Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
158. Lizardman


__ADS_3

Shiro senang telah menemukan target. Monster humanoid yang ditemui Shiro adalah monster berwarna biru kehijauan yang memiliki ekor dengan sisik dan postur tubuh yang menyerupai kadal.


Sudah pasti Shiro mengenalinya, karena monster humanoid itu adalah Ras Lizardman.


Karena target sudah ditemukan, Shiro tidak berlama-lama lagi. Ia langsung berakselerasi menuju Lizardman yang sendirian itu.


Lizardman juga sepertinya merasakan bahaya di sekitarnya, namun ia tidak menemukan apa-apa ketika melirik lingkungan sekitar.


Tiba-tiba ia merasa sebuah tangan mencengkram lehernya dengan sangat kuat, membuat dirinya susah bernapas.


Tubuhnya perlahan naik, ketika ia ingin berteriak meminta bantuan. Mulutnya seakan ada yang memegangi sehingga ia tidak bisa berbicara.


Penampilan Shiro akhirnya terlihat. "Ini bukan tempat yang cocok."


Kemudian Shiro membawa Lizardman itu ke tempat yang sepi di balik pohon bakau besar. Setelah itu, Shiro mulai bertanya kepada Lizardman itu.


"Dimana lokasi perkemahan kalian?" tanya Shiro.


Lizardman itu terkejut, ia mengerti bahasa manusia. Namun ia tidak berniat menjawab pertanyaan Shiro. Ia adalah orang yang setia, ia lebih baik mati daripada memberitahu musuh.


Asap hijau mulai muncul dari mulut Lizardman itu. Melihat ini Shiro mengerinyitkan dahi. Ia tidak menyangka Lizardman itu begitu ganas.


"Karena kau tidak mau bicara, lebih baik kau diam selamanya."


Shiro tidak membiarkan Asap hijau itu menyebar, ia tahu kalo Asap itu bukanlah hal baik bagi dirinya, kemungkinan besar adalah racun. Kemudian Shiro mengeluarkan Twin White Tiger lalu menebas leher Lizardman.


Namun meskipun kepala Lizardman sudah terpenggal, Asap hijau masih keluar dari mulut Lizardman itu.


Melihat ini, Shiro langsung terbang dan memasuki kondisi tak terlihat. Asap hijau ini mungkin menarik perhatian Lizardman lain.


Benar saja, tak lama setelah itu. Suara percikan air bagaikan suara seseorang yang berlari di ai terdengar di telinga Shiro.


Shiro masih terbang dan memantau kondisi dari udara. Dan benar saja, ada 3 Lizardman yang datang menghampiri mayat tersebut.

__ADS_1


Ketiga Lizardman itu tidak banyak bicara, setelah terdiam mengheningkan cipta, mereka membawa mayat Lizardman yang dipanggil oleh Shiro.


Ketiga Lizardman itu berlari di rawa dengan sangat cepat, Shiro dapat melihat selaput diantara kakinya yang membuat para Lizardman itu bergerak cepat di rawa.


Shiropun tidak diam saja melihat kepergian para Lizardman. Ia mengikuti mereka dari belakang, karena Shiro percaya mereka akan kembali ke Base Camp tempat tinggal Ras Lizardman berada.


Karena lokasi yang tidak jauh, mereka dapat sampai dengan cepat di lokasi kediaman mereka. Shiropun dapat melihat rumah-rumah para Lizardman yang memanfaatkan akar bakau sebagai penyangga utama.


KIEEKK! Shiro dapat mendengar suara teriakan Lizardman yang membawa mayat temannya. Kemudian banyak Lizardman mulai berkumpul di sekitar ketiga Lizardman itu.


Seorang Lizardman yang membawa trisula berjalan menghampiri mayat Lizardman itu. Ia kemudian mengetuk kepala mayat Lizardman itu dengan ringan menggunakan tongkatnya. Sepertinya itu sebagai bentuk penghormatan terakhir dari suku Lizardman.


Meskipun Shiro sudah menemukan kediaman para Lizardman, ia tidak langsung bertindak dengan gegabah. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan Lizardman selanjutnya. Jarang-jarang ia melihat suatu tontonan yang menarik.


Kemudian Shiro melihat para Lizardman mulai mengumpulkan kayu dan menumpuknya. Setelah itu, Lizardman yang tampak seperti seorang pemimpin yang memegang trisula membawa mayat Lizardman dan menempatinya diatas tumpukan kayu itu.


"Apakah mereka akan membakar mayat itu?" Shiro bertanya-tanya melihat tindakan para Lizardman.


