Shiro : The Secret Hero

Shiro : The Secret Hero
152. Iblis Orc


__ADS_3

Melihat situasi kacau di perkemahan Orc, Iblis yang merasuki tubuh Orc Lord menjadi cemas. Ia pun bergegas menuju ruang bawah tanah rahasianya.


Ketika melihat pintu masuk memasuki ruang bawah tanah terbuka lebar, Iblis itu agak ragu. Kemudian Ia memutuskan untuk mengecek situasi di bawah.


Sambil menggengam pisau daging besar, Ia pun berjalan ke ruang bawah tanah dengan hati-hati. Ia berusaha mendengar suara di bawah sana, namun ia tidak mendengarkan pergerakan apapun dari ruang bawah tanah. Ia pun bernapas lega.


Sesampainya di ruang bawah tanah, ia terkejut dengan apa yang terjadi di ruang bawah tanah. Mayat yang ia kumpulkan untuk pengorbanan, telah menghilang sepenuhnya tanpa menyisakan satupun tubuh.


Bahkan yang membuatnya lebih marah adalah gambar yang dibentuk pada formasi pengorbanan. Ia menjadi marah besar, ini merupakan sebuah penghinaan baginya.


"SIAPA YANG MELAKUKAN SEPERTI INIII.." Teriak Iblis itu dengan penuh emosi.


"Aku yang melakukannya."


Sebuah suara menjawab pertanyaan Iblis itu. Iblis itu terkejut, ia pun berbalik dan mundur beberapa langkah. Ia melihat sosok pria berjubah putih berdiri diam disana. Anehnya ia tidak merasakan suara ataupun Aura yang mendekatinya.


"Siapa kamu?" tanya Iblis itu.


"Aku?" sosok itu mengangkat jubahnya, dan menunjukkan penampilan aslinya.


Itu adalah Shiro.


"Manusia? Hahahahh~ Aku tidak menyangka ada manusia yang datang kemari. Sepertinya hari keberuntungan telah tiba Hahaha~"


Shiro memiringkan kepalanya melihat keanehan Iblis yang memasuki Orc yang berperut buncit. Setelah marah, ia kini terlihat tertawa bahagia. Apakah ada kelainan Jiwa?


"Hahaha~ Tapi sepertinya kau mempunyai kemampuan yang menarik ya, manusia. Aku akan memakanmu dan mendapatkan kemampuanmu itu," ucap Iblis itu sambil menjilati bibirnya.


"Memakan? Melahap?" Shiro berpikir sejenak, memikirkan identitas Iblis yang memiliki kemampuan itu.


"Beelzebub?" ucap Shiro.


Klakk! Gagang pisau daging yang ia pegang hancur oleh genggamannya. Iblis itu terlihat marah.


"JANGAN MENYEBUT NAMA LORD PADUKA BEELZEBUB YANG AGUNG, DASAR MANUSIA HINA."


Setelah memarahi Shiro, Iblis itu segera berlari ke arah Shiro dengan ganas. Mulutnya terbuka lebar seperti akan memakan Shiro.

__ADS_1


Shiro melihat Iblis yang berpenampilan Orc gendut dengan tatapan aneh. Sesekali Ia marah, terus bahagia, dan hanya beberapa detik, ia berubah menjadi marah kembali.


Setelah melihat ini, Shiro yakin. Bahwa Iblis ini memiliki masalah mental.


BANG! Shiro meraih kepala Iblis itu dengan satu tangan, lalu ia menekannya ke tanah dengan keras.


Setelah memukul Iblis Orc itu, Shiro merasa Iblis ini sangatlah lemah. Hanya sedikit lebih kuat dari Iblis yang ada di ruang rapat.


Tanah tersebut retak dan berlubang, kepala Iblis Orc itu berdarah.


"SIA... LAN... KAU... MA.."


BANG! Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Shiro kembali memukul kepala Iblis Orc itu dengan sangat keras.


"Diam, kini biarkan aku yang berbicara."


Sebenarnya Shiro bisa saja membunuh Iblis Orc itu secara diam-diam. Namun, ia tidak melakukannya karena ia butuh informasi mengenai cara membatalkan pengorbanan tersebut.


Takutnya, dengan membunuh Iblis Orc ini, Pengorbanan masih terus berlanjut dan Gate itu terbuka lebar. Shiro tidak ingin melihat ini. Sehingga ia melakukan ini.


Iblis Orc itu diam, ia tidak berbicara sedikitpun. Shiro sebenarnya menahan pukulannya, Pukulan yang ia lancarkan tidak akan membunuhnya secara langsung.


