
Perjalanan Shiro kali ini telah berlangsung selama 2 minggu, ia belum menemukan Gate atau semacamnya.
Dalam dua minggu ini, Shiro telah bergerak cukup cepat. Selain beristirahat untuk mengisi kembali tenaga, Shiro tidak berhenti untuk terus meneruskan petualangan.
Bahkan, Shiro hanya memakan hasil buruannya selama dalam perjalanan. Sudah tak terhitung jumlahnya monster buas yang dibunuh Shiro dalam dua minggu ini.
Kali ini, ketika Shiro sedang membasuk mukanya di dekat Sungai. Shiro melihat sebuah asap yang membumbung tinggi.
Karena penasaran, Shiro pergi menuju asap tersebut. Ia bergerak diam-diam, mengintai keadaan sekitar.
Setelah mendekat, Shiro dapat melihat sumber dari asap tersebut. Sebuah perkemahan Orc berkepala Babi yang jumlahnya lebih dari seratus. Mungkin mencapai 300-500 Orc.
Yang lebih tragis, Shiro dapat melihat Orc tersebut memangsa anggota badannya sendiri.
Melihat ini, Shiro mengerutkan kening, "Menjijikkan."
Shiro cuma pernah mendengar di kehidupannya sebelumnya kalo Orc terkadang menganut sistem kanibalisme. Ini semua disebabkan karena kemampuan reproduksi mereka yang sangat cepat.
Penduduk yang bertambah banyak dengan sumber daya yang sedikit, membuat mereka terpaksa mengkonsumsi diri mereka sendiri atau makhluk seRas dengan mereka yang tengah terjangkit penyakit.
Namun Shiro baru melihatnya kali ini.
"Unseen, Orc memang makhluk menjijikkan seperti ini?" tanya Shiro
Unseen keluar dari bayangan Shiro dan menjawab dengan serius.
"Tidak semua, tapi Memang begitulah Ras Orc kebanyakan. Meskipun begitu, Bangsa Orc juga terkenal pekerja keras. Untuk menghidupi diri mereka dan keluarga mereka, Orc sering bekerja kepada Ras lain walaupun dengan imbalan yang kecil. Selama mereka dan keluarga mereka kenyang, mereka siap melakukan apapun."
Mendengar penjelasan Unseen, Shiro mungkin akan kagum dengan Ras Orc. Namun setelah melihat pemandangan di depannya, Shiro tidak akan berbelas kasihan kepada mereka.
"Kenapa mereka tidak bertani atau beternak saja di Endless Land?" tanya Shiro bingung.
"Kau tahu, mereka adalah Ras yang termasuk kategori terlemah. Mereka hanya unggul dalam jumlah. Namun, dalam menghadapi kekuatan Absolut, mereka sering dikalahkan. Maka dari itu, mereka sering diganggu oleh Ras terdekat, sehingga mereka tidak pernah tinggal di suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama."
Mendengarkan penjelasan Unseen, Shiro mengangguk mengerti. Selain itu, jika Orc adalah Ras yang suka bermigrasi, berarti mereka juga mungkin bukan berasal dari sini, melainkan dari wilayah lain.
Mungkin mereka bermigrasi karena tempat mereka menetap sebelumnya, ada makhluk buas yang lebih kuat dari mereka.
__ADS_1
Shiro menggelengkan kepala, ia menyangkal pikirannya. Tidak mungkin mereka takut di dunia yang mana manusia berkuasa.
Shiro memikirkan kemungkinan lain terkait dengan situasi mereka saat ini. Yaitu kekurangan makanan.
Mereka mungkin saja pindah kesini karena lokasi mereka menetap sebelumnya telah kehabisan sumber makanan. Dan disini juga, sepertinya sumber makanan sudah menipis.
"Wajar saja aku cuma sedikit menemukan tanda-tanda kehidupan di sekitar sini," gumam Shiro ringan.
Wajar saja wilayah sekitar sini tidak sedikitpun dijumpai makhkuk hidup lainnya. Mungkin semuanya sudah diburu oleh mereka.
"Oh ya, serangan mereka bagaimana? Apakah ada skill unik yang mereka miliki?" tanya Shiro.
Unseen menggelengkan kepalanya, "Tidak, serangan mereka hanya tabrakan biasa, selain itu mereka mengandalkan gigitan dan senjata pisau besar ditangan mereka untuk menyerang."
Mendengar ini, Shiro agak kecewa. Tapi setelah memikirkan penjelasan Unseen sebelumnya, ini memang terdengar wajar. Jika ada serangan yang kuat, mereka tidak akan menjadi makhluk yang terlemah.
