
Battle Academy tahap kedua hanya berlangsung selama 3 hari. Tentu Ketua Asosiasi cukup khawatir. Walaupun sampai saat ini belum ada kecelakaan yang terdengar, namun ini seperti ketenangan sebelum badai.
Sekarang adalah hari terakhir, mungkin saat-saat terakhir inilah kecelakaan mungkin terjadi. Apalagi setelah membaca surat yang dikirimkan Shiro kepadanya. Ia cukup yakin kalau kali ini akan terjadi kecelakaan.
"Nak, yang ada disana kuserahkan padamu!" gumam Ketua Asosiasi berharap Shiro dapat mengatasi masalah yang ada didalam sana.
Disisi Shiro, ia masih mengikuti ketiga tim tersebut jauh ke pedalaman terowongan. Ketiga tim tersebut berhasil masuk jauh melewati lokasi terakhir tim Van berada.
Disana mereka juga mulai bertemu dengan monster-monster yang ada di dalam terowongan tersebut.
Pertarungan mereka terbilang sangat sengit. Hal ini disebabkan karena ruangan yang sempit yang membuat mereka tidak leluasa untuk bertarung. Selain itu, faktor kerja sama yang kurang menjadi faktor lain yang membuat pertempuran mereka jadi lebih sulit.
Untung saja mereka berhasil menang. Mereka tidak mengalami korban jiwa, namun mereka semua terluka.
"Kakak, sepertinya belum ada peserta lain yang mendapatkan harta karun itu!" ucap peserta laki-laki yang diiblis itu.
"Iya, kau benar. Jika ada peserta lain yang mendapatkan harta karun itu, monster-monster ini tidak akan ada disini. Dengan tidak adanya bekas pertarungan disini, menandakan peserta sebelumnya tidak berniat melanjutkan perjalanan ke dalam terowongan ini."
Pernyataan tersebut membuat peserta lain yang semula lelah, kini menjadi semangat. Mereka semua menjadi tidak sabar untuk mendapatkan harta karun tersebut.
Setelah beberapa menit, tenaga mereka mulai terisi.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan!" ucap salah satu dari mereka yang tampak menjadi ketua tim mereka.
"AYO!"
Ketiga tim tersebut kembali memasuki terowongan itu dengan penuh semangat juang. Saat ini mereka tinggal berada di tahap terakhir. Hanya ada beberapa monster lagi di terowongan ini sebelum akhirnya mereka sampai ke ujung terowongan ini.
Shiro juga mengikuti mereka, ia juga ingin tahu, apakah benar ada harta karun disini?
Akhirnya mereka berada di ujung terowongan. Lawan yang ada diujung terowongan adalah sekeluarga Black Panther.
Melihat kedatangan ketiga tim tersebut, sekeluarga Black Panther yang beranggotakan 5 orang langsung bangun dan memandang ketiga tim tersebut dengan ganas.
"Sial, ada 5 monster tingkat tinggi."
"Lebih baik kita mundur saja, meskipun kita ada 9 orang, melawan kelima Black Panther itu, kita pasti akan dimusnahkan."
__ADS_1
"Iya, benar! lagian ruangan ini sangat kecil sehingga kita tidak leluasa untuk bertarung. Jika kita memaksa, kita akan terkubur dalam terowongan ini."
Peserta laki-laki yang tampak seperti pemimpin itu berpikir sejenak, lalu setelah berbagai pertimbangan, ia mulai memutuskan sesuatu: "Baiklah, mari kita kembali."
Anggota tim yang lain bernapas lega mendengar keputusan itu. Setidaknya mereka tidak harus bertarung mati-matian tanpa tahu hasil yang belum jelas adanya.
Ketika mereka berbalik dan hendak kabur, peserta laki-laki yang diiblis berdiri di depan mereka. Ia sepertinya berusaha untuk menghentikan mereka untuk pergi.
"Mau kemana?" ucap peserta laki-laki yang diiblis itu.
"Kita akan kembali, kita tidak bisa menghadapinya kelima Black Panther itu."
Peserta laki-laki yang diiblis itu tersenyum mengerikan, "Kita sudah jauh-jauh kesini, mana mungkin kita akan kembali, bukan?"
