Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
22. Mentor dan Tim


__ADS_3

Shiro kembali ke kamar asramanya.


Ia berniat melakukan lotere malam ini, mumpung Denshu dan Brendy sedang tidak berada di Asrama.


Lalu Shiro mengunci pintu. Ia takut tiba-tiba ada yang masuk saat ia sedang mengintegrasikan hadiah.


Meskipun Brendy dan Denshu bisa masuk menggunakan kunci asrama milik mereka. Namun suara ketika kunci kamar diputar pasti terdengar oleh Shiro yang ada di dalam.


Lalu bagaimana jika ada yang mengintip menggunakan bakat ?


Tenang saja, setiap asrama memiliki sihir pelindung yang mencegah bakat dalam mengintip atau persepsi. Pihak akademi selalu menjamin privasi setiap siswa.


"Sistem, Mulai Lotere"


[Ding! memulai lotere]


Layar sistem transparan muncul di depan Shiro. Gambar mulai berubah dan secara perlahan mulai melambat.


Shiro menatap layar di depannya dengan perasaan agak pusing. Ia menantikan hadiahnya sebelum ia tertidur.


[Ding! Selamat Kepada 'Tuan Rumah' karena mendapatkan kemampuan perpindahan tempat]


Suara mekanisme akhirnya terdengar di benak Shiro. Gambar layar transparan didepannya juga mengeluarkan cahaya keemasan.


[Apakah 'Tuan Rumah' akan langsung mengintegrasikannya ?]


[Ya / Tidak ]


Shiro tidak berencana menerima hadiahnya sekarang, apalagi membaca informasi mengenai kemampuan barunya. kepalanya terasa berat dan ingin langsung tertidur.


Mungkin karena pusing, tangan Shiro tidak sengaja menyentuh layar dengan tulisan "Ya".


[Mulai mengintegrasikan kemampuan]


Tiba-tiba layar keemasan didepan Shiro mulai memancarkan cahaya keemasan dan memasuki tubuh Shiro.


"Arrrghhh~"


Shiro berteriak kesakitan, untung saja ruang asrama dilindungi dengan Sihir Kedap Suara.

__ADS_1


Namun Shiro berusaha menahan rasa sakit itu, ia menahan agar teriakan tidak muncul lagi dari mulutnya.


Meskipun ruangan asrama kedap Suara, bukan berarti Suara tidak bisa terdengar oleh orang luar. Sihir kedap Suara hanya memungkinkan penggunanya menjaga privasi. Namun kalau sudah terlalu besar Suara pengguna didalamnya, ada kemungkinan orang layar akan mendengarnya.


Shiro masih mengerang kesakitan, keringat membasahi tubuhnya, urat-urat ototnya mulai kencang. Bahkan rasa pusing akibat terlalu banyak minum kini telah tergantikan oleh rasa sakit.


Setelah beberapa saat, Shiro terkapar di lantai. Ia tidak bisa menahan rasa sakit tersebut. Peristiwa lama akhirnya terulang kembali. Bahkan ia belum sempat memeriksa informasi mengenaii hadiah tersebut.


Sepertinya Rasa Sakit akibat pengintegrasian kemampuan tidak bisa dilawan hanya dengan fisik, mental ataupun usia.


..........


Keesokan harinya.


Shiro terbangun di asramanya dan melihat sekeliling. Ia sedang bangkit dari ranjang tidurnya.


Ia bangun dengan pemikiran agak bingung menatap ranjang tidurnya. karena seingatnya ia kembali dari Party malam tadi dan terkapar di lantai sebelum ia bisa kembali ke ranjang tidurnya.


"Hei Shiro, kau sudah bangun?"


Mendengar sebuah suara yang memanggilnya, Shiro menoleh dan melihat bahwa Denshu yang memanggilnya.


"Eh iya, btw siapa yang membawaku ke ranjang tidur semalam ?" tanya Shiro.


"Oh, terimakasih kalau begitu, mungkin aku terlalu mabuk semalam. Btw, dimana dengan Brendy?" ucap Shiro.


"Tidak perlu sungkan, Brendy berlatih seperti biasa di luar" ucap Denshu sembari menunjuk ke luar asrama.


Shiro melirik ke arah jendela tempat Denshu menunjuk. Dan terlihat Brendy yang sedang berlari mengelilingi gedung Asrama.


"Hem.. Aku mandi dulu ya, bentar lagi mau kumpul pembagian tim pahlawan magang." ucap Shiro sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Oke"


..........


