Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
27. Misi Pertama


__ADS_3

Keesokan harinya.


Shiro dan yang lainnya telah tiba di Tempat berkumpul. Mereka masih menunggu kedatangan Shiryuu-senpai.


"Aku sudah tidak sabar lagi untuk bertarung melawan monster" ucap Brendy dengan penuh semangat.


"Aku juga, tapi sepertinya kita tidak akan melawan monster yang kuat." balas Denshu agak skeptis.


Shiro mengangguk ketika mendengar tanggapan Desnhu. Ia juga merasa begitu, tidak mungkin untuk para siswa magang sekelas mereka akan menerima misi yang terlalu sulit.


Sedangkan Brendy, Ia terlihat agak kecewa ketika mendengar hal itu. Sepertinya ia tidak bisa menampilkan keterampilan terbaiknya.


Sambil menunggu Shiryuu-senpai, mereka terus berbincang-bincang, banyak hal yang mereka bicarakan. Sampai akhirnya Shiryuu-senpai datang menghampiri mereka.


"Maaf anak-anak, aku agak telat datang hari ini, ada urusan keluarga sebentar tadi." Shiryuu-senpai mencoba meminta maaf kepada Shiro dan yang lainnya.


"Tidak apa-apa senpai, mari kita langsung mulai aja misinya" ucap Denshu.


"Oke, untuk misinya sudah senpai tetapkan untuk kalian." ucap Shiryuu-senpai sambil menunjukkan Kertas Misi.


"Oh apa itu ? Apa kita akan melawan Monster ?" tanya Brendy dengan semangat.


Shiryuu-senpai mengangguk dan mulai menjelaskan detail misinya. " Iya, kita akan menangkap monster. Kita akan pergi ke hutan yang berada Tenggara Kota untuk menangkap monster berupa Musang Angin."


" Hah? Musang Angin. Kenapa senpai?"


"Ini misi dari Industri Keluarga Yuki. Salah satu peternakannya di Tenggara Kota sering mengalami kehilangan ternak berupa unggas. Dan setelah diselidiki, ternyata Musang Angin yang tinggal didekat sanalah yang sering datang dan memangsa unggas disana." jelas Shiryuu-sensei.


"Oh tapi kenapa harus ditangkap senpai, bukannya bisa langsung dibunuh ?" tanya Brendy yang masih kebingungan.


"Memang bisa dibunuh, tapi Musang Angin bisa ditangkap dan dijinakkan sebagai Battle Pet. Bukankah itu lebih menguntungkan? "


Mendengar penjelasan Shiryuu-senpai, Shiro dan yang lainnya mengangguk. Mereka paham bagaimana bisnis itu bergerak. Selama menguntungkan, maka hal itu akan dilakukan.


Tentu saja, resiko harus dipikirkan juga. Upah pun harus disesuaikan juga, harga untuk membunuh lebih kecil daripada menangkap. Karena sangat sulit menangkap monster yang masih dalam kondisi yang baik-baik saja, tanpa ada cacat sedikitpun.


"Mari kita berangkat sekarang, siang hari sangat cocok menangkap Musang Angin, mereka biasanya tidur saat kondisi hari sedang panas dan keluar ketika kondisi sudah mulai teduh"

__ADS_1


"Baik senpai"


Mereka bergegas berangkat menuju lokasi Tenggara Kota.


Setelah lebih satu jam berlari, mereka akhirnya tiba di Pinggiran Kota sebelah Tenggara.


"Sebelum kita mulai, silahkan istirahat sebentar" ucap Shiryuu-senpai.


"Ya~"


Setelah mendengar perintah Shiryuu-senpai, mereka akhirnya mulai istirahat. Sedangkan Shiryuu-senpai, ia pergi ntah kemana.


Terlihat Denshu yang sangat menderita akibat berlari yang cukup jauh tanpa berhenti sedikitpun. Sebab, diantara mereka hanya Denshu lah yang memiliki daya tahan dan stamina yang paling lemah.


"Hah Huh.. Oiy Shiro, fisik mu kan hampir sama denganku, tapi kok nafasmu tampak biasa saja, tidak ada tanda kelelahan sedikitpun" Denshu mulai bertanya kepada Shiro, ada nada iri di setiap katanya.


Brendy yang mendengar hal itu mengangguk, ia pun mulai menimpali, "Iya Shiro, kau bahkan tidak terlihat berkeringat sama sekali, lalu beberapa kali kau hampir memotong Shiryuu-senpai, apa rahasianya ?"


"Tidak ada rahasia, hanya latihan aja yang diperbanyak. Selain itu, bukan aku yang sangat cepat, Shiryuu-senpai yang sengaja memperlambat menunggu kalian" balas Shiro dengan nada merendahkan diri.