Melihat tindakan salah satu anggota timnya, anggota tim yang lainnya mengerutkan kening, "Apa yang kau lakukan?"
"Kita akan tetap berada disini."
Pemuda laki-laki itu mengeluarkan bom asap dan melemparkannya ke kerumunan mereka.
"AAAA~"
Di tengah kabut asap, sebuah teriakan terdengar. Itu adalah suara dari rekan satu tim mereka.
"Sial, orang itu gila. Ia ingin menghabisi kita semua."
Raugan pemimpin mereka membuat mereka semua bergidik. Ternyata mereka semua telah lama berada satu tim dengan seorang psikopat gila.
"Cepat, aktifkan Flare-nya (suar)!" ucap seseorang.
"Bodoh, kita sekarang berada di dalam terowongan. Suar tidak akan berfungsi disini."
"Sial, jadi apa yang perlu kita lakukan... Aaa..."
Mendengar teriakan dari rekan setim mereka, tanpa sadar mereka ketakutan.
"Kalau kalian takut, tidurlah!"
__ADS_1
Sebuah suara datang di telinga para peserta. Sebuah suara yang sangat menenangkan. Suara itu membuat mereka mengantuk dan ingin tidur. Mereka semua tidak melawan, merekapun akhirnya tidur semua ditempat termasuk Black Panther sekeluarga.
Ini adalah Skill Soul Weapon milik Shiro, Dreaming All. Membuat semua orang yang berada di dalam area jangkauannya tertidur pulas. Ia sudah lama menunggu moment ini.
Shiro sudah bisa menebak kalau Iblis itu akan beraksi saat ini. Sehingga sebelum semuanya terlambat, ia membuat semua peserta tertidur semua. Agar tidak ada peserta yang tahu tentang identitas Iblis itu.
Hanya peserta Iblis itu yang masih terjaga namun ia terhuyung-huyung mencoba menahan rasa kantuk yang teramat berat itu.
"AAAA~" Iblis itu menusuk padanya sendiri dengan pisau kecil yang ia pegang. Ia berusaha menggunakan rasa sakit agar bisa membuatnya tetap terjaga.
"Sial, apa yang kau lakukan," tanya Iblis itu.
Melihat Iblis itu yang masih bisa bertahan, menunjukkan kalau Iblis ini bukanlah Iblis tingkat rendah biasa, melainkan Iblis tingkat menengah.
"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, untuk apa bangsa Iblis ikut pertandingan anak-anak. Sungguh tak tahu malu," cibir Shiro.
Mendengar cibiran dari Shiro, Iblis itu marah. "BERANI-BERANINYA KAU!"
Iblis itu mengeluarkan cakar yang sangat panjang, bagaikan sebuah bilah pedang. Ia bergerak sangat cepat dan berusaha memotong-motong Shiro.
Namun Shiro berhasil menghindarinya dengan mudah. Shiro melompat dan mengeluarkan Ice Javelin ke arah Iblis itu.
Kali ini giliran Iblis itu yang mencibir, "Tcih~ Serangan tingkat rendah seperti itu tidak akan bisa mengenaiku."
Iblis itu berhasil menghindar dengan cepat. Ia bergerak sangat cepat bagaikan seorang Assassin yang ingin membunuh targetnya.
Namun meskipun begitu, Shiro dapat melihat kecepatan Iblis itu.
Iblis itu kembali ingin menyerang Shiro, namun setiap serangannya hanya mengenai angin, tanpa pernah bisa menyentuh sedikitpun.
Ia menggertakkan giginya dan berusaha mengganti targetnya. Namun ketika ia mencoba mencari keberadaan peserta ujian lainnya, ia terkejut karena tidak menemukan satu orang pun didalam sana.
Sebenarnya, selama pertarungan yang singkat itu, alasan Shiro hanya menghindar tanpa pernah menyerang adalah untuk mengalihkan perhatian Iblis itu. Ia diam-diam menggunakan skill Switch untuk memindahkan semua peserta yang ada jauh dari medan pertempuran.
"Apa yang kau cari?" tanya Shiro dengan nada menghina.
Tapi Iblis itu hanya menggertakkan giginya tanpa menjawab sedikutpun. Shiro tersenyum dan berkata: "Bukankah ini Medan perang yang pas untuk kita?"
__ADS_1