Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
214. Duel


__ADS_3

Ujian tahap ketiga dimulai, sebagai tahap puncak dari Battle Academy ini, tentunya sangat dinantikan oleh para penonton.


Ke-16 peserta telah menemukan lawannya masing-masing.




Michael (F) vs Hina (C)




Scout (A) vs O'nila (D)




Wullt (B) vs Anne (F)




Sena (C) vs Prass (G)




Lisa (D) vs Bellerin (A)




Vera (G) vs Mona (E)




Louis (F) vs Ben (B)




William (A) vs Misa (E)


__ADS_1



Pertandingan pertama adalah Michael dari Akademi F, siswa yang ditemui Shiro. Poinnya cukup tinggi, mungkin karena mereka banyak membasmi monster ketika berada di dalam terowongan di balik air terjun.


Dan musuh dari Michael adalah Hina dari Akademi C. Dilihat dari penampilannya yang menggunakan tombak. Keduanya tampaknya sama-sama petarung jarak dekat.


Ketika kedua peserta memasuki Arena, tepuk tangan dan sorak-sorai penonton bergema.


Keduanya saling berhadapan dan sama-sama menunduk saling memberi hormat.


Kemudian kedua peserta tersebut, Michael dan Hina memasang kuda-kuda dan mengarahkan senjatanya kepada musuh. Hina dengan tombaknya dan Michael dengan pedang kembarnya.


Dentang~ Keduanya bergegas ke depan secara bersamaan, kedua senjata itu beradu mengeluarkan percikan api.


Penonton bersorak melihat pertarungan pembukaan mereka.


Hina walaupun seorang perempuan, memiliki kekuatan yang cukup besar. Dengan tombaknya, ia bisa membuat Michael mundur beberapa langkah.


"Aku tidak akan kalah dengan perempuan!"


Michael yang terdorong mundur, tidak berniat untuk terus kalah. Ia berusaha membelokkan serangan tusukan dari tombak Hina.


Dengan pedang kembarnya, ia berhasil membuat serangan tombak itu selalu meleset dan tidak mengenai dirinya.


Namun semua orang dapat melihat kalau Michael terpojok oleh serangan bertubi-tubi dari Hina.


BANG~ Serangan mereka kembali beradu, namun kali ini kedua belah pihak sama-sama mundur beberapa langkah.


Hina tahu jika seperti ini, ia yang akan kalah.


"Jangan meremehkan wanita, Dragon Spear!"


Sebuah tusukan tombak lurus ke arah Michael. Tusukan itu memunculkan bayangan sebuah Naga merah yang menampilkan taring-taring tajamnya.


Michael tahu jika ia terkena serangan ini, ia akan kalah. Bahkan mungkin akan menimbulkan luka yang cukup dalam.


"Fusi, peningkatan kekuatan 2 kali lipat!"


Michael menggabungkan kedua pedang Kembarnya menjadi sebuah Twinblade atau pedang bermata dua. Ini adalah Skill yang ia miliki.


Disaat kedua senjata yang ia miliki bergabung, ia bisa memilih untuk meningkatkan sebuah stat yang melekat di senjatanya, baik ketahanan, kekuatan, kelincahan atau semacamnya. Dan kali ini, Michael menambah kekuatannya.


Ia sepertinya berniat untuk beradu kekuatan dengan serangan Hina.


BOOOM~ Sebuah ledakan besar di arena saat ini. Membuat semua penonton terdiam.


Prokk~ Prokk~ Prokk~ Senyap yang sementara, berubah menjadi sebuah riuh.


Pertandingan pembukaan ini sudah cukup luar biasa bagi mereka. Jual-beli serangan, adu kekuatan secara murni, ini adalah pertarungan yang sangat memuaskan mata.


Namun satu hal yang masih menjadi pertanyaan, siapa yang menang?


Adu serangan itu menimbulkan asap dan debu di arena saat ini. Mereka belum tahu siapa yang akan memenangkan pertandingan kali ini. Penonton menantikan pemenang pertama hari ini untuk melanjutkan ke ronde selanjutnya.

__ADS_1


Selain itu, pengawas pertandingan tidak bertindak. Menandakan tidak ada yang membahayakan nyawa.


Asap dan debu perlahan menghilang. Terlihat sebuah bayangan yang masih berdiri.


