
Kebahagiaan dan suasana haru menyelimuti suasana di dalam Gate.
Setelah runtuhnya tubuh dari Undead Dragon, mereka akhirnya mengerti bahwa Undead Dragon telah berhasil dikalahkan. Akhirnya mereka bisa bernapas lega dan bisa beristirahat sepenuhnya.
Kemustahilan yang mereka anggap sebelumnya, ternyata tidak semustahil itu. Makhluk tersebut bukannya tidak bisa dikalahkan, melainkan karena kekuatan mereka yang masih lemah.
Mereka semua sadar akan hal itu. Jika Undead Dragon berhasil lepas ke dunia luar, kehancuran yang disebabkan oleh Undead Dragon akan sangatlah besar. Akan banyak korban jiwa yang ditimbulkan.
Jika bukan sosok seseorang yang berhasil mengalahkan Undead Dragon sendirian. Mereka mungkin akan tidur abadi di dalam Gate ini.
Mereka ingin berterimakasih kepada sosok tersebut yaitu Shiro. Namun setelah pertarungan, mereka tidak menemukan keberadaan Shiro dimanapun.
Mereka hanya bisa menyesalinya. Mereka terus beristirahat sebelum mereka pergi.
Mumpung Kabut di dalam Gate mulai menipis setelah kekalahan Undead Dragon, mereka akan terus beristirahat sampai Kabut benar-benar menghilang sambil memeriksa kondisi di dalam Gate.
"Tuan Brewthern, Nona Anastasya, bagaimana dengan tulang monster yang berserakan itu?"
Seseorang bertanya kepada Brewthern dan Anastasya. Pertanyaan itu membangkitkan semangat semua orang.
Brewthern dan Anastasya tidak langsung menjawab, keduanya mendiskusikan hal tersebut terlebih dahulu.
Setelah cukup lama berdiskusi, akhirnya keduanya membuat keputusan.
"Mari kita bagi sesuai kontribusi."
Mendengar jawaban dari Brewthern dan Anastasya, mereka sangat bersemangat. Mereka berpikir sebelumnya kalau material dari monster itu akan kembali ke Asosiasi Pahlawan dan mereka hanya akan mendapatkan kredit seperti Koin Emas atau dibarter dengan material dan peralatan lain.
"Namun, pembagian akan dilakukan di Asosiasi Pahlawan. Apakah ada yang keberatan?" sambung Anastasya.
Walaupun mereka awalnya bingung, namun mereka tidak keberatan sama sekali.
Melihat tulang belulang dari Undead Dragon yang tampak utuh, Anastasya dan Brewthern memutuskan untuk membaginya di Asosiasi Pahlawan.
Alasan mereka memutuskan hal itu karena mereka ingin membagikan material dari Undead Dragon kepada Shiro. Jika mereka membaginya sekarang, tidak akan ada sisa untuk Shiro.
Walaupun sebenarnya, Shiro sudah mengambil material dari tubuh Undead Dragon.
__ADS_1
Setelah Unseen dan Twin White Tiger berhasil menghancurkan Orb, Shiro langsung mengambil satu bagian tulang leher yang cukup besar dan potongan Bola Tulang Hitam yang melindungi Orb sebelumnya.
Shiro bisa saja mengambil alih semua material dari tubuh Undead Dragon. Namun ia merasa tidak enak kepada Pahlawan yang hadir.
Walaupun bantuan yang mereka berikan cukup sepele, namun Shiro menghargai usaha dan kerja keras mereka.
Setelah mendapatkan material tersebut, Shiro langsung membawa Unseen dan Twin White Tiger pergi keluar dari dalam Gate.
Dan kepergiannya tidak diketahui oleh siapapun. Namun Anastasya dan Brewthern percaya kalau Shiro sudah pulang duluan.
...****************...
"...Misi berhasil. Semuanya bisa kembali dengan aman dan selamat."
Setelah semua pahlawan berkumpul, Anastasya menghubungi ketua Asosiasi Pahlawan dan menjelaskan bahwa misi mereka telah berhasil dilaksanakan. Dan saat ini, mereka sedang beristirahat dan akan segera kembali.
"Baguslah kalau begitu, jika ada Zero, kalian bisa beritahu dia untuk beristirahat dan kunjungi Asosiasi Pahlawan besok pagi untuk melakukan rapat."
Mendengar hal ini, Anastasya mengerutkan kening, "Anu.. Ketua. Zero tidak ditemukan. Setelah mengalahkan musuh, ia langsung pergi entah kemana. Mungkin ia sudah kembali ke Kota duluan."
Ketua Asosiasi yang Mendengar hal ini langsung menepuk dahinya, "Dasar anak ini. Tidak pernah berubah. Biarkan aku yang menghubunginya nanti. Kalian hati-hati di jalan."
