
"... Dasar Iblis."
Mendengar pernyataan Shiro tentang identitas pemuda berkacamata tersebut, Ketua Asosiasi dan para pahlawan peserta rapat menjadi terkejut dengan ucapan Shiro.
Pemuda berkacamata itu menunjukkan kegugupan, dahinya berkeringat dingin, ia pura-pura terkejut dengan ucapan Shiro.
"I...Iblis? A... apa maksudmu? A... aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan."
Ketika melihat pemuda berkacamata itu ingin mengelak, sebelum Shiro sempat menjawab, sebuah suara ketidakpuasan terdengar.
"Ketua Asosiasi, lihat anak buahmu, berbuat seenaknya saja. Kita harus bicara dengan bukti, bukan dari kekuatan dan tebakan semata. Jika asal menuduh, aku juga bisa."
Tentu saja kata-kata itu diucapkan oleh Gordon. Namun kata-kata Gordon tampaknya cukup efektif. Terlihat para pahlawan peserta rapat juga agak waspada terhadap Shiro.
Ketua Asosiasi tidak bisa berbuat apa-apa tentang masalah ini, ia hanya bisa menanyakannya kepada Shiro: "Nak, apa maksudmu? coba jelaskan!"
Shiro mengangguk, "Aku memiliki pengalaman melawan Iblis, dan aku juga sangat peka dengan Aura Iblis sehingga aku bisa merasakan Aura Iblis yang berada di dalam tubuh pemuda ini."
"Tapi kenapa aku tidak bisa merasakannya?" Salah satu Pahlawan yang cukup sensitif terhadap Aura bertanya kepada Shiro.
"Ya, bagaimana kau bisa menemukannya sedangkan kami tidak?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Shiropun mulai menjelaskan kepada mereka.
"Awalnya aku juga hanya merasakannya secara samar. Lalu ketika video tentang Iblis itu muncul, Aura Iblis didalam tubuh pemuda ini agak meluap sedikit, setelah itu kembali tenang. Mungkin kalian tidak memperhatikannya karena kalian fokus pada video yang ditampilkan."
"Mungkin kau salah mengira, aku hanya terkejut dengan video itu."
Pemuda berkacamata itu kembali membantah, namun Shiro kembali menjelaskan dugaannya.
"Lalu, ketika aku mengeluarkan material dari Iblis, Aura Iblis di dalam tubuh pemuda ini juga ikut pecah, bercampur dengan Aura Iblis yang dibawa material ini di udara. Walaupun sangat tipis, tapi aku bisa merasakan perubahannya."
Tampak tak terima, pemuda itu kembali membantah, "Tidak, kau mungkin salah. Mungkin aku hanya ketakutan dan terkejut oleh Aura Jahat yang terkandung pada material yang katakan berasal dari Iblis."
"Begitukah?" tanya Shiro.
Pemuda berkacamata itu mengangguk sambil meneguk Air liur.
"Ingat, kita perlu bukti."
Dari jauh, Gordon menyaut, mencoba ikut campur. Andai Shiro merasakan Aura Iblis dari Gordon, mungkin Shiro menduga walau Gordon juga termasuk bawahan Ras Iblis.
Namun fakta berkata lain, tidak ada jejak Aura Iblis di tubuh Gordon, mungkin perbuatannya murni kebencian terhadap Shiro. Selain itu, kata-kata Gordon ada benarnya juga, perlu bukti meyakinkan orang lain.
"Kalau begitu, kau tidak keberatan untuk dilakukan interogasi kan, Iblis?" tanya Shiro dengan nada mengancam.
__ADS_1
Semua orang tampak setuju dengan Shiro, termasuk Gordon. Dengan melakukan interogasi, akan diketahui kebenaran yang terjadi sebenarnya.
Pemuda berkacamata ingin mengangguk, namun kemudian Ia menggelengkan kepalanya, "Ti... tidak, kalian tidak punya hak untuk menginterogasiku. Aku menolak untuk diinterogasi."
Penolakan pemuda berkacamata itu membuat para pahlawan peserta rapat yang hadir semakin curiga terhadap pemuda berkacamata.
Red Lotus berdiri dan membuat pernyataan: "Heh, penolakanmu sudah membuktikan ada kejanggalan dalam dirimu. Mari kita langsung eksekusi saja."
Ketua Asosiasi tersenyum dan mencoba meredakan emosi Red Lotus: "Tenang dulu Nona Red Lotus. Jika kita membunuhnya sekarang, kita mungkin akan kehilangan bukti dan informasi penting yang ada di dalam dirinya."
"Ya, apa yang dikatakan Ketua Asosiasi ada benarnya."
