Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
43. Jebakan


__ADS_3

"Hore !! Kita berhasil !"


Shiro, Denshu dan Brendy saling rangkul, mereka merayakan keberhasilan mereka, senyuman terikir di wajah ketiganya.


` clap~ clap~ clap~`


Suara tepuk tangan terdengar, suara tersebut berasal dari Shiryuu-senpai yang baru memasuki ruangan.


"Selamat! " ucap Shiryuu-senpai dengan senyum diwajahnya.


"Shiryuu-senpai, kami berhasil." kata Denshu dengan gembira.


"Hoho, selamat ! Memang pantas kalian menyandang nama sebagai Pahlawan dimasa depan." puji Shiryuu-senpai kepada Shiro dan yang lainnya.


"Hehe, sudah pasti." Denshu cengengesan.


"Senpai, kau bilang ada gulungan skill disini, tapi kelihatannya tidak ada apa pun. Bagaimana dengan hadiah kami ? " Brendy bertanya sambil melihat sekeliling.


Shiryuu-senpai tidak menjawab pertanyaan Brendy, ia hanya tersenyum.


Melihat senyum Shiryuu-senpai, Shiro malah merasa ada yang tidak beres. Ia merasakan sebuah firasat buruk.


Senyum yang dilemparkan oleh Shiryuu-senpai berbeda dengan senyum yang biasa ia lakukan. Ditengah cahaya Gua yang remang-remang, senyuman Shiryuu-senpai sangatlah menakutkan layaknya seorang psikopat.


Firasat Shiro benar, Unseen tiba-tiba memperingatkan Shiro, "Shiro bahaya, cepat kabur, pergi dari sini, tempat ini sudah terkepung !"


Shiro tertegun, baru kali ini ia mendengar peringatan Unseen yang penuh kegelisahan. Ia langsung mengecek sekitarnya menggunakan kemampuan persepsi miliknya.


"Sial ! " kutuk Shiro ringan.


Dari persepsinya, ia merasakan banyak Aura yang perlahan masuk ke dalam Gua. Ia merasakan banyak Makhluk Humanoid yang memasuki Gua dengan sangat cepat.


Aura yang keluar dari Makhluk tersebut cukup besar, dan agak berbaur dengan alam. Sulit memperkirakan sebesar apa kekuatan para Makhluk tersebut. Yang jelas, mereka ssnagat kuat dna jumlahnya lumayan banyak.


"Shiro, Denshu, kalian kenapa ?" tanya Brendy.


Brendy bingung melihat ekspresi keduanya. Ia juga tercengang melihat Battle Pet miliknya meringkuk ke sudut. Ia tak tahu apa yang terjadi saat ini.


Sebelum Shiro sempat menjawab, ia melihat raut muka Denshu yang ketakutan. Sepertinya ia mengetahuinya juga.


Wajar saja bagi Denshu bisa tahu, karena ia tipe Element, ia lebih sensitif terhadap Aura daripada tipe yang lainnya.


` brukk~` Denshu mundur dan terjatuh.


"Denshu, ada apa ?" Brendy terkejut, ia mengangkat Denshu dan berusaha mengguncang tubuh Denshu.

__ADS_1


"I... I.... itu, ada Makhluk yang memiliki Aura luar biasa sedang menuju kesini." Denshu menunjuk ke pintu masuk ruangan.


` roar~ roar~` Serigala Angin Denshu menggonggong ke arah luar.


Shiro juga merasakannya, Aura terebut sudah sangat dekat dengan mereka.


"Siap bertarung ! " perintah Shiro.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ayo, aku siap." Brendy bersiap-siap.


Mereka membuat formasi siap bertarung. Dan Denshu mundur, mencoba memberanikan diri dan ikut bertarung.


"Kukuku, sepertinya kalian sudah menyadarinya." ucap Shiryuu-senpai dengan seringai di wajahnya.


"Apa maksud semua ini Shiryuu-senpai ?" tanya Shiro.


" Hoh, kalian masih bertanya? bukannya kalian ingin hadiah. Mereka hadiah kalian."


Shiryuu-senpai membentangkan kedua tangannya, dan Bayangan sosok humanoid muncul di belakangnya.


Sosok tersebut semakin dekat dan perlahan-lahan penampakan sosok tersebut semakin terlihat.


Shiro dan yang lainnya terkejut. Mereka tidak menyangka dapat bertemu dengan Ras yang satu ini.


Rambut panjang berwarna putih, kulit pucat kebiruan, taring dan kuku yang tajam serta telinga yang runcing. Tidak salah lagi, mereka ada Ras Ice Elf.


Wajar Brendy dan yang lainnya terkejut. Karena di Akademi sudah diberitahukan kepada mereka kalau di dalam Gate Putih, monster yang memiliki Aura besar sudah tidak ada, tinggal monster-monster kroco yang tertinggal untuk pelatihan.