Setelah itu, Anastasya mematikan alat komunikasi dan mulai mengkoordinir para pahlawan untuk membawa tubuh besar dari Undead Dragon untuk dibawa kembali ke Kantor Pusat Asosiasi Pahlawan.
Perjalanan mereka tergolong lancar, tidak ada hambatan yang ditemui.
Disaat mereka membawa tulang-belulang dari Undead Dragon, masyarakat sekitar awalnya terkejut. Namun ekspresi masyarakat berubah menjadi penuh haru dan penuh rasa syukur.
Mereka tidak bisa membayangkan makhluk sebesar itu jika menyerang kediaman mereka.
Menghadapi rasa hormat dari masyarakat sekitar, para pahlawan dapat berjalan dengan penuh kebanggaan. Mereka pun berteleportasi kembali ke Kota A dan membawa tulang-belulang dari Undead Dragon ke Markas Pusat Asosiasi Pahlawan dengan aman dan selamat.
...****************...
Disisi lainnya.
Shiro yang sudah kembali ke Kota A terlebih dahulu, tidak langsung melapor ke Asosiasi Pahlawan. Ia kembali pulang ke rumah yang telah lama tidak Ia tempati di pinggiran Kota A.
__ADS_1
Creak~
Derit pintu ketika dibuka terdengar, aroma debu ketika pintu dibuka merebak di hidung Shiro. Kondisi rumah ketika ia tinggalkan dalam kondisi bersih, kini terlihat cukup kotor dipenuhi oleh debu dan kotoran hewan atau serangga.
Niat hati ingin beristirahat ketika kembali, melihat kondisi rumah seperti itu, Shiro mengurungkan niatnya untuk beristirahat di rumah.
"Unseen, tolong bersihkan rumah ini. Kau bisa kan?"
Mendengar perintah Shiro, walaupun ia merasa di perlakukan tidak adil layaknya seorang pembantu. Namun Unseen hanya bisa mengangguk, menuruti perintah Shiro untuk membersihkan rumah. Toh, hanya Shiro dan ia jugalah yang akan tinggal di rumah ini.
Sementara Unseen membersihkan rumah, Shiro pergi ke tempat karaoke. Bukannya untuk bernyanyi, ia hanya ingin tidur di tempat karaoke selama beberapa jam sambil ditemani oleh alunan musik.
Setelah datang ke tempat karaoke dan membayar sewa untuk 2 jam, Shiro langsung masuk ke ruangan karaoke yang ia sewa. Menyetel daftar putar lagu Slow, Shiro langsung merebahkan diri.
Belum sempat tertidur, alat komunikasi Shiro berbunyi.
Tentu saja Shiro kesal. Namun mengingat Alat komunikasi yang berbunyi adalah alat Komunikasi Khusus dari Asosiasi Pahlawan, Shiro tetap menjawabnya.
"Halo Ketua, ada apa?"
"Selamat atas kerja kerasmu, nak. Kau cukup hebat mengalahkan Boss monster seorang diri."
"Boss monster? Undead Dragon... Um, makhluk Kerangka Raksasa itu bukanlah Boss monster pada awalnya."
"Oh.. Begitukah ? Bisakah kau menceritakannay secara detail. Laporan yang diberikan Anastasya berbeda dengan apa yang kau ucapkan barusan."
"Bisakah itu dilakukan besok saja, Ketua? Aku cukup capek hari ini, baru pulang dari petualangan, aku harus pergi menghadapi musuh kuat seperti itu. Aku benar-benar lelah dan butuh istirahat."
Mendengar keluhan Shiro, Ketua Asosiasi hanya bisa mendesah pelan. Ia tidak bisa memaksa Shiro, dan ia juga memaklumi keadaan Shiro saat ini.
"Baiklah, silahkan istirahat. Besok pagi jangan lupa laporan. Oh ya, satu lagi. Besok akan diadakan rapat atas laporan yangkau berikan sebelumnya. Aku harap kau bisa datang tepat waktu dan ikut berpartisipasi dalam rapat tersebut. Apakah kau bisa?"
Memikirkan permintaan Ketua Asosiasi, Shiro memikirkannya sebentar sebelum membuat keputusan.
"Baiklah, aku akan ikut. Tapi pinjamkan aku jubah hitam lagi. Jubah hitamku rusak, aku tidak ingin penampilan asliku dikenali oleh orang banyak."
"Baiklah, semoga istirahatmu menyenangkan."
__ADS_1
Setelah itu, alat komunikasi dimatikan oleh Shiro. Akhirnya ia bisa beristirahat dengan Tenang.
Diiringi lagu-lagu slow Nan melow, Shiro seakan dininabobokkan, ia tertidur cukup cepat dan nampak pulas.