
Panatua Ice Elf mengerutkan dahinya.
Shiryuu-senpai yang melihat hal ini memberanikan bertanya kepadanya, "Bagaimana Tuan ? Apakah ada masalah ?"
"Satu orang lagi dipihak kita mati ditangan bocah-bocah tengik itu." jawab Panatua Ice Elf.
"Tidak mungkin ! Kali ini siapa yang membunuhnya ?" Teriak Shiryuu-senpai tidak percaya.
Panatua Ice Elf melihat ke medan pertempuran, "Bocah Assasin berotot dibantu Gorilla Salju."
"Brendy ? Bagaimana mungkin, ia saja sedikit terluka pas datang kemari." ucap Shiryuu-senpai masih tidak percaya.
"Itu yang terjadi, namun ada keanehan yang tidak ku ketahui ?" ucap Panatua Ice Elf sembari memikirkan yang terjadi pada anak buahnya yang mati ditangan Brendy.
"Apa itu Tuan ?" Tanya Shiryuu-senpai penasaran.
"Gorilla Salju menabrak Anak Buahku dengan kuat, anehnya Gorilla Salju tersebut datang secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda apa pun. Bahkan aku pun sulit menyadari kedatangannya. Seakan ia berteleportasi atau bergerak dengan sangat cepat disertai penyembunyian hawa keberadaan. Apakah kau tau sesuatu?" jelas Panatua Ice Elf.
Shiryuu-senpai menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu. Aku belum mendengar tentang kemampuan Gorilla Salju seperti itu. Namun bocah Brendy itu memiliki bakat alami dalam menghilangkan hawa keberadaanya, mungkin ia bisa mengurangi hawa keberadaan Gorilla Salju melalui kemampuan alamnya tersebut."
"Mungkin saja, sepertinya kita harus mulai bertindak. Kalo tidak, pihak kita akan dikalahkan." ucap Panatua Ice Elf sambil memadatkan Aura Es di tangannya.
Shiryuu-senpai mengangguj setuju dengan pernyataan Panatua Ice Elf. Jika terlalu meremehkan bocah-bocah itu, bisa-bisa mereka yang dibantai habis oleh mereka.
Aura Es yang dikumpulkan Panatua Ice Elf membentuk beberapa buah Frost Arrow yang melayang di sekitar tangannya.
Setelah terbentuk, Panatua Ice Elf tersebut melemparkan Frost Arrow ke medan pertempuran yang ada didepannya.
Frost Arrow tersebut terbang satu per satu ke dalam Kabut Dingin.
...****************...
Shiro yang dari tadi mencoba mencari mangsa, kini mendapatkan target yang cocok.
Ia berlari cepat dan hendak menebas salah satu Ice Elf dari belakang.
Ice Elf tersebut tidak menyadari bahwa ia akan ditebas oleh Shiro dari belakang.
` swuusshhhh~`
` swuusshhhh~`
Namun sebelum Shiro menebas Ice Elf tersebut, beberapa Frost Arrow datang ke arahnya.
` dentang~`
Salah satu Frost Arrow menangkis serangan Shiro terhadap Ice Elf.
Beberapa pecahan Es tersebar akibat beradu dengan tebasan Shiro. Tangan dan Katana Shiro pun menjadi beku ketika menangkis Frost Arrow tersebut.
Melihat banyak Frost Arrow yang masih terbang kearahnya, Shiro menghindar dan berniat mundur, membatalkan membunuh target tersebut.
__ADS_1
Ice Elf yang hampir dibunuh Shiro terkejut ketika mendengar suara tersebut, ia menoleh kebelakang dan melihat Shiro yang hampir menebasnya. Untung ada Frost Arrow yang menepis serangan Shiro. Ia kini menjauh dari Shiro.
Shiro yang telah berhasil mundur, mencoba menggunakan Aura untuk menghancurkan lapisan Es di tangannya.
Dengan mudah, Shiro berhasil melepaskan tangannya yang beku tersebut.
` swuusshhhh~`
` swuusshhhh~`
Beberapa Frost Arrow datang lagi kearah Shiro.
Shiro berhasil menghindar, namun intensitas datangnya Frost Arrow semakin tinggi. Kualitas Frost Arrow juga menjadi semakin jelek.
Shiro dapat menebaknya bahwa Frost Arrow yang pertama berasal dari Panatua Ice Elf. Dan yang kini membombardirnya berasal dari para Ice Elf Mage.
Shiro tidak bisa menghindari semua Frost Arrow yang datang kearahnya bagaikan hujan panah. Ia menangkis beberapa Frost Arrow yang datang kearahnya menggunakan Katananya.
Walaupun Katananya membeku ketika bersentuhan dengan Frost Arrow, Shiro dapat dengan mudah menghancurkannya dengan pengendalian Aura miliknya.