Beberapa menit berlalu, Shiro, Denshu dan Brendy sudah bersiap menuju Ruang Kelas.


Meskipun mereka sudah mendapatkan lisensi, namun bukan berarti mereka telah lulus dari akademi.

__ADS_1


Mereka harus mengalami praktik magang terlebih dahulu. Mereka akan bermitra dengan seorang pahlawan dan belajar bersama Mentor pahlawan tersebut demi mendapatkan penilaian dari Mentor Pahlawan tersebut.


Setelah dinyatakan lulus oleh Mentor Pahlawan, baru Para Magang Pahlawan bisa lulus dari Akademi Pahlawan dan mendapatkan sertifikasi lisensi Pahlawan Resmi dari Asosiasi Pahlawan.


Shiro dan yang lainnya akhirnya tiba di kelas. Suasana kelas yang agak sepi, karena lebih dari setengahnya sudah tidak berada di kelas.


Tidak sampai setengah siswa yang berada di kelas, kebanyakan dari mereka adalah siswa laki-laki dan hanya beberapa siswa perempuan.


Hal ini dikarenakan ada beberapa siswa yang sudah dikeluarkan dari Akademi terutama yang tingkat bakat kelas C. Shiro cukup beruntung bisa bertahan.


Selain itu, kebanyakan siswa perempuan sedang mengalami tahap Magang.


untuk siswa perempuan, mereka mengalami tes dan kemunculan bakat pada usia 11 tahun, berbeda dengan laki-laki yang baru bisa pada usia 12 tahun.


Mungkin ini semua tergantung dengan masa pubertas para siswa di dunia ini. Bagi para siswi dan siswa yang bum membangunkan bakat, maka akan belajar setahun lagi di Akademi sampai mereka membangunkan atau meningkatkan bakat mereka.


` bang~`


Seperti biasa, pintu terbuka dengan keras oleh tendangan ringan Ogito-sensei. Para siswa sudah terbiasa dengan aksi masuk kelas milik Ogito-sensei, bahkan pihak Akademi sudah beberapa kali mengganti pintu kelas dengan yang lebih kuat, namun selalu tidak bertahan lama.


Ogito-sensei terlihat masuk dengan beberapa orang tidak dikenal lainnya.


"Baiklah, para Pahlawan Magang, yang berdiri di depan kalian saat ini adalah beberapa pahlawan dari berbagai agensi dan industri yang bersedia menjadi mentor dan melatih kalian semua. Tentu saja mereka berharap ketika kalian lulus, kalian akan bergabung dengan agensi atau industri mereka" Ucap Ogito-sensei dengan terang-terangan.


Para siswa sudah tidak terkejut dengan ucapan Ogito-sensei yang langsung ke topik. Para siswa sudah sangat mengenal Ogito-sensei.


Dari sudut pandang mereka, Ogito-sensei ada orang yang lugas, tegas, menjunjung tinggi keadilan dan tidak suka berbasa-basi. Selalu ke point utama pembicaraan.


Para pahlawan di belakang Ogito-sensei hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan Ogito-sensei. Memang benar mereka berniat melatih para siswa untuk mengajak mereka ikut agensi dan industri mereka.


"Langsung saja, pihak Akademi sudah membagikan daftar tempat magang kalian. Kalian bisa saja sendirian, berdua ataupun berkelompok saat magang, tergantung pengaturan Akademi dan kesediaan pihak Pahlawan Mentor kalian." ucap Ogito-sensei secara langsung.


"Pertama, Yomi Buggy, kau akan ikut dengan Pahlawan Kelas S Eren Abidal. Ia berada di paling kiri kalian, Silahkan pergi bersamanya"


Yomi Buggy maju dan pergi bersama Pahlawan Kelas S Eren Abidal.


" Selanjutnya Roiichi Honma akan Magang di Agensi Pusat Kebugaran 'Spier' di Kota B"


"Selanjutnya..."

__ADS_1


Satu persatu siswa dipanggil dan ikut dengan Agensi, pahlawan atau industri tempat mereka magang. Beberapa magang secara berkelompok. ada juga yang sendirian.


"Selanjutnya, Shiro, Denshu, Dan Brendy. Kalian bertiga akan Magang di Industri keluara Yuki, dan Pria berambut putih adalah mentor pahlawan Kelas S dari Keluarga Yuki, bernama...."


__ADS_2