Apalagi monster sekelas Ice Elf, yang memiliki kekuatan yang cukup besar, tidak mungkin Asosiasi Pahlawan tidak mengetahuinya.


"Bagaimana ? Menakjubkan bukan ? hahaha~" ucap Shiryuu-senpai sambil tertawa.


Namun perkataannya disela oleh salah satu Ice Elf yang berjalan ke dekat Shiryuu-senpai."Hei manusia, apakah kali ini mereka yang dijadikan media pertukarannya?"


Shiryuu-senpai mengangguk.


Namun Shiro dan yang lainnya lebih tercengang. Ras lain biasanya tidak bisa menggunakan Bahasa manusia. Itu berarti, para Ice Elf ini sudah lama belajar bahasa manusia disini.


"Hoh, cukup menarik. Sepertinya pertukaran kali ini cukup besar. Terutama bocah laki-laki disana, ia memiliki Aura yang enak." ucap salah satu Ice Elf sambil menunjuk ke arah Denshu.


Melihat pemandangan ini, Shiro tau apa yang terjadi. "Senpai, kalian sepertinya sengaja menjebak kami. Dan sepertinya ini adalah rahasia Keluarga Yuki, ya ? Kalian mengorbankan manusia atau lebih tepatnya Pahlawan untuk ditukar dengan kekuatan."


"Seperti yang sudah ku harapkan darimu, Shiro. Kau memang anak yang pintar. Kukuku~"


"Senpai, kami tidak akan memberitahukan kepada Orang lain, Tolong Lepaskan Kami!" ucap Denshu memohon.

__ADS_1


Shiryuu-senpai tersenyum, "Penawaran yang menarik, namun aku tidak tertarik. Untuk apa melepaskan kalian ? Aku bisa mendapatkan kekuatan yang lebih besar jika mengorbankan kalian semua disini."


"Dasar tidak biadab." kutuk Brendy.


Shiryuu-senpai mencibir, "Bukankah sudah kubilang sebelumnya. Dunia ini dikuasai oleh yang kuat, yang lemah hanya akan tertindas dan mati terbunuh begitu saja. Untuk bertahan hidup di dunia yang keras ini, kau hanya perlu menjadi kuat, mencari sumber kekuatan dan terus bertambah kuat."


Pernyataan Shiryuu-senpai benar, mereka tidak bisa membantahnya.


" *#¥ $÷&¥ #&×&£ #*@" Sebuah Gumaman terdengar dari para Ice Elf yang lain. Sepertinya tidak semua Ice Elf bisa menggunakan Bahasa manusia.


"Para anak buahku sepertinya sudah tidak sabar lagi. Apakah kalian sudah selesai bicaranya?" ucap Ice Elf yang berada didekat Shiryuu-senpai.


"Tidak ada lagi, aku serahkan sisanya kepada kalian." ucap Shiryuu-senpai.


Ice Elf tersebut tersenyum dan memandangi Shiro dan yang lainnya. "Apakah kalian punya kata-kata terakhir?"


Namun Shiro dan yang lainnya tidak menjawab, mereka bersiap untuk melawan.


"Baiklah kalo tidak ada. Anak-anak...."


"Lakukan"


...****************...


Di Industri Keluarga Yuki.


Ruang Kantor Patriark.


` tok~ tok~ tok~` Suara ketukan pintu terdengar.


"Masuk"


Seorang pria paruh baya masuk dan langsung menunduk dan bersimpuh. "Patriark, saya ingin melapor ! anakku Shiryuu sudah mulai bertindak menjalankan misinya."


"Oh, ku kira ia tidak berani melakukannya." ucap Patriark Keluarga Yuki sambil mengusap janggutnya.


"Ia sudah memberitahuku pagi ini, dan sudah melakukan persiapan yang matang."


Patriark mengangguk, "Bagus kalau begitu, sekarang giliran kita yang bertindak. Aku tugaskan kau mengurus sisanya. Kau mengerti kan "


Orang Tua Shiryuu mengangguk, ia mengerti apa tugasnya. "Ya Patriark, saya mengerti. Akan saya laksanakan "


"Ingat ! Jangan sampai ada kesalahan."


"Iya Patriark, saya izin pamit dulu."

__ADS_1


Patriark memberikan sinyal mempersilahkannya pergi, Orang Tua Shiryuu mengangguk dan keluar dari ruangan tersebut.


Patriark Keluarga Yuki berdiri, ia berjalan ke arah jendela ruangan. Ia tersenyum lebar lalu berkata, "Tidak ada yang bisa menghentikan kebangkitan Keluarga Yuki. Keluarga Yuki tidak akan pernah mati."


__ADS_2