Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
194. Sejarah (bagian 2)


__ADS_3

"Selama di dalam Gate, kami akhirnya sadar akan kesalahan kami. Kami baru menyadari kalau semua ini salah, kamipun menyesal. Akan tetapi, penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, kami tidak bisa mengulang kembali apa yang telah terjadi dahulu kala. Kami cuma bisa berharap agar semuanya menjadi lebih baik. Dan terus berusaha menjadi lebih baik lagi."


"Pada saat di dalam Gerbang Dimensional, kami perlahan mulai beradaptasi disana, karena lingkungannya hampir sama dengan lingkungan kami sebelumnya jadi kami mulai terbiasa. Awalnya kami mengira pengasingan ini akan terjadi selamanya, namun ampai suatu ketika, kami menemukan segerombolan manusia. Manusia yang berasal dari dunia luar."


Pada layar, terlihat sekelompok manusia dengan pakaian tentara sedang memasuki Gate dengan kondisi siap tempur. Mereka membawa segala macam senjata api seperti senapan mesin, pistol biasa, AK47, dan semacamnya. Selain itu, dengan perlengkapan lengkap, mereka juga membawa kendaraan tempur seperti Tank.


"Entah sudah ratusan tahun kami tidak melihat seragam seperti itu. Kami ingat pernah memilikinya, seingat kami seragam itu kami simpan di museum dan tercantum abadi di berbagai literatur."


"Kami sangat senang bisa bertemu dengan manusia lain, namun meskipun begitu, kami sadar kalau kami berasal dari dua dunia yang berbeda walaupun kami sama-sama Ras Manusia. Jadi kami masih sangat waspada."


"Untuk mencari informasi tentang dunia luar, kami perlahan mulai mendekati mereka, kami memiliki kemampuan dan dengan hati-hati kami berusaha untuk menangkap salah satu dari mereka. Kami berhasil, dan kami menggunakan kemampuan kami untuk membaca ingatan mereka. Setelah itu kami terkejut. Karena gambaran tentang dunia luar adalah dunia tanpa kekuatan magis sama sekali."


"Setelah diskusi panjang, kami sepakat untuk tinggal berdampingan dengan mereka. Kami perlahan muncul dengan mengatakan kalau kami berasal dari desa terdekat. Setelah itu kami mulai memanipulasi mereka, membuat jejak kehidupan kami semua di dunia luar."


"Kami berhasil ke dunia luar untuk melihat lingkungan di luar sana, ketika berada diluar, kami terkejut, kami seakan telah kembali ke dunia kami sebelumnya dengan letak geogafis yang sama persis. Kami memutuskan untuk menetap di dunia luar dengan Raja kami yang menjalin Kontrak dengan anak bayi. Sehingga Gerbang Dimensional bisa ditutup perlahan-lahan."


Gambar di layar perlahan berubah. Pada gambar tersebut menampilkan manusia di dalam Gate yang menggunakan kemampuan mereka, menghilang, merubah penampilan, membaca pikiran, sampai memanipulasi data.


Setelah itu gambar berlanjut dengan sang Raja yang membuat kontrak dengan bayi yang baru saja lahir. Ini semua dilakukan agar bisa menghindari kecurigaan.

__ADS_1


Gambar terus berputar, masyarakat manusia dari dalam Gate perlahan mulai beradaptasi dengan dunia luar. Mereka juga sedari awal sudah sepakat untuk tidak menampilkan kekuatan mereka di luar sana.


"Namun meskipun begitu, masih ada saja manusia yang memiliki pemikirannya sendiri. Masih ada manusia kami yang bertindak sebagai pahlawan yang membela kebaikan dan memberantas kejahatan. Walaupun mereka menyembunyikan identitasnya, mereka perlahan diakui oleh masyarakat sebagai pahlawan super."


"Dari pengakuan inilah juga, banyak manusia kami yang beralih profesi menjadi pahlawan super. Selain menjadi pahlawan, banyak manusia kami yang mengumpulkan kekuatan mereka sendiri untuk membentuk sebuah elite global yang menjadi pengaruh penting bagi dunia ini."


