Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
47. Mati Kau


__ADS_3

Shiro berlari sekuat tenaga untuk mengejar kecepatan Frost Arrow agar tidak mengenai Denshu.


Namun Shiro tidak bisa mengejar.


Frost Arrow mengarah kepada Denshu dengan kecepatan penuh.


"DENSHUUU~" Teriak Shiro.


Denshu menoleh mendengar teriakan Shiro.


Denshu terkejut melihat Frost Arrow yang mengarah kepadanya, ia tidak bisa menghindar. Karena ada Ice Elf yang dihadapinya saat ini.


` tusukan~`


` tusukan~`


Darah mengalir dari ujung Frost Arrow yang menembus tubuh. Namun itu bukan tubuh Denshu, melainkan tubuh Serigala Angin yang bereaksi menghadang kanu Frost Arrow.


Mata Denshu membelalak, air mata mulai mengalir ke pipinya. Ia tidak menyangka bahwa Battle Pet miliknya berani berkorban demi dirinya.


Shiro yang melihat ini dari kejauhan pun tercengang, ia terlalu panik sebelumnya sehingga ia lupa kalo ia memiliki skill Switch yang bisa memindahkan target.


Untung saja nyawa Denshu bisa selamat, meski Battle Pet miliknya harus mati mengorbankan diri untuk Denshu.


"Sial, sepertinya aku gak bisa menyembunyikan skill ini selamanya." gumam Shiro dengan perasaan marah.


Musuh yang Shiro hadapi saat ini sangatlah kuat, ia tidak bisa menyembunyikan semua skill yang ia miliki.


"Denshu, kau tidak apa-apa ?" tanya Shiro ketika sudah sampai di dekat Denshu.


Denshu mengusap air matanya, "Tidak apa-apa. Aku sungguh lemah Shiro."


Jejak kesedihan sangat jelas terlihat diwajah Denshu. Walaupun baru beberapa bulan ia bersama dengan Battle Pet miliknya, namun perasaan kasih sayang tetap ada.


"Iya, kita memang lemah. Kita perlu kembali hidup-hidup dan menjadi lebih kuat." ucap Shiro.


"Kau benar, tapi Aku tidak bisa bertarung lebih lama lagi, suhu menjadi semkain dingin, Aura ku juga sudah mulai menipis." ucap Denshu.


"Serahkan saja padaku." ucap Shiro.


Denshu mengangguk, ia tahu batas kemampuannya. Ia sudah terlalu lelah saat ini, ia tak sanggup bertarung lebih lama. Hanya Shiro dan Brendy yang bisa ia percayai. Ia hanya bisa menggantungkan harapannya kepada mereka berdua.


` swuusshhhh~`


` swuusshhhh~`


Beberapa Frost Arrow kembali melesat cepat kearah mereka.


` dentang~`


` dentang~`


Semua Frost Arrow yang datang berhasil ditebas oleh Shiro dengan mudah. Walaupun tangan dan Katana Shiro membeku ketika menebas Frost Arrow, namun di sepersekian detik selanjutnya, tangan dan Katananya kembali normal.


Denshu terkesiap melihat aksi Shiro menebas semua Frost Arrow yang datang. Ia berpikir untuk belajar berpedang ketika kembali dari sini.


Melihat Frost Arrow yang datang semakin cepat, Shiro memaksimalkan otot lengannya agar bisa menebas lebih cepat. Reflek dan Fleksibilitasnya juga meningkat berkat kemampuan Breathing miliknya.


"Tidak ada habisnya." Shiro agak kesal.


Kali ini ia memaksimalkan otot kakinya juga, ia bergerak kedepan. Shiro berlari kearah datangnya Frost Arrow. Shiro berniat menyelesaikan Ice Elf yang menyerang mereka dari kejauhan menggunakan Frost Arrow.


` dentang~`


` dentang~`

__ADS_1


Sembari berlari, Shiro menangkis semua Frost Arrow yang datang.


Merasakan ada seseorang yang mendekat, Shiro mengelak sedikit.


Ternyata salah satu Ice Elf yang berusaha menebasnya.


` slasshhh~`


Leher Ice Elf yang menyerang Shiro terlepas akibat tebasan Shiro.


Darah bercucuran, namun Shiro mengabaikannya dan terus berlari ke depan.


Shiro berhasil keluar dari Kabut Putih, namun serangan Bola Es besar datang ke arahnya.


" Ice Bomb." ucap Panatua Ice Elf.


Shiro mengeluarkan pisau kecil lalu melempafkannya ke atas.


` duarrrrr~`


Serangan tersebut meledak ditempat Shiro berada, serangan tersebut membekukan tempat tersebut dalam radius 10 meter secara instan.


Namun Shiro sekarang sudah berada di udara, ia berhasil menghindari serangan tersebut menggunakan skill Switch.


Setelah Shiro mendarat, sebuah pukulan dilayangkan kepadanya. Tapi Shiro dengan mudah menangkapnya.


Ternyata yang menyerang Shiro adalah Shiryuu-senpai.


"Sepertinya kau memiliki teknik unik ya Shiro, apakah itu dari Soul Weapon milikmu ? " ucap Shiryuu-senpai dengan senyum diwajahnya. Ia melirik katana yang dipegang Shiro.


Mendengar pertanyaan dari Shiryuu-senpai, Shiro tidak perlu repot-repot menjawabnya. Shiro berniat menebas tangan Shiryuu-senpai yang ia pegang saat ini.


"Ice Wall."


Sebuah dinding es tiba-tiba terbentuk diantara mereka berdua, Shiro terpaksa melepas tangan Shiryuu-senpai yang ia pegang. Dan mundur beberapa langkah.