Sebuah Orb menggelinding dan diambil oleh Shiro. Ia pun menyimpan Orb tersebut di ruang penyimpanannya. Iblis Orc itu hanya bisa menggertakkan giginya ketika melihat ini.


"Sekarang katakan padaku, bagaimana cara membatalkan pengorbanan ini?" tanya Shiro.


"Hehe~ Pengorbanan telah dilakukan, tidak akan bisa dibatalkan. Sekarang tamatlah dirimu manusia hina hahhahah~"


BANG! Mendengar jawaban angkuh Iblis Orc itu, Shiro kembali memukulnya. Kali ini, Iblis Orc itu pingsan oleh pukulannya.


"Sepertinya aku perlu rencana untuk menyelidikinya."


Shiro lalu menyeret tubuh Iblis Orc yang pingsan itu kembali ke permukaan.


Keluar dari ruang bawah tanah, Pemandangan di perkemahan sudah berubah total. Shiro dapat melihat mayat para Orc yang tersebar dimana-mana.


Setelah melihat kondisi sekitar, Shiro dapat memastikan kalau para Orc sudah musnah sepenuhnya. Ia pun melihat Unseen dan Twin White Tiger yang sedang berlari ke arahnya.

__ADS_1


Keduanya berlari kearah Shiro dengan penuh semangat.


"Lupakan masalah permainan, ada sesuatu yang lebih penting dari itu." Shiro tahu apa yang ingin mereka katakan, jadi Ia memotong apa yang ingin mereka bicarakan.


Mendengar ini, keduanya menjadi lesu, merekapun mengangguk. Twin White Tiger langsung berubah kembali menjadi Karambit dan Shiro simpan di ruang penyimpanannya.


"Apa itu Shiro? kenapa membiarkannya hidup?" tanya Unseen dibenak Shiro ketika melihat tubuh Orc yang dipegang Shiro.


"ini Iblis." tunjuk Shiro kepada Unseen.


"Iblis?" tanya Unseen dengan bingung. Bukankah itu Orc. Kemudian Ia teringat kalau Iblis juga bisa menyamar dan mengambil tubuh makhluk hidup.


"Apa yang ingin kau lakukan pada Iblis itu, Shiro? Bukankah lebih bagus untuk membunuhnya secara langsung?" ucap Unseen.


"Tidak, ada yang ingin ku tanyakan pada Iblis ini, Jadi Aku berencana untuk menginterogasinya."


Mendengar jawaban Shiro, Unseenpun mengangguk. "Oh.. Gitu. Tapi buat apa?"


Kemudian Shiro memberi tahu Unseen mengenai situasi di ruang bawah tanah. Mulai dari tumpukan mayat, pengorbanan, sampai Gate yang mulai terbentuk.


Mendengar ini, Unseen tercengang. Jika bukan Shiro yang mengatakannya, Ia mungkin tak akan percaya.


Terutama tumpukan mayat, diluar saja berjumlah hampir 500an, jika ditambah dengan tumpukan mayat Orc yang dikatakan Shiro, itu berarti mungkin awalnya sekumpulan Orc ini berjumlah 1000an.


Memikirkan 1000 Orc, Unseen merasa pusing. Untung saja semua Orc sudah dibasmi sepenuhnya.


"Lalu, apa rencanamu untuk menginterogasinya, Shiro?" tanya Unseen dengan penuh semangat.


Shiro tidak tahu kenapa Unseen bertanya dengan penuh semangat seperti itu. Ia pun menjadi curiga, apakah ada yang berbeda dengan Unseen? Ataukah Unseen juga dirasuki Iblis?


Namun Shiro segera menghilangkan pikirannya itu. Tidak ada tanda-tanda Aura Iblis pada tubuh Unseen.


"Ntahlah, mungkin aku akan bertanya kepada Ketua Asosiasi. Aku ingin meminjam seseorang yang memiliki kemampuan yang berhubungan dengan interogasi, sehingga aku bisa menginterogasinya."


Cuma ini yang bisa Shiro pikirkan. Ia dapat yakin kalo Iblis ini tidak akan buka mulut sedikitpun mengenai masalah ini. Apalagi yang menginterogasinya adalah manusia, ia akan tambah enggan untuk berbicara.


"Tapi sebenarnya kau tidak perlu melakukan itu," kata Unseen dengan ekspresi penuh kesombongan.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Unseen, Shiro terdiam dan memandangi Unseen cukup lama. "Apa maksudmu?"


Dengan penuh senyuman, Unseen menjawab: "Serahkan saja padaku."


__ADS_2