
Shiro dan yang lainnya berpencar ke tempat tujuannya masing-masing.
Shiro menuju ke Peternakan yang berada di sebelah Tenggara Kota A. Ia pergi sendirian, dan membawa detail Misi yang diserahkan Shiryuu-senpai kepadanya untuk diberikan kepada pihak Peternakan.
Shiro merasa bosan berjalan sendirian, ia mulai mengajak Unseen berbincang-bincang.
"Unseen, semalam aku sebenarnya belum puas bertanya denganmu, jadi bolehkan aku bertanya lagi kepadamu ? " Tanya Shiro.
"Unseen ? Oh iya, itu namaku. Emangnya kau mau nanya apa Shiro ?"
"Banyak hal yang ingin ku tanyakan, tapi pertama-tama, bagaimana dengan Shiryuu-senpai, apakah kau masih merasakan hal yang aneh?"
Unseen menggelangkan kepalanya, "Auranya masih normal, sama dengan yang kemarin. Namun aku selalu merasakan ada sesuatu yang lain pada dirinya"
"Apa itu ?"
"Aku masih tidak tahu."
"Apakah terkait dengan Organisasi Hitam ?" tanya Shiro lagi
"Sepertinya Tidak, tapi aku pun tidak tahu"
Mendengar jawaban ambigu Unseen, Shiro hanya bisa mendesah pelan. Ia ingin berhati-hati terhadap Shiryuu-senpai, namun ia tidak tahu apa yang perlu dilakukan.
"Yaudah kalo kau tidak tahu. Selanjutnya, aku ingin tahu tentang kemampuanmu! "
"Untuk apa kau ingin tahu mengenai kemampuanku ?"
"Aku cuma ingin tahu saja, selain itu, aku juga bisa mempelajari kemampuanmu untuk bisa dijadikan sebagai serangan kombinasi dengan Skill milik ku."
Unseen menatap Shiro agak lama, sepertinya ia memikirkan suatu pertimbangan. "Baiklah, karena aku sudah ku terima sebagai partner ku, akan ku kasih tau kemampuan yang ku miliki. Selain itu, kau juga perlu memberitahuku kemampuan yang kau miliki."
"Oke" ucap Shiro.
"Aku memiliki bakat rasial yang sama dengan yang lainnya, tak ada kemampuan khusus atau apapun. Mungkin ini mengecewakanmu, tapi itulah yang sebenarnya terjadi."
Shiro mengangguk, ia tidak peduli apakah itu benar atau tidak, yang diperdulikan Shiro hanyalah tentang cara mengefisienkan pertarungan.
"Pisau ditanganku sangatlah tajam, bilah inilah yang kami gunakan sebagai sarana dalam menyerang. Selain itu, bakat rasial Ras kami, bisa membuatku menghilang, menghilang sepenuhnya bukan Kamuflase oleh makhluk yang sejenis ras kami di planet ini.
Selain itu, karena kami tipe Bayangan, kami juga bisa masuk ke dalam Bayangan sebuah objek untuk sembunyi atau mengintai."
Shiro kaget mengetahui bahwa ras Unseen bisa membuatnya masuk ke dalam Bayangan. "Lalu apakah kau bisa berpindah tempat melalui Bayangan?"
Unseen mengangguk, "Tentu saja."
"Jadi bisakah kau berpindah langsung ke asrama atau tempat yang sangat jauh ?" tanya Shiro dengan penuh kegembiraan.
__ADS_1
Unseen memiringkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Shiro, "Sepertinya kau salah konsep mengenai Perpindahan Bayangan. Aku bisa masuk Bayangan suatu objek, dan berpindah ke Bayangan lain jika Bayangan lain tersebut menyentuh atau mengenai Bayangan objek tempatku bersembunyi sebelumnya.
Contohnya begini, Aku bersembunyi di Bayangan suatu pohon, lalu kau lewat di sekitar pohon tersebut, dan Bayanganmu mengenai dan bercampur dengan Bayangan Pohon tempatku bersembunyi, maka aku bisa berpindah ke Bayanganmu saat itu."