Panatua Ice Elf membaca mantra lagi, dan mulai melepaskan mantranya.


Namun target dari Panatua Ice Elf bukanlah Shiro, melainkan Denshu. Ia sepertinya tidak bisa mengalahkan Shiro dengan mudah, sehingga iamengincar target yang lemah dulu.


Dalam pikirannya, Dengan kematian Denshu, mungkin Shiro akan membuat kesalahan yang bisa ia manfaatkan untuk menyerang.


Tapi ia kaget, karena Shiro tidak bereaksi seperti yang ia harapkan. Shiro malahan menyimpan Katana miliknya.


Shiro tidak panik, ia menyimpan Katananya agar ia bisa menjentikkan jari untuk menggunakan Skill Switch.


Ia bisa saja menggunakan Katana menggunakan satu tangan, namun kekuatan tebasannya akan berkurang dibandingkan menggunakan kedua tangan.


Aura Fist Shiro aktifkan. Lalu ia memukul Ice Wall yang ada didepannya dengan satu pukulan.


` Bang~`


Ice Wall tersebut hancur. Dan Shiro melihat Shiryuu-senpai yang mundur agak jauh.


Shiro mengeluarkan pisau lempar lainnya dan melemparkannya ke arah Shiryuu-senpai.


` jentik~`


Shiro menjentikkan jari, target pertukarannya adalah Pisau yang ia lempar dengan Ice Bomb Panatua Ice Elf yang ia lemparkan kepada Denshu.


Pisau yang berubah menjadi Ice Bomb membuat Shiryuu-senpai terkejut. Ia awalnya meremehkan kekuatan pisau yang dilempar Shiro. Ia tidak menyangka kalau Serangan yang berupa lemparan pisau, akan berubah menjadi sebuah Ice Bomb.


` bang~`


Ice Bomb tersebut meledak, Area tersebut membeku layaknya sungai yang beku. Selain itu, banyak duri Es yang bermunculan dari tanah.

__ADS_1


Beberapa duri Es berhasil menusuk kaki Shiryuu-senpai yang berusaha menghindari radius ledakan.


Shiro memanfaatkan moment ini, ia berlari kearah Shiryuu-senpai dengan kecepatan penuh.


Walaupun medan Es membuat pergerakan melambat akibat licin. Namun Shiro dapat bergerak bebas diatas medan licin tersebut dengan melapisi kakinya dengan Aura.


Dengan melapisi Aura di kaki, penggunanya bisa bergerak lebih cepat dan bisa menjadi stabil dalam melangkah di segala macam kondisi.


Shiro mendekati Shiryuu-senpai dan hendak memukulnya dengan Aura Fist miliknya.


` bang~`


Pukulan Shiro mengenai Ice Shield yang berada didepan Shiryuu-senpai. Ice Shield tersebut pecah akibat pukulan Shiro.


Setelah memecahkan Ice Shield, Shiro hendak melanjutkan pukulan.


` swuusshhhh~`


` swuusshhhh~`


Beberapa Frost Arrow datang kearahnya, Shiro menghindari semua Frost Arrow yang datang. Namun Shiryuu-senpai berhasil kabur berkat itu.


Shiryuu-senpai berlari terpincang-pincang, ia mengeluarkan beberapa obat dan meminumnya sambil berlari menjauh dari Shiro. Ia agak takut melihat kekuatan Shiro, baru kali ini ia melihat kekuatan Shiro yang sebenarnya.


Shiryuu-senpai melihat kebelakang, dan ternyata Shiro mengejarnya.


" Ice Wall."


Shiryuu-senpai mengeluarkan Ice Wall di depan Shiro, ia berharap Shiro melambat dan berhenti mengejarnya.


` bang~`


Namun usahanya sia-sia, Shiro berhasil menghancurkan Ice Wall dengan satu pukulan.


Melihat hal ini, Shiryuu-senpai berlari sekuat tenaga. Ia menyodorkan jari telunjuknya ke arah Shiro yang berada dibelakangnya dan mengeluarkan mantra serangan.


" Ice Bullet."


"Ice Bullet."


Beberapa peluru Es bergerak ke arah Shiro. Namun bagaimana Shiro bisa terkena serangan Ice Bullet yang mana tingkatan serangannya lebih rendah daripada Frost Arrow. Tentu saja Shiro berhasil dengan mudah menghindarinya.


Shiro berlari lebih cepat mengejar Shiryuu-senpai. Sampai akhirnya Shiro berhasil menyusul.


Shiro memukul bagian belakang Shiryuu-senpai yang membuat Shiryuu-senpai tersungkur jatuh ke tanah.


Shiryuu-senpai berusaha untuk bangkit, namun tubuhnya ditahan oleh Shiro.


Shiro menduduki tubuh Shiryuu-senpai dan memukulnya sekuat tenaga.


` bang~`


Ternyata Shiryuu-senpai masih mempunyai Armor dibalik pakaiannya.


Armor tersebut pecah dan Shiryuu-senpai masih terkena dampak dari pukulan Shiro.


" Hueekk~" Shiryuu-senpai muntah darah.


"A... A... Ampuni aku Shiro, aku minta maaf." ucap Shiryuu-senpai memohon belas kasihan kepada Shiro.


Namun Shiro mengabaikan permintaan maafnya., ia memandang Shiryuu-senpai lebih tajam.


"Lebih baik kau minta maaf diakhirat sana." ucap Shiro.


Shiro bersiap memukul Shiryuu-senpai, Aura ditangannya lebih besar, layaknya sebuah Api yang menyala.

__ADS_1


Shiro melayangkan pukulannya kearah kepala Shiryuu-senpai.


"MATI KAU..."


__ADS_2