
Shiro mengeluarkan Orb yang ia dapat dari One-Horned Giant Cyclops. Ia berniat menguji keberuntungannya, kali aja ia bisa mendapatkan skill baru yang berguna dalam pertarungan.
"Mari kita mulai."
Kemudian Shiro meletakkan tangan kanannya diatas Orb tersebut, ia mulai menyalurkan Auranya ke dalam Orb.
Aura telah disalurkan, Orb mulai bersinar cukup terang dengan cahaya putih kecokelatan.
Setelah 1 menit, Shiro akhirnya merasakan ada Skill yang muncul di benaknya. Kemudian Ia menjadi semangat, ia tidak sabar untuk menguji skill barunya.
Setengah menit kemudian, cahaya dari Orb mulai menghilang, Shiro pun melepaskan tangannya dari Orb tersebut.
Bersamaan dengan itu, pesan dari sistem juga datang.
[Ding! Selamat Kepada 'Tuan Rumah' karena mendapatkan skill 'Gigantification']
Mendengar nama Skill barunya, Shiro menjadi semangat. Gigantification terdengar sebagai skill yang kuat. Sebuah skill milik klan raksasa.
Shiro mulai membayangkan memiliki kekuatan seperti klan raksasa, atau membesarkan tubuhnya setinggi klan raksasa.
Kemudian Shiro mulai memeriksa deskripsi dari skill 'Gigantification' tersebut.
[Gigantification (Aktif) : Membesarkan otot-otot tubuh (menyeluruh/sebagian) dan meningkatkan kekuatan serangan sebanyak 2 kali lipat.
Kelemahan : - (Dihapuskan)
Durasi: 1 menit
Cooldown: 1 jam
Keterangan : Sebuah karakteristik yang dimiliki klan raksasa yang juga merupakan sumber utama kekuatan mereka. Anda ingin di geprek ? Bilang saja. Kami siap melayani.]
Setelah membaca deskripsi mengenai skill barunya dari sistem, Shiro tercengang. Skill Gigantification ini sangat overpower bagi dirinya.
Walaupun ini hanya berlangsung selama satu menit, ini sudah cukup baginya.
Kekuatan serangannya saja sudah sangat besar, ditambah menggunakan skill ini, pasti bisa menghancurkan seisi Kota dalam sekali serang.
Undead Dragon yang dijadikan samsak tinju oleh Shiro, mungkin akan langsung jebol dalam satu kali pukulan.
Shiro tidak bisa membayangkan menggunakan skill Gigantification ini disaat ia mengerahkan seluruh kekuatan penuhnya.
Kemudian Shiro mengalihkan perhatiannya kepada kalimat 'Kelemahan yang dihapuskan'.
"Sistem apa maksudnya kelemahan sudah Dihapuskan?"
[Ding! Skill 'Gigantification awalnya memiliki kelemahan, yaitu setelah penggunaan akan melemahkan pengguna. Karena memakan kondisi fisik dan Aura yang cukup besar. Namun fisik Tuan Rumah berbeda, fisik Tuan Rumah sanggup menanggung beban skill ini, sehingga kelemahan tersebut tidak lagi ada.]
Setelah mendengarkan deskripsi sistem, Shiro mengangguk. "Terimakasih sistem."
__ADS_1
[😊😊😊]
Setelah itu, Shiro tidak lagi berkomunikasi dengan sistem, sistempun terlihat kembali seperti sedia kala, seperti tertidur kembali.
Shiro tidak repot-repot memperhatikannya, fokusnya saat ini terletak pada skill baru miliknya. Ia tidak sabar untuk mencoba mengetes skill barunya tersebut.
Ngiiing~ Ngiiiing~
Suara berdenging tiba-tiba terdengar tidak jauh dari lokasi Shiro.
Melihat musuh yang datang, Shiro tidak bisa menahan senyumnya.
"Hehe, sepertinya target telah datang dengan sendirinya."
Shiro melihat segerombolan nyamuk seukuran manusia datang ke arahnya. Nyamuk-nyamuk tersebut terbang dengan ganas ke arah Shiro sekitar 10 ekor.
"Gigantification, Aktif."
Shiro mengaktifkan skill Gigantification, seketika kedua otot tangan dan kakinya membengkak, melebihi ukuran normal yang bisa ditampung tubuh manusia.
Shiro mengaktifkan Skill Gigantification untuk kedua tangan dan kedua kakinya. Kemudian Shiro mulai melompat menerjang ke arah gerombolan Nyamuk-nyamuk nakal.
Dengan seketika, Shiro sudah berada di depan para nyamuk. Ternyata, tidak hanya kekuatannya saja yang meningkat, tetapi kecepatan dan daya ledaknya juga meningkat 2 kali lipat.
Shiro kemudian menyentil nyamuk-nyamuk itu satu persatu. Hanya dalam satu kali sentilan, nyamuk itu berubah menjadi genangan darah.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan."