Shiro agak kecewa mendengarnya, "Lalu kenapa kau tidak bisa berpindah ke Bayangan yang jaraknya jauh ? Lalu bisakah kau membawaku masuk ke dalam Bayangan juga ?"
"Tidak bisa, karena setiap Bayangan memiliki ruangnya tersendiri, jika ada dua Bayangan bergabung, maka ruang tersebut akan terintegrasi di dalamnya, walaupun hanya sementara. Kalau kami ingin berpindah ke objek yang jauh, kami harus keluar dulu dari Bayangan tempatku bersembunyi, lalu masuk kembali ke Bayangan yang ku inginkan. Aku tidak bisa membawamu masuk ke Ruang Bayangan, kau hanya bisa masuk dengan kemampuanmu sendiri, tak bisa melalui pihak ketiga."
Mendengar penjelasan Unseen, Shiro mengangguk. Ia sepertinya mengerti tentang mekanisme Perpindahan Bayangan milik Unseen.
Walaupun Shiro merasa kemampuan tersebut agak hambar, namun kemampuan tersebut masih cukup berguna, terutama untuk bersembunyi dan mengintai mangsa.
Sepanjang perjalanan, Shiro terus bertanya kepada Unseen, begitupun sebaliknya. Terutama tentang Kemampuan mereka masing-masing.
Unseen banyak menjelaskan tentang kemampuan Bayangan miliknya.
Shiro pun mulai memahami detail kemampuan milik Unseen.
Ruang Bayangan tempatnya bersembunyi, tidak bisa diserang dengan cara yang biasa. Ruang tersebut hanya bisa di serang dengan kemampuan yang bisa menembus ruang atau serangan yang melibatkan ruang.
Tentu saja, Unseen yang sedang bersembunyi di dalam Ruang Bayangan juga tidak bisa langsung menyerang musuh yang ada diluar, ia harus keluar terlebih dahulu agar bisa menyerang musuh.
Di dalam Ruang Bayangan juga, Unseen bisa memulihkan Kesehatan dan Mengisi Aura lebih cepat daripada di luar.
Selain itu, Unseen juga menjelaskan bahwa semakin gelap suatu Bayangan, Ruang Bayangan juga akan semakin besar. Kecepatan pemulihan dan pengisian Aura juga menjadi semakin cepat.
Unseen hanya menjawab dengan santai bahwa Ruang Bayangan adalah entitas independen dari suatu Bayangan, Selama ada Bayangan, Ruang akan selalu ada mengikuti Bayangan tersebut.
Berbeda jika Bayangan tersebut menghilang, maka ruang tersebut juga akan menghilang, termasuk makhluk yang ada didalamnya.
Dari penjelasan lengkap Unseen, Shiro pun mulai memikirkan kemampuan Unseen.
Ia mulai menganalisis dan mulai menyimpulkan, bahwa Unseen bisa digunakan dalam memata-matai dengan bersembunyi ke dalam Bayangan musuh, atau menjadi serangan kejutan ketika bersembunyi di dalam Bayangannya atau Bayangan suatu objek.
Tak hanya Unseen, Shiro pun mulai menjelaskan kemampuannya, walau hanya setengah-setengah.
Shiro hanya memberi tahu Unseen bahwa ia memiliki kemampuan Kamuflase dan Berpindah tempat dengan objek yang ia sentuh. Shiro juga menjelaskan bahwa kemampuan tersebut berasal dari Soul Weapon miliknya.
Namun sepertinya Unseen percaya-percaya saja dengan penjelasan Shiro.
Selama perjalanan juga, Shiro mencoba menyuruh Unseen untuk memasuki Bayangannya, dan Unseen menurutinya.
Melalui persepsi Shiro, ia bisa merasakan suatu Aura yang aneh berada di bayangannya, namun ia tak bisa mengetahuinya dengan jelas.
