
Pagi-pagi sekali.
Pasukan yang dipimpin oleh Ayahnya Shiryuu Yuki telah sampai ke dekat Gate tempat anaknya dan para siswa magang masuk.
"Panggil penjaga Gate ini." perintah Ayah Shiryuu.
"Ya." ucap Salah satu pengawalnya.
Tak lama kemudian, penjaga ataupun pengawas Gate tersebut datang melapor.
"Hormat kami, Yuu-sama." ucap penjaga Gate sambil menunduk.
Yuu adalah nama dari Ayahnya Shiryuu Yuki. Ia adalah salah satu kandidat pengganti Patriark saat ini.
Yuu mengangguk dan mulai bertanya, "Siapa saja yang sedang melaksanakan misi sekarang ?"
Petugas tersebut kemudian menjawab, "Hanya Tuan Muda Shiryuu dan para siswa magang yang terdaftar melaksanakan misi di dalam, Tuan."
"Kalo begitu, apakah sudah ada yang keluar ?" tanya Yuu kembali.
"Belum ada yang keluar sejak mereka masuk, Tuan. Apakah ada sesuatu yang terjadi, Tuan ?" penjaga tersebut memberanikan diri untuk bertanya.
Yuu tidak menjawab, ia hanya mengangguk, ia tidak berniat menjelaskan permasalahan yang terjadi di Keluarga Yuki saat ini.
"Perhatikan setiap Fluktuasi Aura di dalam Gate ini. Jangan biarkan ada orang lain yang masuk Gate ini." perintah Yuu kepada penjaga Gate tersebut.
"Ya." Penjaga tersebut mengangguk dan menuruti perintah yang dikeluarkan.
Penjaga tersebut kembali dan bersiap menjalankan perintah.
Ayahnya Shiryuu, Yuu juga menatap Gate didepannya dan menunggu ada yang keluar dari Gate tersebut.
Ia berniat menunggu pihak di dalam Gate keluar. Jika sampai sore tidak ada keluar, mereka akan masuk ke dalam Gate untuk melaksanakan pencarian dan investigasi.
Siang harinya, penjaga Gate tersebut merasakan fluktuasi Aura pada Gate tersebut. Ia bergegas melaporkannya kepada Yuu-sama.
"Yuu-sama, ada fluktuasi Aura yang keluar dari Gate. Sepertinya ada pihak yang akan keluar dari Gate tersebut."
Mendengar laporan dari penjaga Gate. Yuu berdiri, ia memberi perintah kepada pasukannya untuk bersiap-siap. Ia menegaskan kepada pasukannya jangan sampai pihak tersebut melarikan diri.
Tak lupa ia menyuruh penjaga Gate untuk kembali ke tempatnya semula.
Gate Putih tersebut kini memancarkan kilau cahaya yang terang, sebuah tanda bahwa ada pihak yang keluar dari Gate.
Sebuah bayangan mulai terlihat, dan sesosok pria keluar dari Gate tersebut. Pria tersebut adalah Shiro.
Shiro yang keluar dari Gate terkejut melihat pemandangan didepannya. Banyak pasukan yang berdiri tidak jauh didepannya.
__ADS_1
' Sepertinya pihak Keluarga Yuki sudah tahu tentang apa yang terjadi di dalam Gate.' pikir Shiro.
Shiro sudah menduga bahwa pihak Keluarga Yuki pasti terlibat dengan kejadian semalam. Dan pasti Keluarga Yuki juga sudah menyiapkan tindakan pencegahan.
Berkat Shiro yang terlambat keluar dari Gate, Keluarga Yuki pasti sudah menyadari bahwa Shiryuu Yuki sudah meninggal.
Melihat banyaknya pasukan yang mengepungnya, ia tidak akan bisa pergi jauh. Tentu saja ia sedari awal tidak berniat kabur.
Ia masih punya rencana untuk bisa selamat dari peristiwa ini. Ia juga sudah punya rencana agar bisa lolos dari pengejaran yang akan dilakukan oleh Keluarga Yuki kedepannya.
Seorang pria paruh baya tiba-tiba maju mendekatinya, Shiro mengenali bahwa pria tersebut adalah orang tuanya Shiryuu Yuki, namun ia lupa namanya.
"Ada apa Tuan ?" ucap Shiro mencoba berbicara sopan.
"Apakah kau salah satu anak magang dibawah asuhan Shiryuu Yuki ?" tanya Yuu kepada Shiro.
"Ya." jawab Shiro.
Namun mata Shiro terbuka lebar, karena jawaban yang keluar dari mulutnya bukanlah jawaban yang ia ingin keluarkan.
Shiro awalnya berniat mengatakan 'Bukan', namun ntah mengapa jawaban yang keluar dari mulutnya berbeda dari yang ia inginkan. Shiro bisa menebak bahwa diantara pasukan ini ada seoarang pahlawan tipe Support yang memiliki skill interogasi.
Mendengar jawaban dari Shiro, Yuu puas. Setidaknya ia mendapat target yang benar. "Apakah kau tahu siapa yang membunuh anakku Shiryuu ? dan siapa yang membunuhnya ?"
"Aku tahu, karena aku yang membunuhnya." ucap Shiro.
Jawaban yang keluar dari mulut Shiro, membuat Yuu tercengang tidak percaya. Tak hanya Yuu, bahkan pasukan lainnya tidak mempercayinya. Tidak mungkin seorang bocah magang bisa membunuh seorang pahlawan.
Yuu ingin menghajar Shiro. Namun suara salah satu pasukannya menghentikan tindakannya. "Tuan, kau tidak bisa memukulnya saat ini, ia berada dalam pengaruh kemampuanku dan jika kau memukulnya, itu juga akan berdampak padaku. Selain itu, Tuan masih punya satu kesempatan pertanyaan lagi."
