
Shiro merasakan sejumlah Aura Jahat layaknya Aura Iblis yang terkumpul di rumah tidak jauh dari lokasinya.
Merasakan hal itu, Shiro bergegas memasuki rumah itu.
Namun, sesampainya di dalam rumah itu, Shiro tidak menemukan satu pun makhluk hidup. Hanya ada perlengkapan sehari-hari seperti pakaian dan perlengkapan makan.
"Dimana datangnya Aura itu? Aku tidak mungkin salah."
Shiro lalu mulai menggeledah rumah itu, namun ia masih saja tidak menemukan sumber Aura Jahat itu.
"Sial, dimana itu?"
Kemudian Shiro mulai berkonsentrasi, ia mulai memfokuskan diri. Shiro mempersempit ruang lingkup persepsinya untuk mencari sumber Aura Jahat yang keluar.
"Aku menemukannya."
Shiro membuka matanya dan fokusnya tertuju dibawah tempat tidur. Shiro menemukan celah di balik tempat tidur itu yang mengeluarkan Aura Jahat.
BAAMMM! Shiro memukul tanah itu dan sebuah lorong yang mengarah ke bawah terlihat. Lorong tersebut terdapat tangga dan mengarah langsung ke bawah tanah.
Suara hancurnya pintu masuk ke Ruang bawah tanah pasti menarik perhatian makhluk yang sekarang berada ruang bawah tanah. Maka dari itu, tanpa menunda lebih lama lagi, Shiro langsung bergegas ke Ruang bawah tanah.
Memasuki ruang bawah tanah, Shiro dapat mencium aroma darah yang sangat kental. Mencium aroma darah yang menyengat itu, Shiro merasakan firasat buruk.
Sesampainya di bawah, Shiro melihat tumpukan mayat para Orc yang tersusun rapih membentuk sebuah piramida. Di bawah mayat tersebut, terdapat simbol-simbol aneh yang saling terhubung.
"Ritual?"
Shiro berpikir kalau tumpukan mayat yang berada diatas simbol itu adalah sebuah ritual pengorbanan. Tapi apa tujuannya? Shiro belum tahu akan hal itu.
Shiro terbang dan berdiri diatas tumpukan mayat Orc paling atas. Ia bisa menghitung kalau mayat ini berjumlah sekitar 200an mayat.
Dan tak jauh di depannya, terdapat sebuah riak Gate kecil berwarna merah kehitaman. Gate kecil itu hanya seukuran telunjuk, bagaikan sebuah goresan kecil.
Melihat tumpukan mayat di bawahnya, Shiro berpikir kalau Gate kecil itu muncul akibat pengorbanan mayat-mayat Orc tersebut.
__ADS_1
"Apa yang harus ku lakukan?" pikir Shiro bingung.
Jika ini dibiarkan begitu saja, Gate ini akan terbuka lebar. Shiro juga tahu kalau lawan yang ada dibalik Gate ini bukanlah lawan yang mudah, yang kemungkinan merupakan Ras Iblis.
Kemudian Shiro kembali melihat ke bawah, ia dapat melihat simbol-simbol aneh itu sedang menyerap darah para Orc yang telah mati. Saat menyerap darah, simbol-simbol itu mulai memancarkan cahaya merah.
Shiro merasa kalau simbol-simbol ini terkait dengan pengorbanan tersebut.
"Oh ya, Aku lupa."
Shiro tiba-tiba teringat sesuatu, ia lalu mengeluarkan sebuah benda dari penyimpanannya.
Cekrekk! Cekrekk~ Ya, yang dilakukan Shiro adalah mendokumentasikan temuannya tersebut. Ini berguna untuk melaporkan terkait pengorbanan ini kepada Asosiasi Pahlawan.
"Oke, sepertinya sudah cukup."
Setelah Shiro memfoto pengorbanan tersebut, Ia memotret dari berbagai Angle, ia lalu menyimpan kameranya. Ia cukup puas dengan gambar yang di ambil, gambar tumpukan para Orc, gambar simbol-simbol, dan juga gambar Gate kecil yang hampir terbentuk. Shiro memotret semuanya.
Setelah itu, Shiro tak lupa mengirim foto-foto tersebut kepada Ketua Asosiasi. Ditambah pesan, "Pengorbanan yang kemungkinan dilakukan oleh Ras Iblis."