Terlihat Hina yang dalam keadaan babak belur yang mencoba menopang tubuhnya yang hampir terjatuh.


Disisi lain, Michael sudah terkapar di arena.


Wasit yang berada di pinggir arena, langsung mengumumkan pemenangnya, "Pemenang pertandingan pertama adalah Hina dari Akademi C."


Sorakan dan tepuk tangan menggema di arena saat ini menyebutkan nama Hina.


Hina yang sudah kelelahan, merasakan kesejukan atas sanjungan yang ia dapatkan. Perjuangannya langsung terbayar tuntas saat itu juga. Ia turun dari arena dengan penuh kebanggaan.


Setelah pertarungan tersebut, ia langsung di rawat oleh pahlawan yang telah bertugas mengobati peserta yang terluka. Selain itu, Michael yang kalah juga dibawa, ia akan mengalami masa pengobatan yang cukup lama setelah lukanya pulih. Walaupun ia kalah, namun pertarungannya cukup epik dan mendapatkan pengakuan dari penonton.


Selain itu, setelah pertandingan tersebut, ada break sebentar. Arena akan memasuki masa istirahat untuk diperbaiki atas kerusakan dari pertarungan tersebut.


Menggunakan skillnya, pahlawan tersebut langsung memasang ulang arena. Arena langsung diperbaiki layaknya sebuah Arena baru.


Setelah selesai, selanjutnya masuk ke pertandingan kedua. Wasit langsung memasuki Arena dan mengumumkan peserta selanjutnya, "Pertandingan selanjutnya adalah pertarungan antara Scout dari Akademi A melawan O'nila dari Akademi D. Kedua peserta silahkan memasuki Arena."


Kedua peserta memasuki Arena, dan pertarungan dimulai.


Scout dan O'nila sama-sama seorang Assassin. Namun keduanya berbeda dalam jangkauan serangan. Scout lebih ke Assassin jarak jauh atau Ranger, ia menggunakan senjata sejenis Crossbow yang sudah dimodifikasi.


Sedangkan O'nila, ia lebih ke Assassin jarak dekat, dilihat dari Dagger yang ia pegang.


Pertarungan dimulai, O'nila langsung mengeluarkan Skill yang mirip Smoke Bomb. Tubuhnya berubah menjadi asap dan asap tersebut menyebar, hampir memenuhi Arena.


Scout yang melihat asap mulai menyebar, ia menembaki asap tersebut dengan anak panah Crossbow. Beberapa panah tersebut menembus asap tanpa mengenai target. Ia tahu sulit untuk mengatasi ini, sehingga ia hanya bisa terus waspada dan bersabar.


Asap semakin menyebar dan mendekatinya, Scout tidak panik, ia membiarkan asap tersebut menutupi dirinya.


Sebagai calon pahlawan Assassin tipe Range, ia sangat peka terhadap gerakan. Scout langsung merubah Crossbow yang telah dimodifikasi tersebut menjadi sebuah tombak sedang.


Dentang~ Dentang~


Kedua serangan beradu dan menimbulkan percikan api. Walaupun Scout adalah Assassin tipe Range, namun ia juga belajar serangan jarak dekat untuk menutupi kekurangannya. Sehingga ia masih bisa bertahan atas gempuran serangan dari O'nila.


Meskipun begitu, Scout yang kurang pengalaman dalam pertarungan jarak dekat sangat dirugikan Pada akhirnya ia kalah setelah mendapat gempuran serangan yang bertubi-tubi dari O'nila.


Pertarungannya sebenarnya cukup sengit, namun karena mereka bertarung dalam kabut asap, pertarungan mereka tidak dilihat oleh penonton.


Penonton tidak tahu apa yang terjadi di dalam kabut asap, mereka agak kecewa karena tidak bisa melihat apapun. Tiba-tiba kabut asap menghilang dan melihat Scout dipenuhi luka.


"Aku menyerah," ucap Scout mengangkat tangannya.


Wasit langsung memasuki Arena dan mengumumkan pemenangnya, "Pertandingan kedua dimenangkan oleh O'nila dari Akademi D."


Setelah diumumkan pemenangnya, walaupun mereka tidak melihat apa yang terjadi, penonton masih memberitakan tepuk tangan yang meriah.


Scout dibawa pergi untuk perawatan, sedangkan O'nila keluar dengan bangga karena berhasil menang tanpa lupa sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2