
Setelah mengalahkan sekumpulan Lich yang berusaha kabur, Shiro tidak langsung menyusuri lorong Gua yang terlihat mencurigakan.
Shiro keluar dari Gua yang tersamarkan dan menunggu Unseen kembali.
Tak lama kemudian, Unseen pun kembali.
"Bagaimana? Selesai?" tanya Shiro.
"Sudah selesai," ucap Unseen di benak Shiro.
Shiro mengangguk, kemudian Ia mengajak Unseen memasuki Gua yang tersamarkan tersebut.
"Unseen, kamu punya informasi tentang para Lich?" tanya Shiro.
Unseen menggelengkan kepalanya, "Kami tidak tahu. Kami jarang bertemu dengan mereka."
Mendengar jawaban Unseen, Shiro mengangguk memakluminya.
"Para Lich berusaha kabur melewati lorong Gua ini, apakah kau punya tebakan?" tanya Shiro.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi mungkin saja mereka berusaha kabur ke tempat tinggal para mereka. Mungkin aja lorong Gua ini merupakan sebuah jalan rahasia."
Shiro mengangguk, "Bisa jadi."
Kemudian keduanya mulai menyusuri lorong Gua tersebut dengan hati-hati. Mereka selalu waspada takutnya ada jebakan yangbtidak diketahui atau ada musuh yang tiba-tiba menyerbu.
Selama penyisiran, Shiro dan Unseen tidak menemui hambatan ataupun musuh. Gua tersebut relatif sepi, hanya ada Batu Cahaya sebagai penerangan semu.
Tak lama mereka berjalan, cahaya terlihat di ujung lorong Gua.
"Shiro, sepertinya kita akan keluar sebentar lagi."
Menanggapi pernyataan Unseen, Shiro mengangguk. Ia pun melihat cahaya samar dari ujung lorong Gua.
"Huh~" Shiro mengela napas lega karena Gua ini bukan jalan buntu.
Tinggal beberapa langkah lagi keluar dari lorong Gua, Shiro langsung mengaktifkan skill Stealth. Ia juga menyuntikkan skill Stealth ke tubuh Unseen. Ini membuat mereka berdua dalam keadaan tak terlihat.
Saat mereka keluar dari Gua tersebut, suasana di tempat mereka keluar tak jauh berbeda dengan suasana di awal masuk Gate.
Tampak sepi, dan dipenuhi Kabut tebal. Bahkan lebih tebal daripada yang ada dasar lembah.
__ADS_1
Di sekeliling mereka, Kabut menyelimuti mereka dengan tebal. Namun ada satu arah dimana Kabut tersebut tampak tipis.
Dari arah itu juga Shiro dan Unseen dapat melihat sebuah bayangan bangunan yang tampak besar.
Shiropun begerak ke arah tersebut, dan Unseen bersembunyi di balik bayangan Shiro, ia bersiap merekam pemandangan yang ada di balik Kabut tersebut.
Sejauh mereka melangkah mendekat, Kabut menjadi lebih tipis. Akhirnya Shiro dapat melihat pemandangan bangunan tersebut.
Sebuah bangunan tua berbentuk kastil tunggal dari Abad pertengahan.
Melihat bangunan kastil tersebut, Shiro menjadi bersemangat. Tanpa sadar ia tersenyum. Ia dapat yakin kalau Boss monster pasti ada di dalam kastil tua tersebut.
Apalagi Shiro dapat melihat ada 2 penjaga yang menjaga pintu masuk kastil.
Penjaga tersebut berpakaian baju besi lengkap secara menyeluruh seperti Guardian pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah kepala dari Guardian tersebut.
Kepala dari Guardian tersebut bukanlah kepala normal, melainkan sebuah Api ungu.
Shiro lalu bejalan menuju kastil, kemudian Ia mengeluarkan Twin White Tiger lalu membuatnya bertransformasi menjadi Harimau Putih.
Ia berniat untuk membuat kedua Guardian tersebut ditahan oleh Unseen dan Twin White Tiger. Karena Ia berpendapat kalau kunci mengalahkan keduanya ada di Boss monster.
Bisa saja Shiro langsung menyelinap masuk, namun jika pertempuran terjadi, dengan Unseen dan Twin White Tiger yang dapat menahan musuh dari awal, Shiro dapat dengan lancar bertarung.
Jadi membuat Twin White Tiger bertarung sebagai Individu adalah strategi yang lebih baik daripada digunakan sebagai senjata. Selain itu, Shiro memiliki Soul Weapon lainnya.