"Tchhiih~" Yuu menyingkirkan serangannya. Ia berniat menanyakan pertanyaan terakhir pada Shiro.
"Dimana tubuh anakku?" tanyanya.
"Ntahlah, seingatku ia terkubur dibawah reruntuhan Gua." jawab Shiro dengan santai.
Ia sebenarnya sudah lepas dari pengaruh kemampuan, karena sebenarnya sudah 3 pertanyaan yang diajukan oleh Ayahnya Shiryuu, Yuu. Tapi ia memancing amarah Yuu dengan mengatakan yang sebenarnya.
Yuu menjadi marah ketika mendengar bahwa tubuh anaknya terkubur direruntuhan dan tidak diketahui lokasi pastinya.
Yuu mencoba memukul Shiro, namun Shiro dengan mudah menghindarinya.
"Setidaknya kau tidak melakukan tindakan bodoh. Lagian kalian tidak bisa sembarangan menghukumku." ucap Shiro dengan santai menghindari serangan dari Ayahnya Shiryuu.
"Apa maksudmu ? Kau sudah jelas bersalah." ucap Yuu dengan nada marah.
"Sepertinya kau tidak tahu, akan ku jelaskan. Salah satu peraturan di Akademi Beta. Jika seorang siswa melakukan Kejahatan, hanya pihak sekolah yang berhak menghukumnya." ucap Shiro memberitahu Yuu tentang setengah dari Peraturan Akademi Beta.
__ADS_1
"Tidak, kau berbohong. Yang salah, tetap bersalah." ucap Yuu tidak terima.
"Itu benar, Tuan. Peraturan seperti itu memang ada." Tiba-tiba salah satu pasukan memberanikan diri untuk memberitahukan informasi yang sebenarnya.
Pasukan tersebut memberitahu informasi full tentang peraturan tersebut kepada Yuu. Pasukan tersebut adalah lulusan dari Akademi Beta dan ia memahami tentang segala seluk beluk peraturan yang ada.
Yuu menjadi kesal ketika mengetahui kebenarannya, ia tidak bisa main hakim sendiri.Jika ia melakukan hal itu, Keluarga Yuki yang akan disalahkan dan pihak Akademi akan menuntut Keluarga Yuki.
Yuu tidak ingin Keluarga Yuki dirugikan. Ia akhirnya menurut. Ia hanya memerintahkan pasukan untuk menangkap Shiro dan memberi tahu pihak Akademi apa yang terjadi. Tak lupa ia menghubungi Asosiasi Pahlawan untuk memberitahu detailnya.
Shiro pun tersenyum melihat kondisi ini. Ini semua seperti yang ia harapkan.
Dengan senang hati, Shiro menyerahkan diri. Ia ditangkap tanpa perlawanan. Ia dikawal oleh Pasukan yang direkrut Keluarga Yuki menuju Akademi Beta.
Pihak Akademi yang nendengar berita itu, langsung mengutus pihak untuk mengawal Shiro ke dalam Penjara yang ada di Akademi.
Setelah berteleportasi ke Kota B, pihak Akademi sudah menunggu kedatangan Shiro. Pihak Akademi langsung mengambil alih penangkapan tahanan Shiro. Shiro dibawa ke dalam Penjara Akademi.
"Bagaimana pihak Akademi akan menghukum bocah tidak tahu diri itu? " tanya Yuu kepada pihak sekolah. Pihak yang menerima Yuu yaitu pihak Dewan Siswa, Charles Winderless.
"Tuan dari Keluarga Yuki tidak perlu cemas, kami perlu mengumpulkan bukti lainnya. Dalam 3 - 7 hari, kami akan mengabarkan Keluarga Yuki untuk melakukan persidangan. Tentu ada pihak Asosiasi Pahlawan yang akan ikut andil dalam masalah ini." ucap Charles Winderless mencoba meyakinkan Yuu.
Yuu sedikit mengerinyitkan kening, ia agak takut kalo masalah ini bisa terbongkar. Namun ia tidak punya pilihan lain selain menyetujuinya.
Kedua belah pihak akhirnya setuju untuk mengadakan pengadilan dalam 5 hari.
Yuu kembali ke Keluarga Yuki dan melaporkan hal ini kepada Patriark.
"Sial, kenapa kau tidak membunuh anak itu ditempat. Ini akan merepotkan." ucap Patriark Keluarga Yuki dengan marah.
"Maaf Patriark, aku terlalu Ragu. Lagian kemampuan anak itu sangat bagus, ia bisa menghindari seranganku dengan mudah." Yuu membungkuk meminta maaf dan menceritakan detail yang terjadi saat Shiro keluar Gate.
"Kalo sudah seperti ini, apa boleh buat. Siapkan segala dokumen pendukung, dan hapus beberapa bukti." perintah Patriark Keluarga Yuki
"Siap, Laksanakan Patriark "
Setelah itu, Yuu keluar dari ruangan Patriark dengan keadaan marah. Namun ia tetap menjalankan perintah Patriark agar tidak merugikan dirinya dan keluarga.
...****************...
Di penjara Akademi Beta.
Pintu Penjara Shiro dibuka dan beberapa orang masuk ke dalam.
Shiro menyambut kedatangan pihak Akademi dan pihak Asosiasi dengan hangat. Bahkan ada Ogito-sensei yang ia kenal diantara mereka.
Ogito-sensei memandang Shiro yang dengan santainya menyambut mereka tanpa perasaan tertekan. Ia pun bertanya.
__ADS_1
"Nak Shiro, mari kita bicara."