
Keesokan Harinya.
Shiro bangun tidur dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Karena banyak perlengkapannya yang tidak ia bawa, Shiro hari ini berniat pergi ke pusat pembelanjaan untuk membeli berbagai macam kebutuhan. Selain itu, ia berniat menjual berbagai barang yang ada di inventarisnya.
Suasana yang ramai di pusat pembelajaran selalu membuatnya takjub, meskipun ia sudah kesini beberapa kali saat magang. Namun suasana ramai dan damai di pusat perbelanjaan selalu membuatnya kagum.
Pertama-tama Shiro mengunjungi toko herbal, ia berniat menjual berbagai bahan herbal yang ia dapatkan didalam Gate untuk dijual. Uang yang ia dapatkan akan digunakan untuk membeli berbagai macam kebutuhan.
` jingle~`
Ketika pintu toko Shiro buka, suara lonceng bel terdengar sebagai penanda ada pelanggan yang masuk.
"Selamat datang Tuan, ada yang bisa saya bantu ?" ucap Pelayan toko.
Melihat pelanggan yang nampaknya seperti seorang Assasin, pelayan wanita itu menunjukkan sikap hormatnya. Ia tahu bahwa seorang pahlawan yang datang mengunjungi tokonya, dan ia sangat mengagumi seorang Pahlawan. Andai ia memiliki kekuatan juga, ia pasti akan berusaha untuk menjadi seorang Pahlawan.
"Ehem.. Aku ingin menjual beberapa herbal, apakah toko ini ingin membelinya ?" ucap Shiro dengan nada yang agak diberat-beratkan.
"Tentu saja, selama itu barang herbal, kami bersedia membelinya Tuan Pahlawan." ucap Pelayan toko dengan senyuman ramah.
Setelah mendapatkan konfirmasi dari Pelayan toko, Shiro segera mengeluarkan beberapa barang herbal yang ada di inventarisnya.
Melihat banyaknya bahan dari tumbuhan, rimpang, bunga bahkan buah-buahan yang Shiro keluarkan. Membuat Pelayan toko itu kaget, ia ia ngeri melihat banyaknya barang yang ingin dijual Shiro.
"Etto.. Tuan Pahlawan. Sepertinya bahan yang kau jual sangat banyak, aku tidak bisa menanggungnya. Aku akan memanggil manajer toko dulu. Tunggu sebentar Tuan Pahlawan." ucap Pelayan toko bergegas ke lantai dua toko.
Shiro yang sibuk mengeluarkan berbagai bahan herbal tercengang, ia tidak tahu kalau bahan herbal yang ia keluarkan sudah cukup banyak bagi Pelayan toko. Padahal yang ia keluarkan belum setengah dari yang ada di inventarisnya. Para pengunjung toko lainnya pun ikut tercengang.
Merasakan banyaknya mata yang tertuju padanya, Shiro berhenti mengeluarkan bahan herbal lainnya. Ia takut terlalu menonjolkan diri sehingga barang yang ia bawa dikenali berasal dari Gate Keluarga Yuki.
Tak lama Shiro menunggu, Pelayan Toko tersebut kembali membawa manajer toko.
Kesan Shiro terhadap manajer toko dunia fantasi biasanya berupa pria gendut dengan muka berminyak dan rambut klimis.
Namun kesan ini tumbang semua dihadapan manajer toko tersebut. Manajer toko adalah pria paruh baya, kurus, memakai pakaian formal dan memakai kacamata rabun.
"Halo Tuan Pahlawan, saya dengar dari Pelayan kami, bahwa Tuan ada bisnis besar dengan kami." ucap Manajer toko sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Shiro segera menyambut tangan Manajer Toko dan menjabat tangannya. "Iya Tuan Manajer, saya punya beberapa herbal yang tidak terpakai. Mungkin Tuan Manajer membutuhkannya."
"Tentu saja kami membutuhkannnya Tuan Pahlawan. Herbal yang Tuan Pahlawan bawa terbilang cukup langka karena hanya tumbuh diarea bersuhu dingin. Mari kita ke lantai atas untuk berbicara lebih lanjut." Manajer Toko mengajak Shiro ke lantas atas.
Merasakan banyak tatapan dari pengunjung, Shiro mengikuti manajer ke lantai atas.
Pelayan Toko pun mengajak pengawal toko lainnya untuk membantu membawa herbal yang Shiro bawa ke lantai atas.
"Silahkan duduk Tuan Pahlawan, anda ingin minum apa?" ucap Manajer Toko ketika sudah berada di dalam ruangan.
Shiro tidak sungkan, ia langsung duduk.
"Aku ingin teh saja, jangan dikasih gula, dan jangan terlalu manis." pinta Shiro.
Tak lama, Teh yang Shiro minta akhirnya dibawa oleh Pelayan Toko tersebut.
