
Melihat perubahan Blue Gate menjadi Red Gate, Shiro tidak banyak berpikir, ia berbalik dan langsung memasuki Red Gate tersebut.
Memasuki Red Gate, Shiro tidak memikirkan siapa yang bertugas melakukan Raid di dalam Gate ini. Ia hanya ingin melihat situasi yang ada di dalam Red Gate.
Shiro cuma berharap para pahlawan yang melakukan Raid, tidak mengalami kejadian yang buruk.
Menggunakan Stealth, Shiro memasuki keadaan tak terlihat.
Di dalam Gate, Shiro berada di sebuah bukit kecil. Di sekelilingnya, ia melihat hutan yang cukup lebat, dan ada juga hamparan gunung yang saling membentang luas.
Tak tinggal diam, Shiro langsung bergegas dan mencari jejak pahlawan. Shiro cukup mengkhawatirkan mereka.
Jika Gate berubah menjadi merah, ada kemungkinan bahwa musuh yang ada di dalam Gate telah menjadi lebih kuat.
Memasuki pedalaman hutan, Shiro bingung melihat pohon-pohon di sekelilingnya.
"Besar sekali."
Ya, pohon-pohon di dalam Gate ini lebih besar dari yang ada di dunia luar. Mungkin lebih dari dua kali tiingginya dari pohon-pohon normal.
Melihat ukuran pohon-pohon yang begitu besar, Shiro berpikir, "Mungkin monster di Gate ini juga berukuran besar."
Shiro terus bergerak, tidak jauh, ia Mendengar suara berdenging.
Suara dengingan itu mirip sekali dengan suara yang ia kenal. Shiro menjadi penasaran, ia mendatangi asal sumber suara.
Ketika ia mendekat, Shiro terkejut. Karena suara yang ia dengar memang berasal dari serangga yang ia kenal. Namun ukuran serangga itu jauh melampaui akal sehatnya.
Seekor... tidak, sekelompok nyamuk seukuran dirinya sedang hinggap menghisap buah yang mirip Apel dengan ukuran tak kalah jauh dengan nyamuk raksasa itu.
Melihat ukuran nyamuk raksasa itu, Shiro tidak bisa tidak menggigil. Shiro langsung membayangkan jika nyamuk seukuran dirinya menghisap darahnya. Pasti dalam sekali hisap, Shiro langsung kering kehabisan darah.
Memikirkan itu, Shiro merinding. Ia langsung pergi melanjutkan perjalanan.
BOOM~
Belum jauh Shiro pergi, tanah dibawah kaki Shiro bergetar hebat, diikuti oleh suara ledakan besar.
Shiro naik ke atas cabang pohon yang tinggi lalu melihat kearah sumber suara.
Sebuah Gunung yang jauh lokasinya tampak mengeluarkan muntahan lahar dan abu vulkanik yang tampak panas.
Melihat ini, Shiro tampak kecewa. Ia pikir ia bisa bertemu musuh atau bertemu dengan pahlawan lainnya. Namun ternyata, suara ledakan itu berasal dari letusan gunung berapi.
Ketika Shiro hendak turun, penglihatan sepertinya melihat pergerakan aneh di hutan kaki gunung berapi yang meletus itu.
__ADS_1
Shiro mengeluarkan teropong dan melihat ke arah tersebut.
Diatah tersebut, Shiro melihat pohon yang tumbang seperti membentuk sebuah jalan. Awalnya ia kira pepohonan itu tumbang akibat lahar yang keluar, namun melihat arah jauhnya pepohonan seperti sengaja dihancurkan untuk membuka jalan, Shiro menjadi curiga.
"Makhkuk apa itu?"
Dan Shiro juga melihat seperti sebuah bola coklat yang bergerak diantara pepohonan. Sosok Bola coklat itu seperti bergerak menghancurkan pepohhonan yang dilaluinya.
"Raksasa kah? atau monster baru?" Shiro bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Unseen, kau tahu makhluk apa itu?" Shiro bertanya kepada Unseen.
Unseen keluar dari bayangan Shiro dan mengeluarkan teropong kecil juga yang entah darimana asalnya.
Unseen menggeleng dan memberi tahu Shiro, "Aku tidak tahu, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas."
"Kalo begitu, mari kita kesana."
Mendengar ajakan Shiro, Unseen mengangguk dan kembali ke dalam bayangan Shiro. Shiro pun langsung bergegas menuju lokasi makhluk misterius tersebut.
Ngomong-ngomong, selama liburan seminggu, Unseen mengalami peningkatan kekuatan, walaupun bukan evolusi.