"Sampai akhirnya Gerbang Dimensional pertama selain kami ditemukan."


Pada video yang diputar, seekor makhluk hijau dengan pakaian purba yang hanya menutupi bagian ************ tubuhnya keluar dengan membawa tongkat kayu yang memiliki banyak paku. Perawakan yang setinggi dada manusia dewasa, kuku dan gigi yang tajam, mata ganas dan memiliki telinga yang runcing seperti Elf. Monster itu adalah Goblin.


"Melihat Goblin yang muncul, kami tidak khawatir. Dengan senjata panas yang dimiliki dunia ini, sudah cukup untuk mengalahkan para Goblin itu. Namun ternyata kami salah."


Ada ekspresi kesedihan disertai penyesalan dalam raut muka lelaki tua itu. Shiro dan Ketua Asosiasi tidak berbicara sedikitpun dari tadi, mereka tetap mendengarkan cerita dari Lelaki tua itu tanpa menyanggahnya sedikitpun.


"Kami tidak menyadari Gerbang Dimensional berubah menjadi merah. Ketika kami mengetahuinya, itu sudah terlambat. Daerah disekitar sana telah berubah menjadi gersang tanpa kehidupan."


"Kami lalai, begitupun manusia di dunia ini. Karena insiden kami, Manusia di dunia ini menganggap kalau Gerbang Dimensional akan menghilang begitu saja. Jadi mereka hanya fokus menghadapi Goblin yang keluar."


"Selain itu, meskipun kami manusia dari dunia lain berpartisipasi, hanya elit di antara kami yang tahu kalau hanya dengan mengalahkan pemimpin Ras dalam Gerbang Dimensional yang bisa menghapus Gerbang Dimensional tersebut. Jadi kami turut bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi. Kami pun berhasil menghentikan Gerbang Dimensional itu."

__ADS_1


Di layar tersebut, para Manusia super mulai menunjukkan kemampuan mereka. Mereka diam-diam menyelinap masuk ke dalam Gate yang dijaga oleh para tentara dunia ini.


Karena tidak ada manusia di dunia ini yang terlihat di dalam Gate, mereka para Manusia super mulai membersihkan Gate dengan memburu para Monster yang Boss Goblin.


Hanya dalam kurang dari 1 jam, mereka berhasil menyelesaikan Gate tersebut dengan mudah dan tanpa korban satupun juga.


"Meskipun begitu, semua yang terjadi telah terjadi, tanah di sekitar sana jadi hancur sehingga daerah itu menjadi area terlarang. Selain itu, berkat insiden kami, pemerintah di dunia ini telah mulai memantau kami para Manusia dari dunia lain."


"Tak sampai disitu, ternyata ada beberapa Gerbang Dimensional yang terbuka di tempat lain tanpa sepengetahuan kami. Karena keterlambatan penutupan, membuat daerah disana juga ikutan hancur. Setelah beberapa insiden ini, kami memutuskan untuk terbuka tentang kemampuan kami. Selain itu, kami juga ingin berbagi teknologi yang kami miliki."


"Tunggu... tunggu, teknologi apa yang kalian maksud?" tanya Ketua Asosiasi yang sudah tidak tahan lagi, ia sangat penasaran dengan teknologi yang dimaksud oleh lelaki tua itu.


Lelaki tua itu tersenyum dan menjawab: "Tentu saja ada banyak."


"Bisakah kau memberitahukannya kepadaku?" tanya Ketua Asosiasi.


"Tentu, tapi setelah ku selesai menceritakan ceritaku."


Ketua Asosiasi mengangguk, kemudian Lelaki tua itu melanjutkan kembali ceritanya.

__ADS_1


"Kami mengadakan pertemuan rahasia, peetemuan itu membahas rencana tentang berbagi teknologi. Walaupun banyak diantara kami yang menentangnya, namun mayoritas orang memilih untuk berbagi sehingga setelah debat yang cukup panjang, kami pun sepakat untuk berbagai teknologi yang kami ketahui dengan manusia di dunia ini."


"Namun sebelum tujuan kami terealisasi, sebuah bencana terjadi..."


__ADS_2