Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
157. Target ditemukan


__ADS_3

Memasuki Gate yang berukuran kecil, Shiro dan Unseen muncul di sebuah gurun. Sudah lama ia tidak muncul di lingkungan seperti ini.


Karena berada di Gurun, suhu agak keras, bahkan pasir di bawahnya memancarkan hawa panas yang membuat Shiro mengerutkan kening.


Beruntung di kejauhan ia melihat sebuah Oasis, Shiro langsung pergi kesana.


"Semoga bukan fatamorgana."


Shiro dan Unseen bergerak menuju Oasis tersebut. Ketika mendekat Shiro terkejut, Ia langsung mengaktifkan Stealth untuk dirinya dan Unseen.


Keduanya melihat monster yang cukup banyak sedang minum di Oasis itu.


Monster-monster itu berbentuk semut hitam yang memiliki ukuran sebesar anjing.


Namun yang membuat Shiro heran adalah bentuk dari koloni semut tersebut. Mereka memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada semut yang memiliki capit besar, ada semut yang memiliki sengat seperti kalajengking, bahkan ada semut yang memiliki kaki yang sangat banyak.


"Mutasi kah?" satu satunya yang bisa dipikirkan Shiro adalah semut-semut itu bermutasi.


Mutasi ini bisa karena terkena serangan dari monster tersebut, atau karena mereka memakan Monster-monster lain yang membuat mereka memiliki bentuk seperti monster yang mereka makan.


Air yang ada di Oasis mulai mengering karena Pasukan semut hitam tersebut.


Shiro tidak terkejut lagi, dengan semut sebanyak itu, Oasis ini mungkin akan kering jika semua semut meminum air di Oasis ini.


Setelah air di Oasis itu tinggal sedikit, rombongan semut itu pergi dengan rapih menuju ke satu tempat.


Shiro dan Unseen tidak berniat berlama-lama di Oasis, keduanya pergi diam-diam mengikuti rombongan semut hitam dari belakang.


Perjalanan para semut hitam berlangsung selama 2 jam, mereka berjalan tanpa kenal lelah. Sedangkan Shiro dan Unseen, karena cuaca ekstrem, keduanya sering berhenti untuk melepaskan dahaga sebelum melanjutkan mengikuti para semut hitam.


Selama mengikuti para semut hitam, mereka tidak menemukan satu monster pun. Bahkan Shiro tidak mendeteksi pergerakan monster yang ada di bawah tanah.


Hal ini mengejutkan Shiro dan menguatkan spekulasi Shiro kalau monster semut hitam ini adalah penguasa Gate ini.


Walaupun Shiro agak kecewa, namun ia tidak bisa berharap banyak. Bahkan ia berniat untuk menyerahkan Gate ini kepada Unseen.

__ADS_1


Jika cuma semut, Unseen pasti bisa mengatasinya seorang diri. Tentu saja ia perlu memeriksa musuh secara spesifik sebelum menyerahkan semuanya kepada Unseen. Takutnya ada musuh tersembunyi yang ternyata lebih kuat dari Unseen. Bukankah itu sangat berbahaya?


Shiro dan Unseen mengikuti para semut sampai ke sebuah Gua yang seperti bekas tambang. Tambang tersebut mungkin adalah sarang para semut hitam tersebut.


Keduanya ikut masuk ke dalam tambang tersebut. Benar saja, banyak sekali semut yang ada di tambang ini, sepertinya tambang ini adalah sarang mereka.


Shiro dan Unseen tidak bertindak gegabah, di dalam tambang hanya disinari dengan obor entah bagaimana bisa para semut ini membuat obor, namun Shiro tidak terlalu memikirkannya.


Selain itu, dengan obor-obor ini, Unseen menjadi semangat. Di Gurun yang ada diluar sana tidak banyak benda yang menghasilkan bayangan. Sedangkan di dalam tambang ini, banyak bayangan yang terbentuk karena nyala obor ini.


Akhirnya Unseen bisa bergerak bebas disini. Ia mulai mengikuti Shiro lewat bayangan saja. Shiropun tersenyum melihat ini, ia membatalkan skill Stealth yang melekat pada Unseen.


Keduanya terus memasuki ke dalam tambang, namun lingkungan tambang yang seperti labirin, membuat Shiro mengerutkan kening. Jika ia terlalu masuk ke dalam, mungkin saja mereka akan tersesat dan sulit keluar.


