
Sudah tiga bulan kami menikah pastinya banyak sekali waktu yang kami habiskan , rasanya aku sudah malas melanjutkan kuliahku tapi apa boleh buat rido memaksa ku bersemangat untuk menyelesaikan skripsi ku yang tinggal sedikit lagi rampung , dan selama dua bulan terakhir aku sama sekali tidak pernah mendapati shalom mengganggu suamiku , aku pun sangat heran mungkin karena kejadian di kantor itu .
rido sama sekali tidak ingin membahas tentang shalom , aku juga tau semua dari gesya yang selalu memberiku kabar tentang kakak nya itu , akupun bercerita tentang apa yang rido ceritakan mengenai hubungan dengan shalom kepada gesya , gesya pun sudah paham betul karena om jose menceritakan semua kebenarannya
dan aku pikir mungkin shalom sudah mulai lelah dengan rido yang selalu menolak nya ,
pagi ini aku meminta ijin kepada rido untuk mengunjungi rani yang sedang sakit dirumah katanya sih rani sakit mala rindu , entahlah dia kan ratu drama aku mengiyakan keinginan rani yang ingin dijenguk oleh ku tentunya dengan segala pesanan nya itu ... kak aku ingin ini ya , ini juga ..dan bla bla bla ,, seperti orang yang mengidam saja gerutuku , rido mengijinkanku tentunya dengan kawalan dari lira sigadis manis yang akan aku jodohkan dengan dhan itu , heheheheheh
***DI DALAM MOBIL***
"Raaa... " panggilku dengan halus untuk sigadis manis pekerja keras ini
"iya , nona ... apa ada barang nona yang tertinggal" jawab nya seraya membalikan badannya
"aku pindah kedepan ya , aku kurang nyaman rasanya mual sekali duduk dibelakang ini" pintaku sembari memegang bahu tegapnya lira
"baiklah nona , tapi aku takut nona merasa tidak nyaman bersebelahan denganku , apalagi tuan muda ..." mendekap mulutnya dengan satu tangan.. sembari meminggirkan mobilnya
"memangnya ada aturan apa yang rido minta untukku " sembari memindahkan badanku ketempat duduk dipinggir lira..(wajahku terlihat kesal)
" tidak nona , tuan muda hanya ingin kenyamanan untuk nona " sahutnya seraya tersenyum ramah padaku
akupun hanya terduduk , kulihat jalanan yang aku lalui sudah macet dan membuatku mengantuk , akupun tak lupa untuk mampir ke supermarket terlebih dahulu untuk membelikan pesanan rani adikku sibocah menyebalkan ....
sesampainya dirumah ternyata sitengil sudah menunggu ku didepan pintu , dia menyambutku dengan sangat ramah .
" kakak.......ya ampun makin cantik aja kaka ku niii. macam orang yang sedang jatuh cinta saja setiap harinya hehehe " godanya seraya memeluk ku dan menciumku
"apasih,,,,alaaah tau deh kamu mau menggodaku saja kan , pasti ada maunya , nih bawa kedalam , dan ini untuk ayah juga ibu , kamu gak usah rakus ya " memberikan tentengan yang aku bawa kepada rani
"lira , ayo ikut masuk .. jangan sungkan anggap saja aku ini teman mu" menoleh dan merangkul lira.
lira menatapku seolah dia tidak nyaman aku perlakukan seperti itu ,dia hanya menjawab dengan senyuman
"tenanglah lira tak perlu sungkan , rido itu baik dia tidak akan menganggap mu itu hanya bawahannya saja " menenangkannya sembari memberikan senyuman manisku padanya
lirapun tersenyum dan mengikuti langkahku masuk kedalam rumah , lira juga sudah di peringatkan mengenai shalom oleh Rido , lira anak yang terlihat tegar , kuat , garang , pemberani tapi juga sopan dan baik , lira mengikuti bela diri , dia juga mendapatkan juara tingkat nasional aku tau semua dari rido . rido cukup apik dalam menjaga ku dia ingin aku selalu aman dalam pengawasan nya begitupun saat aku sedang dirumah tentunya selama lira bersama ku tidak pernah terjadi apa-apa mau itu dikampus atau sedang pergi ke mall , lira selalu menjaga ku .
