Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
122. Explosion


__ADS_3

Lich King duduk diatas takhta dengan santainya sambil fokus menatap Shiro.


Jari-jari Lich King mengetuk pinggiran kursi takhta beberapa kali. Sebelum akhirnya mulutnya terbuka dan jemarinya menunjuk ke arah Shiro.


Melihat ini, Shiro pun menjadi waspada.


Death Knight yang memakai jubah dan memegang belati tiba-tiba menghilang. Namun Shiro tidak bisa memfokuskan diri mencari Death Knight Assassin yang telah menghilang. Karena beberapa panah dari Death Knight Archer mengarah ke arahnya.


Swuusshhhh~


Swuusshhhh~


Panah yang terbang ke arahnya, berhasil Shiro hindari. Panah tersebut cukup kuat, mungkin akan menembus tubuh jika terkena kekuatan Panah tersebut.


BOOM~


Death Knight Warrior yang memegang kapak Raksasa langung melompat dan mengayunkan kapaknya ke arah Shiro menghindar.


Dengan backflip dua kali ke belakang, Shiro berhasil menghindari serangan tersebut.


Death Knight Warrior tidak membiarkan Shiro melarikan diri, ia berniat mengejar Shiro.


Saat Shiro fokus melihat pergerakan Death Knight Warrior yang hendak menerjangnya. Shiro merasakan perubahan Aura di belakangnya.


Shiro mempercayai intuisinya, Ia langsung mengeluarkan Katana dan menebas ke arah belakang dirinya.


Dentang~


Katana Shiro beradu dengan sepasang belati dari Death Knight Assassin.


"Benar saja, ada musuh."


Shiro hendak mengayunkan katananya kembali ke arah Death Knight Assassin, namun Death Knight Warrior sudah berada di dekatnya.


Death Knight Warrior mengangkat kapaknya dan mengayunkan kapak tersebut ke arah Shiro.


Shiro dan Death Knight Assassin sama-sama mundur untuk menghindari serangan brutal dari Death Knight Warrior.


Tak sampai disitu, setelah Shiro menghindar, beberapa anak panah yang cukup kuat kembali mengarah kepadanya. Death Knight Archer seakan sudah memprediksi arah pergerakan Shiro sebelumnya.


Dentang~


Dentang~


Shiro menepis beberapa anak panah, kemudian Ia menggunakan Frost Wing untuk terbang sekaligus menghindari serangan dari Death Knight Assassin dan Death Knight Warrior.


Merasa jauh lebih aman dan lebih santai, Shiro mengalihkan pandangannya ke tim Lich King yang ada di dekatnya.


Death Knight Archer, Mage dan Support yang berada tidak jauh di sekitar Lich King. Ada juga Death Knight Tanker yang berada di depan Lich King dan bersiap untuk menerima segala macam serangan untuk melindungi yang lainnya.


Kemudian Shiro melihat Death Knight Mage yang telah selesai membacakan mantra. Death Knight Mage yang menggunakan topi penyihir lalu mengarahkan tongkatnya ke arah Shiro yang sedang terbang.

__ADS_1


Mulut Death Knight Mage terbuka seakan sedang berbicara. Walaupun apa yang dikatakan Death Knight Mage tidak terdengar, namun Shiro dapat membaca gerak mulutnya sedikit.


Karena apa yang diucapkan oleh Death Knight Mage adalah "Explosion."


Shiro merasakan firasat buruk. Dan "BAAANGGG~", Ledakan besar terjadi.


Ledakan itu berpusat ditempat Shiro berada. Dampak ledakan tersebut sangat besar dan membuat kastil bagian atas hancur.


Tanahpun tampak bergetar hebat bagaikan ada gempa kuat terjadi. Puing-puing bangunan Kastil juga mulai berjatuhan.


BANG~


BANG~


BANG~


Tak sampai disana, masih ada ledakan-ledakan lainnya yang terjadi. Walaupun skala ledakan kali ini lebih kecil dari ledakan sebelumnya.


Tak lama kemudian, ledakan telah berhenti. Hanya menyisakan lubang bangunan kastil yang menganga disertai sisa-sisa asap dan debu yang masih beterbangan.


Ada sisa-sisa daging dan serpihan tulang yang berserakan di pusat ledakan. Namun sisa-sisa daging dan tulang tersebut bukan berasal dari Shiro. Melainkan dari salah satu Death Knight yaitu Death Knight Assassin.


Shiro sempat bertukar tempat dengan Death Knight Assassin menggunakan skill Switch.


"Huh... untung sempat," pikir Shiro lega.


Saat ini Shiro dalam keadaan tak terlihat di dekat pilar kastil. Ia pun perlahan-lahan mulai bergerak menuju Lich King dengan diam-diam agar tidak terdeteksi.


