
** DIRUANGAN RIDO **
rido , jimmy , yofie juga dhan sedang berbincang santai membicarakan bisnis kedai kopi yang akan jimmy buka itu . tentunya jimmy meminta bantuan kepada rido dan juga yofie untuk memberikan saran karena kedai kopi itu bukan hanya kedai kopi biasa melainkan seperti kafe yang menyuguhkan live music untuk membuat suasana menjadi hidup .
RIDO : " kalau saran aku sih lebih baik secepetnya dimulai jimm , soalnya sekarang kan kaula muda lebih suka nongkrong di kedai-kedai kopi gitu " - menyeruput teh hangat yang dibuatkan dhan
YOFIE : " YA .. betul sekali oh iya selain ada kopi kamu juga jual kaya roti bakar , kukus , pokoknya makanan-makanan yang menengah keatas engga , kebawah juga engga .
RIDO : " yang terpenting makanan enak , tempat nyaman dan pelayanan nya juga cepet "
DHAN : " saya pasti bantu tuan jimmy , apapun yang tuan minta saya akan laksanakan "
JIMMY : " DUH.. saran dari kalian membantu sekali , apalagi kamu dan rido sangat kompak seperti adik kaka. dan untuk mu dhan terimkasih aku pasti sangat membutuhkan bantuan dari mu " jawab jimmy
rido dan juga yofie yang sedang meminum teh hangat itu tersedak bersamaan , dan saling memandang satu sama lain . jimmy dan dhan pun terheran-heran dibuatnya .
" tuh kan udah kaya kembar aja kalian ini " celoteh jimmy sembari tertawa dengan sangat lepas
rido dan yofie tersipu malu dan rido sangat senang mendengar tanggapan dari yofie mengenai ucapan jimmy.
" lagian siapa juga yang bakal nolak punya kaka sebaik rido , bodo banget tuh orang kalo nolak .. iya gak ?" tanya yofie yang sembari tersenyum kepada rido dan membuat rido tersipu malu .
" ahh kamu bisa aja yof... enak ya punya adik kaya zain ?" tanya balik rido .
" zain itu sebenernya penurut , dia baik hanya saja terkadang tempramen dulu aku gak pernah mau ngalah sama zain karena menurutku aku anak sulung ataupun dia anak bungsu ya sama saja ,, tapi mama yang sangat lebih dekat dengan zain selalu membela zain beda dengan papa , kalo papa itu orangnya gak pernah mau menyalahkan anak-anak nya buat papa anak-anak nya salah dan benar itu sama saja .. jadi papa itu adil banget untuk aku dan zain .. oh iya papa titip salam buat kamu do katanya makasih udah mau bebasin aku dan memaafkan aku . mama juga ingin sekali bertemu dengan kamu " yofie yang berbicara dengan nada yang menjelaskan itu mencoba bercerita tentang kehidupan keluarganya , rido pun terlihat sangat menikmati celotehan dari adiknya itu , tanpa tersadar buliran air mata terjatuh dari matanya itu .
" hey , rido kenapa menangis ? , maafkan aku ' pasti kamu teringat risa ya .. anggap saja aku dan zain juga adikmu " ucap yofie yang menyadarkan rido , rido yang tersdar pun segera menyeka air matanya.
__ADS_1
" tidak , aku sangat terharu mendengar ceritamu , semoga aku bisa berjumpa dengan bibi dan juga paman . berikan juga salamku untuk bibi dan paman dan aku berdoa semoga mereka selalu dalam lindungan allah " ucap rido setengah menahan rasa sakitnya
" tahukah aku menangis bukan karena aku merasa sakit hati melihat mu yang lenih beruntung karena bagiku papa ataupun papa hendra adalah orang tua yang baik untuk ku , aku tak akan memaksa papa hendra menerimaku karena bagiku melihat kalian bahagia itu sudah membuatku bahagia . adik-adiku aku harap kelak kau mengetahui aku kakak kalian , kalian tak akan membenciku malah sebaliknya kau akan menyayangiku .. semoga kalian selalu dalam cinta ibu dan ayah kalian,.. aku tak akan membiarkan kalian merasa sepi - batin rido saat mendengar yofie bercerita.
yofie dan juga jimmy segera berpamitan karena saat itu ada meeting mendadak yang harus yofie hadiri begitupun dengan jimmy yang ingin menemui kakaknya yang sedang berada dipenjara.
dhan yang melihat tuan nya itu sedang dalam keadaan bersedih pun segera mencoba menghiburnya .
" tuan apakah kau membutuhkan sesuatu ? " tanya dhan
' tidak dhan , aku hanya ingin pulang menemui istri ku juga anak-anak ku " jawab rido yang segera membangunkan tubuhnya dari kursi .
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
beberapa menit kemudian rido yang sudah sampai di kediamannya itu menyapa zain yang sedang bermain bersama kedua anak kembarnya .
" haloo zain , sudah lama disini ?" tanya rido
" sudah dari tadi kak " jawab zain
' loh kok manggil kaka , tumben - gumamku dalam hati
' sayang lihatlah zain membawakan kado yang sangat besar padahal acaranya kan masih 43 hari lagi . " aduku yang sembari memeluk dan menyambut rido saat pulang
" zain , maaf ya jadi merepotkanmu. dan terimakasih kadonya " ucap rido kepada zain
" tidak begitu merepotkan kok , apasih kaya kesiapa saja kamu may " ucap zain menjawab ucapan rido .
" kamu lelah ya , sebentar ya aku ambilkan susu hangat untukmu, apa kamu mau juga zain ? " tanya ku pada zain
" gak usah may , jika aku ingin minum aku akan membawanya sendiri , aku akan menganggap ini seperti rumahku .. bolehkan kak rido ? " tanya zain kepada rido yang membuat rido tersenyum , aku segera bergegas membawakan segelas air susu hangat untuk rido .
saat aku kembali dengan langkah kaki ku yang begitu sangat berat karena perutku yang sudah membesar membuat ku sangat kesulitan berjalan ., aku melihat zain dan rido sedang berbincang dengan gelak tawa yang sangat keras . aku juga melihat ricard dan lira yang mengajak anak kembarku sepertinya aku tau maksud kak richard , kak richard ingin sekali membuat quality time untuk mereka berdua .
" truss dimana rani ?? mengapa dia tidak duduk disamping kak richard " - gumamku dalam hati seraya memberikan segelas susu hangat untuk rido .
" rani kemana kak ?" tanya ku kepada kak richard
" rani tadi menghampiri dhan , mungkin mereka sedang berbicara serius " ucap richard yang memberitahuku
aku pun tidak ingin mengganggu rido yang sedang bercengkramah dengan adiknya itu , sesekali gelak tawa yang mereka keluarkan terdengar seperti sedang dalam obrolan seru , aku lebih memilih duduk dengan memajukan kedua kakiku dilantai dan melihat richard dan lira sedang mengajak anak-anak ku bermain
__ADS_1