Hujan Frost Arrow masih berlanjut, namun Shiro tidak mau tinggal diam. Ia terus mencari mangsa walaupun terus dihujani oleh Frost Arrow.
"Ketemu kau."
Shiro melihat mangsa dan bergegas kearah target.
Dengan cepat, Shiro sudah datang di depan target.
Ice Elf tersebut membuat pedang dari Es dan hendak menebas Shiro.
` dentang~`
` swuusshhhh~`
Shiro berhasil menepis serangan Ice Elf tersebut dan hendak menyerangnya dengan serangan lanjutan, namun terpaksa ia menghindar karena ada beberapa Frost Arrow yang mengarah kepadanya.
"Sungguh merepotkan." gumam Shiro.
Shiro terus mengejar Ice Elf didepannya, walaupun ada beberapa Frost Arrow yang mengejarnya, Shiro tidak peduli. Ia tetap maju kedepan tanpa melihat ke belakang.
Ice Elf yang melihat Shiro yang maju tanpa pandang bulu langsung mengangkat Pedang Es nya dan menebas Shiro dengan sekuat tenaga.
Shiro terus maju, ketika Tebasan dari Ice Elf tersebut hampir mengenainya. Ia baru berakselerasi, ia berputar mengelilingi Ice Elf tersebut.
Ice Elf tersebut tertegun. Ia tidak menyangka kalau Shiro masih bisa menghindari serangannya. Na'as, Frost Arrow yang mengejar Shiro sebelumnya kini menghantam tubuh Ice Elf.
Tubuh Ice Elf tersebut membeku terkena beberapa serangan Frost Arrow.
Rencana Shiro berhasil, ia mengarapkan hal ini terjadi. Ia pun tak tinggal diam. Sebagai jaga-jaga, Shiro langsung menusuk jantung Ice Elf tersebut dari belakang menggunakan Katana miliknya.
Terkena serangan Shiro dengan telak, Ice Elf tersebut memuntahkan seteguk darah. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya membeku dan ia tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Serangan Shiro tidak hanya sampai disana. Shiro menebas leher Ice Elf tersebut dan melempar kepalanya ke arah Frost Arrow yang masih mengejarnya.
Shiro mencabut Katanya dari tubuh Ice Elf, darah masih mengalir di bilah Katananya.
"Siapa selanjutnya ?" gumamnya pelan.
Shiro melihat salah satu Ice Elf Assassin yang sedang sekarat akibat serangan Brendy sebelumnya.
"Giliranmu." ucap Shiro memandang target dengan senyum diwajahnya.
Shiro mulai bergerak cepat kearahnya. Namun Ice Elf Assasin tersebut menyadarinya.
Sebagai seorang Ice Elf Assasin, ia dapat menyadari Aura yang mendekat ke arahnya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia sudah terlalu lelah menghadapi Brendy sebelumnya. Ia hanya beruntung bisa lolos.
Merasakan Aura Shiro yang mendekati dirinya, Ice Elf Assasin tidak berniat melawan. Ia sudah pasrah dibunuh oleh Shiro.
` slash~`
Benar saja, Shiro dengan mudah menebas leher Ice Elf Assasin tersebut.
Setelah membunuh Ice Elf Assasin, Shiro langsung mengecek kondisi sekitar. Ia merasakan sesuatu yang salah ketika Frost Arrow tidak mengejarnya.
Dalam benak Shiro, Para Ice Elf tidak mungkin kehabisan Aura dengan serangan kelas rendah seperti Ice Arrow.
Apalagi Ice Elf masih sejenis dengan Ras Elf yang dicintai dengan Alam. Mereka mempunyai Aura yang luar biasa dan hampir tak terbatas.
Benar saja, Firasat Shiro benar. Kini Ice Elf berhenti menargetkan Shiro, ia kini menargetkan Denshu. Banyak Frost Arrow yang mengarah kepada Denshu secara bersamaan.
"Sial !" ucap Shiro sambil bergegas untuk menyelamatkan Denshu.
Otot Kaki Shiro membesar, terlihat urat dan syaraf otot kaki Shiro mengencang. Shiro berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Denshu.
Namun sekuat apapun Shiro bergerak, ia tidak lebih cepat dari Frost Arrow.
"DENSHU~" Teriak Shiro.
Denshu mendengar teriakan Shiro dan menoleh. Ia terkejut melihat banyak Frost Arrow yang datang kearahnya.
Ia ingin menghindar, namun ada Ice Elf lainnya yang menyerang dirinya.
` swuusshhhh~`
` swuusshhhh~`
` tancap~`
` tancap~`
Beberapa Frost Arrow tertancap, darah banyak mengalir keluar.
Mata Shiro membelalak, ia berteriak.
__ADS_1
"DEEENNSSHHUUU~"