Maka dari itu, ia mulai menyimpulkan bahwa ia sepertinya tidak bisa menggunakan Perpindahan tempat jika target berada di Ruang yang berbeda.
Setelah cukup berjalan, Akhirnya Shiro sampai ke tempat Peternakan yang kemaren.
__ADS_1
Setelah sampai disana, Shiro mulai memberikan bukti misinya kepada Pegawai disana. Pegawai tersebut memverifikasi kebenarannya dan setelah itu ia mengizinkan Shiro masuk.
Shiro diantar masuk ke dalam, ia pun ditugaskan untuk menjaga ruang bertelur dan ruang inkubasi yang ada disana.
Pegawai tersebut menjelaskan bahwa terkadang ada reptil, serangga ataupun monster-monster yang suka menyelinap dan memakan telur-telur unggas yang ada disini. Maka dari itu, ia menugaskan Shiro untuk berjaga-jaga disini.
Shiro mengangguk kepada Pegawai tersebut. Mengiyakan permintaan pegawai.
Melihat Shiro mengangguk setuju, Pegawai tersebut tersenyum dan berterimakasih kepada Shiro sebelum ia pergi meninggalkan Shiro seorang diri diruangan tersebut.
Sebelum pergi, selain ucapan Terimaksih, Pegawai tersebut juga meminta Shiro untuk menghubunginya jika ada sesuatu yang terjadi terhadap Telur-telur dan ruang inkubasi.
Shiro menuruti dan menjalankan misi dengan serius. Ia terus berkeliling dan selalu mengecek lokasi sekitarnya melalui persepsi miliknya.
Sampai ke sore harinya, tidak ada apa-apa yang terjadi.
Shiro merasa sangat membosankan menjalankan misi ini, untung ada Unseen yang ada disisinya, sehingga Shiro ada teman untuk bercerita.
Selama percakapannya dalam misi, Shiro banyak menerima informasi mengenai berbagai ras dan juga sebuah rahasia besar.
Sebuah Rahasia yang mungkin masih banyak yang belum orang lain ketahui. Bahkan mungkin hanya segelintir orang saja yang tahu.
Ya, ini sebuah Rahasia Besar tentang munculnya Gate di dunia ini. Tentang asal-usul Gate muncul dan Monster yang ada didalamnya.
Tentang sebuah alasan, mengapa para Monster yang keluar dari Gate menyerang dunia tempat Shiro berada.
Semuanya belum pernah Shiro dengar, baik dalam Pelajaran di Akademi maupun di Perpustakaan Akademi.
Mengetahui rahasia tersebut, Shiro pun tercengang, ia tidak menyangka bahwa hal ini sangatlah kompleks dan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar kedepannya.
Ia pun menghadapi dilema, apakah akan memberitahukan rahasia ini atau tidak. Karena tidak ada bukti kuat yang mendukungnya kecuali Unseen.
Selama misi, Shiro banyak memikirkan perkataan Unseen tentang rahasia tersebut. Sampai akhirnya, Shiryuu-senpai datang untuk menjemput Shiro.
"Bagaimana dengan misimu Shiro?" ucap Shiryuu-senpai kepada Shiro dengan senyuman diwajahnya.
"Cukup membosankan" balas Shiro dengan nada lesuh.
"Hahaha, jawaban yang sama dengan kedua temanmu"
Sebenarnya Shiryuu-senpai sudah menjenguk Denshu dan Brendy pada siang harinya. Dan Shiro menjadi yang terakhir dijenguk, dan sekaligus langsung menjemputnya pulang.
Mendengar hal ini, Shiro sepertinya merasa bahwa kedepannya akan datang hari-hari yang sangat membosankan.
"Baiklah, mari kita pulang, terimakasih atas kerja kerasmu" ucap Shiryuu-senpai.
"Ya"
__ADS_1
Keduanya pun mengucapkan selamat tinggal kepada Pegawai disana, dan kembali ke pusat kota, kembali ke tempat tinggal masing-masing.