Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
207. Arogansi


__ADS_3

Semakin jauh masuk ke dalam terowongan dibawah air terjun, kapasitas monster juga akan semakin banyak. Bahkan kekuatan dan kualitas monster juga akan meningkat.


Michael dan Louis, keduanya sudah terlihat sangat kelelahan. Keduanya telah menghabisi cukup banyak monster. Keduanya kini sangat lelah, Aura mereka juga sudah sangat menipis, mereka ingin beristirahat. Bahkan pergi dari terowongan ini, karena keduanya telah mengumpulkan poin yang cukup banyak.


"Ayo berangkat, tunggu apa lagi?" desak Van.


Michael dan Louis mmenadangnya dengan tatapan tak puas. Selama mereka bertarung, Van tidak membantu sama sekali. Ia hanya lari mundur dan melihat pertarungan mereka dari kejauhan.


Sebagai tim, keduanya berharap Van akan ikut membantu, tidak hanya tentang uang, tapi juga dalam pertarungan. Jika hanya dua dari tiga orang yang bertarung, inilah akibatnya. Lelah yang berlebihan ketika harus terus bertarung dengan susunan anggota yang kurang.


"Tidak, aku lelah. Aku ingin beristirahat!"


"Iya, aku juga capek!"


Michael yang paling pemberani diantara keduanya yang pertama menentang perintah Van, lalu diikuti oleh penentangan Louis.


Van yang mendengar ini sangat marah. Ia selama ini menganggap keduanya hanya sebagai pengawal pribadinya. Dan tugas seorang pengawal adalah untuk melindungi dirinya dan mengikuti seluruh perintahnya. Mendengar penolakan dari keduanya, Van naik pitam ia sangat marah.


"AKU HANYA AKAN BERKATA SEKALI LAGI, JANGAN MEMBUATKU MENGULANGINYA LAGI. AYO BERANGKAT!"


Mendengar nada tinggi dari Van, tidak ada diantara keduanya yang bangkit. Perilaku dari Michael dan Louis tentu membuat Van sangat marah.


"Oh, jadi begitu ya! Oke, baik! Aku akan pergi sendirian, bayaran yang ku janjikan juga akan hangus," ancam Van.


Mendengar ancaman itu, Michael dan Louis tidak peduli. Keduanya tetap beristirahat. Walaupun Van masuk seorang diri ke pedalaman terowongan, keduanya tidak peduli atau khawatir sedikitpun.


Keduanya hanya sebatas saling mengenal. Bahkan keduanya tidak suka dengan Van karena mengetahui apa yang dilakukan Van untuk mendapatkan kuota dalam Battle Academy ini. Jika bukan karena uang yang ia miliki, keduanya mungkin sudah lama meninggalkannya seorang diri. Tentu kali ini terlalu berlebihan, sehingga keduanya menolak dengan tegas, walaupun mereka akan kehilangan uang yang dijanjikan.


Keduanya tidak mempermasalahkan hal itu, selama nyawa mereka masih ada, uang masih bisa dicari.

__ADS_1


Setelah bayangan Van sudah tak terlihat lagi, keduanya memutuskan untuk keluar. Walaupun mereka lelah, mereka tidak ingin beristirahat ditempat yang berbahaya ini.


Jika mereka tetap didalam, Van mungkin akan balas dendam dengan membawa monster-monster di dalam ke arah mereka.


Disaat keduanya keluar, Shiro memutuskan untuk mengikuti Van. Daripada mengikuti keduanya yang cukup berpengalaman, ia lebih tertarik dengan Van.


Ia ingin melihat apa yang akan didapatkan Van. Apakah memang ada harta karun? atau itu hanyalah peta kosong? Shiro tertarik dengan apa yang kemungkinan didapatkannya.


Walaupun Shiro yakin kalau Van tidak akan berhasil masuk lebih jauh ke dalam ruangan ini. Sebab, tanpa kemampuan apapun, ia tidak akan bisa mengalahkan beberapa monster yang ada di depan sana seorang diri.


Benar saja, baru sebentar Shiro mengikuti. Van terlihat kabur melarikan, ia tidak hanya menangis, bahkan celana bagian selangkangannya terlihat basah oleh air kencingnya sendiri.


Padahal yang ia hadapi hanya 3 ekor Ground Dog yang kekuatannta hanya berada sedikit diatas Double-arm Bat.