lira anak yang baik , dia tidak mau apapun terjadi kepada ku bahkan hari ini lira menunjukan kemarahan nya di depanku pada orang yang ingin melukai ku siapa lagi kalo bukan shalom.
hari pun sudah larut aku memutuskan segera pulang kerumah , rido memberi ku kabar untuk pulang terlebih dahulu karena ada sesuatu hal yang membuat rido tidak bisa menjemputku aku pun bergegas pulang bersama lira.
"raa , setelah sampai rumahku kamu jangan langsung pulang ya" pintaku
entah mengapa perasaanku sangat gusar , rasanya aku ingin lebih tau tentang lira mungkin karena lira selalu menjaga ku jadi aku anggap lira sekarang bukan hanya supir dan pengawal ku melainkan sahabt dekatku maklum lah setelah menikah aku sudah tidak pernah pergi nongkrong bersama teman-teman ku , aku lebih menghabiskan waktu ku dirumah ...lira hanya menganggukan kepalanya tanda dia setuju untuk menemaniku .
rasa pusing , mual dan terasa dingin menyelimuti ku sesekali rasanya ku ingin memuntahkan isi perutku entahlah mungkin ini masuk angin karena selama 3 hari kebelakang aku selalu mandi malam dengan air dingin mungkin aku akan terserang sakit ..
mobilku sudah memasuki gerbang utama rumah , gerbang pun dibukakan oleh pak salim satpam hits di kediaman rido tak lupa pula mang asep suami nya mbak tati membukan pintu mobil untuk ku sudah macam ratu saja hidupku ini . aku meminta dibuatkan lemon panas dua gelas kepada mbak tati karena aku tak melihat bibi inem ,biasa nya bi inem suda datang menyambutku .
"Ayooo , raaaa temani aku ngobrol di samping kolam aja ya " sembari mengajak nya masuk
lira hanya menganggukan kepala dan berjalan mengikuti , duduklah kami di kursi santai samping kolam itu
aku sudah mengobrol dengan lira sekitar satu jam ..ohhh waktu tak terasa sangat singkat sekali .. ditengah obrolan seru kami , kudengar ada suara orang yang sedang ribut-ribut diluar sana , akupun bertanya kepada lira ...
"raaa ada apa ya ?? , cobadeh kamu lihat ada apa didepan "pintaku kepada lira
"baik nona, nona tunggu saja disini " jawab lira sembari bergegas menghampiri suara ribut itu
__ADS_1
belum saja lira sampai untuk melihat keadaan di depan muncul lah seorang wanita cantik , berbadan tinggi berkulit putihh ,,( ya ampun itu kak shalom gumamku dalam hati..), dia terlihat sangat marah dan hendak memaki ku , lira sangat terpancing dan menghalangi langkah shalom yang ingin menghampiriku , dengan sigap lira menghalangi nya tapi itulah shalom dia tidak bisa dihalangi oleh siapapun dia mendorong badan lira dan lira tersungkur mungkin saat itu badan lira sedang tak seimbang. shalom menghampiriku dan mulai menjambak kerudungku dia memukul ku dengan keras , dia menghantamku dengan tangan kanan nya sangat keras , dan menampar pipi ku dua kali , membuatkan bekas ungu kemerahan di pipiku aku tersungkur lira langsung menghentikan itu begitupun dengan pak salim dan mang asep ikut menghentikan shalom , aku tak bisa melawan , aku memang terbilang tak bisa berkelahi .
lira membalas shalom dengan tamparan keras sebanyak dua kali aku berteriak dengan keras untuk menghentikan apa yang akan lira lakukan .. aku tak kuasa melihat kekerasan itu terjadi didepanku , aku memohon untuk menghentikan semua nya STOP LIRAAAAAAAA, SUDAHLAH KUMOHON pintaku kepada lira
aku tak ingin ada masalah dikemudian hari walaupun faktanya akulah korban nya disini tapi aku tak kuasa apabila ada orang yang melakukan kekerasan di depanku .
