Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
119. Mengalahkan Para Lich


__ADS_3

Setelah menerima surat tersebut, harapan melintas di mata Rin dan Ron.


Walaupun tidak diketahui berapa banyak bala bantuan yang hadir, tapi dengan mengetahui musuh yang sebenarnya serta kelemahan musuh tersebut, itu sudah cukup bagi mereka.


"Semuanya, bala bantuan telah tiba. Namun masih perlu beberapa waktu untuk seluruh bala bantuan untuk berkumpul. Mari kita kalahkan musuh di depan kita," teriak Ron sambil mengangkat surat tersebut.


Melihat surat yang diangkat Kapten mereka, para anggota Raid menjadi penuh semangat, "Ya."


Kapten Ron berjalan kepada Pahlawan Wanita bernama Rhea, "Bisakah kau gunakan skill pelacakmu ?"


"Apakah kita akan melacak jalan keluar ?" tanya Rhea.


"Tidak, tolong temukan sosok berjubah hitam yang penampilannya mirip Kerangka, memegang tongkat dan ada kalung di lehernya."


"Baiklah."


Walaupun Rhea tidak mengerti, ia tetap melaksanakan perintah Kapten Ron.


Rhea membungkuk, kedua tangannya menopang tanah dan matanya terpenjam.


"Ada 3 sosok seperti itu diantara para Kerangka," ucap Rhea.


"Apakah cuma ada segitu?" tanya Ron.


"Jangkauan skill pelacakku terbatas, hanya bisa menemukan 3 orang."


" Berapa lama skill-mu bertahan? Apakah kau bisa mengunci posisi mereka?"


"Aku tidak yakin, skill pelacakku tidak bertahan lama. Dan aku memiliki skill Lock Target yang hanya bisa digunakan untuk satu target saja."


Ron berpikir sebentar, "Tunjukkan arah ketiganya, yang mana yang terdekat, dan mana yang terjauh. Kunci posisi musuh yang terjauh."


"Baiklah."


Kemudian Rhea memberitahu posisi ketiga Lich tersebut. Dari yang terdekat hingga yang terjauh.


Setelah mengetahui lokasi musuh tersebut, Ron mengangguk. Ia kembali ke posisinya.


"Rin, serang arah sana. Bukakan jalan buat para penyerang kita."


Mendengar perintah dari Kakak sekaligus Kapten Raid, Rin mengangguk. Ia telah membaca isi surat itu, sehingga ia tahu apa yang direncanakan kakaknya.


"Serahkan padaku."


Rin bersiap mengibaskan kipas raksasanya ke arah yang ditunjuk oleh Kakaknya, Ron.


"Wind Cyclone."


Kibasan Kipas tersebut mengeluarkan angin yang sangat besar layaknya sebuah badai di lautan. Membuat Kerangka yang terkena angin tersebut, terbang berhamburan.

__ADS_1


Karena jarak Lich tersebut yang tergolong dekat, setelah terbukanya jalan oleh jurus Wind Cyclone. Penampilan Lich tersebut terlihat oleh Ron dan yang lainnya.


Melihat penampilan Lich tersebut, Ron langsung memberi perintah: "Serang dia! rebut kalung dan liontin yang ada padanya."


Para Assasin mendengar perintah itu langsung bergegas menuju Lich tersebut.


Para Support juga tidak tinggal diam. Mereka memberikan Buff peningkatan kecepatan dan peningkatan Serangan kepada para Assasin tersebut.


Dengan kecepatan tinggi, para Assasin dengan cepat menuju lokasi Lich yang pertama.


Lich tersebut tidak tinggal diam, ia menghentakkan tongkatnya ke tanah. Dan sebuah 'Bone Wall' muncul di antara Lich dan para Assasin.


Para Assasin terhalang oleh dinding tulang yang tersusun rapih di depannya. Walaupun mereka sempat terhenti, ada satu Assasin yang tetap nekad menerobos.


Assasin tersebut menembus Dinding tulang dengan menggunakan Skill 'Spectre'.


Saat menggunakan skill Spectre, tubuhnya berada diantara Roh dan kenyataan. Sehingga ia tidak bisa diserang, dan bisa menembus benda. Seperti sekarang ini.


Walaupun Skill ini terbilang cukup mengerikan, namun skill ini masih ada kelemahan, yaitu tidak bisa menyerang dalam keadaan Spectre.


Assassin tersebut dengan mudah menembus pertahanan Bone Wall. Lich ingin mengurung Assassin tersebut menggunakan 'Skeleton Cage', namun skill Spectre bertahan selama 10 detik, yang berarti ia masih dalam keadaan kebal.


Lich itu terkejut melihat masih Assassin tersebut dengan mudah melewati serangan-serangannya.


Bertepatan dengan berakhirnya skill Spectre, Assassin tersebut sudah berada di depan Lich dan tangannya sudah terulur menuju kalung yang dipakai Lich.