"Ya, betul tuh."
Para pahlawan peserta rapat tampaknya setuju dengan usulan Ketua Asosiasi. Red Lotus hanya bisa mendesah pelan dan kembali duduk di tempatnya.
"Bagaiman kalau aku saja yang menginterogasinya, sepertinya menarik."
Salah satu Pahlawan mengajukan permintaan. Seorang pria berusia akhir 20 tahunan. Sambil mengelus-ngelus boneka di tangannya, ia menunjukan senyum menarik.
Pria itu adalah Anthonio. Satu-satunya eksekutif tertinggi dari Bar Heroes. Sebuah Bar pahlawan yang bisa dijadikan tempat beristirahat dan tempat intelejen yang sangat kuat. Setiap berita yang keluar dari Bar Heroes sangat dapat dipercaya.
Walaupun penampilannya cukup eksentrik dengan boneka di tangannya, namun kekuatannya tidak bisa diremehkan, apalagi bonekanya. Menurut kabar burung, kekuatannya tergantung boneka yang dibawanya.
Mungkin boneka itu adalah sebuah peledak, mungkin juga bisa sebagai nyawa cadangan. Bahkan ada yang pernah merobek boneka itu, malahan orang yang merobek boneka itu yang tubuhnya terkoyak.
"Silahkan."
Karena Ketua Asosiasi sudah mengizinkan untuk dilakukan interogasi, Shiropun membawa pemuda berkacamata itu kepada Anthonio.
"Tidak, jangan bawa aku."
Pemuda berkacamata itu mencoba memberontak, namun cengkeraman bukanlah hal yang bisa dilepaskan semudah itu. Walaupun pemuda berkacamata itu mencoba melawan, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa.
"Aku Serahkan padamu."
"Terimakasih."
Anthonio menerima pemuda berkacamata itu dengan penuh senyuman.
Setelah Shiro mundur beberapa langkah, Anthonio meletakkan boneka yang ia elus sedari tadi diatas kepada pemuda itu.
Saat boneka itu duduk diatas kepala Pemuda berkacamata, pemuda itu merasa kepalanya terasa berat dan ia pun tampak tertidur.
Pahlawan yang hadir, termasuk Shiro menjadi tertarik dengan metode interogasi dari Anthonio.
__ADS_1
"Ehem... Mari kita mulai. Apakah kau manusia?"
"Ya, dan Bukan."
Ketika Anthonio mengajukan pertanyaan, sebuah jawaban langsung terdengar.
Namun yang lebih mengejutkan, jawaban yang keluar bukan berasal dari pemuda berkacamata, melainkan berasal dari boneka manusia yang ada di kepala pemuda berkacamata.
Melihat ini, Shiro dan pahlawan lainnya menjadi tertarik. Anthonio kemudian melanjutkan interogasinya.
"Apa maksudmu?"
"Tubuh ini adalah manusia, namun jiwanya bukan."
Mendengar jawaban itu, semua yang hadir sudah menebak apa yang terjadi. Jiwa pemuda berkacamata itu sudah diambil dan diganti.
"Lalu, jiwamu adalah Iblis?"
"Benar."
Mendengar jawaban langsung dari boneka manusia itu, tebakan yang ada dihati semua orang hadir langsung terpecahkan.
"Lalu, apakah ada iblis lainnya yang berada di sekitarmu?"
"Ya, ada."
"Berapa banyak?"
"Cukup banyak. Aku tidak ingat."
"Lalu, apa ciri-cirinya?"
"Iblis sulit dideteksi, namun orang dikendalikannya bisa dilihat dari emosi yang tidak stabil dan matanya yang berwarna merah."
Mendengar jawaban tersebut, semua orang kembali terkejut. Pasalnya, sudah ada banyak Iblis yang datang ke dunia ini. Selain itu, tidak hanya Iblis, tetapi sudah banyak orang yang dikendalikan.
"Brewthern, coba periksa informasi berapa banyak orang hilang atau orang-orang yang mencurigakan belakangan ini, terutama yang emosinya tidak stabil dan bermata merah."
"Siap Ketua, aku laksanakan sekarang."
Mendengar perintah dari Ketua Asosiasi, Brewthern langsung mengerjakan perintahnya. Para pahlawan lain juga tersentak, lalu mereka juga mulai menghubungi anak buah mereka untuk meminta informasi anggota Guild, Organisasi, maupun keluarga mereka yang mencurigakan.
Kemudian Anthonio melanjutkan interogasinya.
"Apa kau mengenal Iblis yang ada di video ?"
__ADS_1
"Ya. Aku mengenalinya."