
Shiro memasuki pintu menuju Black Market.
Sesampainya di dalam, Shiro terkejut. "Inikah Black Market ?"
Shiro sangat terkejut melihat pemandangan di dalam Ruang dimensional tersebut. Karena nama Black Market tidak cocok dengan kondisi yang ada disana.
Kognisi Shiro tentang Black Market langsung pudar. Bagaimana tidak ? Ini sangat berbeda dengan apa yang ia bayangkan.
Setahu dirinya, Black Market adalah tempat pertukaran ataupun sebuah pasar yang memiliki kondisi lingkungan yang berbeda dengan pasar pada umumnya.
Black Market yang Shiro ketahui adalah tempat yang suasananya terlihat suram, gelap, tempatnya agak kumuh atau minimal mirip dengan pasar malam.
Namun yang dihadapan Shiro sangat berbeda.
Suasana di dalam Black Market sangatlah cerah, berwarna-warni. Tempatnya terlihat cukup mewah dan bersih.
Kalau bukan karena banyaknya orang yang datang menggunakan jubah atau topeng, Shiro pasti akan mengira bahwa ia telah salah masuk tempat.
Bahkan sesaat, Shiro mengira bahwa ia tengah memasuki sebuah taman bermain atau tempat hiburan untuk anak-anak.
Setelah terdiam beberapa saat, Shiro mendapatkan kembali fokusnya. Ia berjalan, melihat-lihat berbagai kios untuk melihat apa saja yang mereka jual.
"Permisi." ucap Shiro memasuki sebuah kios.
Seorang pria kekar dengan kulit agak gelap memandangi Shiro. Ia merapihkan sudut kacamatanya lalu berkata, "Ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Aku ingin menjual beberapa material, apakah kalian menerimanya?"
Pria itu tersenyum, "Tentu saja, mari ikuti Aku."
Shiro mengangguk, ia mengikuti pria kekar itu.
"Apa yang ingin kau jual?" tanya Pria kekar tersebut.
"Aku ingin menjual ini?" Shiro mengeluarkan item material yang ingin dijualnya.
Ia membutuhkan uang untuk berpartisipasi untuk pelelangan. Mungkin saja ada item yang menarik perhatiannya di pelelangan.
Mata pria kekar tersebut terbelalak melihat Material yang Shiro keluarkan. Bukan karena itemnya yang langka, namun karena kuantitasnya yang sangatlah banyak.
Pria kekar tersebut kaget ketika melihat Shiro mengeluarkan ratusan material dari Gigi Sandworm Dune dari berbagai ukuran.
__ADS_1
"I...I.. ini semua ingin kau jual ? A... apa.. apakah kau yakin ?" Pria kekar tersebut terhadap melihat pemandangan seperti ini.
Perilaku Shiro ini juga menarik pelanggan lainnya, namun Shiro tidak khawatir. Karena peraturan yang ada di Black Market cukup ketat. Sehingga tidak mungkin mereka berbuat macam-macam secara terang-terangan.
"Tentu, silahkan periksa." ucap Shiro dengan santai.
Ia tidak khawatir dengan kualitas Gigi dan taring Sandworm Dune. Karena hidup di kedalaman tanah, Gigi dan taring Sandworm Dune memiliki afinitas terhadap elemen tanah. Selain itu, Gigi dan taring tersebut juga memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi.
"Tunggu sebentar, aku akan memeriksanya."
Shiro mengangguk, ia membiarkan Pria kekar itu memeriksa material tersebut. Ia melihat pria kekar itu memeriksa struktur dan ketajaman Gigi tersebut. Ia juga memukul beberapa kali pada Gigi dan taring Sandworm Dune.
Dengan sabar, Shiro menunggu Pria kekar itu memeriksa setiap material. Namun Shiro percaya, Pria tersebut tidak akan sanggup memeriksa semuanya.
Benar saja, setelah memilih secara acak terhadap ratusan Gigi dan taring yang Shiro sediakan. Ia memeriksa dan tidak menemukan keanehan.
Tanpa memeriksa semuanya, Pria kekar itu tahu kalau Shiro tidak akan menipunya. Ia malah takut kalau Shiro mengurungkan niatnya untuk menjual semua material ini karena ia yang membuat Shiro menunggu terlalu lama.