"Serang!" perintah Shiro.
"Ya."
"Auummm~"
Unseen dan Twin White Tiger langsung menerjang musuh mereka masing-masing. Sedangkan Shiro, Ia menyelinap ke dalam kastil.
Dentang~
Dentang~
Suara pertempuran di pintu masuk kastil mulai terdengar, Shiro tetap masuk ke dalam kastil mengabaikan suara tersebut.
Terlihat para Guardian kematian tersebut tertarik dengan suara pertempuran yang membuat mereka keluar dari kastil.
__ADS_1
Hal ini sangat menguntungkan Shiro, dengan begini Shiro dapat dengan mudah menyelinap masuk.
Melihat musuh yang semakin banyak, Unseen dan Twin White Tiger dengan cerdik memancing pertempuran menjauh dari kastil.
Sedangkan Shiro, saat ini ia sudah menggeledah banyak tempat. Namun kebanyakan ruangan di dalam kastil tidak ada isinya, hanya ada perabotan rumah tangga biasanya yang sudah lusuh dan kotor.
Shiro tidak mengambil barang-barang tersebut. Setelah menggeledah beberapa ruangan, ia hanya menemukan beberapa Inti Kristal dan beberapa batu berwarna yang ia tidak ketahui jenis batu tersebut.
Batu dan Kristal tersebut Shiro simpan, mungkin saja ada fungsi tersembunyi dari batu-batu berwarna tersebut.
Memasuki ruangan selanjutnya, Shiro menemukan banyak sekali mayat monster yang diawetkan di dalam ruangan tersebut. Berbagai jenis bentuk, dan masih dalam keadaan utuh. Shiro berasumsi bahwa mayat-mayat ini akan digunakan sebagai tentara Undead.
Shiro lalu tersenyum, Ia kemudian dengan senang hati menyimpan semua mayat-mayat tersebut ke dalam ruang penyimpanannya. Karena mayat tersebut masih utuh, dan kemungkinan material-material berharga pada mayat monster tersebut masih terjaga dengan baik.
Lanjut, Shiropun melanjutkan aktivitas penggeledahan di setiap ruangan yang ia temui. Namun tidak ada yang seberharga di ruang penyimpanan mayat.
Hanya tinggal satu ruangan lagi yang belum Shiro masuki. Sebuah ruangan utama yang pintunya saja terlihat sangat besar.
Ruangan tersebut berbeda dengan ruangan lainnya. Jika ruangan lain dapat dengan mudah dibuka, kalau ruangan ini sulit dibuka. Harus dengan paksaan untuk membukanya.
Shiro menarik napas dan memasang kuda-kuda. Tangannya mengepal dan hendak memukul pintu atau gerbang tersebut.
BANG~
Suara keras terdengar, dan pintu besar tersebut hancur oleh satu pukulan Shiro.
Setelah asap asap debu yang berterbangan menghilang, Pemandangan di dalam ruangan tersebut akhirnya terlihat oleh Shiro.
Ruangan tersebut terlihat seperti ruangan takhta atau singgasana. Dimana ada karpet merah yang mengarah langsung ke kursi takhta.
"Sepertinya Bossnya benar-benar ada disini. Dan masih ada pengikutnya lagi. Benar-benar merepotkan."
Ya, yang ada di ruangan tersebut adalah Boss monster dan ada enam pengikutnya.
Melihat keenam pengikutnya yang berpenampilan berbeda-beda, seperti berasal dari Ras yang berbeda. Shiro dapat yakin kalau mereka semua diambil dari ruang penyimpanan mayat sebelumnya, terus diubah menjadi seperti ini.
Keenam mereka semua adalah Death Knight yang bertugas melindungi Raja dan Takhta. Keenamnya mewakili keenam profesi yang ada, yaitu Tanker, Warrior, Assassin, Archer, Mage Dealer, dan Mage Support.
Dan yang dilindungi mereka adalah sesosok yang sedang duduk diatas takhta dan terus memandangi Shiro dari tadi.
Sosok tersebut adalah Makhluk Kerangka, dengan jubah hitam mewah yang sedikit berkibar. Ada mahkota raja di kepalanya, dengan berbagai perhiasan cincin di berbagai jemarinya. Dan senjata tongkat di tangan kanannya.
__ADS_1
Mata makhluk kerangka tersebut berupa nyawa api Biru yang memandang Shiro dengan tajam. Seolah-olah akan menelan Shiro.
Ya, Makhluk Kerangka yang duduk diatas takhta tersebut adalah Lich King.