"tooooo..long hentikan lira , tolong lepaskan dia dan bawa dia pergi dari rumah ini" pintaku seraya menangis dengan lemah
"emm.mbak tat...aaantar aku kekamar aku saaaangat lemas" pintaku dengan suara terbata-bata dan meringis kesakitan seraya memegang kepalaku yang dihantam dengan keras oleh shalom
"pak tolong bawa wanita ini ke kantor polisi , saya akan membawa nona kekamarnya dan saya akan menghubungi tuan muda " pinta lira dengan tegas ..
pak salim dan mang asep pun terlihat sangat kesal...pak salim langsung membawa nya ke pos yang berada didalam lingkungan gerbang utama rumah kami, dia menghubungi polisi.
sebelum rido datang pak polisi dululah yang datang terlebih dahulu untuk membawa shalom dari rumah ini.
dengan sangat gusar lira mondar mandir karena merasa itu adalah kesalahannya , begitupun dengan pelayan dan satpam dirumah ini , aku masih tak sadarkan diri karena pada saat mbak tati dan lira membawaku ke kamar aku sudah dalam keadaan pingsan.
lira pun sudah menelpon papa dan juga mama tak lupa lira menelpon dokter pribadi keluarga kami.
mereka sangat takut dengan kemarahan papa ataupun rido tapi aku yakin papa maupun rido tidak akan menyalahkan orang-orang sekitarku mereka yakin kalau pelayan dan juga lira sudah semaximal mungkin menjaga diriku...
mama pun mengabari rido' tidak bisa pulang malam ini karena penerbangan nya bisa dilakukan besok pagi dikarenakan ada badai yang menghalangi nya disana , begitupun dengan papa yang belum bisa pulang mengingat papa sedang ada pekerjaan penting dua hari kedepan tapi papa sudah meyakinkan rido untuk tidak mencabut laporan penyiksaan yang dilakukan shalom untuk ku sampai papa pulang dan bertemu shalom , papa juga sudah mengabari om jose , om jose sangat terkejut setelah tau akulah yang shalom sakiti.
rido pun pulang dengan mata yang penuh dengan kemarahan begitupun dengan Dhan yang sesekali mengepalkan tangan nya , rido meminta dokter untuk memeriksa semua keadaan ku , rido juga menangis melihat luka di mukaku
rido tak segan meluapkan rasa kesal nya dengan berteriak dan memukul tembok dengan keras membuat tangan nya terluka ',
"sayaaang bangunlah , jangan membuatku khawatir ...aku tidak akan memaafkan diriku apabila terjadi apapun kepadamu " seraya menggenggam tangan ku dan mencium punggung tangan ku
"DHAN.... kau dan lira pergilah dan temui shalom wanita sialan itu , tanyakan pada nya apakah dia ingin aku membunuhnya " berbicara dengan nada yang sangat tinggi
lira pun meminta maaf atas kesalahnnya karena telah membuat nona muda nya itu tersiksa , tetapi rido tau lira tidak mungkin membiarkannya rido pun memaafkan lira dan orang-orang yang berada disaat kejadian tersebut
tak lama dokter pun datang untuk memeriksa keadaanku yang sedang tak sadarkan diri.
"TINGGALKAN KAMI DHAN , BIAR DOKTER BISA MELAKUKAN TUGASNYA " seru rido yang terlihat sangat khawatir.
dhan dan lira pun menunggu di bawah , menunggu untuk mengetahui nona mudanya , lira terlihat sangat murung karena sangat takut akan pekerjaan nya diberhentikan oleh dhan ataupun rido mengingat sangat susah sekali mendapatkan pekerjaan yang tak menguras waktu , lira takut tidak bisa memiliki atasan sebaik may dan rido.
dengan menangis dan mengepalkan tanganya
'tuan , bagaimana dengan nona saya sangat khawatir " ucapnya lirih
DHAN hanya terdiam membisu , sesekali dia melemparkan muka nya dengan kesal .
__ADS_1
__ADS_1