"Oh ya, Aku baru teringat sesuatu. Tubuh mereka sangat kuat dan kebal dari berbagai macam penyakit, mereka juga tahan dalam berbagai macam perubahan suhu," tambah Unseen.
"Oke, Makasih infonya." Shiro lalu memberikan Unseen beberapa Inti Kristal sebagai bayaran atas informasinya.
Unseenpun dengan senang hati menerimanya. "Ngomong-ngomong, apa keputusanmu?"
"Tunggu, jangan gunakan itu, aku juga ingin berolahraga sedikit," cegah Unseen.
Unseen tahu niat Shiro untuk menggunakan Skill Dreaming All untuk menidurkan semua Orc kemudian membunuh mereka semua dengan mudah. Memang ini akan memudahkan mereka, namun Ia berniat untuk berolahraga sedikit.
Jika terus-terusan Shiro yang membunuh, ia hanya makan dan tidur, tubuhnya akan menjadi gemuk.
"Baiklah." Shiro tahu maksud Unseen, ia lalu menyimpan kembali Katana miliknya.
Shiro lalu menggantikannya dengan Twin White Tiger.
Kemudian Shiro melemparkan Twin White Tiger dan merubahkan menjadi sosok Harimau Putih.
"Bagaimana kita buat permainan saja, kalian berdua akan menyerbu musuh yang ada di depan saja. Kalian akan berburu mereka semua, yang jumlahnya paling sedikit, dia akan kalah. Tentu saja yang kalah akan mendapatkan hukuman."
Mendengar kata-kata Shiro, Unseen dan Twin White Tiger terdiam. Namun mereka hanya bisa mengangguk, menuruti kemauan Shiro.
__ADS_1
Selain itu, mereka juga memikirkan hukuman bagi pihak yang kalah. Walaupun mereka tidak tahu hukuman apa yang akan Shiro berikan, tapi mereka percaya kalau itu bukanlah yang bagus.
"Semua setuju?" tanya Shiro sekali lagi.
Unseen dan Twin White Tiger mengangguk secara bersamaan.
"Bagus, kalau begitu, permainan dimulai."
Setelah Shiro memulai pertandingan, Unseen dan Twin White Tiger langsung bergegas ke perkemahan Orc.
Unseen bergerak dalam bayang-bayang, metodenya yaitu menyerang secara geriliya. Sedangkan Twin White Tiger, ia menyerang secara langsung, Head to Head.
Tentu saja, melihat Twin White Tiger yang datang kepada mereka, para Orc langsung penuh semangat, karena makanan telah diantarkan ke rumah mereka.
Namun Twin White Tiger bukan Harimau Putih biasa, cakarnya bisa menimbulkan atribut racun korosi. Walaupun para Orc kebal terhadap berbagai racun, ia tidak percaya racun Hydra dapat dikalahkan oleh metabolisme tubuh para Orc.
"Aum~"
Twin White Tiger mengaum ringan dan mulai menyerang para Orc. Meskipun Orc tersebut berusaha menyerbu Twin White Tiger, namun mereka tidak bisa mengikuti kecepatan dan kegesitan Twin White Tiger.
Twin White Tiger memanfaatkan atributnya untuk menggores tubuh para Orc. Walaupun luka yang disebabkan tidak dalam, namun pengkorosian masih berjalan dengan mulus.
Orc yang terkena serangan Twin White Tiger perlahan tubuhnya mulai membiru yang dimulai dari luka yang ditimbulkan Twin White Tiger.
Sedangkan untuk Unseen, ia memanfaatkan Orc yang mengejar Twin White Tiger. Unseen membunuh mereka dalam diam. Ia hanya menggunakan beberapa tebasan untuk memenggal kepala Orc.
Setelah membunuh satu Orc, Unseen kembali masuk ke dalam bayangan dan bersiap untuk mencari target selanjutnya.
Sebuah serangan yang santai, namun efektif. Inilah keunggulan seorang Assassin.
Dari jauh, Shiro juga tidak tinggal diam. Tidak mungkin ia membiarkan Unseen dan Twin White Tiger bertarung begitu saja. Ia juga memantau pergerakan mereka dari jauh.
Selain itu, ia juga berniat menelusuri perkemahan Orc untuk mencari berbagai material berharga yang mungkin tersedia di perkemahan Orc ini.
Tak hanya itu, Shiro juga ingin memeriksa lokasi pemimpin para Orc. Yang kemungkinan besar masih hidup dan memimpin para Orc disini. Karena tak mungkin Orc sebanyak ini hidup tanpa ada seorang pemimpin sama sekali.
Shiro mencoba merasakan dengan hati-hati melalui persepsi Auranya.
__ADS_1
Kemudian Shiro terkejut.
"Ada Aura Iblis didekat sini..."