Namun selama berada di dalam tambang, Shiro dan Unseen tidak menemukan musuh yang kuat. Para semut ini sangatlah lemah, namun jumlah mereka yang bisa membuat kepala pusing.


Selain itu, sepertinya tebakannya benar. Para semut hitam ini bermutasi karena memakan makhluk lain. Namun mutasi tersebut hanyalah mutasi anggota badan, bukan kekuatan.


Hal ini membuat Shiro bernapas lega.


Melihat lingkungan sekitarnya yang sepi, Shiro menatap Unseen lalu berkata: "Sepertinya tidak ada musuh kuat disini, kau bisa menyelesaikan mereka sendirian."


"Ya, siap laksanakan." Unseen memberi hormat militer kepada Unseen.


"Tapi ingat, hati-hati. Walaupun musuhnya lemah, jumlah mereka sangat banyak, jangan sampai terkepung. Ingat! Utamakan keselamatan."


Mendengar kata-kata Shiro, Unseen mengaagguk penuh khidmat. Ia berjanji kepada Shiro untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatannya sendiri.


Mendengar janji Unseen, Shiro mengangguk. Kemudian Ia mulai meninggalkan Unseen sendirian di tambang sarang semut hitam ini.


Shiro keluar dari tambang dan juga keluar dari Gate.


Gate yang satu ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada Unseen. Kini saatnya Shiro memasuki Gate yang satunya.


"Semoga Gate yang ini memberikan sedikit kejutan untukku." Shiro bergumam dengan penuh harap.

__ADS_1


Shiro lalu memasuki Gate tersebut. Di dalamnya ia disambut dengan kondisi yang berbanding terbalik dengan Gate sebelumnya.


Jika sebelumnya Gate tersebut berupa padang pasir yang gersang dan panas. Di dalam Gate ini, lingkungannya berupa rawa yang basah dan penuh kabut.


Selain ini, Kabut di dalam Gate ini cukup tebal sehingga sinar matahari tidak bisa menembus kabut terlalu dalam.


"Menjijikkan~"


Ketika memasuki Gate dengan kaki yang langsung terperosok ke dalam lumpur rawa, Shiro langsung merasa jijik.


Daripada berada di rawa yang penuh lumpur seperti ini, lebih baik ia berada di Gurun pasir atau lingkungan danau sekalian.


Tak hanya Shiro, mungkin semua orang akan setuju dengan pendapat Shiro, terutama wanita.


Untung saja jubahnya memiliki fungsi pembersihan. Shiro langsung terbang menggunakan Frost Wing dan membersihkan jubahnya.


Shiro memantau lingkungan di dalam Gate dari udara. Dengan begini, efeisensinya meningkat jauh dibandingkan harus berjalan di dalam rawa yang becek.


Selama pantauannya, tidak banyak monster yang ditemukan. Kebanyakan adalah monster rawa seperti kodok ataupun burung bangau. Shiro tidak tertarik kepada mereka. Ia terus mencari musuh yang layak.


Entah kenapa Shiro sekarang agak kecanduan bertarung, tanpa bertemu musuh yang kuat, ia akan merasa bosan.


Tak jauh, Shiro merasakan Aura yang cukup kuat. Lebih kuat daripada monster yang ditemuinya selama di rawa ini.


Apalagi bentuk Aura yang dilihatnya berbentuk seperti monster humanoid dengan dua kaki dan dua tangan, emm plus satu ekor.


Dari bentuk Aura dan kondisi lingkungan seperti ini, Shiro sudah dapat menebak jenis monster humanoid tersebut.


Ia bersemangat, karena jika penguasa Gate ini adalah monster humanoid tersebut, itu berarti Boss Gate ini memiliki Orb yang bisa dijadikan piala kemenangan.


Shiro sudah mulai menerka-nerka kemampuan apa yang mungkin ia dapatkan. Walaupun tidak semua Orb akan memberikan kemampuan yang bagus.


Seperti Orb yang ia dapatkan di perkemahan Orc. Ketika menggunakan Orb tersebut, Shiro mendapatkan sebuah skill yang cukup hambar dan tidak terlalu berguna.


Jika bisa di cancel atau dihapus, mungkin Shiro sudah membatalkan ataupun menghapus skill tersebut.

__ADS_1


Mendekati monster humanoid itu, Shiro tersenyum dengan penuh semangat.


"Hehe~ Semoga kali ini tidak mengecewakanku."


__ADS_2