Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
181. My Turn


__ADS_3

Shura datang mendatangi Kapten Penjaga dan Raja. Mendengar laporan dari Shura, keduanya sangat terkejut, mereka lalu pergi ke kedai Octarina.


Para masyarakat Murloc sekitar terkejut ketika melihat sang Raja turun tangan dalam masalah ini. Merekapun tidak berani mendekat untuk menonton kesenangan.


Memasuki gudang tempat para mayat bayi Murloc berada, Kapten Penjaga dan Sang Raja langsung menutupi hidungnya.


Bau darah pada ruangan itu sangat menjijikkan. Ditambah pemandangan tumpukan mayat bayi Murloc, pasti menambah bayangan psikologis bagi siapapun yang melihatnya.


Untung keduanya telah dibasuh oleh kekejaman perang, mereka telah terbiasa melihat mayat di medan perang. Sehingga melihat tumpukan mayat bayi Murloc, keduanya hanya mengerutkan kening ditambah ekspresi serius.


"Ya, ini memang perbuatan Iblis. Hanya mereka yang melakukan tindakan keji seperti ini."


"Ya, Yang Mulia! Aku juga setuju!" jawab Kapten Penjaga.


Sang Raja mengangguk dan berpikir sebentar, lalu ia memberi perintah: "Bakar rumah ini, tempat ini adalah tempat yang penuh dosa, jangan sampai energi negatif yang dibawa Iblis itu menyebar ke masyarakat kita!"


"Ya, Yang Mulia, akan ku laksanakan!"


Kapten Penjaga, Orcain lalu memerintahkan anak buahnya untuk membakar ruangan ini.


Meskipun mereka berada di dalam air, tapi mereka punya bahan khusus seperti minyak yang bisa membakar apapun tanpa takut dengan air.


Dengan bahan khusus itu, mereka bisa membakar apapun meskipun berada di dalam air. Selain itu, mereka juga punya bubuk khusus yang bisa menetralisir bahan pembakaran khusus, sehingga menjadi normal kembali dan bisa dipadamkan menggunakan air.


Para penjaga mulai membakar ruangan beserta kedai Octarina. Tentu saja semua pasukan yang masuk sudah diperintahkan untuk keluar dan barang bukti sudah mereka amankan.


Selanjutnya yang perlu mereka lakukan adalah mencari keberadaan Murloc Gurita, Octarina.


Trrt~ Trrt~


Sebuah alat komunikasi berbentuk cangkang keong yang berada di pinggang Kapten Orcain bergetar hebat.


"Ya, ada apa?" Kapten Orcain mengangkat panggilan yang masuk dengan nada tegas.


"Kapten, kami sudah menemukan Octarina, ia sedang berusaha kabur keluar dari kawasan pemukiman Murloc. Kami menunggu perintah Kapten selanjutnya!"


"Kami akan segera ke sana, coba kalian tahan pergerakan Octarina sampai kami tiba. Oh ya... hati-hati, ia bukan Murloc biasa, melainkan Iblis."

__ADS_1


Penjaga yang menghubungi Kapten Orcain terkejut: "Iblis? Maksud Kapten Iblis yang itu?'


"Ya, makanya hati-hati. Hubungi juga regu lain untuk mencoba menangkapnya. Ingat! Jangan terlalu memaksakan diri."


"Ya, Kapten! Akan kami laksanakan!"


Kemudian panggilan berakhir, Kapten Orcain memberitahu Yang Mulia Raja tentang berita yang disampaikan anak buahnya.


Sang Raja mengangguk dan memuji kinerja Tim penjaga: "Bagus, tangkap Iblis itu hidup atau mati secepatnya. Jangan sampai ia membahayakan warga sekitar!"


"Ya, Yang Mulia! Kalo begitu, saya pergi dahulu!"


Raja memberi isyarat kepada Orcain untuk melanjutkan tugasnya. Kapten Orcain bersama Shura dan Tim lainnya segera pergi ke lokasi Octarina.


Mereka bergerak dengan cepat. Mereka harap Tim yang sedang menghadapi Iblis Octarina dapat mengulur waktu sampai mereka tiba.


...****************...


Shiro yang menyelinap bagaikan pencuri ke setiap rumah, kini menghentikan tindakannya ketika banyak Murloc yang telah kembali ke kediamannya masing-masing.


Ia hanya bisa terus menyusuri lingkungan Murloc, panennya walaupun tidak banyak, tapi juga tidak sedikit. Ia mendapatkan bahan khusus anti-air dari salah satu rumah Murloc.


"Oke, saatnya serius!"