Setiap Battle Pet atau monster bisa mengalami peningkatan kekuatan dan evolusi jika mengkonsumsi Inti Kristal yang banyak, tentu Inti Kristal itu harus memiliki atribut yang sama dengan Battle Pet atau monster tersebut.
Unseen memiliki atribut tipe Bayangan, Shiro mendapatkan cukup banyak Inti Kristal tipe Bayangan ketika menggeledah Ruang Penyimpanan Kastil Lich.
Ketika Unseen mengkonsumsi semua Inti Kristal atribut Bayangan, ia mengalami peningkatan Aura yang cukup besar, dan Unseen memberitahunya kalau skill-skillnya sebelumnya telah meningkat, dan ia juga berhasil memiliki skill baru.
Saat itu, Shiro tampak bersemangat, ia tidak sabar untuk melihat skill baru Unseen. Namun Unseen tampak ingin merahasiakan skill-skill barunya untuk sementara.
Mendengar penolakan Unseen, Shiro hanya bisa mendesah kecewa. Ia hanya bisa menunggu Unseen menunjukkan skillnya.
Dan mungkin, disaat-saat inilah Unseen bakal menunjukkan skill-skill barunya kepada dirinya. Mengingat ini, Shiro menjadi bersemangat.
Beberapa jam Shiro berlari, ia menjadi semakin dekat dengan lokasi tujuan.
"AAAUUUMMMM~"
Sebuah raungan kuat tiba-tiba terdengar, membuat beberapa hewan dan serangga berhamburan berlari tak menentu.
Mendengar ini, Shiro berhenti, karena tidak jauh di depan sana ada makhluk Raksasa botak dengan mata satu.
Dan, Shiro juga merasakan ada beberapa manusia yang tampaknya seorang Pahlawan yang sedang berlari kabur menjauh makhluk Raksasa botak bermata satu.
...****************...
__ADS_1
"Sialan, Ridges, Maafkan aku. Aku tidak bisa menyelamatkanmu," ucap seorang pahlawan Ranger yang meracau tak jelas sambil terus berlari.
Pahlawan tersebut melihat temannya Ridges yang ditangkap oleh Raksasa Botak Bermata Satu atau Giant Cyclops.
"Rey, Ayo cepat. Mari kita cari bantuan. Nanti kita akan membalaskan rekan-rekan kita," balas pahlawan wanita Support berambut pirang.
"Sial. Aku akan membunuh raksasa botak jelek itu dengan tanganku sendiri nanti."
Semua pahlawan yang tersisa tampak setuju, mata mereka dipenuhi amarah.
Dari 50 orang yang ikut dalam Raid kali ini, hanya 5 dari mereka yang berhasil kabur. Sisanya dibantai dan dimakan oleh Giant Cyclops. Hanya 10% dari mereka yang masih bertahan sampai saat ini.
"AAAAUUUMMMMM~"
Raungan Giant Cyclops menjadi semakin keras, mereka melirik ke belakang dan melihat Giant Cyclops yang sudah sangat dekat dengan mereka.
"Sial, sudah sedekat ini."
Ketika mereka terus berlari dengan putus asa dari kejaran Giant Cyclops, seorang Pahlawan Wanita Support berambut pirang berlari ke arah Giant Cyclops.
Keempat pahlawan lainnya yang tersisa terkejut.
"Ume, apa yang kau lakukan?" teriak Ranger bernama Rey.
"Perlu ada yang berkorban untuk menghambat raksasa botak jelek ini. Lagipula aku terlalu lambat, aku hanya akan menjadi beban kalian."
Pahlawan wanita Supports berambut pirang tersenyum dan melambaikan tongkatnya ke arah ke arah keempat rekannya.
"Terima ini dan pergilah. Balaskan dendamku nanti, ya?"
"Tidak.. Ume."
Melihat senyuman putus asa Pahlawan Wanita Support yang dipanggil Ume, Rey tampak tidak terima. Namun ia diseret oleh ketiga rekan setimnya.
"Tidak, LEPASKAN AKU." Rey ingin memberontak, namun ia ditahan oleh ketiga rekannya.
"Jangan bertindak bodoh. Ume sudah siap berkorban, ia juga sudha memberi kita Buff peningkatan kecepatan. Jangan sia-siakan pengorbanannya dan rekan-rekan kita lainnya."
Mendengar ini, Rey menangis. "Maafkan aku, aku berjanji aku akan membalasakan dendammu, Ume."
Rey melihat ke belakang, dan ia melihat cakar Giant Cyclops yang ingin menusuk tubuh Ume.
"TIDAAAAKKK~"
Emosi Rey pecah, ia berteriak dengan kencang.
__ADS_1
Dentang~
"Sepertinya aku tidak terlambat."