereka bawa ke dalam Gate.


Karena Gate yang akan Shiro dan kawan-kawan masuki adalah Gate yang beriklim Salju atau dengan kata lain suhu di dalam sangat dingin.


Shiro dan yang lainnya banyak membawa pakaian tebal, dan pemanas lainnya untuk menghangati kondisi tubuh mereka selama berada di dalam Gate.


Setelah cukup berkemas, mereka pun berkumpul kembali ke Gerbang Kota A.


Sebelum berangkat, Mereka disana mengecek kembali kondisi setiap peralatan yang mereka bawa.


Setelah mereka pastikan tidak ada yang ketinggalan dan semua yang mereka bawa sudah cukup, mereka meminta izin kepada penjaga Gerbang untuk melaksanakan misi di luar kota.


Penjaga Gerbang memeriksa identitas dan detail Misi mereka, lalu setelah itu mereka baru diizinkan keluar. Ini sudah beberapa kali mereka lakukan, jadi sudah biasa.


Mereka keluar Kota dan memasuki hutan dengan menaiki kendaraan milik Keluarga Yuki. Kendaraan yang dibawa Sejenis mobil Off-road yang bisa digunakan di segala medan.


Tak mungkin mereka berangkat dengan berjalan kaki menuju lokasi Gate yang cukup jauh. Bisa malam jika mereka harus kesana dengan berlari atau jalan kaki.

__ADS_1


Ketika di perjalanan, mereka sering beberapa kali berhenti ketika menemukan beberapa monster kecil seperti kelinci bertanduk, domba batu, ataupun monster-monster lainnya yang menghadang jalan.


Setelah membunuh monster di jalan, mereka tak lupa mengambil setiap inti Kristal Monster tersebut, dan mengambil beberapa bahan dan organ penting dari monster yang telah dibunuh tersebut.


Merekapun terus melanjutkan perjalanan menuju Gate Keluarga Yuki.


Hampir Dua jam berlalu.


Shiro dan yang lainnya akhirnya sampai ke Gate yang mereka tuju.


Gate tersebut lumayan besar, berbentuk oral dengan tinggi sekitar 7 meter. Gate tersebut berwarna putih.


Dari pelajaran yang mereka dapatkan dari Akademi, ada 3 jenis Gate yang ditandai dengan warna yang berbeda.


Gate pertama yaitu Gate yang berwarna Biru. Gate ini adalah Gate normal yang mana berarti Gate tersebut baru muncul dan Aura didalamnya masih baru. Dan masih banyak hal yang perlu dijelajahi di dalamnya.


Gate jenis kedua adalah Gate berwarna merah, dimana Gate dengan jenis ini adalah Gate yang akan pecah. Aura didalamnya terlalu menakutkan dan akan memecahkan Gate lalu setiap Monster didalamnya akan menyembur keluar dari Gate. Gate jenis ini adalah yang paling berbahaya.


Gate yang terakhir yaitu Gate Putih, yaitu Gate yang tergolong aman. Gate dengan jenis ini biasanya tidak terlalu banyak Aura yang tersisa didalamnya, Gate ini masih bisa bertahan karena disokong oleh Kristal Aura yang dipasok dari luar untuk mempertahankan Gate.


Untuk Gate yang berwarna putih, biasanya tidak banyak monster berbahaya didalamnya, dan sering digunakan untuk tempat Pelatihan dan menjelajahi setiap makhluk di dalam.


Shiro yang lainnya ditugaskan ke dalam Gate Putih, karena tidak terlalu bahaya. Itupun Gate yang erat dibawah Yuridiksi Keluarga Yuki. Dengan tingkatan dan status Shiro dan yang lainnya saat ini, mereka tidak akan diizinkan untuk memasuki Gate normal yang berwarna Biru.


"Mari kita langsung masuk" ajak Shiryuu-senpai.


"Ya~"


Mereka pun mulai masuk ke dalam Gate. Penglihatan mereka mulai berubah. Perasaan yang hampir sama ketika mereka melakukan Teleportasi.


Di dalam Gate, terlihat kondisi Salju putih menyelimuti setiap inci tanah di sekitar.


Shiro dan yang lainnya langsung terpana melihat pemandangan disekitarnya.


Ketika Shiro dan yang lainnya sedang mengagumi pemandangan di dalam Gate. Unseen tiba-tiba menghubungi Shiro.


"Shiro, aku merasakannya..."

__ADS_1


__ADS_2