Tampaknya para Lizardman ini lebih manusiawi daripada Orc yang memakan rekan mereka yang mati.


Tebakan Shiro benar, kemudian Ia melihat tumpukan mayat tersebut mulai dibakar beserta mayat. Para Lizardman lain tampak tertunduk dengan khidmat.


Memanfaatkan para Lizardman yang berkumpul di satu tempat, Shiro mulai memindai Aura mereka. Shiro terkejut karena ia tidak menemukan Aura Iblis sedikitpun diantara para Lizardman ini.


Shiro juga bernapas lega karena tidak perlu repot-repot memikirkan tindakan licik para Iblis.


Upacara pembakaran mayat Lizardman telah selesai, para Lizardman mulai kembali ke kediamannya masing-masing.


Shiro juga tidak tinggal diam ditempat, ia mengikuti Lizardman yang membawa trisula. Ia menganggap Lizardman itu sebagai pemimpin para Lizardman ini.


Shiro mengikuti Lizardman yang memegang trisula sampai ke sebuah pohon bakau besar dengan akar yang sangat rapat. Lizardman itu masuk kedalam ruang kecil yang terbuka. Shiro juga mengikutinya masuk.


Di dalam sana, meskipun ruangannya tidak terlalu besar. Namun isinya cukup kompleks. Selain Lizardman itu, ada juga 2 Lizardman kecil yang sedang menyiapkan makanan berupa ikan dan moluska lain.

__ADS_1


PLAKKK! PLAKK! Shiro langsung menepuk belakang kedua Lizardman kecil itu dengan cukup keras yang membuat keduanya pingsan di tempat.


Lizardman yang membawa Trisula terkejut dengan kedua anaknya yang tiba-tiba pingsan. Kemudian Ia melihat tampilan Shiro berada di antara dirinya dan kedua anaknya yang pingsan.


"Kamu... apa yang kau inginkan?" tanya Lizardman itu dengan amarah.


"Aku ingin bertanya, apakah kau pemimpin kelompok Lizardman ini?" tanya Shiro secara langsung.


"Iya, ada apa?"


"Karena kau adalah pemimpin mereka, itu berarti kau tahu tentang identitas lingkungan kalian akan sebenarnya adalah Gerbang Dimensional, kan?"


Pertanyaan Shiro mengejutkan Pemimpin Lizardman itu. Ia mengangguk sambil berkeringat dingin. Ia sepertinya mengerti tujuan orang di depannya.


"Aku tahu apa yang kau inginkan, tapi sebelum membunuhku, bolehkah aku bertanya sesuatu? Bagaimana dunia di luar sana?"


Mendengar pertanyaan Pemimpin Lizardman yang sepertinya cukup cerdas. Shiro dengan hati menjawab pertanyaannya.


"Dunia luar sangat indah. Namun hanya ada manusia dan beberapa hewan di dalamnya. Mungkin ada Ras lain yang hidup di luar sana, namun mereka hidup dalam persembunyian."


Shiro menjawab dengan jujur tanpa menyembunyikan apapun. Pemimpin Lizardman itu terdiam sebentar sebelum mengajukan pertanyaan kepada Shiro: "Menurutmu bisakah Rasku hidup di luar sana?"


"Sulit." Shiro menjawab secara langsung.


Kemudian Shiro menjelaskan alasannya kepada pemimpin Lizardman itu: "Penampilan kalian jauh berbeda dengan manusia. Jika kalian bertemu dengan manusia, mungkin kalian akan langsung dianggap sebagai musuh. Kalian pasti akan dibantai, namun yang lebih parah mungkin kalian akan dianiaya dan diperlakukan dengan sangat buruk."


Shiro tidak menyembunyikan apapun. Pemimpin Lizardman hanya bisa menunduk terdiam. Ia sepertinya sedang memikirkan sebuah keputusan. Shiro hanya diam menunggu keputusan yang akan diambil oleh Pemimpin Lizardman.


Apapun keputusan yang ia ambil, berperang atau menyerah secara sukarela, Shiro pasti akan membunuhnya. Dan pemimpin Lizardman itu pasti tidak akan bisa melawan.


Kemudian Pemimpin Lizardman itu menatap Shiro lalu berkata kepadanya.


"Aku tahu nasib apa yang akan diterima oleh ku dan bangsaku..."

__ADS_1


Lizardman itu terdiam sebentar dan menatap Shiro dengan tegas. Kemudian Ia melanjutkan kata-katanya:


"Bisakah kau mengabulkan permintaanku?"


__ADS_2