Shiro belum berniat untuk membantunya, ia ingin memberinya pelajaran akibat terlalu egois, padahal tidak punya kemampuan apapun.


Ketiga Ground Dog memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat daripada Van, sehingga Ground Dog tersebut berhasil mengejar dan menggigit betis dari Van tersebut.


"SAKIIIITT~ AYAH... IBU... TOLONG AKU!"


Melihat kelakuan memalukan dari Van, membuat Shiro ingin menutup matanya. Perilaku dari Van tidak cocok disebut sebagai pahlawan sama sekali.


Daripada mendengarkan rengekan memalukan dari Van, Shiro kemudian memutuskan untuk membantunya.


Setelah menggunakan Switch untuk menukar tempat Van, Shiro juga menggunakan Skill dari Soul Weaponnya, Dream untuk membuat Van tertidur.


"Unseen, bawa orang ini!"


Shiro kemudian memerintahkan Unseen untuk membawa Van. Shiro tidak ingin tubuhnya ternodai oleh air kencing yang ada ditubuh Van. Ia memandangnya dengan jijik.

__ADS_1


Tak hanya Shiro, bahkan Unseen juga menunjukkan ekspresi jijik ketika melihat tingkah laku Van. Di dalam bayangan, ia juga melihat apa yang dilakukan Van.


Namun meskipun begitu, ia tidak bisa menolak permintaan Shiro. Jadi dengan berat hati, Unseen hanya bisa menyeret tubuh Van dengan perasan tertekan.


Van telah Shiro anggap menyerah dan telah dieliminasi. Walaupun ia tidak mengeluarkan sarana yang diberikan oleh Asosiasi Pahlawan, ia sudah bisa dianggap kalah setelah diselamatkan oleh pengawas ujian.


Selain itu, karena ia tidak mengeluarkan sarana perlindungan ataupun Suar yang diberikan oleh Asosiasi Pahlawan, sehingga hanya Van yang gugur dalam tim tersebut, kedua anggota tim lainnya, Michael dan Louis masih bisa terus mengikuti ujian tahap kedua.


Saat Shiro telah keluar, Michael dan Louis juga baru ingat kalau sarana perlindungan diri ada mereka. Keduanya ingin kembali ke dalam terowongan itu, namun mereka mengurungkan diri.


Mereka tidak sudi untuk kembali. Bisa-bisa Van akan semakin arogan melihat kedatangan mereka. Sehingga mereka hanya bisa berharap kalau Van akan sadar dan tidak masuk lebih jauh ke dalam sana.


Sesampainya ke luar White Gate, Shiro menjelaskan apa yang terjadi secara singkat kepada pengawas yang ada disana.


Shiro hanya menjelaskan kalau Van berpisah dari anggota tim lainnya dan mengalami kecelakaan. Hal ini dibuktikan oleh bekas luka gigitan dari Ground Dog dan juga bukti kencing di celananya.


Pengawas itu percaya-percaya saja, kemudian Van dibawa ke ruang medis darurat yang ada di sekitar sana lalu mereka mulai mengobati Van.


Shiro juga telah kembali. Ia tak lupa mengambil peta harta karun yang ada pada Van. Ia cukup tertarik dengan peta harta karun itu.


Selama perjalanan kembali, ia terus memandangi peta harta karun. Setelah memandang cukup lama, ia tidak menemukan keistimewaan apapun pada peta itu. Selain gambar, tidak ada petunjuk apapun. Bahkan ia mencoba membasahinya atau menerawangnya lewat matahari, namun tidak ada perbedaan yang muncul.


Sehingga Shiro hanya bisa menyerah dengan lata ini, ia hanya bisa menyimpan peta harta karun itu kembali.


Sesampainya di lokasi patrolinya, Michael dan Louis juga tampaknya hampir keluar dari area pengawasannya. Keduanya beruntung tidak memasuki lokasi sarang Blood Wolf yang sangat ganas. Sehingga keduanya keluar dari wilayah pengawasannya dengan aman tanpa menemukan bahaya sedikitpun.


Kepergian Michael dan Louis menandakan tugas Shiro kembali kosong. Tanpa ada peserta yang perlu diawasi, ia hanya bisa berpatroli biasa dengan bosan.


Sampai-sampai pada malam harinya, ada gerakan di dalam wilayah pengawasannya.

__ADS_1


__ADS_2