"Tuan Pahlawan, jujur saja barang yang Tuan bawa cukup berharga, apakah Tuan yakin ingin menjualnya ?" tanya Manajer Toko.
"Ya, aku yakin. Ku dengar toko ini sangat terkenal dan mempunyai reputasi yang bagus." puji Shiro.
"Tentu saja, tapi harganya tidak akan terlalu mahal Tuan Pahlawan. Mungkin sekitar 1000 Gold, namun perlu perhitungan lebih lanjut." ucap Manajer Toko dengan jujur.
"Tidak apa-apa Tuan Manajer, aku percaya padamu."
"Terimakasih atas kepercayaannya Tuan Pahlawan, mohon tunggu sebentar. Staf kami sedang menghitungnya."
Shiro mengangguk, ia bersedia menunggu.
Selagi menunggu, keduanya bercerita tentang pengalaman pekerjaan mereka. Manajer Toko banyak membicarakan tentang susahnya beberapa bahan herbal didapatkan.
Sedangkan Shiro, ia banyak membual tentang misinya di beberapa Gate, melawan monster dan pengintain. Walaupun semuanya bohong, namun Manajer Toko sepertinya percaya-percaya saja dengan ucapan Shiro.
Sembari bercerita, Shiro sesekali menoleh Teh yang disajikan. Ia mencoba mencampurnya dengan Madu yang ada di inventarisnya. Rasanya pun sangat nikmat.
Melihat hal ini, Manajer Toko menjadi tertarik. Shiro tidak pelit untuk berbagi.
Manajer Toko berniat membelinya, namun Shiro menolaknya. Ia tidak berniat menjualnya karena memang stoknya cuma sedikit. Manajer toko cukup kecewa, namun mereka melanjutkan cerita diantara mereka.
Tak lama kemudian, Pelayan Toko tersebut kedalam ruangan tempat mereka berada.
__ADS_1
"Tuan, setelah dihitung, total barang Tuan Pahlawan jual mencapai 1.480 Gold. Ini dia Tuan, mohon terima." ucap Pelayan tersebut memberikan sekantong besar Gold.
Shiro dengan senang hati menerimanya, ia langsung memasukkan Kumpulan Uang tersebut kedalam inventarisnya.
"Karena bisnis kita sudah selesai dan aku masih punya urusan diluar, aku pamit dulu." ucap Shiro bangkit.
"Silahkan Tuan Pahlawan, semoga kita bisa berbisnis lagi kedepannya." ucap Manajer Toko ikutan bangkit. Ia juga ikut mengantar Shiro keluar dari Tokonya.
Setelah pergi dari Toko Herbal, Shiro berkeliling-keliling sebentar di pusat perbelanjaan. Sampai akhirnya ia menemukan Toko pakaian yang ia tuju.
Sesampainya di toko, ia disambut ramah oleh Pelayan Toko pakaian tersebut.
Tanpa basa-basi, Shiro memilih beberapa pakaian dan langsung membelinya. Ia juga memesan beberapa pakaian untuk dibuatkan Khusus untuknya.
Shiro minta dibuatkan kemeja putih formal, celana hitam panjang dan sebuah topeng.
Walaupun topeng yang diminta Shiro cukup aneh dan lucu, namun Pelayan toko menyanggupinya.
Setelah pengukuran dan meminta berbagai persyaratan, Shiro akhirnya pergi ke tempat selanjutnya. Sebab, Sore nanti Shiro baru bisa mengambil pesanannya tersebut.
Shiro kembali berkeliling dan membeli berbagai macam kebutuhan. Membeli berbagai bahan makanan, kebutuhan mandi, kebutuhan dapur, dan lain-lain.
Tak lupa ia membeli berbagai macam alat kebugaran dan berbagai cemilan.
Uang yang ia dapatkan sebelumnya, lambat laun mulai berkurang sedikit demi sedikit.
Tak terasa, sore sudah datang. Tak lupa ia mengunjungi toko pakaian tempat ia memesan pakaian sebelumnya.
Pelayan tokopun mengenali Shiro dna langsung membawa Shiro untuk melihat pakaian yang Shiro pesan.
Setelah mencobanya diruang ganti, Shiro puas dengan setelan pakaian tersebut. Walaupun Pelayan Toko mencoba menahan tawa melihat setelan Shiro saat itu yang menurutnya cukup lucu dan unik.
Setelah puas mencoba, Shiro menyimpan pakaian tersebut dan tak lupa ia membayar atas pesanannya tersebut.
Pelayan Toko mengucapkan terimakasih dan mengantarkan Shiro pergi dari Toko tersebut.
Shiro tidak tahu, bahwa Pelayan toko pernah memotretnya saat ia menggunakan pakaian tersbut. Pelayan tersebut tidak lupa meng-upload foto Shiro. Dan Semenjak saat itu, sebuah kabar terdengar.
Bahwa Pahlawan Kepala Kotak sudah muncul di Kota ini.
__ADS_1