"Tuan, saya sudah memeriksa semuanya. Tidak ada masalah dengan Material yang ingin Tuan jual." ucap Pria kekar itu dengan sopan. Ia enggan melepaskan pelanggan besar seperti Shiro.
"Jadi berapa yang bisa kau berikan ?" tanya Shiro.
"Palingan, Toko kami bisa memberikan 10.000 Gold untuk semua material ini. Ini semua karena ukuran material ini sangat beragam. Kualitasnya cukup bagus, namun ada beberapa material yang memiliki goresan dan retakan."
Namun diamnya Shiro membuat pria kekar itu gugup, ia takut membuat Shiro tidak puas dengan harga yang ia berikan.
Wajar saja pria itu gugup, ia tidak bisa melihat ekspresi kepuasan Shiro yang sedang mengenakan jubah Assasin hitam. Ia hanya bisa bertaruh.
"Itu Tuan, paling banyak kami bisa memberikan 11.500 Gold untuk semua material ini." pria itu menambahkan lebih banyak harga kepada Shiro.
Shiro tertegun, ia tidak mengira bahwa pria itu sangatlah baik sehingga mau menaikkan harga belinya.
Merasa harga ini cocok, Shiro langsung menyetujuinya. Ia takut pria itu akan menarik kembali harganya. "Oke, deal."
Shiro menjabat tangan pria kekar itu, ia menyetujui harga jualnya.
Mungkin harga saat ini untuk Gigi dan taring Sandworm Dune cukup mahal. Namun ketika Gate yang berisi Sandworm Dune terselesaikan, mungkin harganya akan menjadi murah akibat banyaknya Gigi dan taring Sandworm Dune.
Pria kekar itu meminta Shiro untuk menunggu sebentar, ia pergi lalu mengambilkan uang untuk Shiro.
Setelah pria itu pergi sebentar, ia langsung kembali dan memberikan beberapa kantong yang berisi Gold dan memberikannya kepada Shiro.
__ADS_1
Shiro dengan senang hati menerimanya. Setelah itu ia langsung keluar.
Dari kejauhan ia mendengar sayup-sayup suara pria kekar itu dari belakang. "Terimakasih Tuan, semoga harimu menyenangkan."
Shiro tetap berjalan dengan penuh senyuman. Kini ia mendapatkan modal untuk berpartisipasi dalam pelelangan.
Ntah apa yang dijual disana, mungkin ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Shiro berjalan menuju pelelangan.
Saat sedang berjalan, ia merasakan ada orang yang mengikutinya. Mungkin orang tersebut adalah orang yang mengetahui bahwa Shiro membawa banyak uang.
Shiro mempercepat langkahnya. ketika memasuki persimpangan, ia masuki keadaan Stealth dna menghilang dari pandangan musuh.
Walaupun hukum disini cukup ketat, perilaku ini tidak jarang terjadi.
Meskipun Shiro pasti bisa mengalahkan mereka semua, namun ia tidak mau kemungkinan terburuk terjadi. Yaitu dibanned dan diblacklist untuk memasuki Black Market di masa depan.
Shiro tidak ingin ini terjadi, salah satu cara mendapatkan beberapa material dan item langkan yaitu melalui Black Market.
Ia hanya bisa menghindari pengejaran dan bergerak menuju tempat pelelangan secara diam-diam.
Benar saja, setelah Shiro menhilang. Ada 3 orang yang berdiri di persimpangan tempat Shrio menghilang.
"Sial, kita kehilangan jejaknya." ucap Salah satu Pria dengan marah.
"Apa yang harus kita lakukan bos ?" tanya Pria lainnya.
"Tidak punya pilihan lain, mari kembali. Kita cari target lainnya."
"Baiklah Boss."
Mereka pun pergi, mereka menyerah mencari Shiro.
Mencari seorang Assasin dengan kemampuan yang bida menyembunyikan diri sangatlah merepotkan. Daripada mencari dan mengejar Shiro, mencari lebih memilih mencari target lain, karena lebih aman.
......................
Tengah malam di dalam Black Market yang terang benderang.
Shiro memasuki sebuah ruangan tempat pelelangan akan dilaksanakan.
__ADS_1
Ia masuk dengan penuh senyuman.
"Semoga saja ada sesuatu yang bisa menarik perhatiannya disini."