
Rido yang masih duduk dimeja kerja nya sedang berbincang dengan Dhan assisten kesayangannya yang sangat setia . ponsel Rido bergetar, segera Rido membaca pesan yang masuk yang Rani kirim kepadanya.
(RANI)
~ kak, maafkan Rani sudah mengganggu Kaka, Tolong Rani kak, Rani merasa khawatir dengan Kaka may yang sedang sendiri dirumah. Rani sungguh membutuhkan bantuan kakak.
(Rido replay message)
~ Ada apa ran ? kenapa dengan kakak mu?.
Rido membalas pesan singkat itu Namun, Rani tak kunjung membalasnya dan beberapa menit kemudian Rani menghubungi Rido dan menceritakan segalanya. bahkan Rani mengirimkan seluruh bukti pesan singkat yang Om Danu sempat mengirimkan kepada May. berupa gambar kepada Rido, Rido merasa aneh dengan perlakuan Om danu kepada keponakan nya sendiri.
" Bukankah om Danu adalah adik dari ayah Lalu kenapa bisa melakukan hal sebejat itu!." Gumam Rido.
Rani pun tanpa sadar menceritakan perlakuan om nya yang pernah diterima olehnya.
Rido tercengang mendengar pengakuan dari adik iparnya tersebut. tanpa berpikir panjang Rido beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi untuk mencari tahu Nasib calon istrinya.
" Dhan ayo antarkan aku kerumah calon istriku .' Ajak Rido dengan wajah yang kesalnya, Batin nya berguncang kala tahu jika May sedang dalam bahaya. Rido sangat tahu betul jika May memang memiliki trauma berat.
" Baik Tuan Muda, mari saya antarkan." Sahut Dhan.
di dalam mobil miliknya, Rido memberitahu Dhan apa yang Rani ceritakan padanya. Terlihat raut wajah yang kebingungan yang Rido tunjukan kepada assistennya itu. Dhan terdiam saat mendengar apa yang sedang Tuan mudanya bicarakan Namun Dhan terkesan marah saat mendengar nona muda nya dalam bahaya.
" Tuan jangan mengotori tanganmu, biar aku saja yang menghajarnya. Aku yang akan menghukumnya! berani dia mengganggu Nona muda. " seru Dhan kepada tuan mudanya, Raut wajah kesal terkumpul di wajah dingin miliknya, matanya tak bisa menutupi kemarahannya.
" Rasanya aku juga marah Dhan, sepertinya baru kali ini aku semarah ini " Ujar Rido sembari mengepalkan kedua tangannya.
sesampainya dirumah Rido langsung keluar dari mobil miliknya dan tanpa berpikir panjang. Rido yang sudah melihat mobil sedan putih milik om Danu terparkir dihalaman Rumah mertuannya berpikir jika May benar-benar sedang dalam masalah. Rido segera mencoba membuka pintu Utama Rumah namun, Tak disangka Pintunya memang sengaja terkunci dari dalam.
" Argh , bagaimana ini Dhan? " teriaknya seakan merasa sangat kacau.
" sebentar Tuan muda. "
Rido yang merasa kebingungan dan mungkin sangat bingung tidak bisa berpikir bagaimana caranya untuk masuk kedalam. Dhan segera memutarkan badannya dan mencoba mendobrak pintu yang keras itu.
beberapa kali mereka melakukannya. setelah sekitar 10 menit lamanya Rido dan Dhan pun berhasil mendobrak pintu utama yang sangat besat itu. terdengar sangat jelas teriakan dari atas kamar May, May yang terdengar setengah berteriak dan meminta tolong. dengan sigap Rido berlari menghampiri kamar May tersebut, terlihat may sangat ketakutan. badannya sudah tertindih oleh tubuh kekarnya Danu hanya saja, baju yang May pakai masih lengkap dan terpasang di tubuh sensualnya.
__ADS_1
" Apa yang akan kau lakukan ******** , berani-berani nya kau membuat dia seperti ini " Ucap Rido dengan geram, Rido menarik kaos punggung nya. Ia pun menghajar nya dengan pukulan yang sangat keras, hantaman demi hantaman di berikan kepada Danu, begitupun dengan Dhan yang tidak memberi ampun kepada-nya.
Rido melihat kearah May, dia menangis dan sangat ketakutan, dia tak sadar memeluk calon suami nya sambil menangis tersedu-sedu. Ridi merasa iba dengan apa yang sedang dialami May calon istrinya itu.
" Sudah sayang ada aku disini, Kamu jangan khawatir. aku janji akan menjaga mu sampai tutup usiaku." Seru Rido seraya menenangkan May dengan sangat lembut dan hati-hati. May terus mendekap tubuh Rido, Rido sesekali menyeka air mata yang jatuh dipelupuk mata May.
" Aaa...aku kotor Do!. Aku gak cocok dengan laki-laki baik sepertimu. Maafkan aku Rido " Ucap May dengan suara terbata-bata.
" udah cukup Dhan, nanti dia bisa mati dan aku gak mau berpisah dengan sahabat sepertimu." Titah Rido kepada Dhan. Dhan menghentikan hantamannya kepada Danu, Danu terlihat memohon ampun dan meminta maaf kepada Rido juga May Namun, Rido tak ingin mendengarnya.
" Hubungi pihak kepolisian Dhan, sebelum itu Hubungi Ayah wan." Titah Rido kembali, May sepertinya tak ingin melepaskan tubuh Rido yang sedang ia peluk.
