
Membawa tubuh Murloc Orca yang telah pingsan kepada Unseen, Shiro memerintahkannya untuk melakukan interogasi.
Unseen menuruti permintaan Shiro, ia langsung mengaktifkan skill Shadow Prison kepada tubuh Murloc Orca yang telah kehilangan kesadaran.
Tangan-tangan bayang mulai menarik tubuh Murloc Orca ke dalam Shadow Prison. Sekarang yang perlu dilakukan Shiro dan Unseen adalah tinggal menunggu waktu yang tepat.
"Unseen, musuh yang sudah terkena Shadow Prison dan kehilangan kewarasannya, masih bisa bergerak bebas jika diperintahkan?" tanya Shiro.
"Bisa!" jawab Unseen.
"Meski tanpa dirimu disisinya?" tanya Shiro kembali.
Unseen mengangguk menjawab pertanyaan Shiro.
......................
10 menit berlalu.
Shiro mendapat kabar dari Unseen kalau Murloc Orca telah bisa untuk diinterogasi.
Ia terkejut mendengar berita dari Unseen yang sangat cepat. Ia tidak menyangka akan secepat ini.
"Oke, lakukan sekarang!"
Unseen mengangguk, ia memanggil kembali Murloc Orca. Setelah kemunculan Murloc Orca yang seperti tanpa kehidupan, Unseen bertanya kepada Shiro: " Perlu direkam?"
Shiro menggelengkan kepalanya, tidak ada berita penting yang akan keluar dari mulut Murloc ini, sehingga tidak perlu untuk direkam sama sekali. Kecuali berhubungan dengan Ras Iblis, informasi yang diberikan Ras Iblis sangatlah penting bagi dirinya dan keselamatan umat manusia.
Sekarang tinggal waktunya Shiro bertanya.
"Apakah kalian Ras Murloc?" tanya Shiro.
"Ya, benar!"
"Ada berapa Ras Murloc di tempat kalian?"
"Lebih dari 200 orang."
"Apa kekuatan kalian secara umum?"
"Kami biasanya mengendalikan air, terumbu karang, padang lamun, dan species ikan-ikan lainnya untuk menyerang ataupun bertahan. Selain itu, ada juga beberapa Murloc yang bisa mengendalikan pasir laut, racun, menggunakan senjata ataupun bertarung menggunakan tangan kosong."
__ADS_1
Mendengar ini, Shiro mengangguk. Tidak ada hal Spesial dari Murloc ini dalam hal Keterampilan.
"Lebih cepat Murloc, Siren atau Mermaid dalam hal berenang?" Shiro agak penasaran dengan pertanyaan ini.
"Kami Lebih lambat, namun kami memiliki daya tahan yang lebih besar dari kedua Ras tersebut."
Mendengar ini, Shiro kembali mengangguk. Pertanyaannya telah menemukan jawaban. Selanjutnya ia kembali bertanya pertanyaan yang serius.
"Bisakah kau membawakan ke kediaman kalian, Ras Murloc?" tanya Shiro.
"Tidak!"
Mendengar jawaban dari Murloc Orca, Shiro mengerutkan kening. "Kenapa?"
"Karena aku tidak tahu sedang berada dimana."
Jawaban dari Murloc Orca membuat Shiro bisa bernapas lega. Itu berarti ia bisa membawa dirinya ke tempat suku Murloc berada jika ia sudah berada di dalam Gate.
Jika Murloc itu tidak bisa membawanya karena alasan khusus, Shiro tidak akan segan-segan membunuhnya karena telah membuang-buang waktunya yang berharga.
"Jadi, jika aku bisa membawamu ke tempat yang kau kenal, kau bisa membawaku ke sana?"
"Baiklah, aku akan membawamu ke sana sebentar lagi. Untuk Unseen, kau tunggu disini, jangan kemana-mana."
Unseen mengangguk dan memberi hormat militer kepada Shiro.
"Nah, untuk kau. Ikuti aku!"
Shiro memberi perintah kepada Murloc Orca untuk mengikutinya terjun ke dalam danau. Ia membawanya menuju ke portal Gate yang menuju ke lokasi tempat Murloc itu berasal.
Sesampainya di dalam Gate, Shiro tidak langsung memerintahkan Murloc itu untuk memimpin jalan. Ia bertanya terlebih dahulu: "Apakah lokasi kediaman kalian jauh dari sini?"
"Tidak jauh, tapi terletak terletak kedalaman 5000 meter dari permukaan Laut."