Death Knight Assassin yang telah hancur, kini mulai dibangkitkan kembali. Tulang-tulangnya mulai menyatu, dan daging yang telah berserakan mulai menyatu kembali.


Kemudian ada Death Knight Support yang membunyikan Harpa yang ia pegang. Suara yang dihasilkan Harpa tersebut tidaklah bagus, mirip suara derit pintu tua ketika dibuka.


"Sial, aku ketahuan."


Shiro langsung muncul kembali dari keadaan tak terlihat. Sebab, suara harpa sebelumnya menimbulkan Mark kepada Shiro. Terbukti dengan ada tanda mata diatas kepala Shiro.


Karena sudah ketahuan, daripada bersembunyi, Shiro lebih baik langsung muncul saja. Karena bersembunyi pun percuma, tanda di kepalanya jelas selalu mengikutinya.


"Ahhh... Merepotkan," gerutu Shiro sembari menggosok kepalanya.


Awalnya Shiro mengira akan mudah, Ia tidak menyangka akan menjadi seperti ini.


Shiro memandang para Death Warrior dan mulai bernapas tenang. Ia pun mengganti Katana yang ia gunakan dengan rantai yang cukup panjang dan beberapa Belati biasa yang terbuat dari Gigi Sandworm Dune.


Karena para Death Knight ini bisa dihidupkan kembali, Shiro tidak memilih untuk menghancurkan mereka. Ia lebih memilih untuk membuat mereka terperangkap sehingga tidak bisa bergerak.


Death Knight Assassin dan Death Knight Warrior sudah mulai bergerak.


Aura di sekitar Shiro sudah mulai terkumpul. Kemudian dengan cepat Shiro langsung berlari menuju Death Knight Assassin yang sedang bersembunyi tidak jauh di belakangnya.


Masalah Death Knight Warrior, Shiro mengabaikannya. Matanya tertuju pada Death Knight Assassin yang menghilang.

__ADS_1


Kemudian Shiro melempar belati ke arah Death Knight Assassin.


Ctek~


Shiro menjentikkan jarinya dan bertukar posisi dengan belati yang berhasil dihindari oleh Death Knight Assassin.


Dengan menggunakan Skill Switch, Shiro saat ini sudah berada di belakang Death Knight Assassin.


Shiro lalu melambaikan rantainya dan mendorong Death Knight Assassin ke tanah. Menggunakan belati sebagai paku dan rantai sebagai talinya, Shiro mengunci Death Knight Assassin.


Kini, Death Knight Assassin terperangkap dan tidak bisa bergerak lagi.


"1..." ucap Shiro.


Kemudian Death Knight Warrior mulai mengarah kepada Shiro sambil mengayunkan kapaknya.


Shiro hanya mengelak sedikit dan memukul Death Knight Warrior dengan kuat.


Pukulan keras Shiro membuat Death Knight terpental jauh. Tak sampai disitu, Shiro langsung mengejarnya dan menindih tubuh Death Knight Warrior.


Shiro mengeluarkan rantai dan beberapa belati lagi, lalu melakukan hal yang sama seperti yang dialami Death Knight Assassin kepada Death Knight Warrior.


Shiro berbalik dan memandang musuh yang tersisa, "2... tinggal 5 lagi."


Meskipun begitu, Shiro tahu kalau ini tidak mudah. Karena rantai yang tersisa di penyimpanannya tinggal satu lagi. Jadi ia hanya bisa meringkus satu musuh lagi.


Namun Shiro tak menyerah, Ia berlari mendekat. Terlihat Death Knight Tanker bersiap menangkis serangan Shiro.


Namun merasa jaraknya wajar, Shiro mengeluarkan belati dan melemparkan belati tersebut di tanah di depannya.


Shiro mengeluarkan rantai terakhirnya dan menjentikkan jarinya, "Ctek~"


Belati yang melekat di tanah kemudian berganti dengan salah satu Death Knight.


Awalnya Shiro berniat memindahkan Lich King, namun entah apa yang terjadi, Shiro tidak bisa memindahkannya menggunakan skill Switch.


Jadi Shiro hanya bisa memilih Death Knight yang tersisa.


Mengingat dampak serangan dari Death Knight Mage, Shiro lebih memilih memindahkan Death Knight Mage.


Memandang Shiro didepannya dengan linglung, Death Knight Mage berniat menyerang Shiro. Namun sayangnya, Shiro lebih cepat daripada dirinya.


Shiro mengambil tongkat Death Knight Mage dan membuangnya. Ia pun melakukan hal yang sama dengan dua Death Knights yang telah Shiro kalahkan.


Kini, Death Knight Mage hanya bisa pasrah ketika diringkus oleh Shiro.


"Diam disini, lihatlah kekalahan kalian," ucap Shiro kepada Death Knight Mage.


Kemudian Shiro memandang Lich King yang sedang marah.


"Selanjutnya giliranmu."

__ADS_1


__ADS_2