Beberapa saat kemudian, Ayah, Ibu , dan Rani datang dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
ayah sangat kesal merasa tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh adik kesayangannya itu. dengan suara terbata-bata Ayah menyampaikan kalimat kekesalannya. Ayah Frustasi sehingga memukul tembok yang tepat berada di samping badannya dan kembali menangis tersedu-sedu.
" Apa yang kau lakukan kepada anak ku Danu?, apa tidak cukup rasa kasih sayang ku kepada mu?. " Tanya ayah dengan penuh amarah.
" Apa kau tidak tau caranya berterima kasih kepada sesama Manusia, ibu ku, Aku juga Intan sudah menerima mu sebagai adik ku. "
" Apa kau sudah buta Danu, apa kau lupa jika aku tidak memohon kepada Ibuku, kau akan tinggal dihalaman seperti saat kamu dibuang oleh keluarga Ibumu, Tetapi Kami berusaha menerimamu sebagai anggota keluarga kami. "
kami sungguh tercengang dengan pengakuan ayah, ayah tidak pernah menyinggung apapun tentang om Danu sekalipun om Danu membuat kesalahan yang membuat Nene kesal, ayahlah yang selalu melindungi om Danu dari kemarahan Nene.
" Tolong telpon polisi segera , laporkan bahwa disini ada tersangka yang melakukan tindak pemerkosaan " Ucap Ayah tanpa melihat wajah Danu, Danu meronta meminta Ampun dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.
" Kaka, Danu mohon Maafkan Danu." pintanya.
" Dhan tolong tutup rapat-rapat kasus ini bawalah dia dengan mobil biasa aku tidak mau calon istri ku dan keluarga istriku menanggung malu karena dia " Pinta Rido,
" Nak Rido, Maafkan ayah. jikalau, kamu ingin membatalkan pernikahanmu dengan Putri Ayah, Ayah siap. Ayah akan segera menghubungi Papahmu untuk meminta maaf kepada mereka. " Seru Ayah yang sambil memeluk Rido dan menangis didalam pelukan Rido.
" Ayah mengapa aku harus membatalkan nya, setelah aku memutuskan untuk melamarnya. Ridi harus menerima apapun konsekuensi nya, Ayah tidak perlu khawatir dengan apapun.
aku akan menjelaskannya kepada Papa dan juga Mama. Ayah dan ibu tenang saja " ucp Rido yang sangat terdengar menenangkan Ayah.
" Sayang apa yang telah Danu lakukan dan sejak kapan dia seperti itu terhadap mu? " Ibu bertanya kepadaku, Namun Ayah menatap Ibu berharap ibu tak mencoba meminta penjelasanku.
__ADS_1
aku terdiam dan menangis. Rani memelukku, Rani mendekapku dengan erat, aku merasakan jika Rani sangat menyayangi ku dan sepertinya aku gak tau kalau Rani tidak meminta tolong kepada Rido mungkin si Danu itu sudah memakanku hidup-hidup.
Rido kembali menatapku dan melihatku dengan Tatapan penuh cinta juga sayang, Rani segera meninggalkan kami berharap Kami bisa berbicara berdua.
" sayang , sini peluk aku " pinta Rido seraya menenangkan ku dengan lembut.
" menangis lah, sampai air mata itu habis. Jangan pedulikan seberapa bengkak matamu, keluarkan semua sakit didalam hati mu Calon istriku " Seru Rido sembari memelukku dan menyingkapkan rambutku.
aku tidak berani beranjak dari tempat tidurku. Rasanya aku malu, Dan aku merasa diriku sudah salah, aku merasa malu dengan perlakuan manis nya kepadaku yang tidak pernah aku balas, aku malu dengan ketulusan cintanya kepadaku.
ibu dan ayah menghampiri kami dikamar, begitupun Rani. Dhan juga sudah berada di depan kamar untuk memberikan laporannya tentang Danu.
" Tuan Muda, saudara Danu sudah di bawa oleh pihak berwajib memakai mobil pribadi tidak ada tetangga siapapun yang mengetahui ini semua. tugas sudah saya laksanakan.." Lapornya kepada Rido, Rido tersenyum dengan sangat lega.
" Terimakasih Dhan kamu bisa istirahat, Rani bolehkah Kaka meminta tolong ? "
" boleh kak, mau minta tolong apa ? "jawab Rani
"Temani Dhan dan jangan lupa berikan minuman hangat untuk Dhan. mungkin dia lelah " Pinta Rido.
" Baiklah kak " Jawab Rani.
(' Ya Ampun, aku sampai lupa dengan tidak memberikan minum , aku juga akan membuatkan ayah ibu dan juga kak ido minum - Batin Rani)
Aku menangis dalam pelukan ibu begitupun Ayah. Aku memang tidak ingin menceritakan semuanya karena takut dengan Ayah yang sama sekali tidak akan mempercayaiku.
Aku masih menangis tersedu-sedu, membuat hati ayah dan ibu tersayat, ayah dan ibu pun menghubungi Tante intan.. Tante intan sangat marah, Tante intan tidak mau ayah menutup kasus ini Tante intan sudah tidak ingin perduli dengan adik bungsunya itu.
ibu pun sama dengan Tante intan,ibu tidak ingin mencabut laporan apapun tidak perduli dengan kondisi Nene yang sakit parah itu
.
.
.
.
__ADS_1
flashback sebentar..
di dalam mobil pada saat menuju pulang kerumah untuk menemui makanya Rani menceritakan hal yang terjadi pada dia dan juga Kaka nya tersebut , Rani juga memperlihatkan isi pesan Danu terhadap Kaka nya. yang Rani pikir isi pesan itu tak wajar untuk seorang om kepada keponakannya..