Merasa cukup puas dengan hasil penggeledahan illegal kali ini, Shiro akhirnya bisa fokus untuk mencari pemimpin Murloc untuk dikalahkan. Ia terus berenang dan menuju ke lokasi Istana Raja Murloc yang ia dapat dari denah lokasi kediaman para Murloc.


Saat ini bergerak dengan hati-hati, sebuah Aura yang tidak asing baginya muncul dalam jangkauan persepsinya.


"Eh, Aura ini..."


Benar, Aura itu adalah Aura Jahat milik Bangsa Iblis.


Dari persepsinya, Shiro merasakan Aura Iblis itu sedang diikuti oleh cukup banyak Murloc. Perbedaan Aura diantara keduanya cukup jauh berbeda. Dari Aura, Shiro dapat mengetahui kalau Aura miliki Iblis itu lebih kuat daripada beberapa Murloc yang mengejarnya.


Tapi yang membuatnya aneh, kenapa Iblis itu kabur?


Memikirkan ini, Shiro menjadi tertarik. Ia pun tersenyum dan berenang menuju lokasi kejar-kejaran antara Iblis dan Murloc yang mengejarnya.

__ADS_1


Sementara itu, Octarina yang sedang berkamuflase dan berenang perlahan menuju pintu keluar kediamanan para Murloc, tiba-tiba kepalanya pusing.


Kamuflasenya dibatalkan. Penampilannya terlihat oleh para Murloc Penjaga yang mengejar dirinya. Perasaan pusing yang diterima oleh Iblis di tubuh Octarina berasal dari kemampuan alami Murloc Paus.


Kemampuan alami Murloc Paus adalah gelombang suara ultrasonik. Gelombang suara ultrasonik ini bisa melacak target yang terkena radius gelombang suara ini.


Bahkan Murloc Paus yang kuat, bisa membuat musuhnya mati setelah terkena serangan ini. Namun sayang, Murloc Paus sekuat itu sekarang tidak ada lagi. Banyak dari mereka yang mati di medan perang, dan hanya menyisakan Murloc muda yang masih belum berkembang.


"Sial!"


Perasaan pusing sesaat, membuat Iblis itu kesal. Ia berniat berbalik dan menyerang para Murloc Penjaga yang mengejarnya.


Para Murloc juga sadar dengan keseriusan masalah ini, ketika melihat Iblis itu bergerak ke arah mereka, mereka sudah bersiap dan berpencar mundur.


Kecepatan Iblis Murloc itu sedikit lebih cepat daripada para Murloc Penjaga. Tapi karena para Murloc Penjaga berpencar, sehingga ia agak kesulitan untuk mengalahkan musuh.


Ketika ia sedang fokus mengejar salah satu Murloc Penjaga, ada saja serangan Murloc Penjaga lainnya yang datang ke arahnya. Sehingga membuat gerakannya agak melambat.


Tapi anehnya, para Murloc Penjaga tidak terus menyerang dirinya. Iblis itupun sadar kalau para Murloc ini hanya mencoba mengukur waktu.


Ia pun berniat kabur, namun serangan demi serangan mencoba menghadangnya.


"MAKHLUK SIALAN!"


Iblis itu mengeluarkan beberapa liter tinta beracun dan menyebarkannya. Ia berusaha untuk menutupi penglihatan para Murloc Penjaga agar ia bisa kabur.


Ini adalah salah satu cara yang ia pikirkan untuk kabur, sebab menghadapi para Murloc yang selalu menjaga jarak darinya, sungguh merepotkan. Ia adalah Iblis dengan spesialis bertarung jarak dekat, kekuatan, kemampuan menggunakan senjata tajam dan seni beladirinya adalah keuntungannya.


Menghadapi musuh yang selalu menjaga jarak dan bertarung jarak jauh, itu sangat merepotkan. Selain itu, tinta beracun yang ada ditubuhnya terbatas. Meskipun tinta itu masih bisa terisi kembali, namun memerlukan waktu yang cukup lama.


Itu semua karena ia bukan Murloc Asli, sehingga kemampuan pengisian tinta kembali jauh lebih lambat dari Murloc Gurita lainnya.


Jadi Ia lebih memilih untuk kabur.


Melihat musuh yang berusaha kabur, para Murloc Penjaga tidak bergegas mengejar. Mereka tahu tinta itu beracun. Lagian, beberapa dari mereka terutama Murloc Paus memiliki kemampuan Gelombang Suara Ultrasonik yang dapat menemukan target. Sehingga musuh tidak akan bisa kabur jauh.


Setelah tinta menghilang, mereka baru akan kembali mengejarnya.

__ADS_1


Disisi lain, Shiro yang sedari tadi mengintai dari kejauhan tersenyum lebar.


"Giliranku akhirnya tiba!"


__ADS_2