Mendengar hal itu, Denshu dan Brendy mengangguk, mereka sepertinya setuju dengan pernyataan Shiro. Mereka juga mulai berfikir untuk menambahkan lebih banyak porsi latihan mereka.


Setelah sekitar 10 menit beristirahat, Shiryuu-senpai menghampiri mereka.


"Kalian silahkan mulai misinya, silahkan tangkap Musang Angin dan bawa kesini. Aku akan menunggu kalian disini. Oh ya satu lagi, kalian tidak boleh bekerja sama, kalian harus berpisah dan menangkap Musang Angin seorang diri dan jangan masuk ke pedalaman hutan terlalu jauh, takutnya nanti kalian tersesat" ucap Shiryuu-senpai.


"Ya senpai"


Setelah mendengar perintah Shiryuu-senpai, Shiro dan yang lainnya mulai masuk ke pedalaman hutan, tentu saja sesuai instruksi mereka pun berpisah ke berbagai arah.


Disisi Shiro. Ia sedang menyisiri pedalaman hutan, ia selalu memeriksa kondisi sekitarnya menggunakan persepsi miliknya.


Setelah cukup berjalan, ia akhirnya menemukan lokasi Musang Angin melalui persepsi miliknya.


Tak jauh didepan, tepatnya dibawah tunggul pohon, ada lubang yang cukup besar dan didalamnya ada seekor Musang Angin yang sedang tertidur pulas. Musang Angin tersebut tidak menyadari bahwa ada bahaya yang mencintainya, yaitu Shiro.


Shiro berjalan mendekat, namun ketika jarak mendekati sekitar 100 meter, telinga Musang Angin tersebut sedikit bergoyang, sepertinya ia mulai menyadari sesuatu.

__ADS_1


Shiro pun berhenti melangkah dan perlahan mundur, ia takut Musang Angin tersebut terbangun lalu kabur.


' Sepertinya ini salah satu kesempatan mencoba Skill perpindahan' pikir Shiro.


Ya, Shiro berniat mencoba Skill Perpindahan Ruang dengan Musang Angin di depannya. Ia belum pernah mencoba skill ini dengan target makhluk hidup dan ini salah satu kesempatan uji cobanya.


Sebelum Shiro menggunakan Skill Perpindahan Ruang, ia harus melihat kondisi sekitar terlebih dahulu, ia tidak mau penggunaan skill tersebut dapat diketahui oleh orang lain.


Setelah cukup aman, ia mengeluarkan satu Pisau kecil dan Soul Weapon miliknya.


Selain mencoba Skill Perpindahan, ia juga berniat mencoba Skill dari Soul Weapon miliknya yaitu membuat musuh yang melihat bilahnya tertidur.


Shiro memfokuskan mendeteksi Aura pada pisau miliknya dan Musang Angin yang tertidur di bawah tunggul pohon tersebut.


Setelah itu Shiro memegang Soul Weapon berbentuk pedang miliknya ditangan tangannya. Dan pisau kecil ditangan kirinya


`ctekkk~`


Lalu Shiro melempar pisau kecil tersebut keatas dan menjetikkan jari di tangan kirinya, seketika pisau yang terlempar tersebut berubah menjadi Musang Angin.


Musang Angin tersebut tampak terbangun ketika merasakan ada sesuatu yang tidak beres, ia terkejut ketika melihatnya terlempar diudara. Ia berniat melarikan diri.


Namun Shiro tak tinggal diam, Ia menyuntikkan Aura ke pedang miliknya untuk mengaktifkan Skill Sleep dan mengarahkannya ke arah Musang Angin yang berada di udara.


Musang Angin yang merasakan sesuatu, melirik ke arah Pedang Milik Shiro. Seketika kepalanya terasa berat, lalu ia tertidur tanpa tahu apa yang terjadi.


Shiro yang melihat pemandangan tersebut, langsung menangkap Musang Angin yang terjun bebas oleh tarikan gravitasi.


"Yah, sepertinya berhasil dan berjalan dengan mulus"


Shiro sangat bersemangat ketika selesai mencoba skill barunya.


Ia mencoba berpindah tempat lagi. Namun kali ini ia mencoba sambil membawa beban yaitu Musang Angin. Setelah itu Shiro mengeluarkan pisau satu lagi dan melemparkannya. Gak mungkin Shiro teleport ke pisau yang ada dibawah tunggul pohon kan ?


`ctekk~`


Shiro berteleport sambil membawa Musang Angin di tangannya. Sepertinya ia bisa teleport sambil membawa orang lain.

__ADS_1


Setelah itu Shiro mengambil kedua pisau yang sudah dilemparkannya lalu menoleh ke arah Musang Angin yang ada ditangannya


"Sepertinya main-mainnya cukup sampai disini, saatnya kembali ke Shiryuu-senpai"


__ADS_2