Assassin tersebut berhasil merampas kalung Lich tersebut. Setelah kalung tersebut diambil, Lich tersebut langsung terjatuh dan tubuhnya menjadi Abu. Para Kerangka yang dikendalikan Lich tersebut juga ikutan jatuh.


Semangat juang mereka kembali terbakar.


****************


Disisi lain.


Kedua Lich yang tersisa, mereka mengetahui kalau ada Aura yang melacak keberadaan mereka.


Keduanya berniat melarikan diri dan mencari tempat aman.


Saat salah satu dari mereka menyelinap untuk kabur, sesosok Shadow Mantis keluar dari Bayangan Lich tersebut dan dengan cepat mengambil kalung sang Lich.


Hal ini membuat Lich tersebut terkejut dan langsung berubah menjadi abu.


Shadow Mantis itu adalah Unseen. Ketika Rhea menunjuk arah lokasi para Lich yang ia deteksi, Unseen masih ada di bayangan Ron. Sehingga ia tahu lokasi Lich tersebut.


Unseen berhasil membunuh Lich tersebut dengan mudah, dan merebut Jubah sama Liontin kalung tersebut yang ternyata sebuah Inti Kristal.


Untuk Lich yang tersisa, ia sisahkan kepada orang lain.


****************

__ADS_1


Kembali ke pertempuran di dasar lembah. Rhea mendekati Ron.


"Kapten, target berusaha melarikan diri. Ia sudah kabur jauh."


Mendengar ini, Ron sedikit mengerinyit, namun wajahnya tampak tenang kembali. "Biarkan saja, mari kita urus yang lain."


Rhea mengangguk, kemudian tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi terkejut, lalu sedetik kemudian, kebahagiaan terlintas di wajahnya.


"Kapten, seperti musuh yang ku tandai sudah mati."


Mendengar ini Kapten Ron sangat terkejut, "Benarkah?"


Menanggapi pertanyaan Kaptennya, Rhea mengangguk.


Kemudian Ron memikirkan sesuatu, ia pun menjadi semangat.


"Sepertinya bala bantuan telah tiba," gumamnya.


Namun yang sebenarnya terjadi, para Bala Bantuan baru saja memasuki pegunungan tempat mereka berada, masih perlu waktu untuk sampai ke tempat mereka berada.


Yang sebenarnya terjadi adalah Shiro yang membantai para Lich yang tersebar.


Shiro mencari para Lich yang bersembunyi di celah-celah tebing dan diatas lembah.


Para Kerangka yang mereka kendalikan mulai jatuh satu persatu. Namun para pahlawan Raid tidak mengetahui ini.


Kemudian Shiro melihat beberapa Lich yang kabur dari kerumunan Kerangka dan menuju suatu Gua.


Gua tersebut cukup tersembunyi, bahkan pintu masuknya disertai dengan ilusi yang membuatnya sulit untuk terlihat.


Melihat ini, Shiro menjadi tertarik. Ia pun mengikuti Lich tersebut masuk ke dalam Gua tersebut.


Alangkah terkejut dan senangnya Shiro ketika melihat apa yang ada di dalam Gua tersebut.


Sekelompok Lich yang sedang berkumpul dan hendak kabur melalui lorong di Gua tersebut. Melihat ini, Shiro langsung tersenyum dan membantai semua Lich yang ada di dalam Gua tersebut.


Walaupun para Lich tersebut berusaha melawan, namun mereka tidak bisa mengalahkan Shiro.


Hanya dengan menggunakan Skilk Switch, Shiro dapat menukar kalung mereka dengan benda-benda ber-Aura lainnya. Hal ini membuat mereka langsung berubah menjadi abu.


Para Lich menjadi marah melihat tingkah laku Shiro, mereka berusaha menyerang Shiro dan menghancurkan Gua tersebut agar Shiro tidak dapat mengikuti mereka.


Namun usaha mereka berakhir sia-sia. Dengan kecepatan dan kekuatannya, Shiro dapat menghancurkan tubuh mereka dengan satu pukulan.


Hal inilah yang membuat para Lich tersebut frustasi dan akhirnya mereka semua dikalahkan dengan mudah oleh Shiro.


Para Kerangka yang mereka kendalikan di dalam lembah mulai jatuh satu persatu. Para Pahlawan Raid yang melihat ini sangat senang, membuat mereka dapat beristirahat dan bernapas lega.


Dan untuk Shiro, ia dengan senang hati menerima dua material yang ditinggalkan Lich tersebut, yaitu Liontin yang sebenarnya adalah Inti Kristal dan Jubah.

__ADS_1


Untuk Inti Kristal tidak perlu dikatakan lagi seberapa penting material tersebut. Namun untuk Jubah, ada hal yang berbeda yang sangat membuat Shiro puas.


Karena Jubah tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap Aura di sekitar.


__ADS_2