Mendengar jawaban dari Murloc itu, Shiro mengerutkan kening. 5000 mdpl bukanlah tempat yang bisa dikunjungi manusia. Bahkan pahlawan super sekalipun.
Tanpa peralatan ataupun skill khusus, tidak mungkin bagi manusia untuk bertahan di kedalaman segitu. Bisa-bisa tubuhnya akan hancur oleh tekanan air laut.
"Huh~ Sepertinya aku tidak punya pilihan lain."
Shiro mengeluarkan sebuah manik yang ia dapatkan dari Pelelangan, sebutir Mermaid Tears yang bisa bertahan selama satu hari di dalam air.
__ADS_1
Untungnya Shiro masih menyimpan item ini sampai sekarang. Item ini sangat berguna di kondisi seperti ini.
Item ini memiliki fungsi yang bisa membuat tubuh orang yang menelan Mermaid Tears akan bisa bernapas bebas di dalam air dan berkomunikasi di dalam air. Selain itu, Mermaid Tears juga dapat membantu tubuhnya untuk bertahan dari kuatnya tekanan air laut dalam.
Namun meskipun begitu, item ini hanya bertahan selama satu hari penuh. Dan tidak serta-merta membuatnya bisa berenang cepat layaknya ikan ataupun Mermaid.
Selain mengeluarkan Mermaid Tears, Shiro juga mengeluarkan sebuah tali yang memiliki daya tahan yang cukup kuat. Ia mengikatkann tali itu di salah satu lengannya dan ujung lainnya di salah satu kaki Murloc Orca.
Karena kecepatan berenangnya yang tidak sebanding dengan Murloc, Shiro mengikat keduanya dengan tali agar Murloc itu tidak meninggalkan dirinya yang berenang lambat.
"Oke, silahkan pimpin jalan."
Murloc itu mengangguk, ia dan Shiro berenang bersamaan ke dasar laut. Shiro tidak lupa menelan Mermaid Tears.
Walaupun Mermaid Tears sejenis Kristal yang cukup keras. Namun ketika masuk ke dalam mulut Shiro, Mermaid Tears langsung meleleh ke dalam tenggorokannya layaknya memakan jelly.
Setelah menelan Mermaid Tears, Shiro juga merasakan tubuhnya mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan laut dalam. Selain itu, tubuhnya seperti bisa bernapas dengan sendirinya.
Bukan melalui hidung, tapi melalui kulit. Pori-pori Shiro seperti insang pada ikan yang menyaring oksigen yang melekat pada air. Sehingga Shiro bisa bernapas di dalam air.
Awalnya Shiro tidak terbiasa dengan kondisi ini, namun setelah beberapa detik berlalu, tubuhnya mulai terbiasa.
"Percepat!"
Murloc yang semula menyesuaikan kecepatannya dengan Shiro, ia langsung menjadi lebih cepat setelah mendengar perintah Shiro.
Kecepatan yang semakin cepat di dalam air, membuat Shiro terkejut. Walaupun ia terbiasa bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat, tapi sangat berbeda ketika di dalam air.
Di dalam air, ia harus bertabrakan dengan air laut, berbeda ketika di darat atau diudara yang hanya bertabrakan dengan udara, sehingga tidak terlalu berat.
Pipi Shiro menggelembung ketika air laut masuk ke dalam mulutnya. Untungnya kulitnya membantunya dalam bernapas sehingga ia tidak tersedak ketika banyak air laut yang memenuhi mulutnya.
Shiro berusaha menutup mulutnya, mencoba menahan agar air laut tidak lagi masuk ke dalam mulutnya.
Kecepatan berenang Murloc itu semakin cepat. Jarak pandangnya di bawah air semakin berkurang. Hanya beberapa material yang memancarkan cahaya dan beberapa mata ikan yang bisa ia lihat.
Selain itu, Shiro juga memeriksa Aura yang dimiliki setiap makhluk hidup yang hidup di dalam air. Walaupun Aura makhluk yang hidup di dalam air lebih besar daripada makhluk hidup yang hidup di permukaan. Namun tidak ada makhluk hidup yang memiliki Aura lebih besar daripada Murloc Orca.
Ditengah remang-remangnya kegelapan laut dalam, Shiro melihat cahaya putih di kejauhan. Ia juga melihat beberapa bangunan dan para Murloc yang berenang hilir-mudik.
Shiro yakin kalau ia telah sampai di lokasi. Ditempat kediaman para Murloc.
__ADS_1