Kemudian Shiro mulai membuang mayat-mayat Orc tersebut keluar dari lingkaran simbol-simbol aneh tersebut. Karena menurutnya, dengan tidak ada mayat dan darah, pengorbanan itu kemungkinan besar akan gagal.
Shiro membuang mayat-mayat itu satu persatu. Namun tiba-tiba ia mengingat sesuatu yang membuatnya membodoh-bodohi usahanya.
"Kenapa gak dari tadi ya?"
Daripada membuangnya, Shiro menyimpan semua mayat Orc itu ke dalam ruang inventorynya. Benar saja, mayat-mayat itu dengan cepat terserap masuk ke dalam ruang penyimpanan miliknya.
Sekarang, tumpukan mayat Orc telah hilang sepenuhnya, yang tersisa hanyalah simbol-simbol di tanah beserta beberapa tetes darah yang masih tergenang di tanah.
Shiro lalu mengecek simbol-simbol aneh itu. Ia merasa kalau simbol-simbol itu terbuat dari darah. Namun anehnya, Shiro tidak bisa menghapusnya sama sekali.
"Jadi, apa yang harus ku lakukan selanjutnya?" Shiro bingung memikirkannya. Ia tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan.
Simbol-simbol ini terkait dengan pengorbanan, ia harus melakukan suatu tindakan untuk menghapus ataupun mengubah simbol-simbol ini. Shiro memiliki ide, namun ia tidak yakin idenya akan berhasil.
__ADS_1
"Dah lah, terserah. Coba aja dulu." Shiro lalu mulai mengecat simbol-simbol itu dengan darah yang masih tergenang. Ia mulai menggambar secara acak dari darah tersebut. Kali aja, dengan berubahnya simbol, proses pengorbanan akan dibatalkan.
"Oke, selesai." Setelah cukup lama berkreasi, akhirnya mahakaryanya selesai. Shiro cukup kagum dengan apa yang ia gambar.
Bahkan ia memandang karyanya dengan penuh senyuman. Walaupun sebenarnya apa yang ia gambar adalah bentuk-bentuk abstrak, namun Shiro yakin ini adalah gambar yang bagus.
Dirinya saja tidak lagi bisa mengenali simbol-simbol itu sebelumnya, apalagi orang yang menggambar simbol itu, pasti tidak akan bisa mengenalinya.
Shiro mengangguk dan tersenyum mengagumi karyanya, "Oke, sempurna."
Merasa sudah selesai, Shiro memeriksa sebentar kali aja ia menemukan sesuatu yang berharga di dalam ruang bawah. Namun sayang, ia tidak menemukan apa-apa.
Tidak ada ruangan lain di bawah tanah ini, Shiro hanya bisa kecewa dan kembali dengan tangan kosong.
Setelah itu, Shiro masih menunggu di ruang bawah tanah tersebut, kali aja makhluk yang melakukan pengorbanan akan muncul.
Namun sayang, beberapa menit menunggu, tidak ada tanda-tanda pergerakan seseorang memasuki ruangan bawah tanah. Shiro hanya bisa kembali kecewa.
Ia lalu berjalan keluar dan berniat mengecek kondisi Unseen dan Twin White Tiger. Mengingat tidak ada makhluk yang melakukan pengorbanan disini, kemungkinan musuh masih berada di luar.
Unseen dan Twin White Tiger takutnya akan bertemu dengan musuh tersebut dan mengalami kendala. Shiro berniat mengecek kondisi mereka, takutnya mereka kedua mengalami kecelakaan.
Thump! Thump! Thump!
Ketika Shiro hendak melangkah naik, ia mendengar suara langkah kaki yang menuju ke Ruang bawah tanah.
Shiro terkejut, Ia tidak menyangka keberuntungan agak datang. Ia pun lalu turun kembali tanpa suara, ia juga langsung mengaktifkan skill Stealth untuk bersembunyi dan menghilangkan hawa keberadaannya.
Karena Shiro yakin, pihak lain juga mungkin curiga dengan pintu ruang bawah tanah yang hancur.
Langkah kaki mulai terasa dekat, namun pergerakannya terasa lambat. Seperti seseorang yang tengah was-was akan sesuatu. Shiro masih tetap menunggu dengan tenang, menunggu pihak lain muncul.
Tak lama, akhirnya pihak lain muncul. Dan Shiro tersenyum melihat ini.
"Hehe~ Ketemu."
__ADS_1