1 menit berakhir, semua otot Shiro kembali menjadi normal. Ia tidak merasakan sesuatu yang terjadi pada otot-ototnya yang menggelembung barusan. Ia cuma merasa otot-otot tersebut tampak Aktif, seperti telah melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
Setelah menyaksikan efek dari skillnya, Shiro merasa kalau skill Gigantification sangat cocok jika dijadikan Kartu As-nya. Cocok untuk dijadikan serangan mendadak dalam menghadapi musuh yang memiliki pertahanan yang kuat.
Walaupun saat ini, Shiro belum menemukan lawan yang bisa menahan serangan biasanya. Namun ia juga berharap agar skill ini tidak berjamur karena tidak pernah dipakai.
Setelah merasa puas, Shiro kembali ke tendanya untuk beristirahat juga.
"Unseen, kau yang jaga malam."
Unseen langsung mundur dari bawah bayangan Shiro dan langsung mengambil sikap hormat militer. "Siap!" ujarnya.
Kemudian Shiro masuk ke dalam tendanya, ia tidak lupa membiarkan Unseen mengurus mayat nyamuk-nyamuk tersebut. Ia juga memberikan Unseen beberapa Inti Kristal sebagai cemilannya untuk jaga malam.
Shiro kembali ke tenda, dan langsung tertidur. Tidurnya cukup nyenyak. Ia pun terlihat tersenyum dalam tidurnya.
......................
Keesokan harinya.
Shiro bangun dengan perasaan sangat nyaman, ia keluar dari tenda dan menghirup udara segar.
__ADS_1
"Ah, segarnya rekreasi."
Kemudian Shiro melihat Ume yang telah menyajikan sarapan untuk mereka.
Ume yang melihat Shiro keluar dari tenda, langsung melambai dengan senyum semringah. Ia merasa lega karena Shiro tidak melakukan apa-apa kepadanya. Namun entah kenapa ia agak kesal sedikit.
Shiropun melambai balik kepada Ume, "Wuih, kelihatannya enak tuh."
"Hehe~ Ini mahakaryaku, mari sarapan bareng."
"Oke."
Shiro tidak akan menolak rezeki nomplok ini. Ia mengambil piring yang diberikan Ume. Sejumput nasi putih, lengkap dengan daging dan sayuran sebagai pelengkap.
"Hummm~ Enak. Aku tidak menyangka kau sangat pandai memasak."
Mendengar pujian Shiro, Ume tanpa sadar membusungkan dadanya dengan penuh kebanggaan. "Tentu saja, siapa dulu yang bikin."
Setelah itu, mereka melanjutkan sarapan mereka disertai dengan pertanyaan dan jokes-jokes receh. Sepertinya benar kata orang, makanan bisa membuat hubungan menjadi lebih dekat.
Setelah berkemas, Shiro dan Ume tidak tinggal lama disana. Mereka mulai berkemas dan bersiap untuk kembali.
Shiro tetap dengan penampilannya, sedangkan Ume bertambah mengenakan Kaos Putih biasa dengan celana denim pendek.
"Apakah kau tidak bosan menggunakan itu?" tanya Ume.
Melihat penampilan Shiro yang tidak berubah, Ume sedikit penasaran dengan penampilan Shiro.
"Daripada menanyakan penampilanku, coba lihat dirimu. Pakaian seperti itu emangnya cocok di tempat seperti ini? cepat ganti, akan ku tunggu 5 menit."
Mendengar ancaman Shiro, Ume hanya bisa menurut. Ia kembali mengenakan pakaian pahlawannya yang biasa.
"Oke, mari pergi."
Ume hanya mengangguk dengan cemberut.
Kemudian Shiro mulai berangkat dan bergegas kembali. Karena jaraknya yang cukup jauh, mereka pergi pagi-pagi buta.
Namun sayang, Shiro tidak bertindak sendiri. Ada Ume yang mengikuti. Perjalanan menjadi cukup lambat, yang membuat Shiro cukup bosan.
"Lama."
Kemudian Shiro mengangkat Ume, dan menggendongnya. Shiro mengaktifkan Frost Wing, sayap putih terbentang. Shiro lalu menggendong Ume dan terbang ke angkasa.
"Eh..."
Ume awalnya terkejut dengan sikap Shiro. Ia kemudian menjadi malu-malu karena digendong Shiro. Namun karena perasaan terbang yang menyenangkan, Ume tidak lagi memikirkan rasa malunya, ia sekarang sedang mengagumi pemandangan yang ia lihat dari angkasa.
Mereka pun kembali ke pintu awal mereka masuk ke dalam Gate. Mereka lupa kalau setelah mengalahkan musuh, pintu keluar Gate akan terbuka tidak jauh dari lokasi mereka mengalahkan Boss Monster.
__ADS_1